ASUHAN KEBIDANAN POST NATAL CARE PADA NY. USIA TAHUN P A DENGAN
DI RSUD
Disusun Oleh:
Siti Khoidaroh
NIM P17324221039
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG PROGRAM STUDI KEBIDANAN (KAMPUS BOGOR)
PROGRAM DIPLOMA III 2025
ASUHAN KEBIDANAN POST NATAL CARE PADA NY. USIA TAHUN P A DENGAN
DI RSUD
Disusun Oleh:
Siti Khoidaroh NIM P1732421039
LAPORAN TUGAS AKHIR
Untuk memenuhi salah satu syarat ujian Guna memperoleh gelar Ahli Madya Kebidanan
Program Studi Kebidanan Bogor
KEMENTRIAN KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA POLITEKNIK KESEHATAN KEMENKES BANDUNG PROGRAM STUDI KEBIDANAN (KAMPUS BOGOR)
PROGRAM DIPLOMA III 2025
LEMBAR PERSETUJUAN
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
ABSTRAK
ABSTRAK BISING
PERNYATAAN PLAGIARISME
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah SWT karena atas berkatnya, rahmat dan karunia-Nya sehingga Laporan Tugas Akhir ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya, shalawat serta salam senantiasa selalu tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW, keluarga, para sahabat dan seluruh umat-Nya.
Adapun Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Asuhan Kebidanan Nifas pada Ny. usia Tahun PA dengan di “ sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Pendidikan Diploma III Kebidanan di Politeknik Kesehatan Kementrian Kesehatan Bandung Program Studi Kebidanan Bogor.
DAFTAR ISI
DAFTAR TABEL
DAFTAR LAMPIRAN
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Masa nifas adalah masa setelah melahirkan yang dimulai setelah lahirnya bayi, plasenta dan selaputnya yang membutuhkan waktu pemulihan selama kurang lebih 6 minggu. Terjadinya robekan perineum disebabkan oleh proses persalinan ketika bayi lahir secara spontan dengan alata tau Tindakan. Menurut data World Health Organization terdapat 2,9 juta kasus robekan perineum pada ibu melahirkan dan diperkirakan akan meningkat menjadi 6,8 juta di tahun 2050. Di Indonesia 75% dari 100.000 wanita yang melahirkan yaitu 75.000 wanita mengalami mengalami robekan perineum. Berdasarkan data yang diperoleh dari RSIA Masyita Makassar pada Januari sampai Desember 2022 jumlah keseluruhan ibu nifas yang melahirkan normal sebanyak 623 orang tidak disertai rupture 230 orang dan disertai rupture 393 orang.1
Luka perineum adalah robekan yang terjadi karena adanya rupture spontan maupun episiotomi pada saat proses persalinan, prosedur episiotomi dilakukan atas indikasi kelainan letak janin, bayi besar, perineum kaku, persalinan dengan menggunakan forceps atau vacum. Apabila episiotomi dilakukan tanpa indikasi tertentu maka akan menyebabkan tingginya insiden dan beratnya kerusakan di daerah perineum, luka perineum memiliki dampak bagi ibu yaitu rasa tidak nyaman berupa nyeri. 1
Prevalensi ibu bersalin yang mengalami rupture perineum di indonesia sebesar 52%
dikarenakan persalinan dengan bayi berat lahir besar, tindakan episiotomi dan faktor usia ibu. Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan mencatat sebanyak 75 kasus kematian ibu hamil dan melahirkan yang terjadi hingga Juli 2019, dan berdasarkan Dinas Kesehatan Sulawesi Selatan, angka kematian ibu melahirkan 115 kasus dan tahun 2018 naik lagi menjadi 139, kasus kematian tersebut banyak dijumpai di RSUD dengan persentase 79,13% atau sebanyak 91 kasus. Kemudian terjadi di rumah dengan 9 kasus atau sekitar 7,83%, lalu ditemukan di Puskesmas dengan persentase 6,08% atau sebanyak 7 kasus, kemudan di Pustu sebanyak 2 kasus atau 1,74% dan di rumah bersalin 1 kasus atau 0,87%.2
Di negara Asia prosedur episiotomi juga merupakan masalah yang banyak dialami oleh waita yang melahirkan pervaginam, 50% robekan perineum di dunia terjadi di Asia, presentase ibu melahiran dengan robekan perineum pada kelompok umur 25-30
tahun adalah 24% pada kelompok 32-29 tahun adalah 62%. Menurut laporan Kementerian Kesehatan RI tahun 2020, diketahui 4.627 ibu meninggal setelah melahirkan terutama kematian akibat gangguan sistem peredaran darah 230 kasus dan sebanyak 1.330 kasus perdarahan pasca melahirkan. Oleh karena itu perawatan pada masa nifas sangat penting untuk menimalisir terjadinya resiko infeksi, mastitis, robekan, infeksi saluran kemih, dan episiotomi. 1
Hampir 90% proses persalinan mengalami robekan perineum, ruptur perineum terjadi pada hampir semua persalinan pertama dan tidak jarang juga pada persalinan berikutnya. Namun hal ini dapat dihindarkan dan juga dikurangi dengan menjaga dan jangan sampai dasar panggul dilalui oleh kepala janin dengan cepat dan adanya robekan perineum ini dibagi menjadi 4 derajat, derajat I, II, III, dan derajat IV.2
Dampak dari terjadinya ruptur perineum pada ibu dapat mengakibatkan terjadinya infeksi pada luka jahitan dimana dapat merambat pada saluran kandung kemih ataupun pada jalan lahir yang dapat berakibat pada muculnya komplikasi disparenia dikarnakan jaringan parut yang terbentuk sesudah laserasi perineum, dan demi kesehatan, kesejahteraan wanita dikemudian hari, maka tindakan identifikasi penyebab ruptur perineum yang benar dan perbaikannya pada saat yang tepat merupakan persoalan yang sangat penting.3
Perawatan luka perineum yang tepat setelah melahirkan normal penting untuk mencegah serangan infeksi. Di sisi lain, menerapkan perawatan luka jahit pada perineum dengan baik dan benar juga mempercepat penyembuhan area sekitarnya.
