• Tidak ada hasil yang ditemukan

COVID-19 DI SMP NEGERI 7 KOTA BENGKULU

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "COVID-19 DI SMP NEGERI 7 KOTA BENGKULU "

Copied!
104
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Rumusan Masalah

Rumusan masalah yang ingin diteliti adalah bagaimana implementasi manajemen pendidikan agama Islam pada masa pandemi Covid-19 di SMPN 7 Kota Bengkulu, yang terdiri dari: 1. Bagaimana guru pendidikan agama Islam melaksanakan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 7 Sudut? Bengkulu. Apakah guru pendidikan agama Islam mengalami kesulitan belajar pada masa pandemi Covid-19 di SMP Negeri 7 Kota Bengkulu.

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini dapat dijadikan acuan untuk menemukan keterbatasan dalam pengelolaan pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 dan sebagai tambahan pengetahuan dalam proses pembelajaran. Dapat digunakan sebagai bahan penilaian dan kontribusi guru dalam pengelolaan pembelajaran, guna meningkatkan kesan belajar dan meningkatkan hasil belajar. Hasil penelitian ini dapat dijadikan referensi dan tambahan pengetahuan untuk mengungkap sejauh mana manajemen pembelajaran pada masa pandemi Covid-19.

Dapat dijadikan referensi dan menambah wawasan mengenai kondisi pendidikan pada masa pandemi Covid-19 untuk melanjutkan penelitian selanjutnya.

LANDASAN TEORI

Pengertian Implementasi

Pengertian Kurikulum

Menurut Abd Rachman, Assegaf memandang kurikulum sebagai wahana belajar mengajar yang dinamis, oleh karena itu perlu dikaji dan dikembangkan secara terus menerus dan berkelanjutan sejalan dengan perkembangan masyarakat. Sedangkan konsep kurikulum menurut Daniel Tanner dan Laurel Tanner adalah pengalaman belajar yang terfokus dan terencana secara terstruktur dan terstruktur melalui proses rekonstruksi pengetahuan dan pengalaman secara sistematis yang diawasi oleh lembaga pendidikan agar peserta didik termotivasi dan termotivasi. minat belajar. Dari beberapa pembahasan di atas dapat disimpulkan bahwa kurikulum adalah maksud dan harapan yang dituangkan ke dalam bentuk rencana dan program pendidikan yang dilaksanakan oleh guru secara terstruktur dan terstruktur agar siswa mempunyai motivasi dan minat belajar yang baik. yang paling penting dan penting dalam konteks proses belajar mengajar.

Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam

Sedangkan pendidikan agama Islam berarti “usaha sistematis dan pragmatis untuk membantu peserta didik hidup sesuai ajaran Islam”. Dari satu sudut pandang kita dapat melihat bahwa pendidikan Islam lebih fokus pada peningkatan sikap mental yang akan diwujudkan dalam tindakan. Semula yang membidangi pendidikan adalah para nabi dan rasul, kemudian ulama, dan merekalah yang bijaksana sebagai penerus tugas dan kewajibannya. Pendidikan agama dapat diartikan sebagai upaya untuk mengaktualisasikan sifat-sifat kesempurnaan yang telah dianugerahkan Allah SWT kepada manusia, upaya tersebut dilakukan tanpa pamrih semua kecuali semata-mata untuk beribadah kepada Allah SWT. Dari keterbatasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan Islam adalah suatu sistem yang memungkinkan seseorang (peserta didik) mampu mengarahkan hidupnya sesuai dengan ideologi atau cara pandang umat Islam selama hidup di dunia.11 Arti Lain Pendidikan Agama Islam merupakan hal yang wajar bagi manusia tumbuh dan berkembang dari dalam kandungan hingga meninggal dunia, kita alami prosesnya selangkah demi selangkah.

Berdasarkan uraian di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pendidikan agama Islam adalah suatu usaha sadar atau kegiatan yang disengaja yang dilakukan untuk membimbing dan mengarahkan peserta didik menuju terbentuknya tokoh protagonis (insan kamil) berdasarkan nilai-nilai etika Islam dengan tetap menjaga nilai-nilai etika Islam. hubungan baik dengan Allah SWT (HablumminAllah), sesama manusia (hablumminannas), diri sendiri dan alam sekitar. Berdasarkan uraian di atas maka tujuan pendidikan agama disesuaikan dengan tujuan pendidikan agama pada lembaga pendidikan formal, dan peneliti membagi tujuan pendidikan agama menjadi dua bagian dengan uraian sebagai berikut. Tujuan umum pendidikan agama Islam adalah mencapai kualitas-kualitas yang disebutkan dalam Al-Qur’an dan hadis, sedangkan fungsi pendidikan nasional adalah mengembangkan kapasitas dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa, dengan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. bertujuan untuk mengembangkan potensi peserta didik menjadi manusia yang berakhlak mulia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.

