• Tidak ada hasil yang ditemukan

Cuplikan Cerpen Angelina

N/A
N/A
Novia Sitorus

Academic year: 2023

Membagikan "Cuplikan Cerpen Angelina"

Copied!
5
0
0

Teks penuh

(1)

Angelina

Angelina Wirawan adalah putri dari keluarga konglomerat yang cukup terkenal dan disegani di

negaranya. Sedari kecil apapun yang ia mau pasti dengan mudah terwujud. Meskipun sudah berlimpah harta dan kasih sayang ia tetap perempuan yang mandiri dan tangguh.

Disaat dia berusia 16 tahun, dia dijodohkan oleh orangtuanya dengan seorang pria merupakan anak sahabat karibnya. Pria tersebut lebih tua 7 tahun dengannya. Sesuai dengan kesepakatan bersama mereka akan bertunangan ketika ia menginjak usia 17 tahun, namun hari pertunangaannya kacau karena pria tersebut mempermalukannya dengan membawa gadis lain yang dia akui sebagai kekasihnya di depan para tamu undangan.

Karena merasa malu dan sakit hati dia bertekad akan membuat pria tersebut mengejarnya dan bertekuk lutut pada dirinya.

“Angel lo baik-baik ajah kan, lo ga bakalan nangis kejer disini kan?” tanya Diana sahabatnya angel, dia tau angel sudah mulai membuka hati pada steven.

“Ya enggaklah, guekan cewe anti menye-menye klub” sahut angel menahan air matanya agar tak tumpah.

“Kan gue buat lo sejatuh jatuhnya sama gue ” batin Angelina

Dari situlah Angel terus bermetamorfosa menjadi seseorang

BAB 1

Restoran Kuliner Indo

Di sebuah ruang vvip restoran mewah tempat perjanjian dua keluarga konglomerat bertemu. Terlihat keluarga Adiyaksana baru memasuki ruangan tersebut. Kemudian mereka berbincang sembari menunggu keluarga Wirawan.

“Stev kamu nanti harus jaga sikap didepan keluarga sahabat papi” Tegas Prasetyo pada putranya Steven hanya diam sambil memainkan ponselnya.

“Kalau Papi kamu ngomong dijawab stev. Mami mohon kamu terima perjodohan ini yah” kata Selena dengan lembut

(2)

“Mam aku gak suka dijodohin, aku bisa cari sendiri. Lagian cewe itu masih terlalu mudah buat aku. Kami beda tujuh tahun, mami paling tahu kalau aku paling ga suka cewek childish” Jawab Steven

Selena memegang tangan steven. “Kamukan belum kenalan sama angel, belum tentu dia seperti yang kamu pikirkan. Kamu coba dulu yah nak”

“Baiklah mam aku akan coba” Jawab stev pasrah.

Suara ketukan pintu terdengar, kemudian pintu terbuka disusul keluarga Wirawan yang masuk. Keluarga Adiyaksana berdiri menyambut keluarga Wirawan. Prastyo langsung memeluk Sergio Wirawan sahabat karibnya, begitu juga dengan selena dan widya saling cipika-cipiki.

Mereka kembali duduk. Pras membuka suara ”Sebelum kita membahas perjodohan antara putra dan puri kita, bagaimana jika kita makan terlebih dulu?”

“Oke saya setuju” Jawab Sergio sambil menganggukkan kepalanya.

Mereka makan dengan hikmat. Namun berbeda dengan Steven, sedari tadi matanya menatap angel dengan tatapan menilai. “Anjay cantik sih tapi sayang kurus banget kayak triplek. Masa gue harus sama dia sih, dih gak asik banget. Masa gue kalah banyak kalau sama dia” batin steven sambil menggerutu dengan pikirannya.

Angel yang merasa diperhatikan mengangkat wajahnya, matanya langsung bertemu dengan tatapan steven. Semua sudah selesai makan, Selena yang sedari tadi memperhatikan putranya menatap angel sedari tadi angkat bicara. “Kenapa dari tadi angelnya cuma dilihatin ajah stev, diajak kenalan dong biar tambah dekat”.

Semua mata seketika tertuju pada mereka. Stev hanya tersenyum sambil menganggukan kepalanya.

Orang tua mereka pun mulai membahas perjodohan antara steven dan angel, selain untuk mepererat silahturami perjodohan ini juga untuk memperkuat dan memperluas perusahaan masing-masing.

Setelah hampir 2 jam berbincang, akhirnya rencana perjodohan disetujui oleh steven dan angel. Dan telah disepakati mereka melakukan pendekatan terlebih dahulu sebelum resmi bertunangan tahun depan. Mengapa tahun depan? Mereka ingin angel setidaknya berusia 17 tahun dulu dan selanjutnya setelah bertunangan maka akan dibahas pernikahan.

Saat diparkiran steven disuruh mengantar angel pulang, dan disinilah angel berada di dalam mobil steven. Mereka sedang dalam perjalanan ke rumah angel, steven dengan wajah yang ditekuk sambil sesekali merilik angel yang sedang menatap jalanan.

“Eh bocil lo kok diam ajah tadi di resto, kenapa mau ajah dijodohin sama gue. Lo bukan tipe gue, jauh banget dari kriteria cewe idaman gua” sambar steven yang sedari tadi menahan segalanya sedari tadi karna harus menurut pada maminya.

Angel yang sedari tadi melihat-lihat keluar jendela, matanya langsung mendelik tak terima dikata bocil.