Pengetahuan ibu tentang perawatan pasca persalinan dan cara perawatan luka dapat menentukan lama penyembuhan luka perineum, ibu yang mengetahui cara untuk merawat luka perineum akan merawat lukanya dengan baik sehingga diharapkan bisa berpengaruh terhadap penyembuhan luka perineum.3
Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk mengambil kasus tentang
“ASUHAN KEBIDANAN POSTPARTUM PADA NY. USIA TAHUN PA DENGAN LUKA PERINEUM DI RSUD” Agar luka perineum bisa tertangani dengan baik dan penyembuhan yang lebih cepat untuk mencegah terjadinya komplikasi yang lebih serius yaitu infeksi pada masa nifas.
B. Rumusan Masalah 1. Rumusan Masalah
Dari latar belakang diatas maka rumusan masalah nya yaitu “Bagaimana Asuhan Kebidanan Postpartum pada Ny. Usia tahun PA dengan luka perineum di RSUD “
2. Lingkup Masalah
Ruang lingkup laporan tugas akhir ini meliputi asuhan kebidanan postpartum pada N y. Dengan luka perineum. Asuhan ini dilakukan sejak tanggal 2025 hingga tanggal 2025.
C. Tujuan
1. Tujuan Umum
Untuk menerapkan Asuhan Kebidanan pada ibu nifas dengan luka perineum di RSUD
2. Tujuan Khusus
a. Diperoleh data Subjektif dari Ny. dengan Luka Perineum di RSUD.
b. Diperoleh data Objektif dari Ny. dengan Luka Perineum di RSUD . c. Ditegakkannya Analisa dari Ny. dengan Luka Perineum di RSUD . d. Dibuatnya penatalaksaan dari Ny. dengan Luka Perineum di RSUD . D. Manfaat
1. Teoritis
Hasil asuhan ini diharapkan dapat memperkaya ilmu pengetahuan yang menambah wawasan khususnya mengenai penatalaksanaan dalam asuhan kebidanan pada ibu nifas dengan perawatan luka perineum.
2. Aplikatif
a. Manfaat Bagi Tenaga Kesehatan
Dalam asuhan ini dapat meningkatkan ataupun masukan kepada Pelayanan Kesehatan khususnya dalam Upaya memberikan pelayanan Kesehatan khususnya pada Asuhan Kebidanan.
b. Manfaat Bagi Klien / Masyarakat
Sebagai bahan masukan untuk menambah pengetahuan ibu tentang cara perawatan luka perineum dengan benar. Sehingga ibu nifas dengan luka perineum bisa melakukan perawatan luka nya dengan sendiri seperti yang telah diajarkan agar tidak terjadi infeksi pada luka perineum.
c. Manfaat Bagi Bidan
Pendidikan dapat digunakan sebagai bahan masukan dalam pemberian asuhan komprehensif pada ibu nifas dengan perawatan luka perineum di RSUD
BAB II
TINJAUAN TEORI
A. KONSEP DASAR NIFAS
Masa Nifas (postpartum/puerperium) berasal dari bahasa latin yaitu “Puer” yang artinya bayi dan “Parous” yang melahirkan merupakan masa setelah lahirnya plasenta dan berakhir ketika alat-alat kandungan kembali seperti keadaan semula ini berlangsung selama 6 minggu. Pada masa ini di perlukan asuhan yang berlansung secara konfrensif mulai dari ibu masih dalam perawatan pasca persalinan di fasilitas pelayanan kesehatan sampai ibu nifas kembali ke rumahnya. Banyak perubahan yang terjadi pada masa nifas seperti perubahan fisik, involusio uteri, laktasi.
Masa Nifas (puerperium) adalah masa atau waktu sejak bayi dilahirkan dan plasenta keluar atau lepas dari rahim, sampai enam minggu berikutnya, disertai dengan pulihnya kembali organ-organ yang berkaitan dengan kandungan, yang mengalami perubahan seperti perlukaan dan lain sebagainya berkaitan saat melahirkan. 3,4
Dalam pemberian asuhan pada ibu masa nifas yaitu dengan selalu mengayomi B. KONSEP DASAR
C. KEWENANGAN BIDAN
D. APLIKASI MANAJEMEN KEBIDANAN PADA NIFAS