• Tidak ada hasil yang ditemukan

CRITICAL BOOK REPORT (CBR) MERINGKAS BUKU PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK

N/A
N/A
Hilda Syahri Wani

Academic year: 2023

Membagikan "CRITICAL BOOK REPORT (CBR) MERINGKAS BUKU PENGEMBANGAN PESERTA DIDIK"

Copied!
30
0
0

Teks penuh

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena atas karunia-Nya saya dapat menulis makalah ini. Saya juga ingin mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang telah banyak membantu saya dalam penyusunan makalah ini. Penyusunan makalah ini jauh dari sempurna dan mungkin masih banyak penyimpangan dari materi.

Laporan buku kritis merupakan hasil kritik/perbandingan terhadap suatu topik materi yang umumnya diajarkan dalam buku yang berbeda. Menulis buku kritis pada dasarnya adalah membandingkan buku inti dengan buku yang akan digunakan. Resensi buku kritis adalah kegiatan membandingkan dan juga mengkritisi suatu buku dengan buku-buku lain dari segala aspek buku tersebut seperti bahasa yang digunakan dalam suatu buku, isi buku serta urutan penulisan buku tersebut dengan maksud dan tujuan berdasarkan atas buku yang dibuat, selain itu juga memberikan pertimbangan kepada pembaca apakah buku tersebut layak diapresiasi oleh masyarakat umum.

Melalui kegiatan kritik buku, kita juga dapat memastikan pemahaman yang mendalam terhadap buku yang kita kritik. Penting sekali bagi kita semua untuk memahami, mengetahui dan mempelajari suatu kitab secara otodidak dan melalui kegiatan mengkritisi suatu kitab kita dapat memahami, mengetahui dan mempelajari suatu kitab. Dalam Resensi Buku Kritis ini, siswa diminta untuk mengkritisi suatu buku dan merangkumnya menjadi satu kesatuan yang utuh dan membandingkannya dengan buku lain yang memiliki topik terkait.

Tahapan perkembangan manusia menurut para psikolog berbeda-beda tergantung pandangannya terhadap teori perkembangan.

PERBEDAAN INTELIGENSI

Kondisi tersebut memungkinkan anak-anak berjalan dan berlari, memanjat, melompat, melompat dan berjalan lebih cepat di trotoar. Pada usia enam tahun, anak laki-laki memiliki berat 49 pon dan anak perempuan memiliki berat 48,5 pon. Anak usia dua hingga enam tahun cenderung berbentuk kerucut, dengan perut rata (tidak kembung), dada lebih lebar dan rata, bahu lebih lebar dan persegi, lengan dan tungkai lebih panjang dan lurus, tangan dan kaki semakin besar.

Otot-otot anak usia enam tahun menjadi lebih besar, lebih berat, dan lebih kuat, membuat anak tampak lebih kurus meskipun berat badannya bertambah. Peningkatan berat tulang dan otot ini memungkinkan untuk belajar menggambar, menulis, menggambar, dan melukis garis dengan jari. Operasi memori dapat dibagi menjadi 30 keterampilan yang berbeda (perkalian 6 (enam) kemampuan produk dan 5 (lima) kemampuan konten).

Keterampilan terkait bahasa dapat dibagi menjadi 30 keterampilan yang berbeda (perkalian 6 (enam) keterampilan produk dan 5 (lima) keterampilan konten) (Guilford, 1971). Anak yang mempunyai bakat dan ketertarikan pada suatu hal tertentu akan berperilaku lebih cerdas pada hal tersebut dibandingkan dengan anak lainnya. Pengaruh urutan kelahiran terhadap anak dan jarak kelahiran merupakan kondisi yang memegang peranan penting terhadap kecerdasan setiap anak, dimana hal ini akan mempengaruhi skor IQ.

PERBEDAAN GAYA BELAJAR DAN GAYA BERPIKIR 1. Gaya Belajar

Anak yang lahir dari ibu dan ayah yang cerdas mempunyai kemungkinan besar untuk menjadi sama cerdasnya dengan orang tuanya. Pembagian yang selalu diketahui oleh guru adalah gaya berpikir yaitu gaya berpikir konvergen dan gaya berpikir divergen. Berpikir konvergen adalah cara berpikir ke arah yang sempit atau ke arah yang lebih kecil, dari yang global ke yang detail.

Berpikir divergen adalah berpikir dari hal yang kecil ke hal yang luas atau dari hal yang detail ke hal yang global. Gaya berpikir konvergen selalu terdapat pada siswa yang memiliki gaya belajar auditori (auditory learner) dan gaya berpikir divergen selalu terdapat pada siswa yang memiliki gaya belajar visual. Pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia dimulai sejak masa kanak-kanak, remaja, dewasa, dan lanjut usia.

Pertumbuhan fisik manusia dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal, sehingga anak kembar pun tidak memiliki ritme perkembangan fisik yang sama karena tumbuh dan berkembang di lingkungan yang berbeda. Kesamaan gen tidak menjamin bahwa seseorang akan tumbuh dan berkembang secara fisik dengan pola yang sama dengan orang lain. Terdapat interaksi yang cukup intens antara faktor internal dan eksternal dalam pertumbuhan dan perkembangan fisik manusia.

