• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR FORMAT ISIAN UNTUK KEGIATAN DISKUSI PADA KEGIATAN PMO LEVEL SEKOLAH

N/A
N/A
Ismuha kandang

Academic year: 2024

Membagikan "DAFTAR FORMAT ISIAN UNTUK KEGIATAN DISKUSI PADA KEGIATAN PMO LEVEL SEKOLAH "

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR FORMAT ISIAN UNTUK KEGIATAN DISKUSI PADA KEGIATAN PMO LEVEL SEKOLAH NAMA SEKOLAH : SD NEGERI 12 MANGGENG

JENJANG : SEKOLAH DASAR N

O

TOPIK SUB TOPIK KONDISI

NYATA

MASALAH YANG TIMBUL

AKAR MASALAH SOLUSI YANG

DILAKUKAN

PENANGGU NG JAWAB

TENGGANG WAKTU

HASILNYA 1 Implementasi

Pembelajaran

Diferensiasi

Strategi Implementasi

“Pembelajaran Diferensiasi”

a. Pembelajaran berdiferensiasi yang belum optimal yaitu pada

berdiferensiasi dalam konten dan proses.

b. Antar guru kelas dan mapel, masih belum optimal dan maksimal.

c. Guru Sulit memenuhi semua kebutuhan belajar peserta didik, ada peserta didik yang tidak mau dibedakan dalam layanan kegiatan belajarnya.

a. Tidak sesuainya diferensiasi yang diterapkan dengan keinginan siswa

b. Waktu dan Persiapan Guru: Penerapan pembelajaran berdiferensiasi

memerlukan waktu dan persiapan yang lebih intensif dari guru.

c. Kesulitan dalam Pengelolaan Kelas:

Mengelola kelas dengan berbagai tingkat

kemampuan dapat menjadi tantangan bagi guru

d. Ekspektasi Siswa:

Siswa yang lebih cepat atau lebih lambat dalam memahami materi mungkin merasa tertekan atau bosan jika tidak mendapat

tantangan yang sesuai dengan tingkat kemampuan mereka d. Kesenjangan Antara

a. Pelatihan dan pengembangan Profesional Guru yang masih kurang b. Keterbatasan Sumber

Daya Manusia c. Kurangnya

Pemahaman guru tentang Kurmer d. Masih kurangnya

Kalaborasi dan dukungan e. Perubahan

Kurikulum yang cepat

f. Ketidakpastian adminsitrasi

g. Kurang kemampuan mengintegrasikan tehnologi

a. Guru harus mengetahui berbagai karakteristik peserta didik.

Pengetahuan guru tentang kondisi keberagaman siswa menjadi dasar untuk merancang

pembelajaran, sehingga sesuai dengan keadaan keberagaman peserta didik tersebut. Guru perlu meluangkan waktu yang cukup dalam menyusun rancangan

pembelajaran b. Guru perlu

menyusun asesmen

diagnostik dan formatif pada awal

pembelajara.Ases

a. Kepala Sekolah b.Pengawas

Pembina c. Guru

Februari s/d

Mei 2024 a.Peningkatan

Keterlibatan Siswa:

Pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan siswa untuk terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.

b.Peningkatan Prestasi Akademik: Dengan menyesuaikan pendekatan

pembelajaran dengan kebutuhan masing- masing siswa, pembelajaran berdiferensiasi dapat membantu siswa mencapai potensi akademik maksimal mereka.

c.Peningkatan Keterampilan Hidup: Pembelajaran berdiferensiasi membantu siswa mengembangkan keterampilan hidup yang penting seperti

(2)

Siswa: Pembelajaran berdiferensiasi dapat memperkuat

kesenjangan antara siswa yang lebih mampu dan siswa yang lebih lambat dalam kelas.

e. Evaluasi dan Penilaian: Menilai siswa dengan tingkat kemampuan yang berbeda secara adil dan objektif dapat menjadi tantangan bagi guru.

f. Pelatihan Guru: Guru perlu mendapatkan pelatihan yang memadai untuk

mengimplementasikan pembelajaran

berdiferensiasi dengan efektif.

men diagnostik dilaksanakan untuk mengetahui keberagaman peserta didik.

