PENDAHULUAN
L ATAR B ELAKANG
R UMUSAN M ASALAH
T UJUAN
M ANFAAT P ENELITIAN
PEMBAHASAN
K ERANGKA T EORI
- Keuangan Daerah
- Pengertian Keuangan Daerah
- Pengelolaan Keuangan Daerah
- Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
- Pengertian Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah 7
- Prinsip Dasar APBD
- Struktur APBD
- Laporan Realisasi Anggaran
- Akuntansi Pemerintahan
- Pengakuan
- Pengukuran
- Penyajian
- Standar Akuntansi Pemerintahan PP Nomor 71 Tahun 2010 . 32
Keuangan daerah adalah segala hak dan kewajiban daerah dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan daerah yang dapat dinilai dengan uang, termasuk segala bentuk kekayaan yang berkaitan dengan hak dan kewajiban daerah dan tentunya dalam batas-batas kewenangan daerah. Dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006, APBD diartikan sebagai rencana keuangan tahunan pemerintah daerah, yang dibahas dan disetujui bersama oleh pemerintah daerah dan DZHRB, serta ditetapkan dengan peraturan daerah. Bantuan keuangan khusus tersebut digunakan untuk membantu tercapainya kinerja program prioritas bagi penerima bantuan keuangan dari pemerintah daerah/desa sesuai dengan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan penerima bantuan.
18. kepada pemerintah daerah lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. g) Bantuan keuangan digunakan untuk menganggarkan bantuan keuangan yang bersifat umum atau khusus dari provinsi kepada kabupaten/kota, pemerintah desa, dan pemerintah daerah lainnya atau dari pemerintah kabupaten/kota kepada pemerintah desa dan pemerintah daerah lainnya dalam kaitannya dengan pemerataan dan/ atau pembiayaan peningkatan kapasitas. Bantuan keuangan yang bersifat umum dan penggunaannya diserahkan sepenuhnya kepada pemerintah daerah/pengurus desa penerima bantuan. Pembiayaan daerah adalah transaksi keuangan negara daerah yang bertujuan untuk menutup defisit atau memanfaatkan surplus APBD.
Pemerintah daerah dapat membentuk dana cadangan untuk pembiayaan kegiatan yang tidak dapat segera/dipastikan penyediaan dananya dalam satu tahun anggaran. Investasi jangka panjang termasuk surat berharga yang dibeli oleh pemerintah daerah untuk mengendalikan badan usaha, misalnya pembelian surat berharga. Pinjaman digunakan untuk menganggarkan pinjaman yang diberikan kepada pemerintah pusat dan/atau pemerintah daerah lainnya.
Penerimaan pencairan pinjaman digunakan untuk menganggarkan posisi penerimaan pengembalian pinjaman yang diberikan kepada pemerintah pusat dan/atau negara daerah lainnya.
H IPOTESIS
METODOLOGI PENELITIAN
- D AERAH P ENELITIAN
- M ETODE P ENGUMPULAN D ATA
- J ENIS DAN S UMBER D ATA
- M ETODE ANALISIS
- D EFINISI OPERASIONAL
Jenis data yang digunakan adalah data kualitatif, yaitu data yang diperoleh dari pemerintah kota Makassar baik berupa informasi lisan maupun tulisan. Nama tersebut konon berasal dari istilah ''Jumpandang'', sebutan untuk orang pedalaman yang merantau ke Kota Makassar. Visi, misi dan program walikota dan wakil walikota Makassar terpilih ditujukan untuk memahami arah pembangunan yang akan dilakukan di bawah kepemimpinannya dan untuk mengidentifikasi faktor penghambat dan pendorong pemberian pelayanan di kota Makassar. Manajemen Keuangan dan Aset Biro.
Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 7 Tahun 2013 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Daerah Nomor 3 Tahun 2009 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Perangkat Daerah Kota Makassar dan Peraturan Walikota Makassar Nomor 12 Tahun 2014 tentang Uraian Tugas Struktural Jabatan di Bidang Keuangan dan Badan Pengelola Aset. Organisasi Badan Pengelola Keuangan dan Aset Kota Makassar terdiri atas; 1 (satu) orang kepala badan, 1 (satu) orang sekretaris, 4 (empat) orang kepala bidang, 3 (tiga) orang kepala subbagian, dan 8 (delapan) orang kepala subbidang. Peraturan Daerah Kota Makassar Nomor 2 Tahun 2009 tentang Urusan Pemerintahan yang Menjadi Kewenangan Pemerintah Kota Makassar (Lembaran Kota Makassar Tahun 2009 Nomor 2).
