LAPORAN AKHIR PLP 1
SMPN 8 SAMARINDA
Jalan Patimura No.29, Rapak Dalam, Kec. Loa Janan Ilir, KotaSamarinda Prov. Kalimantan Timur
Disusun Oleh : Amalia Ayu Febrianti
2005056016 Guru Pamong : HJ. Rosmidar, S.Pd Dosen Pembimbing PLP : Endang Herliah,. S.Pd,. M.Pd
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PANCASILA DAN KEWARGANEGARAAN FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS MULAWARMAN 2023
i
HALAMAN PENGEASAHAN
KKN – PLP TEMATIK & ASISTENSI MENGAJAR
Nama Mahasiswa : Amalia Ayu Febrianti
NIM : 2005056016
Program Studi : Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan
Ketua Kelompok KKN : Heru Cakra Wardana (2005106062)
Anggota Kelompok KKN : 1. Sarwani Fauzan (2005106054) 2. Putri Nulissa
3. Mita Widiyasari 4. Lintang, Yolan R.R.
5. Nurwana
6. Kolistidi Bakang B 7. Amalia Ayu Febrianti
(2005016082) (2005076051) (2005176016) (2005016081) (2005156037) (2005056016)
Telah melaksanakan kegiatan KKN – PLP & Asistensi Mengajar Tematik Terintegrasi di :
Tempat KKN : SMP Negeri 8 Samarinda
Tempat PLP & Asistensi Mengajar : SMP Negeri 8 Samarinda
Mulai dengan dari 01 Agustus 2023 sampai dengan 31 Oktober 2023, dengan bimbingan : 1. Guru Pamong : HJ. Rosmidar, S.Pd
2. Dosen Pembimbing PLP : Endang Herliah., S.Pd., M.Pd 3. Dosen Pembimbing Lapangan : Dr. Elsje Theodora Maasawet, M.Pd
Samarinda, 22 November 2023 Kepala Sekolah
Drs. Sugiyatno, M.Pd NIP. 196608311995121001
ii
KATA PENGANTAR
Puji syukur saya panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan hikmat, kekuatan dan kesehatan, sehingga saya mampu menyelesaikan Pengenalan Laporan Persekolahan (PLP) 1 serta menyelesaikan laporan ini. Penyusunan laporan ini dimaksudkan untuk memberikan gambaran kepada pembaca mengenai seluruh kegiatan PLP 1 dari tanggal 01 Agustus 2023 sampai dengan 31 Agustus 2023.
Saya menyadari bahwa terlaksananya program yang telah saya laksanakan, bukan keberhasilan individu, melainkan keberhasilan kelompok, kemudian kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada:
1. Bapak Prof. Dr. H. Muh. Amir M, M.Kes., Selaku Dekan FKIP UNMUL, 2. Ibu Rosmidar, S.Pd , Selaku Dosen Pembimbing Lapangan KKN,
3. Ibu Endang Herliah., S.Pd, M.Pd Selaku Dosen Pembimbing PLP,
4. Bapak Drs. Sugiyatno, M.Pd, Selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Samarinda,
5. Satuna, S.Pd selaku waka kurikulum SMP Negeri 8 Samarinda serta koordinator sekolah yang telah banyak membantu serta mengarahkan sehingga kegiatan dan proses PLP-KKN ini dapat berjalan dengan baik.
6. Ibu HJ. Rosmidar S.Pd selaku guru pamong yang penuh dengan kesabaran telah banyak mengarahkan dan membimbing selama Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).
7. Seluruh Mahasiswa KKN-PLP Kelompok 52 yang melaksanakan KKN-PLP di SMP Negeri 8 Samarinda,
8. Seluruh Dewan Guru dan Staff TU di SMP Negeri 8 Samarinda,
9. Seluruh siswa/siswi SMP Negeri 8 Samarinda, yang dengan penuh pengertian dan perhatiannya serta telah memberikan kesempatan dan respon yang positif untuk melangsungkan proses belajar mengajar sehingga dapat berjalan dengan baik.
10. Serta Orang Tua dan keluarga yang telah banyak memberikan motivasi, dukungan, serta doa yang diberikan terhadap penulis dari awal pelaksanaan PLP sampai berakhirnya PLP.
iii
Dalam penulisan laporan kegiatan PLP 1 ini tentu penulis telah berusaha semaksimal mungkin untuk mengembangkan masukan dari berbagai sumber dan pengetahuan yang penulis dapatkan selama mengikuti Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP).Namun penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan adanya kritik dan saran yang sifatnya membangun untuk kesempurnaan laporan PLP 1 ini.
Akhir kata penulis berharap laporan PLP 1 ini mampu memberikan manfaat baik bagi penulis maupun bagi para pembaca. Semoga semua pihak yang telah memberikan bantuan, akan mendapatkan berkat dan kesehatan oleh Tuhan Yang Maha Esa.
Samarinda, 22 November 2023 Penulis,
Amalia Ayu Febrianti.