Adapun asesmen formatif pada awal

pembelajaran untuk mengetahui tingkat

pencapaian peserta didik.

Dengan demikian,

guru dapat

merancang pembela

kompetensi tiap peserta didik.

c. Guru perlu menggunakan multimetode, multimedia, dan multisumber.

Panerapan

metode, media

dan sumber

belajar yang bervariasi dapat mangakomodasi berbagai tipe belajar poberta didik baik tipe visual, auditon maupun kinestetik

pemecahan masalah, kerja sama, kritis berpikir, dan kemandirian d.Peningkatan

Keterampilan Sosial dan Emosional:

Dengan

memperhatikan kebutuhan emosional dan sosial siswa, pembelajaran berdiferensiasi dapat menciptakan

lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung.

e.Peningkatan Motivasi Belajar:

Ketika siswa merasa bahwa pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan dan minat mereka, mereka cenderung lebih termotivasi untuk belajar.

f.pengembangan Keterampilan Mengajar Guru:

Implementasi pembelajaran berdiferensiasi memungkinkan guru untuk

mengembangkan

(3)

keterampilan mengajar yang lebih luas.

g.Peningkatan Kepuasan Guru:

Dengan melihat kemajuan dan prestasi siswa yang meningkat, serta mendapatkan tanggapan positif dari siswa dan rekan kerja, guru dapat merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka.

h.Menciptakan Lingkungan Belajar Inklusif: Dengan memperhatikan perbedaan individu di kelas, pembelajaran berdiferensiasi menciptakan lingkungan belajar yang inklusif di mana setiap siswa merasa dihargai dan didukung dalam mencapai potensi mereka.

2

Implementasi pembelajaran Di kelas

Penyusunan prosedur penilaian

a. Diversitas Siswa:

Kebanyakan kelas memiliki siswa dengan latar belakang, minat, dan

a. Ketidakjelasan Tujuan Penilaian:

Jika tujuan penilaian tidak jelas atau tidak sesuai dengan tujuan pembelajaran, maka hasil penilaian

a. Guru mengalami kesulitan dalam membuat kisi-kisi sehingga guru langsung membuat instrument penilaian tanpa diawali dengan

a. Membuat pelatihan pengembangan diri guru tentang membuat

a. Kepala Sekolah b.Pengawas

Pembina c. Guru

Februari s/d

Mei 2024 a.Penilaian yang Akurat: Prosedur penilaian yang baik akan menghasilkan penilaian yang akurat tentang kemajuan siswa dalam mencapai

(4)

tingkat kemampuan yang berbeda.

b. Penggunaan Teknologi:

Banyak guru menggunakan teknologi dalam proses

pembelajaran, baik sebagai alat bantu pembelajaran, sumber informasi, atau platform untuk kolaborasi antar siswa.

c. Kerja Kelompok:

Pembelajaran kolaboratif atau kerja kelompok sering kali menjadi bagian dari strategi pengajaran.

d. Diferensiasi Pembelajaran:

Guru sering mencoba untuk mengakomodas i kebutuhan individu siswa dengan menerapkan

mungkin tidak memberikan gambaran yang akurat tentang pencapaian siswa.

b. Ketidakadilan:

Prosedur penilaian yang tidak adil bisa menjadi masalah serius. Misalnya, jika tes atau tugas tidak memperhitungkan perbedaan budaya, latar belakang, atau kemampuan siswa, maka hasilnya mungkin tidak mencerminkan kemampuan sebenarnya.

c. Ketidakberagaman : Proses penilaian yang terlalu terfokus pada tes tertulis atau tes standar dapat mengabaikan keberagaman dalam kemampuan dan gaya belajar siswa.

Ini dapat membuat beberapa siswa terpinggirkan atau merasa tidak diakui.

d. Beasiswa yang Terbatas: Jika prosedur penilaian

penyusunan kisi-kisi.

Guru menyatakan kesulitan

dikarenakan harus memilih dan memilah dalam membuat butir soal.

Guru harus teliti dalam menentukan substansi atau isi soal yang sesuai dengan indikator dan kompetensi dasar pembelajarannya.