Dalam Peraturan Pemerintah no. 24 tahun 2005, laporan keuangan terdiri dari neraca, laporan realisasi anggaran (LRA), catatan atas Penjelasan atas laporan keuangan (CaLK) memberikan informasi yang berkaitan dengan penjelasan atau daftar rinci atau analisis nilai item yang disajikan dalam laporan realisasi anggaran, neraca, laporan operasi dan laporan perubahan modal ekuitas. Catatan atas laporan keuangan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Makassar yang menjelaskan pendahuluan, ekonomi makro, kebijakan akuntansi penting dan catatan penjelasan atas pos-pos laporan keuangan yang berkaitan dengan Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan Nomor 4.
Laporan operasional Pemerintah Kota Makassar memberikan informasi seluruh kegiatan operasional keuangan entitas pelapor yang tercermin dari pendapatan LO, beban dan surplus/defisit operasi entitas pelapor yang penyajiannya dibandingkan periode sebelumnya. Perbandingan laporan keuangan sebelum dan sesudah penerapan Peraturan Pemerintah no. 71 Tahun 2010 tentang SAP pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar. Berdasarkan perbandingan di atas, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Kota Makassar telah memperkenalkan standar akuntansi pemerintahan yang dapat dilihat pada lampiran, dimana laporan keuangan anggaran pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Makassar selama tiga tahun terakhir telah disajikan. sesuai dengan Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) yang ditetapkan melalui Keputusan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang dilakukan penulis dalam penelitian tentang analisis perlakuan akuntansi APBD sesuai SAP PP No. penyusunan dan penyajian Neraca, Laporan Operasional dan Laporan Perubahan Ekuitas serta dasar kas untuk penyusunan dan penyajian Laporan Realisasi Anggaran. Terdapat tambahan laporan keuangan yaitu laporan perubahan saldo surplus anggaran, laporan operasional dan laporan perubahan ekuitas. Diharapkan kepada Pemerintah Kota Makassar khususnya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset dapat memberikan penjelasan yang mendalam mengenai perlakuan akuntansi yang selama ini diterapkan.
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
G AMBARAN U MUM P ERUSAHAAN
- Sejarah Singkat Perusahaan
- Visi dan Misi Perusahaan
- Struktur Organisasi
- Deskripsi Jabatan
Perubahan nama ini disusul dengan perluasan wilayah Kota Makassar ke arah laut, dari semula 10.000 hektar menjadi 27.577 hektar. Jika kita menelaah ketiga misi walikota dan wakil walikota Makassar terpilih dalam kaitannya dengan pelayanan yang diberikan oleh Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset, maka misi ketiga tersebut sangat erat kaitannya. Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2008 tentang Perubahan dan Penambahan Peraturan Pemerintah No. 6 Tahun 2006 tentang Pengelolaan Kekayaan Negara/Daerah.
Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah, terakhir diubah dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman pengelolaan keuangan daerah. Peraturan Walikota Makassar Nomor 12 Tahun 2014 tentang Uraian Tugas Struktural Jabatan Pada Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset. Secara umum tugas utama sekretariat adalah memberikan pelayanan administrasi kepada seluruh satuan kerja di bidang Pengelolaan Keuangan dan Aset.
Kepala Bagian Anggaran bertugas melaksanakan sejumlah tugas Kantor Pajak Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah di bidang penyusunan anggaran, penatausahaan anggaran, serta pembiayaan dan investasi yang menjadi kewenangan pemerintah kota. Pelaksanaan penyusunan petunjuk teknis dan pedoman pelaksanaan anggaran pendapatan belanja daerah dan pelaksanaan pembiayaan dan penanaman modal daerah. Kepala Bagian Perbendaharaan bertugas melaksanakan sebagian tugas Kantor Perbendaharaan dan Kekayaan Daerah dalam mengelola Kas Umum Daerah, Kotak Belanja, dan memverifikasi penerimaan dan pengeluaran keuangan daerah.
