MAKALAH
TAREKAT SYADZILIYAH
Diajukan untuk Memenuhi Tugas Mata Kuliah Tasawuf Nusantara 2
Dosen Pengampu : Dr. H. Suis, M.Fil.I
Disusun Oleh :
Putri Muttoharoh (07040620094) Safarah Auliyananda (07020620054)
PROGRAM STUDI TASAWUF DAN PSIKOTERAPI FAKULTAS USHULUDDIN DAN FILSAFAT
UIN SUNAN AMPEL SURABAYA
2023
KATA PENGANTAR
Kami panjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT atas limpahan Rahmat, Hidayah, dan Inayah-Nya, Sehingga, Kami dapat menyelesaikan makalah mengenai Tarekat Syadziliyah dengan baik. Sholawat serta salam semoga tetap tercurahkan kepada junjungan kita nabi besar Nabi Muhammad SAW. dan tidak lupa pula Kami ucapkan terima kasih kepada bapak Dr. H.
Suis, M.Fil.I selaku dosen mata kuliah Tasawuf Nusantara 2.
Di dalam makalah ini, Kami mencoba memberikan yang terbaik, Kami memberikan penjelasan Tarekat Syadziliyah serta menguraikan tentang Sejarah, Silsislah dan Ajaran dan Amalan Tarekat Syadziliyah. Kami sadar bahwa dalam makalah ini masih jauh dari kesempurnaan, Hal itu di karena kan keterbatasan kemampuan dan pengetahuan Kami. Oleh karena itu, Kami sangat mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun dari para pembaca.
Di samping itu, apabila di dalam makalah ini terdapat kesalahan atau kekeliruan baik yang berkenaan dengan materi pembahasan maupun dengan teknik pengetikan kurang jelas dihati pembaca kami mohon maaf yang sebesar-besarnya.
Semoga bermanfaat dan kami ucapkan terima kasih.
Pasuruan, 24 Oktober 2021
Penyusun
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ... i DAFTAR ISI ... ii BAB I PENDAHULUAN
A. Latar belakang Masalah ... 1 B. Rumusan masalah ... 1 C. Tujuan ... 1 BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah Tarekat Syadziliyah ... 2 B. Silsilah Tarekat Syadziliyah ... 3 C. Ajaran dan Amalan Tarekat Syadziliyah …………... 4 BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan ... 7 B. Saran ... 7 DAFTAR PUSTAKA ... 8
ii
BAB I
PENDAHULUAN A. Latar
BelakangTarekat merupakan corak tuntunan kehidupan yang praktis kesehariannya atau suatu metode yang dimana salah satu cara merupakan jalan yang ditempuh untuk sampai pada tujuan tasawuf. Ajaran tarekat pun berkembang di beberapa negara, salah satunya di Indonesia. Tarekat Syadziliyah tentunya tarekat yang beraliran sunni yang diamalkan umat islam di Indonesia. Tarekat Syadziliyah di dalamnya mengajarkan pada arti yang berupa sifat-sifat batiniyyah mengenai jalan yang menuju pada spiritual.
Ajaran Tarekat Shadziliyah lebih banyak dipengaruhi oleh pemikiran sufistik Al- Ghazali. Tarekat Syadziliyah ini menekankan kepada keseimbangan antara dunia dan akhirat. Selain itu juga tarekat syadziliyah merupakan tarekat besar seperti tarekat Naqsabandiyah, Qodiriyah dan laon sebagainya yang memiliki pengikut atau penganut banyak.
Oleh karena itu, penulis tertarik untuk menjelaskan Tarekat Syadziliyah sebagai mana di dalam makalah ini. Di dalam makalah ini, penulis membahas Sejarah tarekat syadziliyah beserta ajaran dan amalan yang ada di dalam tarekat syadziliyah.
B. Rumusan Masalah
1.
Bagaimana Sejarah Tarekat Syadziliyah?2.
Bagaimana Silsilah Tarekat Syadziliyah?3.
