CRITICAL BOOK REPORT PEMODELAN TRANSPORTASI
Dosen Pengampu : Hamidun Batubara, Ir. Mt Ir. Dody Sibuea, S.T., M. T
Disusun Oleh :
Nama : Ance Fungki Manik NIM : 5203250026
Kelas : Teknik Sipil – A 2020
PROGARAM STUDI S1 TEKNIK SIPIL JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN
FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI MEDAN
2021
i
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur penyusun ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas rahmat dan karunianya penyusun dapat menyelesaikan Critical Book Report ( CBR ) ini tepat pada waktunya. Adapun judul dari CBR ini adalah “Analisis Bangkitan Pergerakan, Sebaran Pergerakan dan Pemilihan Rute”.
Tujuan dari pembuatan CBR ini adalah untuk memenuhi salah satu tugas mata kuliah Pemodelan Transportasi, serta untuk menambah ilmu pengetahuan tentang mekanika bahan.
Pembuatan makalah ini tidak didasari oleh pemikiran saya sendiri, melainkan dari berbagai buku. Hal itu dilakukan untuk membantu, mempermudah serta memberikan wawasan dan ilmu yang bermanfaat kepada para pembaca. Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada dosen mata kuliah yang bersangkutan yang telah memberikan tugas kepada penyusun.
Dalam penyusunan tugas CBR ini penyusun merasa masih terdapat banyak kekurangan baik pada penulisan maupun materi yang disampaikan, oleh karena itu penyusn mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaa tugas ini. Penyusun mengharapkan semoga CBR ini dapat berguna bagi penyusun dan dapat menjadi inspirasi bagi pembaca.
Medan, Oktober 2022
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ...i
DAFTAR ISI ...ii
BAB I PENDAHULUAN ...1
A. Latar Belakang ...1
B. Tujuan Penulisan ...1
C. Manfaat Penulisan ...1
BAB II RINGKASAN BUKU ...3
A. Identitas Buku ...3
B. Ringkasan Buku Utama ...3
C. Ringkasan Buku Pembanding ...15
BAB III KEUNGGULAN BUKU ...22
A. Keterkaitan Antar Bab ...22
B. Kemuktahiran Isi Buku ...22
BAB IV KELEMAHAN BUKU ...23
A. Keterkaitan Antar Bab ...23
B. Kemuktahiran Isi Buku ...23
BAB V IMPLIKASI ...24
A. Teori ...24
B. Program Pembangunan Di Indonesia...24
C. Analisis Mahasiswa ...24
BAB VI PENUTUP ...25
A. Kesimpulan ...25
B. Saran ...25
DAFTAR PUSTAKA ...iii
1
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dalam Critical Book Report ini mahasiswa di tuntut untuk mengkritisi buku, dan meringkas menjadi satu kesatuan yang utuh sehingga dapat dipahami oleh mahasiswa yang melakukan Critical Book Report ini, termasuk di dalamnya mengerti akan kelebihan dan kelemahan dari buku yang akan dikritisi.
Adapun dalam pembuatan tugas Critical Boon Report ini mahasiswa dituntut dalam meringkas, menganalisa, dan membandingkan serta memberikan kritik berupa kelebihan dan kelemahan pada suatu buku agar menambah pemahaman mahasiswa dalam mengkritikalisasi suatu karya berdasarkan data factual. Dalam hal ini saya akan mengkritik buku mekanika bahan.
Pemodelan merupakan sarana penting bagi para insinyur untuk menyelesaikan masalah yang dihadapi secara nyata di lapangan. Sebagaimana kita ketahui bersania, bahwa sebagai insinyur segalanya harus dapat di wujudkan dahulu di atas kertas atau di monitor komputer sebelum dikerjakan di lapangan, pemodelan merupakan metoda yang tangguh untuk membuatnya.
B. Tujuan Penulisan Critical Book Report
1) Mencari dan mengetahui informasi yang ada di dalam buku
2) Mengulas isi buku sehingga memperdalam ilmu mengenai tentang isi dari setiap isi buku.
3) Untuk melatih mahasiswa berfikir kritis dalam mencari informasi yang disajikan dalam buku setiap materinya
4) Melatih kemampuan mahasiswa untuk menganalisa sebuah buku.
5) Mencari kelebihan dan kekurangan isi dari buku.
C. Manfaat Penulisan Critical Book Review
1) Mahasiswa mengetahui dan memahami isi buku
2) Mahasiswa mengetahui keunggulan dan kelemahan sebuah buku
3) Menumbuhkan kekreatifan dan berpikir kritis dalam menelaah sebuah buku
2
4) Menambah wawasan mahasiswa akan materi yang disampaikan 5) Memahami perbedaan dan persamaan dari isi kedua buku.
3
BAB II
RINGKASAN ISI BUKU
A. Identitas Buku Identitas Buku Utama
Judul : Perencanaan, Pemodelan dan Rekayasa Trnasportasi Penulis : Ofyar Z. Tamim
Penerbit : ITB Press
Kota Terbit : Bandung Tahun Terbit : 2008
ISBN : 978 – 979 – 1344 – 22 – 7 Identitas Buku Pembanding
Judul : Perencanaan dan Pemodelan Transportasi
Edisi : kedua (2)
Penulis : Ofyar Z. Tamim
Penerbit : ITB Press
Kota Terbit : Bandung Tahun Terbit : 1997
ISBN : 979 – 9299 – 10 – 1
B. Ringkasan Isi Buku Utama
ANALISIS BANGKITAN PERGERAKAN (MODEL ANALISIS – KORELASI) 1. Pendahuluan
Tujuan claw tahap bangkitan pergerakan adalah menghasilkan model hubungan yang mengaitkan parameter tats guna lahan dengan jumlah pergerakan yang menuju ke suatu zona atau jumlah pergerakan yang meninggalkan suatu zona. Zona anal dan tujuan pergerakan biasanya juga menggunakan istilah trip end. Tahapan ini bertujuan mempelajari dan meramalkan besamya tingkat bangkitan pergerakan dengan
4
mempelajari beberapa variasi hubungan antara ciri pergerakan dengan lingkungan tata guna lahan.
a. Definisi Dasar
1) Perjalanan Pergerakan satu arah dari zona anal ke zona tujuan, termasuk pergerakan berjalan kaki. Berhenti secara kebetulan (misalnya berhenti di perjalanan untuk membeli rokok) tidak dianggap sebagai tujuan pegalanan, meskipun perubahan rute terpaksa dilakukan. Meskipun pergerakan sering diartikan dengan pergerakan pulang dan pergi, dalam ilmu transportasi biasanya analisis keduanya hams dipisahkan. Hal yang dikaji di sini tidak saja mengenai pergerakan berkendaraan, tetapi juga kadang-kadang pergerakan bed alan kaki.
