• Tidak ada hasil yang ditemukan

Curriculum Vitae “Steria Kharisma Kurniawan” - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Curriculum Vitae “Steria Kharisma Kurniawan” - IBS Repository"

Copied!
133
0
0

Teks penuh

Judul Topik : Analisis Validitas Kredit Terhadap Calon Debitur Sebagai Dasar Pengambilan Keputusan Dalam Pengamanan Kredit Modal Kerja (Studi Kasus PT. Bank Harda Internasional Cabang Tanah Abang). Apakah calon debitur layak mendapatkan pinjaman modal kerja berdasarkan analisis aspek kualitatif yang dilakukan PT. Apakah calon debitur layak mendapatkan pinjaman modal kerja berdasarkan analisis kuantitatif aspek yang dilakukan PT.

Gambar 2.1  Rerangka Pemikiran .............................................................................
Gambar 2.1 Rerangka Pemikiran .............................................................................

PENDAHULUAN

Identifikasi Masalah

Pembatasan Masalah

Perumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

Model Pengambilan Keputusan

Kredit

  • Pengertian Kredit
  • Jenis-Jenis Kredit
  • Kredit Modal Kerja

Prinsip Pemberian Kredit

Prosedur Pemberian Kredit

Analisis Kelayakan Kredit

  • Analisis Aspek Kualitatif
  • Analisis Aspek Kuantitatif
    • Aspek Laporan Keuangan
    • Analisis Rasio Keuangan
    • Analisis Kebutuhan Kredit Modal Kerja

Penelitian Terdahulu

Rerangka Pemikiran

METODOLOGI PENELITIAN

Metode Pengumpulan Data

  • Jenis dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data

Penyelenggara Rekening (AO) akan menerima Surat Keputusan Pemberian Kredit (SPPK) dan surat penawaran, Penyelenggara Rekening (AO) wajib segera menyampaikan surat penawaran kepada calon debitur untuk ditandatangani. Calon peminjam mengajukan permohonan fasilitas kredit baru Pinjaman Rekening Giro (PRK) ke PT Bank Harda Internasional Cabang Tanah Abang sebesar Rp. Bank Harda Internasional berupa tanah dan bangunan yang digunakan sebagai tempat tinggal dan tempat usaha calon debitur.

Analisis laporan keuangan calon debitur meliputi neraca dan laporan laba rugi tahun 2012 sebagai berikut. Current Ratio (CR) calon debitur pada tahun 2012 adalah sebesar 360% yang menunjukkan bahwa setiap Rp. Hasil perhitungan ini dapat mencerminkan bahwa dengan permohonan pinjaman yang diajukan oleh calon peminjam sebesar Rp.

Hal ini bisa terjadi karena calon debitur menggunakan uang Bank Harda Internasional untuk membeli uang tunai dari pemasok. Dengan asumsi peningkatan omset sebesar 35% pada tahun 2013, maka kebutuhan modal kerja calon debitur akan meningkat menjadi Rp. Analisa Teknis/Produksi : Calon debitur tidak memiliki alur produksi karena pasokan kebutuhan bahan pokok diperoleh seluruhnya dari pemasok.

Aspek sosial ekonomi dan lingkungan: Kegiatan calon debitur tidak termasuk dalam Daftar Negatif Industri (DNI).

Metode Analisa Data

  • Analisis Apek Kualitatif
  • Analisis Aspek Kuantitatif

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Pedoman, Kebijakan dan Prosedur Pemberian Kredit

  • Proses Pemberian Kredit
  • Persyaratan Umum Permohonan Kredit

Calon peminjam harus mengajukan surat permohonan pinjaman ke pihak bank yang disertai dengan dokumen bukti identitas seperti Kartu Tanda Penduduk (KTP), Kartu Keluarga (KK), Surat Nikah, dll. Setelah Account Officer (AO) menerima surat permohonan pinjaman disertai dokumen pendukung, Account Officer (AO) akan melakukan wawancara, trade check, BI check dan kunjungan ke lokasi usaha calon peminjam. Jika hasil wawancara, trade check, BI check tidak ada masalah, maka Account Officer (AO) akan mulai menyiapkan Credit Analysis Memorandum (CAM).