NIM. 2005056016
iv DAFTAR ISI
HALAMAN PENGESAHAN KKN – PLP TEMATIK & ASISTENSI MENGAJAR ... i
KATA PENGANTAR ... ii
DAFTAR ISI ... iv
A. Pendahuluan... 5
1. Latar Belakang ... 5
2. Tujuan ... 7
3. Sasaran ... 8
B. Pelaksanaan PLP 1 ... 9
1. Metode pengumpulan data dan jadwal kegiatan ... 9
2. Deskripsi dan interpretasi karakteristik umum peserta didik ... 9
3. Deskripsi dan interpretasi struktur organisasi dan tata kerja sekolah... 11
4. Deskripsi dan interpretasi peraturan dan tata tertib sekolah ... 16
5. Deskripsi dan interpretasi seremonial-formal di sekolah ... 17
6. Deskripsi dan interpretasi sarana dan prasarana sekolah ... 17
7. Deskripsi dan interpretasi kegiatan rutin berupa kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler ... 18
8. Mendeskripsikan praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah ... 19
9. Deskripsi dan interpretasi kegiatan unit-unit yang ada di sekolah ... 20
C. Penutup ... 21 LAMPIRAN...
5
LAPORAN PLP 1
A. Pendahuluan
1. Latar Belakang Kegiatan
Undang-undang Sidiknas No 20 Tahun 2003. pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara relatif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadia dan kecerdasanakhlak mulia serta keterampilan yang diperlukan dirinya masyarakat, bangsa, dan negara.
Dapat kita ketahui Pendidikan sangatlah penting bagi semua kalangan baik itu anak kecil, remaja, maupun orang dewasa. Untuk itu pendidikan sangat penting dalam kehidupan masyarakat yang dimana dimulainya mengerti dan memahami apa arti kehidupan sebenarnya, mulai mempelajari hal kecil maupun besar.
Perguruna tinggi sebagai salah satu tempat pendidikan yang menyediakan dan membentuk calon-calon penerus bangsa, turut andil dalam mewujudkan tercapainya tujuan pendidikan nasional. Oleh karena itu, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman Samarinda membuat program mata kuliah PLP yang berkaitan dengan pengajar di sekolah. Dalam matakuliah PLP ini mahasiswa diharapkan dapat mengetahui dan melaksanakan tugas-tugas dan tanggung jawab sebagai seorang pendidik. Mahasiswa yang merupakan seorang calon guru dituntut agar memiliki keterampilan yang luas dalam mengajar, seperangkat pengetahuan serta nilai dan sikap tingkah laku yang baik sebagai seorang guru yang professional.
PLP yaitu suatu tahap dalam proses penyiapan guru professional pada jenjang Program Sarjana Pendidikan yang berupa penugasan kepada mahasiswa untuk mengimplementasikan hasil belajar melalui pengamatan proses pembelajaran di sekolah/lembaga pendidikan. Latihan mengembangkan perangkat pembelajaran dan belajar mengajar terbimbing serta disertai tindakan reflektif di bawah bimbingan dan pengawasan dosen pembimbing dan guru pamong secara berjenjang. Oleh karena itu, dalam kegiatan PLP ini mahasiswa akan dihadapkan oleh bidang keilmuan seperti kemampuan dalam mengajar, kemampuan dalam bersosialisasi dan bernegosiasi serta kemampuan manajerial kependidikan lainnya.
Selain itu mahasiswa juga diharapkan mampu berpartisipasi dalam kegiatan
6
kependidikan lainnya seperti kegiatan ekstra kulikuler dan mengembangkan potensi pendidikan di mana tempat ia melakukan kegiatan PLP ini.
Pada kegiatan PLP ini mahasiswa diarahkan ke dalam bentuk pelatihan terbimbing dan pelatihan mandiri. Semua kegiatan ini harus terjadwal secara sistematis dalam bimbingan dosen pembimbing dan guru pamong yang sudah memenuhi kriteria pemilihan. Sedangkan dipandang dari segi kurikulum, PLP adalah salah satu program mata kuliah proses pembelajaran yang dipersyaratkan dalam pendidikan perjabatan guru. PLP dirancang untuk menyiapkan mahasiswa sebagai calon guru agar memiliki dan menguasai kemampuan keguruan yang terpadu secara utuh sehingga mahasiswa dapat melaksnakan tugas dan tanggung jawabnya secara professional.
Sehubungan dengan hal tersebut, selaku mahasiswa Universitas Mulawarman yang berada di bawah bimbingan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), penulis mempunyai kewajiban mengikuti PLP dalam rangka penyesuaian perkuliahan program studi Bimbingan Konseling (BK) jenjang S1 dengan ketentuan-ketentuan yang berlaku. Dalam hal ini penulis melaksanakan program Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) di SMP Negeri 8 Samarinda. Adapun alas an dari penulisan laporan ini adalah :
a. Sebagai salah satu syarat yang telah diprogramkan dan wajib dilaksanakan oleh setiap mahasiswa FKIP Universitas Mulawarman.
b. Sebagai bahan perbandingan serta informasi bagi mahasiswa yang belum melaksanakan program kegiatan PLPini.
c. Sebagai sarana untuk menghasilkan tenaga pendidik yang profesional dan bermutu dimasa yang akan datang melalui latihan mengajar dan melaksanakan tugas kependidikan lainnya yang dilakukan secara terpadu dan terarah.