2) Pergerakan berbasis rumah Pergerakan yang salah satu atau kedua zona (anal dan/atau tujuan) pergerakan tersebut adalah rumah.
3) Pergerakan berbasis bukan rumah Pergerakan yang salah satu atau kedua zona (anal dan/atau tujuan) pergerakan adalah bukan rumah.
4) Bangkitan pergerakan Digunakan untuk suatu pergerakan berbasis rumah yang mempunyai tempat anal dan/atau tujuan adalah rumah atau pergerakan yang dibangkitkan oleh pergerakan berbasis bukan rumah.
5) Tarikan pergerakan Digunakan untuk suatu pergerakan berbasis rumah yang mempunyai tempat anal dan/atau tujuan bukan rumah atau pergerakan yang tertarik oleh pergerakan berbasis bukan rumah.
6) Tahapan bangkitan pergerakan Sering digunakan untuk menetapkan besarnya bangkitan pergerakan yang dihasilkan oleh rumah tangga (baik untuk pergerakan berbasis rumah maupun berbasis bukan rumah) pada selang waktu tertentu (per jam atau per hari).
b. Klasifikasi Pergerakan
1) Berdasarkan tujuan pergerakan Pada praktiknya, sering dijumpai bahwa model bangkitan pergerakan yang lebih baik bisa didapatkan dengan memodel secara terpisah pergerakan yang mempunyai tujuan berbeda. Dalam kasus pergerakan berbasis rumah, lima kategori tujuan pergerakan yang sering digunakan adalah:
pergerakan ke tempat kerja
pergerakan ke sekolah atau universitas (pergerakan dengan tujuan pendidikan)
pergerakan ke tempat belanja
5
pergerakan untuk kepentingan sosial dan rekreasi
2) Berdasarkan waktu Pergerakan biasanya dikelompokkan menjadi per gerakan pada jam sibuk dan pada jam tidak sibuk. Proporsi pergerakan yang dilakukan oleh setiap tujuan pergerakan sangat berfluktuasi atau bervariasi sepanjang hari.
3) Berdasarkan jenis orang Hal ini merupakan salah satu jenis pengelom pokan yang penting karena perilaku pergerakan individu sangat dipengaruhi oleh atribut sosioekonomi.
c. Faktor yang Mempengaruhi
1) Bangkitan pergerakan untuk manusia Faktor berikut dipertimbangkan pada beberapa kajian yang telah dilakukan:
pendapatan
pemilikan kendaraan
struktur rumah tangga
ukuran nunahtangga
nilai lahan
2) Tarikan pergerakan untuk manusia Faktor yang paling sering digunakan adalah luas lantai untuk kegiatan industri, komersial, perkantoran, pertokoan, dan pelayanan lainnya. Faktor lain yang dapat digunakan adalah lapangan kerja.
Akhir-akhir ini beberapa kajian mulai berusaha memasukkan ukuran aksesibilitas.
3) Bangkitan dan tarikan pergerakan untuk barang Pergerakan ini hanya merupakan bagian kecil dari seluruh pergerakan (20%) yang biasanya terjadi di negara industri. Peubah penting yang mempenganilii adalah jumlah lapangan kerja, jumlah tempat pemasaran, lugs atap industri tersebut, dan total seluruh daerah yang ada.
2. Model Analisis – Korelasi
a. Model Analisis – Korelasi Berbasis Zona
1) Model berbasis zona. Model jenis ini hanya dapat menjelaskan variasi perilaku pergerakan antarzona. Oath, model hanya akan berhasil baik jika variasi antarzona cukup mencemtinkan alasan utama terjadinya variasi pergerakan.
6
2) Peranan intersep. Seseorang pasti beranggapan bahwa garis regresi yang didapatkan harus selalu melalui titik (0,0) atau intersep=0.
3) Zona kosong. Sangat mungkin ditemukan bahwa untuk beberapa zona tertentu tidak terdapat data atau informasi mengenai sate atau beberapa peubah tertentu 4) Total zona vs rata-rata zona. Dalam merumuskan model, analis hams memilih
antara peubah total atau peubah agregat.
b. Proses model analisis-korelasi berbasis zona
Bangkitan pergerakan. Asumsikan bahwa bangkitan dan tarikan per gerakan dapat dinyatakan sebagai fungsi dart beberapa atribut sosioekonomi yang berbasis zona (X,, X2,..., XN)
c. Proses model analisis-korelasi berbasis zona
1) Metode analisis langkah-demi-langkah tipe 1 Metode ini secara bertahap mengurangi jumlah peubah bebas sehingga didapaskan model terbaik yang hanya terdiri atas beberapa peubah bebas.
2) Metode analisis langkah-demi-langkah tipe 2 Metode ini pada prinsip nya mirip dengan metode tipe 1;
3) Metode coba-coba Sesuai dengan namanya, metode ini melakukan proses coba- coba dalam menentukan parameter yang dipilih.
d. Contoh penerapan sederhana
e. Kajian empiris yang menggunakan model analisis-korelasi
1) Kajian lalu lintas di kota Detroit Pada tahun 1954. Li-ban Tragic: A Function of Land Else ditulis oleh Mitchell and Rapkin. Sejak itu, banyak penelitian dan kajian empiris yang dilakukan untuk mempelajari bangkitan pergerakan untuk semua jenis rata guna lahan dan semua jenis pergerakan.