Dari tujuan umum pendidikan di atas, berarti Pendidikan Agama mempunyai tugas membimbing dan mengarahkan peserta didik menjadi umat Islam yang beriman. Tujuan khusus Pendidikan Keagamaan adalah tujuan yang menyesuaikan dengan pertumbuhan dan perkembangan anak sesuai dengan jenjang pendidikan yang dilaluinya, sehingga setiap tujuan Pendidikan Keagamaan pada setiap jenjang sekolah mempunyai tujuan yang berbeda-beda, misalnya saja tujuan Pendidikan Keagamaan. di sekolah dasar berbeda dengan tujuan Pendidikan Agama di sekolah menengah pertama. Kegiatan pembelajaran yang diterapkan guru hendaknya ditangani sedemikian rupa sehingga sesuai dengan tingkat kemampuan siswa.

Oleh karena itu mereka belajar berpasangan terutama dalam kelompok, maka guru harus mendorong setiap siswa untuk berpartisipasi dalam kelompoknya.16 Meminta siswa yang tidak aktif untuk memberikan pendapat kepada siswa lain atau melaporkan hasil kerja kelompok merupakan contoh cara mendorong siswa tersebut. siswa untuk aktif dalam belajar. e) Pengelolaan sumber belajar. Mengacu pada pendapat di atas, maka pelaksanaan manajemen pembelajaran dalam Pendidikan Agama Islam yang dimaksud disini adalah gambaran perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran. Tahapan ini merupakan tahap implementasi atau tahap pelaksanaan dari rancangan perencanaan yang dibuat oleh guru sesuai silabus.

Oleh karena itu, guru dalam mengajar mata pelajaran pendidikan agama Islam harus menyesuaikan dengan silabus yang telah disusun atau direncanakan sesuai dengan kurikulum yang telah ditetapkan.

Kajian Pustaka

Kedua, Implementasi Pembelajaran, yaitu tahap pelaksanaan rancangan perencanaan yang dibuat oleh guru sesuai dengan silabus, yang meliputi: strategi dan taktik pembelajaran serta aspek metode pembelajaran. Ketiga, evaluasi pembelajaran, yaitu pengumpulan informasi yang menjadi dasar pengukuran tingkat kemajuan, perkembangan dan kinerja belajar siswa, serta efektivitas guru dalam mengajar seperti melakukan penilaian yang merupakan kegiatan utama dalam evaluasi pembelajaran. , bagaimana pun proses pembelajaran daring dan luring ini akan mengetahui sasaran kurikulum, keterbatasan, serta kelebihan dan kekurangan yang dialami selama pandemi Covid-19. Jurnal Agus Nur Soleh yang berjudul Strategi Pengelolaan Pembelajaran Pada Masa Covid-19 di SMK Ma'arif 9 Kebumen Kajian Manajemen Pendidikan Islam dan IPS pada penelitian ini mempunyai persamaan yaitu peneliti dan penulis membahas tentang manajemen pembelajaran pada masa pandemi Covid-19, Bedanya, peneliti membahas tentang strategi pengelolaan pembelajaran pada masa Covid-19, sedangkan penulis mengkaji tentang penerapan pengelolaan pembelajaran PAI pada masa pandemi Covid-19.

Tesis Gusti Rantio berjudul Manajemen Pembelajaran Guru Pendidikan Agama Islam Sebagai Upaya Mewujudkan Siswa Aktif di SDN 79 Kota Bengkulu, Jurusan Pendidikan Agama Islam, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu.

Kerangka Berpikir

Diharapkan dapat membantu proses pembelajaran dan terciptanya pembelajaran yang dapat selaras dengan tujuan yang diharapkan, pengelolaan pembelajaran ini dibagi menjadi 3 yaitu perencanaan pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran dan evaluasi pembelajaran akan disajikan pada bagan berikut.

METODE PENELITIAN

Tempat dan Waktu Penelitian

Sumber Data

Untuk penelitian ini, sumber data primer meliputi: kepala sekolah, perwakilan kurikulum, 2 orang guru mata pelajaran agama Islam. Data sekunder merupakan data yang digunakan untuk menunjang data primer melalui studi kepustakaan, dokumentasi, buku, jurnal, majalah, surat kabar, arsip tertulis yang berkaitan dengan pokok bahasan yang diteliti dalam penelitian ini. Sumber data sekunder merupakan sumber yang tidak memberikan data secara langsung kepada pengumpul data, misalnya melalui orang lain atau dokumen.