PLP dilaksanakan dalam beberapa tahap kegiatan dengan dasar pemikiran bahwa kemampuan mengajar itu bersifat kompleks sehingga tidak mungkin untuk di pelajari dan di kuasai dalam satu kegiatan saja. Adapun tahap-tahap PLP antara lain :
a. Tahap Orientasi b. Tahap Observasi c. Tahap Pelaksanaan d. Tahap Pelaporan
7
Pada tahap pengenalan lapangan, mahasiswa praktikan diharapkan dapat mengenal secara langsung kehidupan nyata disekolah (guru, murid, KBM, jadwal, sarana dan prasarana, lingkungan sekolah, peraturan sekolah, dan lain-lain. ) untuk mengidentifikasi masalah-masalah di sekolah, kemudian menganalisa materi pembelajaran serta menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan selanjutnya menyusun perangkat rencana pembelajaran dan mengembangkan materi serta media pembelajaran.
Pelaksanaan kegiatan PLP ini terintegrasi dengan kegiatan KKN (Kuliah Kerja Nyata) yang mana dalam pelaksanaan PLP ini akan dijalankan sebuah program yang sifatnya berkelanjutan dan dapat dilanjutkan oleh pihak sekolah.
2. Tujuan Kegiatan a. Tujuan Umum
Tujuan umum PLP adalah untuk melatih mahasiswa sebagai calon guru sehingga dapat mengaplikasikan ilmu pengetahuan yang dimiliki kedalam situasi nyata, baik dalam kegiatan mengajar maupun tugas – tugas lainnya.
b. Tujuan Khusus PLP
Adapun tujuan khusus PLP yakni:
a) Mengenal secara cermat lingkungan fisik, administrasi, akademik dan sosial psikologis sekolah tempat pelatihanPLP,
b) Menguasai keterampilan dasarmengajar,
c) Mampu mengembangkan aspek pribadi dan sosial di lingkungansekolah, d) Menarik kesimpulan nilai edukasi dari penghayatan dan pengalaman
selama pelatihan melalui refleksi dalam bentuklaporan.
c. Tujuan Penulisan Laporan
Adapun tujuan penulisan laporan kegiatan PLP ini adalah:
a) Sebagai laporan tertulis, baik dalam tahap pengamatan maupun dalam tahap pelatihan pengajaran dan praktik kependidikan,
b) Sebagai bahan informasi, untuk mengetahui permasalahan yang dihadapi selama pelaksanaan kegiatan PLP,
c) Sebagai bukti pertanggung jawaban kepada Kepala SMP Negeri 8 Samarinda dan Dekan Fakultas FKIP bahwa mahasiswa yang bersangkutan telah melaksanakan PLP di SMPN 8 Samarinda serta telah
8
selesai menjalankan tugas dan kewajibannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
3. Sasaran Kegiatan
PengenalanLapanganPersekolahan(PLP1)diharapkandapatmenjadisasarankepa da semua pihak yang terkait, yaitu : praktikan, sekolah, perguruan tinggi yang bersangkutan. Adapun manfaat yang di dapat dari kegiatan Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP 1) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Mulawarman adalah sebagai berikut:
a. Bagi Mahasiswa
1) Mahasiswa mampu mengaplikasikan hasil dari observasi yang telah dilakukan disekolah.
2) Mahasiswa dapat mengetahui kondisi sekolahan sehingga dapat mempelajari bagaimana cara menyelesaikan masalah yang ada disekolah.
3) Dapat melatih mahasiswa untuk melakukan kerja sama dengan cara yang disiplin dan mampu melakukan kerja sama denganbaik.
4) Membangun rasa percaya diri sebagai calon guru dan tenaga kependidikan melalui praktikperseklahan.
5) Memperoleh kemampuan untuk berperan sebagai motivator, fasilitator, dinamistor, dan membantu pemikiran sebagai problem solver disekolah.
b. Bagi Sekolah
1) Dapat memperoleh bantuan tenaga serta ilmu, teknologi dan seni dalam merencanakan dan melaksanakan perbaikan yangdiharapkan.
2) Dapat meningkatkan kesadaran sekolah untuk lebih aktif dan kreatif dalam memperbaiki lingkungan sekitar sekolahan.
3) Mendapat informasi terbaru perkembangan teori belajar dan pembelajaran
9
B. Pelaksanaan PLP 1
1. Metode pengumpulan data dan jadwal kegiatan
Dalam upaya saya untuk melakukan pengamatan yang lebih menyeluruh, saya telah melaksanakan serangkaian observasi yang melibatkan pengamatan terhadap berbagai aspek di sekolah. Saya mengawasi kegiatan sehari-hari, meneliti unit-unit dan struktur organisasi sekolah, serta menganalisis ketersediaan sarana dan prasarana pendidikan yang ada. Selain itu, saya juga mendasarkan penelitian ini pada pengamatan langsung terhadap karakteristik peserta didik di berbagai tingkat, mencakup aspek seperti interaksi sosial, prestasi akademis, dan perilaku di dalam lingkungan sekolah. Untuk mendapatkan pandangan yang lebih mendalam dan menyeluruh tentang pengalaman pendidikan di sekolah ini, kami juga menjalankan serangkaian wawancara dengan beberapa guru yang berada di lingkungan sekolah.