Bagaimana Ajaran dan Amalan Tarekat Syadziliyah?C. Tujuan
1. Untuk Mengetahui Sejarah Tarekat Syadziliyah 2. Untuk Mengetahui Silsilah Tarekat Syadziliyah
3. Untuk Mengetahui Ajaran Dan Amalan Tarekat Syadziliyah
BAB II PEMBAHASAN A. Tarekat Syadziliyah
Pendiri sekaligus pelopor tarekat Syadziliyah yaitu Syaikh Abu al-Hasan Asy- Syadzili yang memiliki nama lengkap Abu al-Hasan Asy-Syadzili al-Hasani bin Abdullah Abdul Jabbar bin Tamim bin Hurmuz bin Hatim bin Qushay bin Yusuf bin Yusya’ bin Ward bin Baththal bin Ahmad bin Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a dan Fatimah al-Zahra binti Rasulullah SAW.1 Beliau dilahirkan di Desa Ghumara, dekat Kota Sabtah di utara Maroko pada tahun 593 H / 1175 M.2 Nama kecil Syaikh Abul Hasan Asy Syadzili adalah Ali, gelarnya adalah Taqiyuddin, julukanya adalah Abu Hasan dan nama populernya adalah Asy Syadzili.
Abu al-Hasan Ali asy-Syadzili sejak kecil sampai masa mudanya tinggal di Maghrib. Asy-Syadzili mempelajari semua cabang ilmu agama yang lahir dengan penguasaan dan kemahiran yang matang, setelah menguasai ilmu lahir kemudian asy- Syadzili mempelajari ilmu hakikat.3 disinilah ia mendapatkan bimbingan spiritual untuk menjadi seorang sufi. Sejak kecil berguru kepada Syaikh Abi Syaid al-Bazi dan beberapa tahun kemudian oleh gurunya itu diperintahkan untuk pergi ke Iraq menemui Syaikh Abu Fatkhi Iraqi Washiti. Asy-Syadzili belajar di Universitas Qorawiyyin di Fes Maroko dan bertemu dengan beberapa sarjana yang memperkenalkannya kepada ilmu-ilmu hukum Islam.4 kemudian pergi ke Iraqi untuk menemui Syaikh Abu Fatkhi Iraqi Washiti sesuai petunjuk gurunya, akan tetapi Syaikh Abu Fatkhi ia diperintahkan kembali kenegaranya untuk bertemu Syaikh Abu Muhammad Ibn Abd al-Salaman al- Masyisy seorang guru spiritual Maroko yang Agung.5
Asy-Syadzili kembali ke negaranya dan berguru kepada Syaikh Abu Muhammad Ibn ‘Abd al-Salam Ibn Masyisy dan menjadi murid yang setia pada gurunya, Asy-Syadzili mendapat wasiat dari gurunya : “Bersihkanlah dirimu dari
2
1 Muhammad Juni, Sejarah Perkembangan dan Peranan Tarekat Syadziliyah di Kabupaten Bekasi (Jakarta) h 21
2 Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Pikiran dan Peradaban (Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve), h 153
3 Muhtar Sa’roni, An-nuur al-Hali Manaqib Syaikh, Abu al-Hasan asy-Syadzili, (Magelang), h 22
4 Syekh Fadlaillah Haeri, Jenjang-Jenjang Sufi (Yogyakarta: Pustaka Pelajar), h 192
5 Muhtar Sa’roni, An-Nuur al-Hali Manaqib Syaikh, h 27.
segala syirik dan setiap kali engkau merasa kotor, maka bersihkanlah dirimu dari segala kotoran karena kecintaanmu terhadap dirimu. Apabila engkau cenderung mengikuti syahwatmu, maka perbaiki dirimu dengan melakukan taubat kepada Allah”. setelah mendapat wasiat dari gurunya, Asy Syadzili pergi ke Tunisia Afrika Utara untuk menyebarkan dan mengembangkan pandangan tasawuf, namun di sana ia tidak mendapat sambutan masyarakat sehingga ia kemudian pindah ke Iskandariyah Kairo Mesir. Asy-Syadzili wafat di Hotmaithira, suatu daerah di padang pasir di ilayah Mesir dalam perjalanan menuju Makkah untuk menunaikan ibadah haji.6
Ajaran-ajaran asy-Syadzili kemudian diteruskan oleh salah satu muridnya yaitu Abul Abas al-Mursi dan Ibnu Athaillah al-Iskandari. Abu Hasan Asy-Syadzili pada dasarnya tidak pernah menulis risalah tentang prinsip dan ajaran tarekat yang dibawanya. Akan tetapi murid-muridnya senantiasa mengembangkan ajaran asy- Syadzili. Berdasarkan ajaran yang diturunkan oleh Imam Syadzili kepada para muridnya, terbentuklah tarekat yang dinisbatkan kepadanya, yaitu tarekat syadziliyah.