“Ihh lo pikir gue mau sama om-om kaya lo, sorry dori strawberry nih yah lo juga bukan tipe juga dah.

(3)

Amit-amit dah gue nikah sama orang tua kaya lo. Gue juga terpaksa yah gabisa bantah bokap gue”

balasnya tak kalah tajam.

Steven yang di katain om-om sama orang tua oleh angel pun tak diam membalas. “Heh enak ajah gue yang ganteng maksimal dibilang om-om plus orang tua, mata lo katarak apa buta yah? Gue masih umur 23 tahun yah biar lo tau ajah ”

“Lo duluan yang bilang gue bocil padahal nih yah gue dah umur 16 tahun, yah jangan marah dong kalau gue bilang om-om. Yakin gue bukan tipe lo? Padahal gue ini cantik banget loh. Hati-hati ntar terpesona sama gue terus nanti lo naksir dan cinta mati sama gue.” Sahut angel sambil memandang steven intens.

“Pokoknya nih yah bocil, lo harus cari cara supaya perjodohan kita batal” sahut Steven.

“Lo ajah deh yang mikir, gue ga bisa nolak permintaan bokap gue” balas Angel Setelah perdebatan tadi, kini mereka sudah sampai dikomplek perumahan angel.

“Yang mana ni rumah lo?” tanya steven

“Belok kiri, tuh yang pagarnya cat hitam” jawab Angel

“Oke thanks udah antarin gue, lo ga usah mampir segala langsung balik ajah sono. Bye.”

Angel pun langsung masuk kerumahnya tanpa menunggu steven pergi terlebih dahulu.

“Gila ngeselin banget tuh bocil oadahal tadi pas di resto kalem-kalem ajah, kalau gue jadi sama dia ntar gue darah tinggi karna emosi, terus... terus gue mati dah. ” Ucap steven ngawur.

“Amit-amit gue ga mau mati muda, gue masih pengen nikmati indahnya dunia. Hah.. mikirin apa sih gue gaje bangat” setelah berdebat dengan diri sendiri, akhirnya steven mengemudikan mobilnya kembali ke apartmentnya.

Angel yang merasa kesal pun bersungut-sungut dalam pikirannya sendiri. Diapun langsung masuk kekamarnya tanpa mengiraukan maminya yang bertanya mengenai steven saat mengantarnya.

“Anjir padahal tadi gue dah terpesona sama tampangnya yang ganteng plus kalem, nyatanya mulutnya pedes banget kayak level boncabe” sungutnya pada diri sendiri

“Padahal gue dah senamg ga pegang predikat jomblo dari lahir, heh bukan jomblo tapi singel biar lebih berkelas. Apan tadi katanya gue bocil plus bukan cewe tipenya, belum tau ajah kalau gue itu primadona disekolah gue banyak pria tamvan yang naksir” katanya ngegas pada dirinya sendiri.

“omg gue ngapain sih, ingat gue harus jaga image” katanya lagi.

Berbeda dengan steven yang sudah sampai di apartmentnya langsung menghubungi sahabatnya dion yang merangkap menjadi asistennya agar datang ke apartnya, dia mau curhat tentang perjodohannya.

(4)

“Halo bro, dimana lo sekarang? ”

“Lagi dirumah nih gue main game, kenapa emang?”

“Ke apart gue sekarang”

Steven langsung mematikan sambungan teleponnya tanpa mendengar jawaban sahabatnya itu.

“ngap..., halo.. halo..., diputusin sepihak anjir”

“lagi kenapa sih nih orang? untung bos gue kalau enggak dah gue bejek-bejek” sahut dion kesal karna terganggu.

Setelah 20 menitan dion sampai ke gedung apartement steven, dion langsung masuk dengan menekan kode aksesnya karna memang dia tahu kodenya dan tempat ini sudah menjadi rumah kedua baginya.

Pintu terbuka dia langsung disambut oleh steven yang duduk disofa.

“Mau minum apa lo bro?” tanya steven sambil berjalan menuju ke pantri

“Kopi biasa ajah bro” jawab dion sambil duduk disofa ruang tamu

“Ada masalah apa sih, tiba-tiba lo nyuruh gue datang malem-malem kesini?” tanya dion langsung Steven kembali duduk diruang tamu dengan dion sambil membawa dua cangkir kopi ditangannya. Satu dia berikan pada dion.

“Bro lo tau kan gue tadi ada janji makan malam ama keluarga gue di resto?”

“Iya tau”

“Gue tiba-tiba dijodohin sama bocil” seru steven dengan memelas

“Apa? Hahahahah serius lo? Emang umurnya berapa?” tanya dion sambil tertawa

“Serius gue, umurnya masih 16 tahun bro” jawab steven

“Masih terlalu muda itu cewek. Emang langsung disuruh kawin lo?” tanya dion penasaran

“Oi kawin kawin pala lo mesum, ya ga mungkinlah. sekarang masih pendekatan tahun depan dia 17 baru tunangan, nikahnya belum tau” jawab steven dengan ngegas.

“Tuh cewek bocil-bocil ngeselin banget dah, mulutnya ngegas bangat sama gue” sambung steven lagi.

“Lah kenapa lu kesal bat dah sama tu cewek?” tanya dion.

Steven pun menceritakan kejadian tadi pada dion. Dion yang mendengarkannya pun tertawa terpingkal- pingkal.

(5)

“Hati-hati bro jangan terlalu benci ntar lo bucin” ledek dion disertai tawanya.

“amit-amit dah” jawab steven sambil bergidik.

Bersambung...

Referensi

Dokumen terkait