Wawancara ini dirancang untuk mendengar suara dan pandangan dari para pendidik yang memiliki pengalaman langsung dalam mengajar dan membimbing peserta didik di sekolah ini. Dengan menggabungkan data dari observasi dan wawancara ini, kami berharap dapat memberikan gambaran yang komprehensif tentang situasi pendidikan di sekolah ini serta melihat potensi perbaikan yang dapat diusulkan. Dalam rangka memperoleh pemahaman yang mendalam tentang pelaksanaan Program Latihan Profesi (PLP) 1 di sekolah ini, kami menjalankan serangkaian observasi yang berlangsung setiap hari selama periode pelaksanaan PLP 1. Observasi ini melibatkan pengamatan terhadap berbagai aspek, termasuk dinamika pembelajaran di dalam kelas, interaksi antara peserta didik dan guru, serta metode pengajaran yang digunakan. Selain itu, untuk mendapatkan pandangan yang lebih terperinci tentang pengalaman para guru di dalam PLP 1, kami melakukan wawancara dengan mereka. Wawancara ini kami lakukan di akhir masa kegiatan PLP, sehingga para guru dapat memberikan pandangan mereka yang didasarkan pada pengalaman penuh selama PLP berlangsung.
2. Deskripsi dan interpretasi karakteristik umum peserta didik
Seorang guru dalam proses perencanaan pembelajaran perlu memahami tentang karakteristik peserta didik sebagai tolak ukur perencanaan dan pengelolaan proses pembelajaran. Setiap peserta didik dan kelompok kelas pasti memiliki karakter serta kemampuan yang berbeda-beda. Hal ini yang menjadi observasi
10
penulis dalam lingkungan sekolah tempat melakukan observasinya .Karakteristik yang ada pada siswa SMP Negeri 8 Samarinda sesuai dengan tahap-tahap perkembangan siswa, antara lain:
Bertanggung Jawab
Tanggung jawab adalah kesadaran seseorang akan kewajiban untuk menanggung segala akibat dari sesuatu yang telah diperbuatnya. Untuk peserta didik jenjang sekolah menengah pertama, bertanggung jawab harus ditanamkan sejak dini. Sikap bertanggung jawab peserta didik dimulai dari lingkungankeluarga.
Dari hasil observasi penulis, sebagian besar peserta didik SMP Negeri 8 Samarinda memiliki sikap tanggung jawab atas pengerjaan tugas yang diberikan guru. Peserta didik bisa melakukan tanggung jawabnya dalam mengerjakan tugas rumah dengan baik. Tetapi ada juga sebagian siswa yang masih tidak bisa bertanggungjawab dalam tugas rumahnya, mengerjakan tugas di sekolah dan melihat jawabantemannya.
Disiplin
Arti disiplin adalah sebuah kesadaran seseorang untuk mau dan mampu mengendalikan diri dan mematuhi aturan atau nilai-nilai yang telah disepakati. Dalam permasalahan peserta didik dijenjang SMP harus menanamkan sikap kedisiplinan pada dirinya sehingga peserta didik terbiasa dalam menaati peraturan yang ada disekolah.
Dari hasil observasi penulis, sebagian besar siswa sudah disiplin terutama pada hari senin melakukan kegiatan upacara bendera, siswa datang sesuai dengan waktu yang berlaku. Tetapi masih ada Sebagian siswa yang datang terlambat, dalam hal ini orangtua berperan penting untuk mengajarkan disiplin waktu.
Aktif
Keaktifan peserta didik dalam belajar merupakan segala kegiatan yang bersifat fisik maupun non fisik peseta didik dalam proses kegiatan belajar mengajar yang optimal sehingga dapat menciptakan suasana kelas menjadi kondusif.
11
Dari hasil observasi penulis, peserta didik SMP Negeri 8 Samarinda terlihat aktif dalam proses belajar mengajar walaupun masih ada sebagian yang masih kurang aktif/pasif.
Pendiam
Sifat pendiam bukan hal yang aneh dalam diri seseorang, tetapi sifat pendiam ini kurang baik karena menjadikan kita tidak aktif dalam berinteraksi. Orang yang bersifat pendiam sebenarnya harus dipancing agar diamulai berbicara dengan lawan bicaranya. Peran orang tua sangat dibutuhkan juga dalam hal ini, sering mengajak anak berkomunikasi agar anak tidak menjadi pribadi yang pendiam.
Dari hasil observasi penulis, peserta didik SMP Negeri 8 Samarinda ada beberapa siswa yang memiliki sifat pendiam pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung.
Kreatif
Kreativitas siswa merupakan potensi yang mutlak dimiliki oleh setiap pesertadidik untuk mencapai prestasi yang optimal dalam menempuh studi. Kreativitas belajar siswa adalah kemampuan siswa menciptakan hal-hal baru dalam belajarnya baik berupa kemampuan mengembangkan informasi yang diperoleh dari guru dalam proses belajar mengajar yang berupa pengetahuan sehingga dapat membuat kombinasi yang baru dalam belajarnya.
Jumlah siswa SMP N 8 Samarinda pada Tahun ajaran 2023/2024 keseluruhan berjumlah 1360 siswa, terdiri dari kelas VII Berjumlah 11 Kelas, Kelas VIII Berjumlah 11 Kelas, Dan Kelas IX Berjumlah 11 Kelas.