Tarekat ini berkembang pesat antara lain di Tunisia, Mesir, Aljazair, Sudan, suriah hingga ke wilayah Asia termasuk Indonesia.7
B.
Silsilah Tarekat Syadziliyah
Syadziliyah merupakan salah satu tarekat yang diakui kebenarannya al- Mu’tabarah, karena silsilah As-Syadzili adalah bersambung muttasil sampai Rasullulah SAW. Berikut Silsilahnya :
1. Sayyidi Asy Syaikh Abil Hasan Ali Asy-Syadziliy (593 – 656 H / 1196 – 1258 M) – dari
4. Sayyid ‘Abdus Salam bin Masyis (559 H / 1163 M – 626 H – 1228 M) – dari 5. Sayyid Abu muhammad Abdurrahman Al-Atthar Az-Zayyat Al-Madaniy Al-
Maghribiy – dari
6. Sayyid Taqiyudin Al-Fuqair An Nahrowandiy Al Wasithi Al Iroqiy (W. 594 H / 1198 M) – dari
7. Sayyid Fakhrudin -dari
8. Sayyid Nuruddin Ali Abil-Hasan – dari 3
9. Sayyid Muhammad Tajudin – dari
10. Sayyid Muhammad Syamsudin At-Turkimaniy – dari 11. Sayyid Zainuddin Al-Qozwiniy – dari
12. Syyid Abu Ishaq Ibrahim bin Ahmad bin Ismail Al-Khowwash As-Samirro’iy Al- Bashriy (184 H / 800 M – 291 H / 904 M)
“Penyusun Syi’ir Tombo Ati” – dari
13. Sayyid Abul Qasim Ahmad Al-Marwaniy -dari 14. Sayyid Abu Muhammad Sa’id Ash-Shofi – dari 15. Sayyid Sa’ad – dari
16. Sayyid Abu Muhammad Fathus-Su’udi – dari 17. Sayyid Abu Muhammad Sa’id Al-Ghozwaniy – dari
18. Sayyid Abu Muhammad Jabir bin Abdullah Al-Ansoriy -dari 19. Sayyidina Hasan bin Ali r.a (625 – 670 M / 30 – 50 H) – dari 20. Sayyidina Ali bin Abi Thalib R.A. (557 – 660 M / 23 – 40 H) -dari
21. Sayyidil mursalin Imamil Anbiya’ wal Atqiya’ Sayidina Muhammad Saw – dari 22. Jibril AS – dari Allah Azza wa Jalla.8
Seperti telah diketahui dalam manaqibnya, bahwa asy Syekh menerima ajaran dzikir dan bai’at thoriqot dari guru beliau asy Syekh al Quthub Sayyid Abu Abdullah Abdus Salam bin Masyisy, yang rangkaian silsilahnya sambung menyambung ke atas sampai kepada jujungan Rosulullah SAW dan berujung kepada Alloh SWT
C. Ajaran dan Amalan Tarekat syadziliyah
Sebagaimana tarekat pada umumnya, tarekat Syadziliyah juga yang memiliki beberapa ajaran dan amalan yang dilakukan oleh para murid. Ajaran pada tarekat ini juga terkenal tidak begitu memberatkan bagi pengikutnya. Karena ajaran yang diterapkan mudah diterima dan moderat. Sehingga tidak heran jika para pengikutnya pun terdiri dari berbagai kalangan.
Adapunpoint-point atau pokok-pokok pada ajaran tarekat syadziliyah yaitu : 1. Tidak dianjurkan untuk murid-muridnya dapat meninggalkan profesi dunia mereka.
Beliau berpendapat bahwa hidup yang layak dan sederhana akan menumbuhkan rasa 4
8 Dikutip dari https://pondoktremas.com/silsilah-sanad-thariqat-syadziliyah-kh-abdurrozaq-bin- abdullah-attarmasi/
Syukur kepada Allah SWT. Sedangkan memanfaatkan dunia secara berlebihan akan membawa pada kezaliman.