7
2) Kajian standardisasi bangkitan dan tarikan lalu lintas di zona Bandung Raya LPM-ITB (1998c) dan Tamin dkk (1994,1999c) melakukan kajian standardisasi bangkitan dan tarikan di zona Bandung raya. Model bangkitan dan tarikan di sini mengambil bentuk persamaan matematis yang diturunkan melalui analisis- korelasi berdasarkan data dari basil survei lapangan (survei primer dan sekunder).
f. Model analisis-korelasi berbasis rumah tangga
Keragaman dalam suatu zona (intrazona) mungkin bisa dikurangi dengan memperkecil luas zona, apalagi jika zona tersebut homogen. Akan tetapi, zona yang lebih kecil juga akan mempunyai keragaman yang cukup besar dan mempunyai 2 (dua) konsekuensi :
1) model menjadi lebih mahal dalam hal pengumpulan data, kalibrasi, dan operasi;
2) galat sampel menjadi lebih tinggi.
g. Masalah Ketidaklinearan
Telah kita lihat bahwa model analisis-korelasi mengasumsikan bahwa setiap peubah bebas mempunyai pengaruh yang bersifat linear terhadap peubah tidak bebas. Tidaklah mudah mendeteksi kasus ketidaklinearan karena sebenarnya hubungan linear bisa berubah menjadi tidak-linear jika terdapat peubah tambahan lain dalam model.
h. Mendapatkan nilai zona keseluruhan
8
Untuk model berbasis zona, nilai zona keseluruhan mudah didapat karena model tersebut ditaksir dengan menggunakan data berbasis zona. Akan tetapi, pada model berbasis data rumah tangga dibutuhkan tahap pengelompokan.
i. Mencocokkan hasil bangkitan pergerakan dengan tarikan pergerakan
Model bangkitan dan tarikan pergerakan dibentuk secara terpisah. Pembaca pasti mengetahui bahwa model tidal( akan selalu dapat menghasilkan jumlah pergerakan yang dibangkitkan (dari setiap zona asal O,) yang selalu sama dengan jumlah pergerakan yang tertarik (ke setiap zona tujuan Dd).
ANALISIS SEBARAN PERGERAKAN (MODEL GRAVITY) 1. Pendahuluan
Model gravity dengan berbagai batasan yang dimiliki termasuk penggunaannya telah diterangkan secara rinci pada Bab 13. Secara umum, model gravity dapat dinyatakan dalam bentuk persamaan (13.1). TT,=A,.O.Ba .D,r .f(C,d )
0i dan Dd menyatakan jumlah pergerakan yang berasal dari zona i dan yang berakhir di costa d. Salah sans hal terpenting untuk diketahui adalah j(C,) yang dapat dianggap sebagai fungsi hambatan atau ukuran aksesibilitas (kemudahan) antara zona i dengan zona u).
Penjumlahan sel MAT menurut 'bans' menghasilkan total pergerakan yang berasal dan setiap zona, sedangkan penjumlahan menurut `kolom' menghasilkan total pergerakan yang menuju ke setiap zona.
Beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengkalibrasi parameter model gravity, yaitu (Gunawan, 1995; Tamin, 1985,1988abc,1997a,2000a, 2003):
a. Metode sederhana b. Metode Hyman
c. Metode analisis regresi-linear
d. Metode penaksiran kuadrat-terkecil (KT)
e. Metode penaksiran kemiripan-maksimum (KM) f. Metode penaksiran Inferensi-Bayes (IB)
g. Metode penaksiran entropi-maksimum (EM) 2. Metode Sederhana
Pendekatan yang sangat sederhana adalah dengan cara `meminjam' dulu suatu nilai fl tertentu, kemudian menghitung model gravity dan mendapatkan sebaran panjang perjalanan hasil pemodelan.
9
Akan tetapi, pendekatan ini sangat tidak praktis karena menghitung model gravity berjenis batasan-bangkitan-tarikan yang membutuhkan waktu cukup lama dan tidak diketahui cara memilih nilai /3 yang baru jika nilai /3 yang lama tidak memenuhi syarat. Beberapa teknik kalibrasi telah dikembangkan dan digunakan pada beberapa paket program.
3. Metode Hyman
Beberapa teknik yang baik dibandingkan oleh Williams (1975) yang menyimpulkan bahwa teknik yang dikembangkan oleh Hyman (1969) adalah teknik yang paling efisien dan paling mudah digunakan. Hyman mengusulkan metode yang didasarkan pada pendekatan Bayes dalam penurunan kriteria pengkalibrasian. Ia berkesimpulan bahwa nilai faktor penyeimbang harus dipilih sehingga total 'baris' dan
`kolom' dari sel MAT sama dengan proporsi hasil pengamatan pada setiap tarts' dan
`kolom'.
4. Metode Analisis Regresi – Linier
Tamin (1985,1988abcd,1997a,2000a,2003) menerangkan bahwa metode analisis regresi-linear dapat digunakan untuk mengkalibrasi parameter model gravity yang merupakan suatu fungsi tidak-linear.
a. Fungsi hambatan eksponensial-negatif
Pengembangan metode Pertimbangkan suatu model gravity yang mempunyai fungsi hambatan eksponensial-negatif seperti terlihat pada persamaan
Contoh penerapan Kita ditugaskan untuk mengkalibrasi parameter model gravity dart satu set data matriks pergerakan [Td] di mana informasi lainnya yang diketahui adalah data matriks biaya [C,].