3. Deskripsi dan interpretasi struktur organisasi dan tata kerja sekolah
Struktur organisasi sekolah merupakan kerangka sistem yang menggambarkan kejelasan kedudukan atau jabatan dan kejelasan jalur hubungan serta adanya pemimpin dan yang dipimpin dari unsur-unsur yang ada dalam struktur organisasi
12
tersebut. Adapun struktur organisasi SMP Negeri 8 Samarinda Tahun Pelajaran 2023/2024 (Terlampir). Dari hasil observasi penulis yang telah dilakukan di SMP Negeri 8 Samarinda terdapat struktur organisasi yang diletakkan di Ruang kepala Sekolah. Struktur tersebut dimulai dari Kepala Sekolah, Komite Sekolah hingga guru- guru yang mendapat tugas tambahan seperti bendahara, sekretaris, administrasi sekolah, perpustakaan, guru kelas, guru mata pelajaran, Pembina kegiatan ekstrakulikuler, penjaga sekolah, cleaning servis dan siswa. Penetapan tugas-tugas tersebut telah disahkan oleh surat keputusan. Tugas masing-masing komponen struktur organisasi di sekolah SMP Negeri 8 Samarinda yaitu sebagai berikut :
Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Sekolah:
1. Bertanggung Jawab kepada pemerintah,
2. Mengusulkan dan mempertanggungjawabkan pengangkatan pegawai,
3. Mengusulkan dan pempertanggungjawabkan pengangkatan pejabat sekolah, selain wakil kepala sekolah,
4. Melakukan evaluasi terhadap pegawai,
5. Merencanakan Program Sekolah (mingguan, bulanan, catur wulan, semester, tahunan),
6. Merencanakan dan mengusulkan Rencana Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (RAPBS),
7. Penanggung jawab Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Sekolah (APBS),
8. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan Rencan Induk Pengembangan Sekolah (RIPS),
9. Mengkoordinasikan kegiatan Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Ujian Subsumatif, dan Ujian Sumatif,
10. Mengawasi dan membina pengelolaan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), 11. Mengkoordinasikan kerjasama dengan pemerintah daerah, DU/DI, dan Dunia
Kerja,
12. Mempromosikan pemasaran dan penelusuran tamatan, 13. Membina Unit Produksi dan Koperasi,
14. Mengkoordinasikan pelaksanaan BK,
15. Merencanakan pengembangan, pendayagunaan dan pemeliharaan sarana dan prasarana,
13
16. Menyelenggarakan administrasi sekolah (keuangan ketenagaan, kesiswaan, perlengkapan, kurikulum, dan Umum),
17. Mengkoordinasikan pengembangan kurikulum, 18. Mengevaluasi kegiatan program kerja sekolah, 19. Membuat laporan berkala dan insidentil, 20. Mengkoordinasikan Penerimaan Siswa Baru,
21. Mengkoordinasikan kegiatan pelantikan dan penyumpahan lulusan, 22. Menyiapkan Akreditasi Sekolah,
Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum:
1. Bertanggung Jawab kepada Kepala sekolah,
2. Mengusulkan kebutuhan kurikulum dalam RAPBS, 3. Memasyarakatkan dan mengembangkan kurikulum, 4. Menganalisis ketercapaian target kurikulum,
5. Mengkoordinasikan pengembangan kurikulum,
6. Merencanakan, menjadwal dan mengevaluasi program pengajaran (mingguan, bulanan, catur wulan, tahunan),
7. Mengkoordinasikan KBM, termasuk pembagian tugas guru, jadwal pelajaran, Evaluasi belajar, Kalender pendidikan, dan sebagainya
8. Mengevaluasi presensi guru,
9. Menyusun dan menetapkan kerangka/bentuk/format persiapan mengajar seperti Satuan Pelajaran, dll.
10. Menyusun dan menetapkan kerangka/bentuk/format sistem evaluasi siswa, 11. Membina dan mengarahkan penyusunan dan pengumpulan persiapan
mengajar seperti Satuan Pelajaran, dll.
12. Menyusun dan menetapkan metodologi pembelajaran,
13. Mengkoordinasikan kegiatan Ujian Nasional, Ujian Sekolah, Ujian Subsumatif, dan Ujian Sumatif,
14. Menyusun Kriteria Kenaikan Kelas dan Persyaratan Kelulusan 15. Menyusun Kriteria Ketuntasan Minimal,
16. Menggali materi-materi yang berpotensi untuk penyesuaian dan pengembangan kurikulum,
17. Membantu Kepala Sekolah dalam Kegiatan Akreditasi, 18. Menjadi peserta dan/atau pembina upacara
14
19. Tugas dan Tanggung Jawab Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan:
20. Bertanggung Jawab kepada Kepala sekolah,
21. Mengusulkan kebutuhan kegiatan kesiswaan dalam RAPBS,
22. Menyusun program kerja pembinaan kesiswaan (bulanan, semester, tahunan) dan mengkoordinir pelaksanaannya,
23. Mengkoordinasikan dan menyusun Tata Tertib Siswa,
24. Menyusun program kerja 7 K dan mengkoordinir pelaksanaannya,
25. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan pengurus OSIS dan Pramuka, 26. Membimbing dan mengawasi kegiatan OSIS dan Pramuka,
27. Membina kepengurusan OSIS dan Kepramukaan,
28. Mengkoordinasikan pelaksanaan pemilihan calon siswa teladan, penerimaan Beasiswa, dan Paskibraka,
29. Mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan kesiswaan di luar sekolah,
30. Mengawasi dan mengevaluasi pelaksanaan pembinaan kesiswaan, 31. Mengkoordinasikan kegiatan upacara sekolah,
32. Membuat laporan berkala dan insidentil,
33. Membantu Kepala Sekolah dalam Kegiatan Akreditasi, 34. Menjadi peserta dan/atau pembina upacara,
35. Taat dan patuh pada Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Yayasan, dan ketentuan/peraturan yang dikeluarkan Yayasan dan/atau sekolah.