Credit Analysis Memorandum (CMA) merupakan alat untuk menganalisis dan mengusulkan permintaan pinjaman dari calon peminjam untuk mendapatkan persetujuan dari komite kredit terkait. MAK yang dibuat oleh Account Officer (AO) dan usulan analisis kredit yang dibuat oleh credit reviewer akan disampaikan kepada rapat komite kredit. Pada rapat komite kredit, Account Officer (AO) akan memaparkan hasil analisa kredit calon debitur berdasarkan MAK yang telah dilakukan dan memberikan rekomendasi kepada anggota komite kredit.

Jika komite kredit menyetujui, maka anggota komite kredit akan menandatangani surat persetujuan kredit (CLPA) dan memberikan beberapa pertimbangan atau syarat kepada calon peminjam. Setelah SPPK disetujui oleh komite kredit, bagian hukum akan membuat surat penawaran (Sertifikat Persetujuan Kredit) yang akan dikirimkan ke Accounts Administrator (AO). Calon peminjam akan menerima surat penawaran untuk menyetujui syarat dan ketentuan bank dan menandatangani surat penawaran tersebut.

Setelah calon debitur ditandatangani, maka akan dibuat perjanjian pinjaman secara notaris di hadapan notaris dan fasilitas kredit akan diberikan oleh bank kepada calon debitur.

Gambar 4.1  Proses Pemberian Kredit  Calon
Gambar 4.1 Proses Pemberian Kredit Calon

Gambaran Umum Calon Debitur

  • Struktur Organisasi Calon Debitur
  • Produk Calon Debitur

Dengan diperolehnya izin usaha tersebut, calon debitur dapat melakukan kegiatan di bidang perdagangan bahan pokok dengan nama Toko Aji. Toko Aji menyediakan berbagai jenis kebutuhan pokok (sembako) seperti beras, sagu, tepung terigu, gula pasir, minyak goreng, margarin, telur, kacang tanah namun juga kebutuhan sehari-hari seperti sampo, kue kering, aneka minuman dan makanan ringan, obat-obatan, dll. Supardi bertekad untuk terus mendalami dan fokus pada bidang usaha perdagangan komoditas, karena Pak Supardi meyakini perdagangan komoditas merupakan bisnis jangka panjang. Ketika harga kebutuhan pokok naik, masyarakat akan terus mencari dan membelinya.

Setelah sekian lama bekerja di bidang perdagangan kebutuhan pokok, Bapak. Supardi mengembangkan usahanya dengan membuka toko pada tahun 2004 yang khusus menjual berbagai jenis beras bernama Toko Dwi Putri. Pak Supardi memutuskan untuk menjalankan usahanya di lokasi yang berbeda. sehingga dia bisa lebih fokus pada kegiatan bisnisnya. Pak Supardi sesuai dengan prinsip bisnisnya selalu berupaya menyediakan kebutuhan pokok masyarakat yang paling beragam.

Karyawan yang bekerja di Toko Aji berjumlah 6 orang, terdiri dari 2 orang karyawan yang bertugas sebagai salesman, 2 orang karyawan yang bertugas di bagian gudang dan 2 orang karyawan sebagai salesman, sedangkan 2 orang karyawan yang bekerja di Toko Dwi Putri sebagai salesman dan salesman. Produk yang dipasarkan merupakan produk yang diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat dan tidak dapat dihindari oleh masyarakat yaitu produk kebutuhan pokok (basic need).