10 b. Fungsi hambatan pangkat
Pengembangan metode Dalam hal ini, model gravity yang mem panyai fungsi hambatan pangkat dapat dinyatakan sebagai persamaan
c. Fungsi Hambatan Tanner
Pengembangan metode Dalam hal ini, model gravity berfungsi hambatan Tanner dapat dinyatakan sebagai persamaan
5. Metode Penaksiran Kuadrat – Terkecil (KT)
a. Pengembangan metode Tamin (1985,1988abcd,1997a,2000a,2003) ntenerangkan metode kalibrasi parameter model granite' dengan dasar pennkiran menggunakan pendekatan kuadrat-terkecil sehingga simpangan atau selisih antara sebaran pergerakan yang dihitung dari pemodelan (T,) dengan yang didapat dari hasil pengamatan (T;d ) memberikan harga yang minimum.
b. Metode kalibrasi Newton-Raphson Sebagaimana telah disebutkan, parameter yang belum diketahui dari persamaan (13.1) hanas dikalibrasi. Kalibrasi ini dilakukan dengan proses pengulangan sampai nilai parameter mencapai batas konvergensinya.
c. Program komputer dan prosedur kalibrasi Perkembangan ilmu dan teknoiogi di bidang elektronika dan informasi telah mengakibatkan kemampuan komputer pribadi meningkat pesat. Hal ini membuat penggunaan komputer untuk berbagai keperluan teknik, termasuk teknik transportasi dan teknik lalu lintas, menjadi sangat menarik
d. Model gravity tipe tanpa-batasan Sebagaimana telah dibahas sebelumnya, parameter ftyang belum diketahui dari persamaan (13.1) harus dikalibrasi. Kalibrasi ini dilakukan dengan proses pengulangan sampai nilai parameter fimencapai batas konvergensinya.
e. Model gravity tipe batasan-bangkitan Untuk model gravity tipe batasan-bangkitan dan fungsi hambatan eksponensial negatif, prosedur pengkalibrasian parameter 13 dengan menggunakan metode penaksiran kuadrat-terkecil (KT) dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalibrasi Newton-Raphson.
11
f. Model gravity tipe batasan-tarikan Untuk model gravity tipe batasan-tarikan dan fungsi hambatan eksponensial-negatif, prosedur pengkalibrasian parameter fi dengan menggunakan metode penaksiran kuadrat-terkecil (KT) dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalibrasi Newton-Raphson
g. Model gravity tape batasan-bangkitan-tarikan Undo model gravity tipe batasan- bangkitan-tarikan dan fungsi hambatan eksponensial-negatif, prosedur pengkalibrasian parameter /1 dengan menggunakan metode penaksiran kuadrat- terkecil (KT) dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalibrasi Newton- Raphson.
6. Metode Penaksiran Kemiripan – Maksimum (KM)
a. Pengembangan metode Tamin (1988abcd,1997a,2000a,2003) juga mencrangkan penggunaan pendekalan kemiripan-maksimum dalanr mengkalibrasi parameter model gravity. Metode penaksiran kemiripan-maksimum ini adalah salah satu mctodc ang banyak digunakan oleh para ahli statistik untuk menentukan parameter fungsi.
Model gravity tipe tanpa-batasan Untuk model gravity tips tanpa-batasan dan fungsi hantbatan eksponensial-negatif. prosedur pengkalibrasian parameter fi dengan menggunakan metode penaksiran kemiripatt-maksimwn (KM) dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalibrasi Newton-Raphson
7. Metode Penaksiran Inferensi – Bayes (IB)
a. Pengembangan metode Armijaya dan Wisaksono (1996) dan Tamin (1998abcd,1997a,2000a,2003) telah mengembangkan metodc penaksiran inferensi- bayes (IB) dengan dasar pemikiran mengkalibrasi parameter sehingga simpangan atau selisih antara sebaran pergerakan yang dihitung dari model (T d ) dengan yang didapat dari data pengamatan ( T;a ) memberikan harga yang minimum.
Dasar pendelcatan Metode IB menggunakan suatu peluang subjektif untuk mengukur tingkat kepercayaan suatu keadaan.
12
Penerapan metode IB Berdasarkan pembahasan scbelumnya. metodc pendekatan ini menggabungkan secara sistematis pertimbangan subjektif (prior) dengan data pengainatan (fungsi kcmiripan) untuk mendapatkan taksiran baru (posterior).
Probabilitas gabungan posterior tanpa informasi awal lnformasi awal Yang dimaksud di sini adalah suatu fungsi sebaran parameter untuk menggambarkan tingkat kepercavaan parameter yang tidak diketahui.
Peluang gabungan posterior dengan informasi total Dengan adanya fonnasi anal parameter, terlebih dulu harus diasumsikan suatu sebaran awal yang menggambarkan tingkat kepercayaan mengenai parameter tersebut.
nggunaan data MAT parsial Pada bagian ini dicoba membentuk suatu kerangka kerja untuk menaksir MAT dengan menggunakan data MAT parsial. MAT parsial adalah MAT basil pengamatan yang datanya tidak lengkap atau suatu MAT basil pengamatan yang satu atau lebih sel matriksnya tidak mempunyai data
Metode penaksiran IB untuk MAT parsial Menaksir MAT dari suatu matrik pengamatan parsial dapat dilakukan dengan memodifrkasi fungsi tujuan IB ( ridTid ).
b. Model gravity tipe tanpa – batasan
Untuk model gravity ripe tanpa-batasan dan fungsi hambatan eksponensial-negatif, prosedur pengkatibrasian parameter /3 dengan menggunakan metode penaksiran inferensi-baves (1B) dapat dilakukan dengan menggunakan metode kalibrasi Newton-Raphson
8. Metode Lain
Hasil yang sama juga didapat oleh Evans (1970,1971) dan Hathaway (1973) yang menggunakan pendekatan kemiripan-maksimum. Kirby (1974) meneliti masalah ini sebagai bagian khusus dari pendekatan model yang lebih umum. Metode Hyman menggunakan cora interpolasi linear dalam proses pendekatan terhadap nilai parameter.
Gunawan (1995) menggunakan metode kuadrat-terkecil (KTTL dan KTTLB) dan kemiripan-maksimum (KM) untuk mengkalibrasi model GR dengan menggunakan data MAT kota Bandung pada tahun 1993. Saat itu syilayah kola Bandung dibagi menjadi 97 zona
13
Metode KTTL mempunyai ketepatan tertinggi dibandingkan dengan dua metode lainnva untuk pengkalibrasian model GR dengan fungsi hambatannya, yaitu fungsi eksponensial-negatif dan fungsi Tanner. Bagi fungsi pemarigkatan, metode yang terbaik adalah metode kemiripan-maksimum (KM).