Tugas dan Tanggung Jawab Kepala Tata Usaha:
1. Mengkoordinasi tugas-tugas yang diberikan oleh pimpinan, 2. Memonitor pekerjaan staf administrasi dan tenaga harian,
3. Mengelola dan mempertanggung jawabkan pengeluaran rumah tangga, 4. Membuat konsep surat dinas dan/atau mengetik konsep surat pimpinan, 5. Mengelola surat-surat yang masuk dan keluar,
6. Memonitor dan merekap penelitian yang dilakukan staf Akademik (menckup penelitian Pusat, Fakultas, Lintas Unit, Jakarta in Focus, Hibah Kompettitif LPPM dan Hibah DIKTI)
7. Membantu secara administratif (dan keuangan) pelaksanaan penelitian lintas unit,
15
8. Membantu proses penyelenggaraan Seminar/Pertemuan Ilmiah rutin,
9. Menghadari rapat-rapat khususnya yang berkaitan dengan masalah- masalah administrasi,
10. Mempersiapkan rapat–rapat/pertemuan pimpinan dan rapat dengan tamu- tamu,
11. Menginventarisasi semua perlengkapan yang ada,
12. Menyusun anggaran tahunan, m) Mengatur jadwal rapat pimpinan, 13. Menyusun notula rapat pimpinan dan menyebarluaskan,
14. Bertanggung jawab atas pelaksanaan tugas-tugas administrasi pada LPPM, sesuai dengan rencana yang telah di tetapkan oleh pimpinan LPPM,
15. Bertanggung jawab atas penggunaan, pemeliharaan, sarana dan prasarana kerja yang ada di LPPM,
16. Membina staf administrasi, melalui pengarahan dan peringatan lisan maupun dengan tulisan,
17. Mengusulkan mutasi/rotasi, promosi, kenaikan golongan/skala gaji staf administrasi maupun penundaannya dengan persetujuan Ketua LPPM,
18. Menggunakan sarana, prasarana kerja untuk kelancaran pelaksanaan tugas tugas.
Tugas dan Tanggung Jawab Komite Sekolah:
1. Pemberi pertimbangan dalam penentuan dan pelaksanaan kebijakan Pendidikan di satuan pendidikan,
2. Pendukung baik yang berwujud finansial, pemikiran, maupun tenaga dalam penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan,
3. Pengontrol dalam rangka transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan pendidikan di satuan pendidikan,
4. Mediator antara pemerintah dengan masyarakat di satuan pendidikan.
Tugas dan Tanggung Jawab Wali Kelas 1. Pengelolaan kelas,
2. Mewakili orang tua dan kepala sekolah dalam lingkungan pendidikan, 3. Meningkatkan ketaqwaan terhadap Tuhan Yang Maha Esa,
4. Membantu pengembangan keterampilan dan kecerdasan anak didik, 5. Membina karakter, budi pekerti dan kepribadian anak didik.
16 6. Keadaan anak didik,
7. Mengetahui jumlah (Putra dan Putri) dan nama-nama anak didik, 8. Mengetahui identitas lain dari anak didik,
9. Mengetahui kehadiran anak didik setiap hari,
10. Mengetahui masalah-masalah yang dihadapi anak didik.
11. Melakukan penilaian,
12. Tingkah laku anak didik sehari-hari di sekolah, 13. Kerajinan, Kelakuan, dan Kedisiplinan anak.
14. Mengambil tindakan bila dianggap perlu, 15. Pemberitahuan, pembinaan, dan pengarahan, 16. Peringatan secara lesan dan tertulis,
17. Peringatan khusus yang terkait dengan BP/Kepala Sekolah, 18. Mengambil tindakan bila dianggap perlu,
19. Memperhatikan buku nilai rapor anak didik, 20. Memperhatikan keberhasilan/kenaikan anak didik, 21. Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan.
22. Langkah tindak lanjut,
23. Memperhatikan buku nilai rapor anak didik, 24. Memperhatikan keberhasilan/kenaikan anak didik, 25. Memperhatikan dan membina suasana kekeluargaan.
26. Penyelenggaraan administrasi kelas, meliputi:
27. Denah tempat duduk anak didik, 28. Papan absensi anak didik,
29. Daftar Pelajaran dan Daftar Piket, 30. Buku Presensi,
31. Buku Jurnal kelas, 32. Tata tertib kelas
4. Deskripsi dan interpretasi peraturan dan tata tertib sekolah
Peraturan dan tata tertib sekolah adalah seperangkat aturan dan pedoman yang diberlakukan di lingkungan sekolah untuk menciptakan suasana belajar yang aman, teratur, dan efisien. Peraturan dan tata tertib sekolah memiliki beberapa tujuan dan makna yang penting:
17
Menjaga Keamanan dan Ketertiban: Peraturan dan tata tertib sekolah bertujuan utama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lingkungan sekolah. Ini termasuk mengatur perilaku siswa, menghindari konflik, serta mencegah tindakan yang dapat mengganggu proses pembelajaran.
