Critical Theory and Marxism
Mata Kuliah : PL6017 Teori Perencanaan Lanjut
Dosen Pengampu : Ir. Tubagus Furqon Sofhani., M.A., Ph.D
Fardhi Fadilah R.
Ahmad R. Irham
Pemapar :
25422034 25422016
Table of contents
01 Critical Theory
and Marxism 02 The Link to Planning
03 From Marxism to
Critical Theory 04 Critical and
Marxist Planning
Karl Marx (1818 - 1883)
Seorang philoshoper, journalist, historian, dan economist.
Critical
Theory and
Marxism
Orang perlu memproduksi sarana material kehidupan untuk bertahan
hidup
Kondisi atau Keadaan (Era Karl Marx)
Merupakan mekanisme pengatur dan penata yang paling fundamental
Pekerja menghasilkan lebih banyak dari yang
dibutuhkan untuk mendapatkan upah
Ekonomi Prinsip Hidup
Kapitalisme
Adanya 2 Kelompok Besar
Berdasarkan Tujuan
Kapitalisme yang terjadi pada masa marx, menjadikan kelompok masyarakat terbagi menjadi dua kelompok besar :
1. Kerja yang diperlukan 2. Kerja Surplus
Kerja Surplus
Istilah kerja surplus kemudian terbagi menjadi 2 kelompok utama berdasarkan kepemilikan fasilitas dan tujuan :
1. Borjuis : disebut sebagai majikan, memiliki modal dan alat produksi, tujuan meningkatkan keuntungan
2. Proletar : disebut sebagai pekerja, menjual tenaga kerja, meningkatkan upah dan kebutuhan
Seseorang harus membeli komoditas
Konsumsi
Dasar Pemikiran Marx (Tentang Kapital)
Modal harus disirkulasi agar sifatnya dinamis Merupakan relasi yang
diproduksi secara sosial
Modal Dinamis
Terdapat kecenderungan kapitalisme untuk
mengalami krisis
Kapitalis cenderung melakukan ekspansi Internasional untuk mencari pasar baru
Krisis Ekspansi
Garis Besar Pemikiran
Pekerja tidak hanya menjadi komoditas yang diperjualbelikan, tetapi juga mengalami alienasi yang merendahkan martabatnya karena hasil kerja mereka menjadi milik majikan. Lebih jauh lagi, para pekerja semakin banyak melakukan tugas-tugas khusus dan tidak pernah menghasilkan satu produk yang utuh Dalam (Marx dan Engels, 1985) krisis Untuk
mengubah kapitalisme secara mendasar dan menggulingkan seluruh struktur sosial yang ada, perlu dilakukan tindakan seperti mengambil alih kepemilikan tanah dan mengalokasikan semua sewa tanah untuk kepentingan umum, mengkoordinasikan kendali alat-alat komunikasi dan transportasi, serta mendorong kepemilikan bersama alat-alat produksi.
Perencanaan kota merupakan mekanisme negara yang terlibat dalam peran negara untuk menghindari krisis
Solusi utama adalah kepemilikan bersama atas properti dan alat produksi
Konsep dan Gagasan Terhadap Revolusi Kapitalis
Para pekerja tahu bahwa mereka melakukan pekerjaan dan kapitalis mendapatkan keuntungan, namun mereka tidak dapat dan tidak sepenuhnya memahami seluk-beluk, dimensi, dan implikasi dari hal ini. Akibatnya, orang-orang menganggap kapitalisme adil. dan imbalan dari kapitalis adil untuk risiko yang diambil.
Teori Kesadaran Palsu
Kelas dominan, untuk mempertahankan supremasinya, harus berhasil menampilkan nilai-nilai moral, politik, dan budayanya sendiri sebagai norma-norma masyarakat, dengan demikian membangun akal sehat yang ditimbulkan secara ideologis. Hegemoni harus bertumpu pada persetujuan aktif dan kesepakatan bersama bahwa kapitalisme menguntungkan semua orang.
Pengembangan oleh Antonio Gramsci
Bahwa struktur ekonomi masyarakat (kapitalisme) mengkondisikan keberadaan dan bentuk-bentuk negara dan apa yang kita pikirkan tentangnya. Jadi, meskipun kita dapat mengutak-atik operasi sehari-hari dan bentuk-bentuk kegiatan negara, hal ini akan berada dalam batas-batas yang ditentukan oleh kebutuhan dan manifestasi kapitalisme.