9. Penggunaan Data MAT Parsial
Pada bagian ini dicoba dibentuk kerangka keija dalam menaksir MAT dengan menggunakan data MAT parsial. Yang dimaksud dengan MAT parsial adalah suatu MAT pengamatan yang datanya tidak lengkap. Atau dengan kata lain. MAT pengamatan yang satu atau labttt sal matriksnya tidak ada datanya. Ketidaklengkapan data ini bisa disebabkan oleh berbagai hal, antara lain banana survei yang dilakukan memang direncaaakaa seperti demikian mengingat keterbatasan waktu clan biaya yang tersedia.
ANALISIS PEMILIHAN RUTE 1. Metode All-or-nothing
a. Umum
Metode ini mengasumsikan bahwa proporsi pengendara dalam memilih ate yang diinginkan hanya tergantung pada asumsi pribadi, ciri fisik setiap ruas jalan yang akar dilaluinva, dan tidak tergantung pada tingkat kemacetan. Contoh yang paling umum dari jenis ini adalah model all-or-nothing. Model ini merupakan model pemilihan rule yang paling sederhana, yang mengasumsikan bahwa semua pengendara berusaha meminimumkan biaya perjalanannya yang tergantung pada karakteristik jaringan jalan data asumsi pengendara.
Metode ini menganggap bahwa semua perjalanan dari Dona asal ke zona tuju. 4 akar mengik-uti rote tercepat. Dalam kasus tertentu, asumsi ini dianggap cukup realistis, misalnya untuk daerah pinggiran kota yang jaringan jalannya tidak begitu rapat dan yang tingkat kemacetannya tidak begitu berarti.
b. Algoritma
Semua algoritma dimulai dengan tahap inisialisasi. Pada tahap ini semua VA.B =0 dan kemudian digunakan salah sate pendekatan. yaitu pendekatan pasangan- demi pasangan atau pendekatan sekaligus.
14 2. Metode Pembebanan Bertahap
Ini adalah metode pendekatan yang sangat menarik dan realistis. DalaEn kasus ini, prinsip clam model ini adalah monbagi MAT total menjadi bebcrapa bagian MAT (nisalnya 10%) dengan mcnggunakan suatu set fabler proporsional p„=0,1 dengan p„
=1 .
Setiap bagian dari MAT tersebut dibebankan be jaringan jalan, secara bertahap.
masing-masing dihitung dengan menggunakan biaya yang dihasilkan oleh arus yang dihasilkan sebelumnya.
Algoritma yang digunakan dapat ditulis sebagai berikuts
Pilih suatu set biaya ruas, biasanya waktu tempuh dalam kondisi arus bebas.
Inisialisasikan lessee arcs V,=0; pilih suatu so fraksi p„ dari MAT T sehingga E p„ =1 beat n=0; 2
Bentuk suatu set pohon biaya minimum (sale untuk setiap simpul asal) dengan menggunakan biaya yang ada; beat n=n+1; 3
Bebankan T„=p„.T dengan menggunakan pembebanan all-or-nothing pada setiap police tersebut untuk mcndapatkan nilai aims akumulasikan arus-arus tersebut untuk setiap ruas jalan: .1/1-1 + F,
Hitung suatu set biaya ruas yang ham berdasarkan arus sebcsar Via; jika bagian MAT bclum selcsai dibcbankan, kcrjakan tahap (2); jika sudah, stop.
3. Metode Pembebanan Berulang
Algoritma bentlang ini dikembangkan untuk mengatasi masalah pengalokasian arus tale limas yang terlalu tinggi he teas jalan yang berkapasitas rendah. Dalam algoritina berulang ini, ants pada suatu sacs dihitung sebagai kombinasi linear antara arcs yang dihasilkan etch pccgetacgcc terakhir dan arcs yang dihasilkan dari basil pembebanan all-or-nothing pada pengulangan sckarang.
15
prinsip model ini adalah membebani semua MAT he jaringan jalan secara benilang; setelah sctiap pcmbebanan, arcs talc lintas dihitung kembali sebagai kombinasi linear antara ants yang didapat pada pengulangan kc-n dan ke-(n-1).
C. Ringkasan Isi Buku Pembanding
ANALISIS BANGKITAN PERGERAKAN (MODEL ANALISIS - REGRESI) 1. Pendahuluan
Analisis regresi-linear adalah metode statistik yang dapat digunakan untuk mempelajari hubungan antarsifat permasalahan yang sedang diselidiki. Model analisis regresi-linear dapat memodelkan hubungan antara dua peubah atau lebih. Pada model ini terdapat peubah tidak bebas (y) yang mempunyai hubungan fungsional dengan satu atau lebih peubah bebas (xi).
a. Model Regresi Berbasis Zona
Pada kasus ini, dilakukan usaha untuk mendapatkan hubungan linear antara jumlah pergerakan yang dibangkitkan atau tertarik oleh zona dan ciri sosio-ekonomi rata rata dari rumah tangga pada setiap zona. Beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan adalah yang berikut ini.
Tarikan pergerakan (untuk pergerakan berbasis rumah) Faktor apa saja yang mempengaruhi pergerakan berbasis rumah ke zona tertentu dalam suatu daerah kajian? Peubah yang cocok dapat diselidiki dengan analisis regresi-linear, tetapi persamaan yang dihasilkan biasanya lebih tidak sesuai dibandingkan dengan persamaan bangkitan pergerakan.