Sumber data sekunder ini akan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data dan menganalisis hasil penelitian, yang nantinya dapat memperkuat hasil dan menghasilkan penelitian yang mempunyai tingkat validitas yang tinggi.

Teknik Pengumpulan Data

Observasi dilakukan untuk mengetahui bagaimana aktivitas dan respon guru pendidikan agama Islam diarahkan terhadap pelaksanaan manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam pada masa pandemi Covid-19 di SMPN 7 Kota Bengkulu. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti pada tanggal 4 Maret sampai dengan 15 April 2021 dengan menggunakan metode observasi, wawancara dan dokumentasi untuk memperoleh data terkait pelaksanaan manajemen pembelajaran pendidikan agama Islam pada masa pandemi Covid-19. Ia mengatakan, di masa pandemi Covid-19, penyebaran Covid-19 dari waktu ke waktu semakin meningkat sehingga menyebabkan sekolah-sekolah diliburkan sementara hingga waktu yang ditentukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan dan Kementerian Kesehatan.

Di masa pandemi Covid-19, pimpinan sekolah dan guru pendamping terpaku pada kebijakan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan karena tidak bisa mengadopsinya. Menurut Ibu Cintri yang mengajar pendidikan agama Islam, beliau menyampaikan bahwa hal pertama yang saya lakukan sebelum pelaksanaan pembelajaran adalah tetap mempersiapkan silabus, RPP, prota dan prosem, serta memilih materi pembelajaran utama namun menyederhanakannya karena pada masa pandemi Covid-19 pembelajaran tidak dijelaskan secara menyeluruh. Dikatakannya, dengan adanya keputusan Kemendikbud dan Kemenkes yang mengeluarkan kebijakan new normal, pembelajaran sudah bisa dilakukan secara tatap muka dengan syarat izin orang tua dan mereka yang masih khawatir dengan Covid. . -19 diperbolehkan belajar online.

Merupakan keinginan klien untuk menentukan metode pembelajaran yang benar-benar efektif di masa pandemi Covid-19. Di masa pandemi Covid-19, sulit menemukan metode pengajaran yang efektif, karena siswa yang tinggal di lokasi yang masih belum tersedia infrastruktur komunikasi tentu mengalami kendala dalam mengakses internet, dan sulitnya mengontrol siswa yang serius mengikuti pembelajaran. Kendala yang saya alami dalam pembelajaran pada masa pandemi Covid-19 ini adalah masih terbatasnya akses internet dan masih terdapat siswa yang tidak mempunyai handphone, ketika ada tugas mengabaikan petunjuk guru, bahkan siswa tidak dapat berpartisipasi. pada pembelajaran daring berlangsung pembelajaran luring namun siswa tidak berangkat ke sekolah untuk mengerjakan tugas.

Alat dan metode menjadi dua faktor utama yang dapat mempengaruhi hal tersebut, yaitu pro dan kontra terhadap kegiatan pembelajaran di masa pandemi Covid-19. Banyak kekurangan dalam kegiatan belajar mengajar di masa pandemi Covid-19, akses internet yang kurang memadai, pembelajaran yang monoton dan metode yang digunakan tidak banyak, kuota internet siswa tidak mencukupi untuk mengikuti kelas, kapasitas telepon seluler tidak mencukupi. untuk menyimpan video pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian, guru berusaha semaksimal mungkin dalam melaksanakan pembelajaran. Pada masa pandemi Covid-19, pelaksanaan pembelajaran biasanya dilakukan secara daring dan luring, namun dengan kebijakan normal baru, sekolah diperbolehkan melakukan pembelajaran tatap muka.

Implementasi Manajemen Pembelajaran Pendidikan Agama Islam Pada Masa Pandemi Covid-19 telah berjalan dengan baik, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan serta Kementerian Kesehatan telah mengeluarkan aturan kebijakan New Normal, sehingga sekolah sudah melaksanakan tatap muka. pembelajaran per sesuai protokol kesehatan.

Tabel 4.2  Jumlah Siswa
Tabel 4.2 Jumlah Siswa

Gambar

Tabel 4.2  Jumlah Siswa

Referensi

Dokumen terkait

Training on How to Make an Online Store in the Marketplace Conclusion The 2021 Stimulus Community Partnership Program PKM entitled "Increasing Creative Economy through Utilizing

Patke / How I Came to be Associated with Kritika Kultura 103 Kritika Kultura 30 2018: 103–104 © Ateneo de Manila University The story of my association with Kritika Kultura starts