The Link to
Planning
Konsepsi Marxisme Tentang Negara
Marxis menilai bahwa negara merupakan mencirikan kapitalis kontemporer, dimana adanya titik simpul jaringan hubungan kekuasaan.
Negara merupakan refleksi kapitalisme yang ideal serta memberikan kesan seolah perencanaan merupakan peran negara
Negara sebagai tangan represif kaum borjuis
Negara sebagai alat dari kelas yang berkuasa
Negara sebagai kapitalis kolektif ideal
Negara sebagai faktor kohesi
(Richard Foglesong (1986) , Hay (1999)
Perencana Sebagai Bagian Dari Negara
Perencanaan sebagai bagian dari negara, perencanaan berpotensi membantu mempertahankan kapitalisme dan bahkan membujuk masyarakat bahwa perencanaan tersebut bertindak atas nama mereka, sementara pada kenyataannya perencanaan tersebut hanyalah sebuah kedok untuk kepentingan yang berkuasa.
Analisis kasar seperti ini telah menjadi subjek dari sejumlah interpretasi Marxis tentang perencanaan yang berusaha mengeksplorasi secara lebih rinci bagaimana perencanaan berfungsi dalam kapitalisme.
Ilustrasi Perencanaan Oleh Marx
Harvey (1989) :
Adanya dimensi spasial dalam pasar tenaga kerja dan komoditas
Artinya, akumulasi modal dan produksi urbanisasi berjalan beriringan
Sehingga marxis menginterpretasikan perencanaan wilayah perkotaan akan berada terus dibawah tekanan dinamika Kapitalisme untuk menjawab kebutuhan dan meningkatkan keuntungan
Contoh Kasus di Indonesia :
Upaya Perencanaan Peningkatan Pendapatan Daerah :
Pulau Batam (Indonesia) : Memiliki pekerja dengan upah dan ketrampilan yang rendah ;
Johor (Malaysia) : Memiliki tenaga kerja yang semi terampil dan lahan yang relatif murah
Singapura : Harga lahan yang tinggi dan upah pekerja yang tinggi
Peran Pemerintah : Mengajak investasi para kapital Peran Kapital : Melakukan Investasi
Keuntungan Bagi Pemerintah : Investasi untuk menaikkan pendapatan daerah
Adanya pola perluasan area industri dari sebelumnya Singapura, menjadi Singapura Johor
Riau
Siti S. Nurzaman Pembagian Kerja Internasional Yang Baru Sebagai Faktor Pengembangkan Wilayah Jurnal Perencanaan Wilayah dan Kota, Vol.17/No.2, Agustus 2006, hlm.
41-57
From Marxism to Critical
Theory
Perkembangan Teori Kritis
Analisis Marxis
Kritis kapitalisme
Faham Fasisme Faham Sosialisme
Pemahaman baru ekonomi politik
Teori kritis berkembang melalui karya-karya yang dikenal sebagai : Mazhab Frankfurt
Perbedaan Mazhab Frankfurt dan Marxisme:
Marxisme dinilai sebagai upaya perjuangan komunisme sedangkan Mazhab Frankfurt sebagai upaya perjuangan kebebasan
Lebih Jauh Tentang Teori Kritis
Theodor Adorno
Herbert Marcuse
Teori Kritis bukan ingin melemahkan Marxisme, tetapi berusaha menghidupkan kembali dan mengembangkannya (Adorno dan Marcuse)
Mengejar sejumlah ide untuk meruntuhkan sistem pemikiran yang tertutup (prinsip utama post modern)
Kapitalisme berhasil mencegah krisis dan menghindari kerusuhan revolusi
Dimensi Kultural Kapitalisme
Jean Baudrillard
Kapitalisme telah menyebabkan matinya keaslian dan digantikan oleh simulakra yang tidak memiliki hubungan dengan realitas apapun.
Dari disneyland dapat dilihat realitas ideal dari bentuk perkotaan, seperti tidak ada kemiskinan, ancaman bahaya, kotoran.