TAHAPAN PERKEMBANGAN FISIK MANUSIA 1. Perkembangan Fisik Pada Masa Anak-anak

Perkembangan Fisik Pada Masa Remaja

Faktor keturunan antara lain gen yang mempengaruhi tinggi badan, berat badan, warna kulit, warna mata, dan warna rambut. Faktor lingkungan seperti iklim, kesehatan, gizi, pola asuh dan kasih sayang orang tua juga mempengaruhi perkembangan fisik anak. Anak yang kurang makan dapat mengalami anoreksia nervosa (wasting), dan anak yang makan terlalu banyak dapat mengalami obesitas (kegemukan).

Keluarga kecil lebih baik bagi pertumbuhan dan perkembangan fisik anak karena kebutuhan dasar anak lebih tercukupi dalam keluarga kecil.

PERMASALAHAN PERKEMBANGAN FISIK

Pandangan Bruner Tentang Perkembangan Kognitif

Perkembangan intelektual memerlukan peningkatan kemampuan berbicara kepada diri sendiri dan orang lain melalui kata-kata atau simbol.

Pandangan Vigotsky Tentang Perkembangan Kognitif

Menurut teori Bruner, siswa berpikir dan mencipta melalui inkuiri dan peran yang mereka mainkan dalam pembelajaran. Kemampuan kognitif dimediasi oleh kata-kata, bahasa dan bentuk wacana yang berfungsi sebagai alat psikologis untuk membantu dan mengubah aktivitas mental. Keterampilan berbahasa yang terjadi melalui interaksi tersebut kemudian diinternalisasikan dalam pikiran anak dan menjadi pembicaraan batin.

PENGERTIAN PERKEMBANGAN SOSIAL

BENTUK-BENTUK TINGKAH LAKU SOSIAL

TEORI PERKEMBANGAN PSIKOSOSIAL

FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PERKEMBANGAN SOSIAL Perkembangan sosial anak dipengaruhi beberapa faktor yaitu

UPAYA MENGEMBANGKAN SIKAP SOSIAL PESERTA DIDIK

Pembelajaran kooperatif akan mendorong siswa untuk menghargai kemampuan orang lain dan bersabar terhadap sikap orang lain.

PENGERTIAN EMOSI DAN TEORI-TEORI PERKEMBANGAN EMOSI 1. Pengertian Emosi

Teori Meriam Bard menyatakan bahwa seseorang mengalami rangsangan fisiologis dan emosional secara bersamaan, namun tidak mencakup peran pikiran atau perilaku eksternal. Menurut teori ini, suatu peristiwa mula-mula menimbulkan rangsangan fisiologis, kemudian orang tersebut harus mengidentifikasi alasan rangsangan tersebut, dan kemudian memperoleh pengalaman yang disebut emosi. Ketika seseorang tersenyum, ia mengalami kepuasan atau kebahagiaan, ketika ia mengerutkan kening, ia mengalami kesedihan.

JENIS-JENIS EMOSI

TAHAPAN PERKEMBANGAN EMOSI

Perkembangan emosional dan intelektual biasanya berjalan beriringan untuk membantu anak mengembangkan keterampilan sosialnya karena interaksi antara anak dan orang dewasa menciptakan kesehatan emosional.

BIMBINGAN EMOSI PADA ANAK DAN REMAJA

RUANG LINGKUP PERKEMBANGAN MORAL

Sedangkan kebaikan lainnya adalah kebaikan yang dikaitkan dengan status seseorang, misalnya status pelajar, suami, istri, dan sebagainya.

TEORI-TEORI PERKEMBANGAN MORAL

Perkembangan Moral Anak Menurut Teori Psikoanalisa

Perkembangan Moral Menurut Teori Kognitif

Tingkatan ini muncul pada anak prasekolah atau siswa sekolah dasar masing-masing pada usia 4-10 tahun. Ini merupakan level terendah, pada level ini anak menunjukkan internalisasi nilai-nilai moral – penalaran moral dikendalikan oleh penghargaan (reward) dan hukuman eksternal. Tingkat ini dibagi menjadi dua tahap: tahap pertama, orientasi hukuman dan ketaatan, dan tahap kedua individualisme dan tujuan.

Pada tingkatan ini, seseorang taat pada moralitas berdasarkan norma (internal) tertentu, namun belum berpegang pada norma (eksternal) orang lain, misalnya orang tua atau aturan masyarakat. Tingkatan ini terbagi menjadi tahap norma interpersonal (seseorang menghargai kebenaran, kepedulian dan kesetiaan terhadap orang lain sebagai dasar pertimbangan moral) dan tahap moralitas sistem sosial (pertimbangan moral didasarkan pada pemahaman tentang aturan-aturan sosial. , hukum, keadilan dan kewajiban). Pada tingkat ini, moralitas benar-benar terinternalisasi dan tidak didasarkan pada standar orang lain.

Tingkatan tersebut dibagi menjadi dua tahap: tahap hak masyarakat versus hak individu dan tahap prinsip etika universal.

PENGEMBANGAN MORAL

PEMBAHASAN

Kelebihan dan Kekurang Kelebihan

Buku inti dan buku pendukung menjelaskan dengan sangat rinci apa itu perkembangan siswa.

PENUTUP

KESIMPULAN

SARAN

Referensi

Dokumen terkait