Interpretasi peraturan dan tata tertib sekolah melibatkan pemahaman yang cermat terhadap setiap aturan yang ada. Ini melibatkan pemahaman tentang implikasi dari aturan tersebut dan bagaimana aturan tersebut dapat diterapkan dalam berbagai situasi. Penting juga untuk memahami tujuan dari setiap aturan tersebut, sehingga siswa dan staf sekolah dapat bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Ini adalah peraturan yang diberlakukan di SMPN 8 Samarinda
5. Deskripsi dan interpretasi seremonial-formal di sekolah
Seremonial formal di sekolah adalah upacara atau kegiatan formal yang diadakan dengan tujuan tertentu, seringkali untuk menghormati pencapaian, menghargai individu atau kelompok, atau merayakan momen penting dalam lingkungan pendidikan. Berikut adalah deskripsi dan interpretasi seremonial formal di sekolah SMPN 8 Samarinda:
1. Upaca Senin
Upacara bendera yang dilaksanakan setiap hari senin 2. Menyambut siswa setiap pagi
Para guru menyambut kedatangan siswa setiap paginya 3. Literasi
4. Kegiatan yang diadakan setiap 15 menit sebelum dimulainya kegiatan belajar dan mengajar yang dilaksanakan dari hari senin sampai hari jumat
5. Senam
Senam Bersama yang dilaksanakan setiap hari jumat
6. Deskripsi dan interpretasi sarana dan prasarana sekolah
Secara etimologis (bahasa) prasarana berarti alat tidak langsung untuk mencapai tujuan dalam pendidikan. misalnya: lokasi/tempat, bangunan sekolah, lapangan olahraga, dan sebaginya. Sedangkan sarana berarti alat langsung untuk
18
mencapai tujuan pendidikan. misalnya; Ruang, Buku, Perpustakaan, dan sebagainya.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki sarana yang meliputi perabot, peralatan pendidikan, media pendidikan, buku dan sumber belajar lainnya, bahan habis pakai, serta perlengkapan lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Setiap satuan pendidikan wajib memiliki prasarana yang meliputi lahan, ruang kelas, ruang pimpinan satuan pendidikan, ruang pendidik, ruang tata usaha, ruang perpustakaan, ruang laboratorium, ruang bengkel kerja, ruang unit produksi, ruang kantin, instalasi daya dan jasa, tempat berolahraga, tempat beribadah, tempat bermain, tempat berkreasi, dan ruang/tempat lain yang diperlukan untuk menunjang proses pembelajaran yang teratur dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi penulis, di SMP Negeri 8 Samarinda sarana yang telah disediakan sudah cukup lengkap sesuai dengan akreditas yang dimiliki oleh sekolah tersebut yaitu “A” jadi sarana yang telah diberikan sudah baik. Misalnya sarana untuk pelajaran olahraga sarana yang disediakan sudah cukup lengkap mulai dari peralatan untuk permianan basket maupun peralatan untuk permainan sepak bola dan permainan lainnya.
Untuk prasarana yang ada di SMP Negeri 8 Samarinda cukup lengkap mulai dari mushola, toilet, ruang guru, ruang kelas, ruang kepala sekolah, ruang computer, ruang labroratorium, perpustakaan, ruang UKS, tempat cuci tangan, lapangan, dan aula.
Dengan fasilitas yang begitu beragam dan lengkap, SMPN 8 Samarinda memberikan lingkungan yang memungkinkan siswa untuk belajar, berkembang, dan berpartisipasi dalam berbagai aktivitas.
7. Deskripsi dan interpretasi kegiatan rutin berupa kurikuler, kokurikuler dan ekstrakurikuler
Di SMPN 8 Samarinda, terdapat berbagai macam ekstrakurikuler yang menjadi bagian integral dari kehidupan sekolah. Beberapa di antaranya adalah:
Kegiatan kurikuler merupakan kegiatan pendidikan di dalam mata pelajaran dan pelayanan konseling untuk membantu pengembangan peserta didik sesuai dengan kebutuhan ,potensi, bakat, danminat (interest) mereka melalui yang diselengrakan oleh pendidik atau tenaga kependidikan yang berkemampuan dan berkewenangan di sekolah atau madrasah (Rusman, 2009: 20). Kegiatan kurikuler
19
ini dilaksanakan oleh guru dan peserta didik dalam waktu pelajaran setiap hari.
Kegiatan kurikuler ini dilakukan untuk mencapai tujuan minimal di setiap mata pelajaran yang tergolong inti maupun khusus.
Kegiatan kokulikuler adalah kegiatan diluar jam pelajaran sekolah yang dilakukan untuk menambah pengetahuan siswa dan menguatkan materi pelajaran yang diberikan dikelas. Kegiatan kukurikuler yang dilaksanakan secara maksimal dapat meningkatkan kemampuan siswa dan membantu memahami apa yang diajarkan melalui kegiatan intrakurikuler. Selain itu juga perlu dijaga agar siswa tidak merasa berlebihan karena semua guru memberi tugas dalam waktu yang bersamaan sehingga siswamenanggung beban yang sangat berat, oleh karena itu koordinasi dan kerja sama antar guru merupakan hal yang perlu dilakukan.
Kegiatan ekstrakurikuler adalah kegiatan yang diarahkan untuk memperluas pengetahuan peserta didik, mengembangkan nilai-nilai serta sikap dan dapat menerapkan pengetahuan yang telah dipelajari peserta didik dalam mata pelajaran inti maupun pilihan. Walaupun pelaksanaanya sama-sama diluar jam Pelajaran dikelas ,jika dibandingkan dengan kegiatan kokurikuler, kegiatan ekstrakulikuler ini lebih menekankan pada kegiatan berkelompok.