Penyusunan kebijakan pedoman teknis dan pedoman pelaksanaan pengelolaan likuiditas umum daerah, belanja dan verifikasi kelengkapan keuangan pendapatan dan belanja daerah. Pelaksanaan penyusunan peraturan pelaksanaan dan pengendalian anggaran pendapatan dan belanja daerah serta perubahan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Kepala Bagian Akuntansi mempunyai tugas utama melakukan pengelolaan pembukuan transaksi keuangan, harta kekayaan, utang usaha, dan penyertaan dana, termasuk transaksi pembiayaan dan perhitungannya dalam rangka penyusunan laporan keuangan daerah dan pertanggungjawabannya sesuai dengan standar akuntansi negara.
Perumusan kebijakan teknis dan pelaksanaan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan Badan yang meliputi mutasi dan inventarisasi aset serta pemanfaatan dan pemberdayaan aset.
A NALISIS D ATA
- APBD kota Makassar
- Jenis Pendapatan Kantor Pemerintah Kota Makassar 54
- Jenis Transfer Kantor Pemerintah Kota Makassar
- Jenis Pembiayaan Kantor Pemerintah Kota Makassar 56
- Pengakuan
- Pengukuran
- Penyajian
Termasuk juga dalam LKK adalah penyajian informasi yang disyaratkan dan direkomendasikan oleh Standar Akuntansi Pemerintahan serta penyediaan informasi penjelas lainnya yang diperlukan untuk penyajian laporan keuangan yang wajar. Setiap entitas pelapor diharuskan untuk menyajikan Catatan atas Laporan Keuangan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari laporan keuangan untuk tujuan umum. Catatan atas laporan keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan dapat dipahami oleh khalayak luas, no.
Untuk menghindari kesalahpahaman dalam penyajian laporan keuangan, maka perlu ditambahkan catatan pada laporan keuangan yang memuat informasi yang memudahkan pengguna dalam memahami laporan keuangan. Pengukuran adalah proses menentukan nilai moneter untuk mengakui dan memasukkan setiap item dalam laporan keuangan. Penjelasan terkait laporan keuangan pelaksanaan anggaran kemudian dijelaskan pada penjelasan laporan keuangan yang memuat hal-hal yang mempengaruhi pelaksanaan anggaran, seperti sebab-sebab terjadinya perbedaan material antara anggaran dengan pelaksanaannya, serta daftarnya.
Setiap pos yang disajikan secara sistematis dalam LRA, Neraca, LAK harus direferensikan silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan. Disajikan secara sistematis, setiap item pada WAA, LPSAL, Neraca, LO, LAK dan LPE harus di-cross-reference dengan informasi terkait pada Catatan atas Laporan Keuangan. Dilihat dari bentuk laporan keuangan: Dalam Laporan Realisasi Anggaran, pos-pos yang disajikan harus dibedakan terlebih dahulu menjadi pos pendapatan LRA dan pos pendapatan LO serta pos pengeluaran dan pos belanja.
Pada catatan atas laporan keuangan terdapat penjelasan tambahan atau daftar rinci dan jumlah item yang disajikan yaitu LPSAL, LO dan LPE.
PENUTUP
K ESIMPULAN
Pada neraca terdapat penambahan cadangan pos-pos piutang dan biaya dibayar di muka pada sisi aktiva lancar, terdapat tambahan pos-pos utang usaha dan piutang dibayar di muka pada sisi kewajiban jangka pendek, serta pos-pos modal yang merupakan akhir . saldo ekuitas dalam laporan perubahan ekuitas. Dalam Laporan Arus Kas, arus kas masuk dan arus keluar diklasifikasikan berdasarkan aktivitas operasi, aktivitas investasi, aktivitas pendanaan, dan aktivitas transitori.
S ARAN
Penerimaan kembali pinjaman kepada BUMN Hasil penjualan aset daerah yang dipisahkan Pinjaman dalam negeri - pinjaman dalam negeri negara - pinjaman dalam negeri pemerintah daerah lainnya - pinjaman dalam negeri lembaga keuangan bank - lembaga keuangan non bank yang menggunakan SiLPA. LAPORAN REALISASI PENDAPATAN DAN BELANJA DAERAH YANG DIANGGRAN UNTUK TAHUN YANG BERAKHIR 31 DESEMBER 2017 DAN 2016. Penerimaan Pinjaman Kepada Badan Usaha Milik Negara Pendapatan Penjualan Barang Milik Daerah Pinjaman Dalam Negeri Dipisahkan - Pinjaman Negara Daerah - Pinjaman Negara Lainnya.