Permohonan dan Tujuan Fasilitas Kredit

Analisis Aspek Kualitatif

  • Aspek Manajemen
    • Latar Belakang Pengurus dan Pemilik
    • Sumber Daya Manusia
  • Aspek Legal
    • Legalitas Usaha
    • Legalitas Barang Jaminan
  • Aspek Pemasaran
    • Target Pemasaran (Target Market)
    • Bauran Pemasaran (Marketing Mix / 4P)
    • Strategi Pemasaran
  • Aspek Teknik / Produksi
    • Lokasi Usaha dan Sarana Transportasi
    • Pemasok dan Penyaluran Barang
  • Aspek Jaminan
  • Aspek Sosial Ekonomi dan Lingkungan

Saat ini Bapak Supardi mempunyai 8 orang karyawan, 6 orang karyawan bekerja di Toko Aji dan 2 orang karyawan bekerja di Toko Dwi Putri. Tn. Karyawan Supardi mempunyai loyalitas yang tinggi, hal ini dibuktikan dengan 80% karyawan calon debitur telah bekerja selama ± 5 tahun. Dalam pengelolaan usahanya, Tn. Izin usaha Supardi dikeluarkan oleh instansi yang berwenang yaitu.

Pak Supardi memberikan diskon atau potongan harga kepada pelanggannya dengan syarat yang sah. Pak Supardi akan melakukan promosi penjualan kepada pelanggan ritel baru yang melakukan pemesanan pertama di tokonya. Saat ini Pak Supardi memiliki ±30 supplier untuk berbagai jenis produk yang dibutuhkan Toko Aji dan Dwi Putri.

Di bawah ini adalah beberapa supplier Pak Supardi yang menyuplai perbekalan ke Toko Aji dan Dwi Putri. Hal ini diterapkan oleh Pak Supardi kepada karyawannya untuk menghindari kesalahan pengiriman jenis dan jumlah barang serta menjaga kualitas pelayanan di Toko Aji dan Dwi Putri. Kegiatan Pak Supardi yaitu perdagangan kebutuhan pokok tidak termasuk dalam Daftar Negatif Industri.

Perdagangan kebutuhan pokok tidak berorientasi ekspor, sehingga kegiatan Pak Supardi tidak terpengaruh oleh fluktuasi nilai tukar mata uang asing.

Tabel 4.3  Daftar Pegawai No.  Nama
Tabel 4.3 Daftar Pegawai No. Nama

Analisis Aspek Kuantitatif

  • Analisis Vertikal
  • Analisis Rasio Keuangan
  • Analisis Perhitungan Kebutuhan Kredit Modal Kerja
  • Analisis Kemampuan Membayar (Repayment

Hal ini menunjukkan bahwa calon debitur harus mengalokasikan 13,99% dananya untuk membiayai piutang usaha karena setiap aset harus dibiayai baik melalui utang maupun ekuitas. Jika seluruh piutang usaha tidak tertagih, calon debitur harus menghapuskan 13,99% hartanya dan akan kehilangan modal. Hal ini menggambarkan bahwa calon debitur memiliki tanah dan bangunan yang akan berperan penting dalam kegiatan investasi di masa depan.

Tanah dan bangunan ini dapat digunakan oleh calon debitur untuk dijadikan jaminan bank sebagai jaminan. Sehingga usaha calon debitur belum bisa dikatakan likuid karena persentase quick rasionya sangat rendah dibandingkan standar yang ditetapkan bank yaitu 150%. Calon debitur memiliki Debt to Equity Ratio (DTE) sebesar 30,32% yang berarti kreditur telah menyediakan Rp.

Hal ini mencerminkan bahwa calon peminjam menggunakan lebih banyak ekuitas dibandingkan utang untuk menjalankan bisnisnya. Hasil rasio perputaran persediaan di atas menunjukkan perputaran persediaan calon debitur sebanyak 9,03 kali per tahun. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan modal kerja calon debitur, terlihat kebutuhan modal kerja sebesar Rp.

Berdasarkan hasil perhitungan analisis kemampuan membayar calon debitur di atas, calon debitur mempunyai kewajiban bank sebesar Rp.