2. Tidak mengabaikan syari’at Islam. Hal ini searah dengan ajaran Imam Ghazali, yaitu ajaran tasawuf yang berlandaskan kepada al-Qur‟an dan al- Sunnah.
3. Zuhud bukan berarti harus atau menjauhi duniawi. Karena pada dasarnya kata zuhud adalah mengosongkan sesuatu di hati dari selain Allah.
4. Tasawuf; yaitu latihan-latihan jiwa dalam rangka ibadah dan menempatkan diri sesuai dengan ketentuan Allah SWT. Tasawuf memiliki empat aspek, yakni berakhlak sesuai dengan akhlak Allah SWT, senantiasa melakukan perintah-Nya, dapat menguasai hawa nafsu serta berupaya selalu bersama dan berkekalan dengan-Nya secara bersungguh-sungguh.9
5. Bahwa seorang salik tidak cukup mendekatkan diri kepada Allah SWT saja, tetapi harus berbakti kepada masyarakat. Menurut Abu Hasan al-Syadzili seorang sufi bukanlah orang yang menghindar dari masyarakat, karena sebenarnya beraktifitas sosial untuk kemaslahatan umat adalah bagian terpenting dari hasil kontemplasi seorang sufi.10
Selain ajaran, tarekat syadziliyah juga memberikan amalan yang diberikan kepada muridnya yaitu hizb. Hizb merupakan wirid dimana Hizib adalah Kumpulan do’a seorang syaikh yang biasanya juga diberikan kepada para muridnya secara ijazah yang jelas.
Adapun Hizb yang diajarkan Tarekat Syadziliyah jumlahnya cukup banyak dan setiap murid tidak menerima hizb yang sama karena disesuaikan dengan situasi dan kondisi rohaniah murid sendiri dan kebijaksanan mursyid. Hizb-Hizb tersebut tidak boleh diamalkan oleh semua oang, kecuali telah mendapat izin atau ijazah dari mursyid.
Adapun beberapa hizb-hizb tersebut antara lain : 5
1. Hizb Al-Asyfa’
Hizb Al-Asyfa’ adalah hizb yang khas dari tarekat syadziliyah di tulungagung.
Sebelum seseorang di baiat biasanya di anjurkan untuk membaca hizb al-asyfa’ untuk membuka hati dan membersihkannya dari kotoran nafsu.
2. Hizb Al-Bahr
Hizb al-bahr ditulis pada saat syaikh abu hasan asy-syadzili dalam perjalanan di laut merah dan mendapat langsung dari Rasulullah. As-syadzili membacanya dalam rangka berdoa agar selamat dalam perjalanan di laut merah. Walaupun hizb al-bahr mempunyai ikatan historis yang sangat erat dengan laut bukan berarti hizb al-bahr ini hanya dibaca atau diamalkan di laut.11
Syeikh abu hasan as-syadzili sendiri telah berwasiat kepada para pengikutnya dalam hal hizb ini, bahwa semua murid yang mengikuti tarekat syadziliyah supaya mengamalkan hizb al-bahr, karena di dalamnya terdapat nama-nama Allah yang besar sekali berkahnya. Dengan membacanya al-asma’ al husna berarti seseorang berdzikir dan mengingat Allah dengan 99 nama yang setiap nama memiliki pengaruh spiritual yang besar. Pengaruh spiritual itu akan di dapatkan oleh siapapun yang mengamalkan dengan syarat meminta ijazah dari guru yang berwenang.12
3. Hizb al-Barr
Waktu yang dipilih untuk membaca hizb al-barr yang dikenal dengan nama hizb al-kabir ini, dalam tradisi tarekat syadziliyah adalah sehabis shalat subuh. Pada waktu membancanya hendaklah tidak berbicara kepada orang lain saat membaca hizb al-barr kecuali karena kebutuhan, seperti misalnya ketika Kembali salam. Dikatakan abu hazan as-syadzili : “Barang siapa yang membaca hizb ini, maka dia akan memperoleh segala apa yang telah kami peroleh dan terhindar dari bahaya yang Allah hindarkan dari kami.13
Hizb inilah ciri utama tarekat syadziliyah yang dapat dirasakan hingga saat ini.
Dikatakan bahwa doa-doa tersebut sangat makbul dan syekh abu hasan asy-syadzili mengakui bahwa dirinya menerima langsung dari lisan Nabi dalam penglihatan spiritual.