Critical and Marxist
Planning
Interpretasi kritis dan marxisme kemudian digunakan sebagai “dua senjata” yang memiliki tujuan yang berbeda :
1. Menyerang perencanaan
2. Mempertahankan perencanaan Perencanaan disajikan sebagai proses pengambilan keputusan di mana tujuan-tujuan politik dan partisipasi publik dapat diserap (Andreas Faludi, 1973)
Menghasilkan sikap (perencana) sesuai situasi historis (Thomas, 1982)
Prosedur atau metode yang abstrak cenderung mengesampingkan masalah
yang sebenarnya (Camhis, 1979)
The Containment of Urban England (Hall et al., 1973)
Dampak Utama Perencanaan Pasca Perang
Berhasil mengatasi urban sprawl
Berhasil meningkatkan
sub-urbanisasi Adanya peningkatan harga
properti dan tanah
Interpretasi Marxis :
1. Peran perencana : memproyeksikan aktivitas kepentingan publik yang bernilai bebas dan secara bersamaan membantu akumulasi kapital berbasis kelas (ketidaksetaraan dalam hal kekayaan)
2. Dampak nyata pada harga properti, alokasi lahan, dan ketidaksetaraan menjadikan peran perencana menjadi kurang efektif
Lanjutan (Interpretasi Konvensional)
DITENTANG OLEH
PICKVANCE
Pembangunan kota pasca perang di Inggris perencanaan fisik adalah faktor penentu dalam pembangunan kota
Faktor penentu dalam pembangunan kota adalah adanya/bekerjanya kekuatan pasar
Contoh Kasus
Mahzab Marxisme Perencanaan Wilayah dalam Penataan Ruang Kawasan Puncak Bogor (Sayuti,2020)
Almendinger (2002), mazhab perencanaan pembangunan dengan garis pemikiran peran negara yang dominan adalah mazhab perencanaan Marxisme dan Teori Kritik
Berdasarkan perspektif ini, penataan ruang Kawasan Puncak merupakan domain pemerintah dalam bentuk output berupa peraturan perundang-undangan, dan masyarakat Kawasan Puncak diasumsikan tidak mengetahui keinginannya
PT Perkebunan Nusantara VIII (Persero) merupakan salah satu BUMN, sebagai pelaku usaha di Kawasan Puncak yang menempati areal cukup luas. Peran negara (PT PN VIII) yang sangat besar dalam mengatur dan mengelola sumber daya ekonomi strategis
Kesimpulan
Marxisme adalah respons Marx terhadap sistem kapitalisme. Marx berpendapat bahwa dalam kapitalisme, kaum kapitalis menghasilkan keuntungan mereka dengan memanfaatkan kaum proletar. Kaum proletar diwajibkan untuk bekerja berjam-jam dengan bayaran yang rendah, sedangkan hasil kerja mereka dinikmati oleh kaum kapitalis atau borjuis. Untuk menggulingkan kapitalisme dan mengubah struktur sosial secara total, diperlukan pengambilalihan kepemilikan tanah dan penggunaan sewa tanah untuk kepentingan umum, pengendalian alat komunikasi, transportasi, dan kepemilikan kolektif atas alat produksi.
Dalam pandangan kaum Marxis, negara atau perencanaan kota dianggap sebagai alat yang merefleksikan campur tangan kapitalisme dalam mengatur mekanisme yang secara terus-menerus menekan wilayah perkotaan. Hal ini bertujuan untuk menghapuskan perbedaan spasial dan mengurangi akumulasi modal yang menjadi penyebab pertumbuhan urbanisasi.
Herbert Marcuse, dalam teori kritisnya, mengungkapkan kritik terhadap perubahan yang terjadi pada Teori Marxis yang diaplikasikan dalam model komunisme di Uni Soviet. Ia berpendapat bahwa akhirnya model tersebut hanya menciptakan kelas borjuis baru, yakni para pejabat pemerintahan yang menguasai modal dan alat produksi.
Perencanaan dalam kerangka Marxis dan teori kritis menekankan pada penggunaan lahan yang mengurangi ketergantungan pada mekanisme pasar. Teori ini muncul sebagai hasil kritik dari pandangan Marxis terhadap perencanaan rasional atau Perencanaan Terpusat (PPT). Sasaran utama dari perencanaan ini adalah memberikan pencerahan tentang kehidupan sosial dan ekonomi dengan tujuan membebaskan individu dari berbagai bentuk penindasan.