Hal ini tidak mudah dikarenakan ada banyak hal yang perlu diperhatikan.

b. Ketika guru mendiskusikan penilaian, mereka sering mengacu pada dua jenis – 'formatif' dan 'sumatif', namun perbedaan dan batasan antara kedua jenis penilaian sering kali kabur dan disalah pahami.

c. Dalam proses penilaian semua komponen penilaian harus mencakup empat aspek, semua

penyusunan prosedur

penilaian dengan benar.

b. Agar bisa mengembangka n bahan ajar dengan baik, guru dapat memperoleh referensi dari berbagai sumber.

Misalnya, dari pengalaman sendiri, riset informasi, wawancara dengan ahlinya, dan lain

sebagainya.

tujuan pembelajaran.

b.Pengembangan Pembelajaran yang Lebih Efektif:

Dengan memperoleh informasi yang akurat tentang kemajuan siswa, guru dapat menyesuaikan instruksi mereka secara lebih efektif untuk memenuhi kebutuhan belajar individu siswa.

c.Keterlibatan Siswa yang Lebih Tinggi:

Proses penilaian yang transparan dan bermakna dapat meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran.

d.Umpan Balik yang Berarti: Prosedur penilaian yang baik juga mencakup pemberian umpan balik yang konstruktif kepada siswa.

e. Pengembangan Keterampilan Metakognitif:

Dengan memahami proses penilaian dan mendapatkan umpan balik yang

(5)

strategi diferensiasi pembelajaran.

e. Evaluasi dan Umpan Balik:

Guru melakukan evaluasi terhadap kemajuan siswa secara berkala, baik melalui ujian, tugas, proyek, atau observasi kelas.

hanya berfokus pada hasil akhir, siswa dengan kemampuan yang berbeda-beda mungkin tidak memiliki kesempatan untuk menunjukkan perkembangan mereka secara menyeluruh. Hal ini terutama berlaku untuk siswa yang mungkin

memerlukan waktu lebih lama untuk mencapai tujuan pembelajaran.

e. Beban Kerja Guru:

Penyusunan dan pelaksanaan prosedur penilaian yang rumit dapat menambah beban kerja guru, terutama jika memerlukan penilaian

berkelanjutan dan personalisasi untuk setiap siswa.

f. Fokus pada Hasil Daripada Proses:

Terlalu banyak penekanan pada hasil akhir penilaian dapat mengaburkan proses pembelajaran yang

dituliskan dalam raport dan

dideskripsikan. Hal yang membuat guru kewalahan dalam penyusunan raport yaitu :

 Kesulitan dalam aspek penilaian sikap

 Rumitnya penilan kurikulum merdeka

 Banyaknya guru yang belum menguasai teknologi

 Kurangnya ketersediaan sarana dan prasarana

 Kurangnya pemahaman guru dalam sistem

berkualitas, siswa juga dapat mengembangkan keterampilan

metakognitif mereka.

f. Pengambilan Keputusan yang Informasional:

Proses penilaian yang baik memberikan informasi yang berharga bagi guru, siswa, dan orang tua untuk membuat keputusan pendidikan yang informasional.

g. Kepuasan Guru dan Siswa: Dengan adanya prosedur penilaian yang adil, transparan, dan bermakna, baik guru maupun siswa cenderung lebih puas dengan pengalaman pembelajaran mereka.

h. Peningkatan Kualitas

Pengajaran dan Pembelajaran:

Proses penilaian yang baik memberikan

(6)

sebenarnya. Siswa mungkin lebih fokus pada mencapai nilai tinggi daripada memahami materi dengan baik.

g. Keterbatasan Dalam Menilai Keterampilan Lainnya: Proses penilaian sering kali cenderung

memfokuskan pada penilaian kognitif, seperti pemahaman konsep atau kemampuan

pemecahan masalah.

Namun,

keterampilan non- kognitif, seperti keterampilan sosial, keterampilan kerja sama, atau

keterampilan kepemimpinan, juga penting namun sulit untuk dinilai secara obyektif.

h. Ketidakakuratan Penilaian: Proses penilaian yang tidak memperhitungkan variasi dalam tingkat pemahaman siswa atau kecenderungan

penilaian

wawasan tentang keberhasilan dan kelemahan dalam pengajaran dan pembelajaran.

(7)

penilaian subjektif dapat menghasilkan hasil yang tidak akurat atau bias.

Referensi

Dokumen terkait