6
11 Abd. Halim Mahmud, “Abul Hasan Syadzili, Kehidupan, doa dan hizibnya,” artikel diakses pada 29 oktober 2023. Dari http://ishakq.multiply.com/reviews/item/82
12 Heri MS Faridy, Ensiklopedi Tasawuf. h. 1153
13 Miftahussurur dan Muhdhor. Imam Ali bin Abil Hasan Asy-Syadzili, h. 118.
BAB III PENUTUP
A. KESIMPULAN
1. Pendiri sekaligus pelopor tarekat Syadziliyah yaitu Syaikh Abu al-Hasan Asy-Syadzili yang memiliki nama lengkap Abu al-Hasan Asy-Syadzili al-Hasani bin Abdullah Abdul Jabbar bin Tamim bin Hurmuz bin Hatim bin Qushay bin Yusuf bin Yusya’ bin Ward bin Baththal bin Ahmad bin Muhammad bin Isa bin Muhammad bin Hasan bin Ali bin Abi Thalib r.a dan Fatimah al-Zahra binti Rasulullah SAW. Asy-Syadzili mempelajari semua cabang ilmu agama yang lahir dengan penguasaan dan kemahiran yang matang, setelah menguasai ilmu lahir kemudian asy-Syadzili mempelajari ilmu hakikat. disinilah ia mendapatkan bimbingan spiritual untuk menjadi seorang sufi.
2. Syadziliyah merupakan salah satu tarekat yang diakui kebenarannya al- Mu’tabarah, karena silsilah As-Syadzili adalah bersambung muttasil sampai Rasullulah SAW. Seperti telah
diketahui dalam manaqibnya, bahwa Asy-Syekh menerima
ajaran dzikir dan baiat thoriqot dari guru beliau asy Syekh al Quthub Sayyid Abu Abdullah Abdus Salam bin Masyisy, yang rangkaian silsilahnya sambung menyambung ke atas sampai kepada jujungan Rosulullah SAW dan berujung kepada Alloh SWT.
3.Tarekat Syadziliyah memiliki beberapa ajaran dan amalan yang dilakukan oleh para murid. Diantara ajarannya yaitu : Tidak dianjurkan untuk murid-muridnya dapat meninggalkan profesi dunia mereka, Tidak mengabaikan syari’at islam, Zuhud, Latihan-latihan jiwa, dan beraktifitas social. Selain itu ada pula hizb yang diberikan oleh mursyid kepada murid yaitu seperti Hizb as-asyfa’, Al-Bahr, Al-Barr dll.
B. SARAN
Kami selaku penyusun telah menulis makalah ini dengan sebaik mungkin tapi kami juga menyadari bahwasannya tulisan ini jauh dari kesempurnaan, maka tidak menutup kemungkinan tulisan ini banyak kesalahan. Untuk itu saran dan kritik yang membangun dari teman-teman dan dari dosen sangat kami harapkan untuk menyempurnakan tulisan kami berikutnya.
DAFTAR PUSTAKA
Ensiklopedi Tematis Dunia Islam, Pikiran dan Peradaban (Jakarta, PT. Ichtiar Baru Van Hoeve, 2002).
Fauziyah, Siti. "Tarekat Pinggiran : Kajian Sejarah dan Ajaran Tarekat Syadziliyah", Skripsi (Suranaya : Jurusan Aqidah dan Filsafat Islam Fakultas Ushuluddin dan Filsafat UIN Sunan Ampel, 2018).
Jannah, Sa’adatul. "Tarekat Syadziliyah dan Hizbnya", Skripsi (Jakarta : Jurusan Aqidah dan Filsafat Fakultas Ushuluddin UIN Syarif Hidayatullah, 2011).
Juni, Muhammad. " Sejarah Perkembangan dan Peranan Tarekat Syadziliyah di Kabupaten Bekasi”, Skripsi (Jakarta : Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah, 2008)
Nasrulloh, Muhammad. "Tarekat Syadziliyah dan Pengaruh Ideologi Aswaja di Indonesia".
Anwarul Jurnal Pendidikan dan Dakwah. Vol. 3 No. 6. 2023
Sa’roni, Muhtar. An-nuur al-Hali Manaqib Syaikh, Abu al-Hasan asy-Syadzili, (Magelang), 1972.
8