Tabel 4.7  SUPARDI
Tabel 4.7 SUPARDI

Analisis Proyeksi Laporan Keuangan

  • Proyeksi Neraca
  • Proyeksi Laba Rugi
  • Proyeksi Arus Kas
  • Proyeksi Rasio Keuangan
  • Proyeksi Kebutuhan Modal Kerja

Proyeksi ini diambil berdasarkan informasi dari calon debitur bahwa pegawai selalu menerima kenaikan gaji setiap tahunnya. Calon debitur juga berencana mempekerjakan karyawan baru pada tahun 2013 untuk membantu aktivitas perdagangannya. Setelah dilakukan proyeksi berdasarkan asumsi-asumsi yang telah dijelaskan, maka hasil proyeksi laporan laba rugi calon debitur tahun 2013 adalah sebagai berikut.

Pada bulan Juni hingga Agustus, arus masuk operasional calon debitur meningkat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya. Untuk arus keluar operasi pada bulan Januari, calon debitur akan membayar sisa utang perdagangan tahun lalu dan pembayaran bulan Januari. Calon peminjam masih memiliki kewajiban membayar pokok dan bunga pinjaman CIMB Bank sebesar Rp.

Dengan pembiayaan dari Bank Harda Internasional, calon debitur pada akhir Desember memiliki saldo akhir sebesar Rp. Apabila dana yang masuk tidak mencukupi untuk membayar kewajiban, calon debitur dapat memperoleh pinjaman dari bank. Proyeksi current ratio pada tahun 2013 mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya menjadi sebesar 248% Penurunan ini disebabkan oleh utang lancar calon debitur yang meningkat seiring dengan suntikan dana dari Bank Harda International.

Artinya calon debitur akan lebih banyak menggunakan dana pinjaman untuk operasionalnya dibandingkan tahun sebelumnya.

Tabel 4.13  SUPARDI  PROYEKSI NERACA
Tabel 4.13 SUPARDI PROYEKSI NERACA

Rekomendasi Pemberian Kredit

Perbedaan dengan Hasil Penelitian Sebelumnya

Berdasarkan analisis yang dilakukan mengenai kelayakan kredit calon debitur sebagai dasar pengambilan keputusan persetujuan kredit modal kerja (studi kasus pada PT Bank Harda Internasional Cabang Tanah Abang) dengan permohonan kredit modal kerja sebesar Rp. Aspek hukum: untuk melakukan kegiatan kebutuhan pokok, calon debitur mempunyai izin usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang berupa NPWP, izin usaha. Keabsahan agunan calon debitur berupa tanah dan bangunan dilengkapi dengan bukti kepemilikan dengan Sertifikat Hak Milik (SHM) dan Izin Mendirikan Bangunan (IMB).

Strategi pemasaran calon debitur adalah dengan menambah jumlah persediaan sembako karena diasumsikan penjualan akan meningkat sebesar 35%. Calon debitur telah mempunyai lokasi usaha yang strategis dan saat ini calon debitur sedang membangun gudang stok di lantai 2 Aspek Jaminan : Calon debitur memberikan 2 barang jaminan berupa tanah dan bangunan di lokasi yang berbeda.

Salah satu alasannya adalah calon debitur memiliki margin selisih penjualan dan COGS yang rendah sehingga menghasilkan harga jual yang kompetitif. Pinjaman modal kerja (KMK) calon debitur tidak menyebabkan overfinancing dengan self financing sebesar 41% dan hasil perhitungan kapasitas pelunasan menunjukkan calon debitur masih mempunyai surplus laba operasional dikurangi kewajiban bank sebesar Rp. Peranan analisis rasio keuangan calon debitur dalam pengambilan keputusan pemberian kredit pada PT Bank DKI Dega Kebayoran Baru.

Peran analisis laporan keuangan, penilaian prinsip 5C terhadap calon debitur dan pengawasan kredit terhadap efektivitas pemberian kredit pada PD BPR Bank Pasar Kabupaten Temanggung.

Referensi

Dokumen terkait