Tahapan uji statistik dalam model analisis-regresi berbasis zona Dalam melakukan analisis bangkitan pergerakan dengan menggunakan model analisis- regresi berbasis zona, terdapat empat tahap uji statistik yang mutlak harus dilakukan agar model bangkitan pergerakan yang dihasilkan dinyatakan absah.
b. Model regresi berbasis rumah tangga Keragaman dalam suatu zona (intrazona) mungkin bisa dikurangi dengan memperkecil luas zona, apalagi jika zona tersebut homogen. Akan tetapi, zona yang lebih kecil juga akan mempunyai keragaman yang cukup besar dan mempunyai dua konsekuensi:
model menjadi lebih mahal dalam hal pengumpulan data, kalibrasi, dan operasi;
galat sampel menjadi lebih tinggi.
16
c. Mendapatkan nilai zona keseluruhan Untuk model berbasis zona, nilai zona keseluruhan mudah didapat karena model tersebut ditaksir dengan menggunakan data berbasis zona. Akan tetapi, pada model berbasis data rumah tangga dibutuhkan tahap pengelompokan. Karena model tersebut linear, masalah pengelompokan dapat dipecahkan dengan menggunakan nilai rata-rata setiap zona untuk setiap peubah yang ada pada model tersebut dan kemudian mengalikannya dengan jumlah rumah tangga yang ada di setiap zona.
d. Mencocokkan hasil bangkitan pergerakan dengan tarikan pergerakan Model bangkitan dan tarikan pergerakan dibentuk secara terpisah. Pembaca pasti mengetahui bahwa model tidak akan selalu dapat menghasilkan jumlah pergerakan yang dibangkitkan (dari setiap zona asal Oi) yang selalu sama dengan jumlah pergerakan yang tertarik (ke setiap zona tujuan Dd).
2. Analisis Klasifikasi Silang Atau Analisis Kategori a. Model Klasik
Pendahuluan. Metode analisis kategori dikembangkan pertama sekali pada The Puget Sound Transportation Study pada tahun 1964. Model ini telah diperbaiki dan sering digunakan untuk mendapatkan bangkitan pergerakan untuk daerah permukiman, juga untuk penerapan lainnya.
Definisi peubah dan spesifikasi model Misalkan t p (h) adalah rata-rata jumlah pergerakan dengan tujuan p (pada periode waktu tertentu), yang dilakukan oleh setiap anggota rumah tangga dari jenis h. Jenis rumah tangga ditentukan berdasarkan stratifikasi.
Penerapan model pada tingkat agregat Tetapkan n adalah jenis orang (dengan atau tanpa kendaraan), ai(h) adalah jumlah rumah tangga dengan jenis h di zona
17
i dan Hn(h) adalah rumah tangga dengan jenis h yang berisikan orang berjenis n.
Tahapan perhitungan Konsep dasarnya sederhana, dan peubah yang biasa digunakan dalam analisis kategori adalah ukuran rumah tangga (jumlah orang), pemilikan kendaraan, dan pendapatan rumah tangga.
Komentar tentang pendekatan analisis kategori Analisis kategori mempunyai lebih sedikit batasan dibandingkan dengan analisis regresi; misalnya, analisis kategori tidak mengasumsikan adanya hubungan linear.
b. Perbaikan Model Dasar
Analisis klasifikasi ganda (Multiple Classification Analysis/MCA) MCA adalah metode yang dapat digunakan untuk menguji pengelompokkan hasil klasifikasi silang menjadi prosedur statistik yang baik untuk memilih peubah dan klasifikasi.
Analisis regresi untuk tingkat rumah tangga Gabungan antara anali sis klasifikasi silang dengan analisis regresi dapat merupakan pendekatan yang terbaik untuk kasus tertentu.
c. Pendekatan Kategori – Orang
Pendahuluan Pendekatan kategori-orang merupakan salah satu alter natif yang menarik untuk model berbasis rumah tangga, yang diusulkan pertama kali oleh Supernak (1979).
Definisi peubah dan spesifikasi model Tentukan tj adalah tingkat bangkitan pergerakan, yaitu jumlah pergerakan yang dilakukan selama periode waktu tertentu oleh rata-rata jumlah orang berkategori j; tjp adalah tingkat bangkitan pergerakan dengan tujuan p.
3. Peramalan Peubah dalam Analisis Bangkitan Pergerakan
Pemilihan peubah yang dapat digunakan untuk meramalkan tingkat pergerakan (rumah tangga) menjadi permasalahan bagi perencana transportasi. Peubah ini antara lain jumlah dan ukuran rumah tangga, struktur rumah tangga, pemilikan kendaraan, dan pendapatan. Misalnya, ukuran dan struktur rumah tangga pada masa sekarang sangat berbeda dengan pada masa 10−20 tahun yang lalu. Misalnya, pada masa lalu keluarga dengan jumlah anak lebih dari 6 sangat sering dijumpai. Akan tetapi, pada masa sekarang rata-rata jumlah anak per keluarga hanya dua orang.
18
ANALISIS SEBARAN PERGERAKAN (MODEL GRAVITY) 1. Analogi
Metode sintetis (interaksi spasial) yang paling terkenal dan sering digunakan adalah model gravity (GR) karena sangat sederhana sehingga mudah dimengerti dan digunakan. Model ini menggunakan konsep gravity yang diperkenalkan oleh Newton pada tahun 1686 yang dikembangkan dari analogi hukum gravitasi. Metode ini berasumsi bahwa ciri bangkitan dan tarikan pergerakan berkaitan dengan beberapa parameter zona asal, misalnya populasi dan nilai sel MAT yang berkaitan juga dengan aksesibilitas (kemudahan) sebagai fungsi jarak, waktu, atau pun biaya. Newton menyatakan bahwa (Fid) gaya tarik atau tolak antara dua kutub massa berbanding lurus dengan massanya, mi dan md, dan berbanding terbalik kuadratis dengan jarak antara kedua massa tersebut, did 2 , yang dapat dinyatakan dengan:
2. Fungsi Hambatan
Hal yang terpenting untuk diketahui adalah fid harus dianggap sebagai ukuran aksesibilitas (kemudahan) antara zona i dengan zona d. Hyman (1969)
19 3. Sebaran Panjang Pergerakan
Di samping mengkalibrasi parameter model kebutuhan akan transportasi, seringkali diperlukan juga informasi sebaran perjalanan yang didasarkan pada panjang (atau biaya) perjalanan, yang biasa dikenal dengan sebaran panjang pergerakan. Khusus untuk perjalanan dalam daerah perkotaan, dan lebih khusus lagi dalam hal perjalanan dengan kendaraan bermotor, sebaran ini mempunyai bentuk umum seperti yang diperlihatkan pada gambar berikut :
4. Jenis Model gravity
Seperti telah dijelaskan terdapat 4 jenis model GR yaitu tanpa-batasan (UCGR), dengan-batasan-bangkitan (PCGR), dengan-batasan-tarikan (ACGR), dan dengan- batasan-bangkitan-tarikan (PACGR). Model PCGR dan ACGR sering disebut model dengan-satu-batasan (SCGR), sedangkan model PACGR disebut model dengan-dua- batasan (DCGR).