Berdasarkan hasil pengamatan observasi penulis, di SMP Negeri 8 Samarinda kegiatan kurikuler sudah berjalan sesuai dengan alokasi yang telah ditentukan sesuai dengan struktur program kegiatan. Untuk kegiatan kukulikuler di SMP Negeri 8 Samarinda masih belum berjalan selama ini dan kegiatan ekstrakurikuler sudah berjalan atau terlaksana seperti kegiatan Pramuka, Paskibraka, Volley, Futsal, Basket, Bulutangkis, Silat, Kriket, dan Teater
8. Mendeskripsikan praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah
Berikut ini praktik-praktik pembiasaan dan kebiasaan positif di sekolah sesuai dengan apa yang telah kami observasi seperti
1) Kegiatan Literasi dan numerasi adalah program nasional yang dilaksanakan di sekolah-sekolah seluruh indonesaia yang bertujuan untuk mendorong dan memotivasi paa siswa siswi untuk meningkatkan gemar membaca dan bernalar kritis.
20
2) Siswa didorong untuk selalu menjunjung tinggi serta mengamalkan nilai- nilai Pancasila, salah satunya dengan adanya memperingati hari-hari nasional ataupun upacara bendera setiap hari senin.
Kemudian peserta didik diajarkan untuk bersikap dan berperilaku 5T yakni Tertib buku, Tertib Administrasi, Tertib Belajar, Tertib Mengajar, Dan Tertib Lingkungan.
3) Apabila terjadi masalah disekolah, permasalahan tersebut harus diselesaikan dengan cara musyawarah dan tidak dibenarkan mengundang serta melibatkan pihak luar.
4) Siswa turut serta menjaga dan mengamankan barang-barang inventaris sekolah. Apabila terjadi kerusakan dan kehilangan yang disebabkan oleh kecerobohan terhadap barang barang tersebut, maka pergantian ditanggung oleh siswa yang bersangkutan.
5) Siswa turut sertamemelihara 9K (Keamanaan, Kebersihan, Ketertiban, Keindahan, Kekeluargaan, Kerindangan, Kesehatan, Keterbukaan, dan Keteladanan.)
9. Deskripsi dan interpretasi kegiatan unit-unit yang ada di sekolah
Kegiatan unit adalah kegiatan yang dilakukan secara berkesinambungan yang bersifat akademis dan bisnis yang melibatkan seluruh warga sekolah dan lingkungan yang ada di kelola secara profesional. Perencanaan unit sekolah yaitu kegiatanyang dilaksanakan oleh pengelola unit untuk mencapai tujuan sekolah secara efektif dan efesien. Konsep perencanaan pada unit produksi dan jasa sebagai sumber belajar yang perlu disusun perencanaan pembelajaran yang mengarah pada visi, misi dan tujuan unit produksi dan jasa sekolah yang akan dibnetuk.
Didalam kawasan SMP Negeri 8 Samarinda yang menjadi tempat sekolah mitra, penulis melihat adanya kegiatan unit yang ada didalam sekolah yaitu:
Osis
Osis bertindak sebagai unit sekolah, mengatur struktur ekstrakulikuler yang terdapat sidisekolah dengan memanfaatkan data dari setiap kegiatan siswa perbulan dan mengarah jadwal sebagi bentuk tersusun 25
sebuah organisasi
siswayangbergerakpadakesiswaandanmengaturprosesmasuknyasiswabar
21
u yang nantinya akan diberi arahan dan informasi mengenai system sekolah secara singkat serta menjaga kerukuna nsiswa.
UKS
UKS merupakan Unit sekolah yang bertindak didalam bidang kesehatan,siswa yang bergabung dengan unit ini merupakan anggota dari ekstrakurikulerPMR yang nantinya akan menangani siswa-siswa yang kurangsehat.
TU
TU merupakan unit sekolah yang mengatur siswa dalam menaati peraturan sekolah dan kerukunan dengan lingkungan sekolah sebagai wujud akan kegiatan keteraturan sekolah.
C. Penutup Kesimpulan
Kesimpulan yang dapat diambil dari kegiatan PLP 1 ini atau kegiatan observasi di SMP Negeri 8 Samarinda antara lain sebagaiberikut:
1. Kegiatan Observasi di SMP Negeri 8 Samarinda ini berjalan dengan baik yang dibantu oleh Kepala Sekolah, Staf guru serta pesertdidik.
2. Kegiatan Observasi dapat digunakan sebagai bahan untuk mengetahui kegiatan KKN seperti apa yang akan dilaksanakan di sekolah tersebut.
3. Kegiatan Observasi yang dilakukan membawa dampak baik bagi sekolah maupun bagi yang melakukan observasi.
4. Dari hasil Observasi yang dilakukan terdapat beberapa kegiatan yang tidak terlaksana antara lain kukurikuler yang masih belum terlaksana di sekolah ini
Saran
Penulis mengharapkan hasil yang baik dan sempurna dalam penyusunan Laporan PLP 1 ini, akan tetapi pada kenyataanya masih banyak kekurangan yang perlu diperbaiki. Hal ini dikarenakan masih kurangnya pengetahuan pada penulis.Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya yang lebih baik lagi.