ANALISIS PEMILIHAN RUTE 1. Model All-or-nothing
a. Umum
20
Metode ini mengasumsikan bahwa proporsi pengendara dalam memilih rute yang diinginkan hanya tergantung pada asumsi pribadi, ciri fisik setiap ruas jalan yang akan dilaluinya, dan tidak tergantung pada tingkat kemacetan. Contoh yang paling umum dari jenis ini adalah model all-or-nothing.
Model ini merupakan model pemilihan rute yang paling sederhana, yang mengasumsikan bahwa semua pengendara berusaha meminimumkan biaya perjalanannya yang tergantung pada karakteristik jaringan jalan dan asumsi pengendara. Jika semua pengendara memperkirakan biaya ini dengan cara yang sama, pastilah mereka memilih rute yang sama. Biaya ini dianggap tetap dan tidak dipengaruhi oleh efek kemacetan. Metode ini menganggap bahwa semua perjalanan dari zona asal i ke zona tujuan d akan mengikuti rute tercepat. Dalam kasus tertentu, asumsi ini dianggap cukup realistis, misalnya untuk daerah pinggiran kota yang jaringan jalannya tidak begitu rapat dan yang tingkat kemacetannya tidak begitu berarti. Tetapi, asumsi ini menjadi tidak realistis jika digunakan untuk daerah perkotaan yang sering mengalami kemacetan.
b. Algoritma
Semua algoritma dimulai dengan tahap inisialisasi. Pada tahap ini semua VA.B = 0 dan kemudian digunakan salah satu pendekatan, yaitu pendekatan pasangan-demi pasangan atau pendekatan sekaligus.
2. Metode Pembebanan Bertahap
Ini adalah metode pendekatan yang sangat menarik dan realistis. Dalam kasus ini, prinsip utama model ini adalah membagi MAT total menjadi beberapa bagian MAT (misalnya 10%) dengan menggunakan suatu set faktor proporsional pn = 0,1 dengan ∑
= n n p 1. Setiap bagian dari MAT tersebut dibebankan ke jaringan jalan, secara bertahap, masing-masing dihitung dengan menggunakan biaya yang dihasilkan oleh arus yang dihasilkan sebelumnya.
Jadi, dalam setiap pembebanan, biaya dihitung kembali berdasarkan hubungan matematis Biaya−Arus. Proses ini diulang kembali sampai semua MAT dibebankan.
Ketepatan model ini tergantung pada ukuran proporsi MAT yang dibebankan. Nilai tipikal untuk pn adalah 0,1. Algoritma yang digunakan dapat ditulis sebagai berikut:
a. Pilih suatu set biaya ruas, biasanya waktu tempuh dalam kondisi arus bebas.
Inisialisasikan semua arus Va = 0; pilih suatu set fraksi pn dari MAT T sehingga ∑
= n n p 1; buat n = 0; 2
21
b. Bentuk suatu set pohon biaya minimum (satu untuk setiap simpul asal) dengan menggunakan biaya yang ada; buat n = n+1; 3
c. Bebankan Tn = pn.T dengan menggunakan pembebanan all-or-nothing pada setiap pohon tersebut untuk mendapatkan nilai arus Fl; akumulasikan arus-arus tersebut untuk setiap ruas jalan: l n l n Vl =V + F −1
d. Hitung suatu set biaya ruas yang baru berdasarkan arus sebesar n Vl ; jika bagian MAT belum selesai dibebankan, kerjakan tahap (2); jika sudah, stop.
3. Metode Pembebanan Berulang
Algoritma berulang ini dikembangkan untuk mengatasi masalah pengalokasian arus lalulintas yang terlalu tinggi ke ruas jalan yang berkapasitas rendah. Dalam algoritma berulang ini, arus pada suatu ruas dihitung sebagai kombinasi linear antara arus yang dihasilkan oleh pengulangan terakhir dan arus yang dihasilkan dari hasil pembebanan all-or-nothing pada pengulangan sekarang. Jadi, prinsip model ini adalah membebani semua MAT ke jaringan jalan secara berulang; setelah setiap pembebanan, arus lalulintas dihitung kembali sebagai kombinasi linear antara arus yang didapat pada pengulangan ke-n dan ke-(n−1). Algoritma metode ini adalah sebagai berikut:
a. Pilih satu set data biaya, biasanya digunakan data waktu tempuh pada kondisi arus bebas. Inisialisasi semua arus (n) Vl = 0; set n = 0;
b. Bentuk satu set pohon dari biaya minimum; set n = n+1;
c. Bebankan semua MAT T dengan menggunakan all-or-nothing untuk menghasilkan arus Fl;
d. Hitung arus pada saat sekarang:
e. Hitung satu set baru biaya berdasarkan arus (n) Vl . Jika arus tersebut tidak berubah secara nyata pada dua pengulangan yang berurutan, stop; jika tidak, teruskan ke tahap (2).
22
BAB III
KEUNGGULAN BUKU
A. Keunggulan Buku Utama
1. Keterkaitan Antar Bab
Keterkaitan materi antar bab satu dengan yang lainnya saling berkaitan.
Penyusunan materi yang rapi dan saling terkait misalnya, pada pembahasan sub judul akan dijabarkan lagi mengenai poin-poin setiap materi dalam bab.
2. Kemuktahiran Isi Buku
Pada buku ini, setip bab nya dijelaskan secara rinci. Di dalam buku ini juga terdapat banyak materi yang disertai rumus-rumus setiap materi pada setiap bab.
Materi yang dipaparkan juga sangat jelas. Dengan pemberian contoh-contoh soal mulai dari yang sederhana hingga ke contoh soal yang sulit. Selain itu di akhir pembahasan tiap bab disuguhkan latihan soal guna memantapkan materi yang telah diulas pada tiap-tiap bab pembahasan. Kemudian diakhiri dengan pemeberian tugas yang berkaitan dengan materi-materi tersebut.
B. Keunggulan Buku Pembanding 1. Keterkaitan Antar Bab
Keterkaitan materi antar bab saling berhubungan, dimana buku menjeleskan mulai dari konsep dasar tegangan dan regangan kemudian pemberian poin-poin pada setiap materi yang membuat buku ini menjadi menarik.
2. Kemuktahiran Isi Buku
Isi dari buku ini bagus, karena pada buku ini Bahasa yang digunakan tidak terlalu sulit dan mudah dipahami oleh pembaca. Pembahasan pada buku ini juga tidak terlalu bertele-tele sehingga tidak menyebabkan para pembaca mudah bosan.
23
BAB IV
KELEMAHAN BUKU
A. Kelemahan Buku Utama 1. Keterkaitan Antar Bab
Menurut saya pada buku mekanika bahan karya James M. Gere ini tidak terlalu banyak kekurangan, seluruh bab dan sub bab saling berkaitan satu sama lain.
2. Kemuktahiran Isi Buku
Pada isi buku ini tentang “Perencanaan dan Pemodelan Transportasi” ini sudah baik dan mudah dimengerti. Hanya saja banyak Bahasa yang kurang dimengerti dan bahasanya terlalu bertele-tele sehingga para pembaca mudah bosan ketika membaca buku ini.
B. Kelemahan Buku Pembanding 1. Keterkaitan Antar Bab
Menurut saya pada buku Perencanaan dan Pemodelan Transportasi karangan Ofyar Z. Tamim ini terdapat kekurangan pada keterkaitan antar bab. Di dalam buku ini, menurut saya antar bab dan bab yang lainnya kurang berhubungan kurang berkaitan.
2. Kemuktahiran Isi Buku
Menurut saya buku ini terdapat kekurangan pada isi nya yaitu kurangnya pemberian rumus dan contoh soal pada setiap materi. Sehingga pembaca tidak terbiasa dengan rumus-rumus.
24
BAB V IMPLIKASI
A. Teori
Dalam Teori ini lebih melihat pada sisi perkembangan teori tersebut kepada pemahaman Mahasiswa sehingga pendekatan ini dapat terjadi kepada mahasiswa untuk melakukan hal-hal positif. Kemampuan inilah yang disebut sebagai potensi manusia dan para pendidik untuk dapat bekerja sama dalam meningkatkan Teori ini supaya dapat digunakan Mahasiswa di dalam dunia kerja nanti dalam membuat produk bangunan yang menggunakan aliran fluida.
B. Program Pembangunan di Indonesia
Pembangunan nasional di Indonesia adalah paradigma pembangunan yang terbangun atas pengalaman pancasila yaitu pembangunan manusia indonesia seutuhnya dan pembangunan masyarakat indonesia seluruhnya. Dari segi pembangunan SDM, maka buku ini dapat berguna untuk menghasilkan Sumber daya manusia yang ahli di bidang infrastruktur transportasi. Hal ini terkhususnya pada mata kuliah Pemodelan Transportasi yang bisa diterapkan dalam sistem transportasi. Ini dapat membuat infrastruktur Indonesia memiliki mutu dan kualitas yang baik.
C. Analisis Mahasiswa
Mahasiswa merupakan seseorang dimana harus memiliki pemikiran yang kritis dan memiliki analisa yang tajam dan kuat pada setiap lini kehidupannya, buku ini sangatlah bermanfaat kepada mahasiswa, terutama mahasiswa yang sedang duduk dibangku perkuliahan jurusan Teknik Sipil, dimana buku ini dapat memberikan pengetahuan yang baik dan luas kepada mahasiswa ketika nanti membuat suatu produk infrastruktur aliran air di Indonesia.
25
BAB VI PENUTUP
A. Kesimpulan
Buku ini mempunyai tujuan yang bagus dan sangat membangun untuk para pembaca. Setelah membaca buku ini maka para pembaca akan mendapat ilmu pengetahuan dan informasi yang penting dan sangat bermanfaat bagi dirinya yang belum diketahui sebelumnya.
Buku ini memiliki keunggulan dan kelemahan dari berbagai segi, baik dari segi format dan penulisan struktur buku, penggunaan Bahasa, kualitas isi buku dan sebagainya. Jadi, apa yang menjadi keunggulan ini maka hendaknya ditingkatkan lagi agar kualitas buku ini semakin meningkat dan para pembaca semakin semangat untuk membacanya. Dan apa yang menjadi kelemahan dari buku ini hendaknya diperbaiki agar kesempurnaan buku ini tercapai.
B. Saran
Penulis menyadari bahwa laporan ini masih mempunyai banyak kekurangan dan masih perlu disempurnakan. Dan apabila di dalam laporan ini terdapat kesalahan-kesalahan, baik dalam penulisan maupun dalam penulisan maupun dalam penyampaian informasi, maka penulis memohon maaf atas kekurangannya. Penulis juga menerima saran yang membangun agar kritisasi ini menjadi lebih baik.
iii
DAFTAR PUSTAKA
Tamim, O. Z. (2008). Perencanaan, Pemodelan & Rekayasa Transportasi. Bandung: ITB Press.
Tamim, O. Z. (1997). Perencanaan, Pemodelan Transportasi. Bandung: ITB Press.