Perubahan rencana kerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Tahun 2019 menyesuaikan dengan inkonsistensi dan dinamika perkembangan kondisi yang dialami dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah dan pelaksanaan kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram selama tahun berjalan serta menyesuaikan terhadap dokumen perubahan RKPD Kota Mataram Tahun 2019. Pangan Kota Mataram dijadikan pedoman dalam penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Perubahan (RKA) hingga Dokumen Pelaksanaan Anggaran Perubahan (DPA) dengan memperhatikan dimensi waktu dan permasalahan yang berkembang. Dasar hukum penyusunan Rencana Kerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram Tahun 2019 mengacu pada ketentuan hukum sebagai berikut.
Berdasarkan tugas pokok dan fungsi dalam pelaksanaan kegiatan peningkatan ketahanan pangan, pada tahun 2017 Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram melaksanakan lima program utama yang terdiri dari:
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, program ini bertujuan meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Dinas Ketahanan Pangan. Kegiatan yang
Program Pelayanan Administrasi Perkantoran, program ini bertujuan untuk meningkatkan kelancaran pelaksanaan tugas pokok dan fungsi Pelayanan Keamanan Pangan.
Keluaran : Terlaksananya pemeliharaan gedung perkantoran secara rutin/berkala - Hasil : Terciptanya kondisi lingkungan kerja yang aman dan nyaman - Realisasi : Rp. Keluaran : Pelaksanaan perawatan rutin kendaraan dinas/operasional - Hasil : Perawatan rutin rutin kendaraan dinas/operasional - Realisasi : Rp. Keluaran : Terlaksananya pemeliharaan rutin peralatan kantor - Hasil : Pemilihan rutin peralatan dan perlengkapan kantor - Realisasi : Rp.
Program Peningkatan Disiplin Aparatur 1. Pengadaan pakaian khusus hari-hari tertentu
Program Peningkatan Pengembangan Sistem Pelaporan Capaian Kerja dan Keuangan Dengan 4 (Empat) kegiatan sebagai berikut
Program Peningkatan Ketahanan Pangan dengan 10 Kegiatan Sebagai Berikut : 1. Penanganan Daerah Rawan Pangan
Analisis Kinerja pelayanan Perangkat Daerah
Dinas Ketahanan Pangan mempunyai tugas pokok menyadarkan masyarakat Kota Mataram akan ketahanan pangan dengan memanfaatkan potensi lokal yang ada. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah, sebagai dasar Peraturan Walikota Kota Mataram Nomor 54 Tahun 2016 tentang Kedudukan, Susunan Organisasi, Tugas dan Fungsi serta Tata Kerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram yang ditetapkan pada tanggal 21 November 2016. Berdasarkan struktur organisasi, Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram terdiri dari jabatan struktural IIB yaitu 1 orang yang menjabat sebagai Kepala Dinas, Pos.
Sesuai dengan tugas pokoknya, pelayanan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram yaitu bagaimana mencapai ketahanan pangan yang stabil merupakan suatu hal yang wajib, bukan pelayanan yang mendasar. Pengukuran kinerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram dilakukan dengan cara membandingkan kinerja yang seharusnya terjadi dengan kinerja yang diharapkan. Disimpulkan bahwa angka kinerja indikator ketersediaan informasi pasokan, harga dan akses pangan di wilayah Kota Mataram pada tahun 2017 adalah 100.
Jumlah energi/kalori tersedia, baik yang tersedia di tingkat eceran maupun rumah tangga, yang dikonsumsi penduduk Kota Mataram pada tahun 2017 adalah sebesar 2.339,5 Kkal per kapita per hari, dimana 2.122 Kkal (90,72%) berasal dari pangan nabati dan 217,1 Kkal (90,72%) berasal dari pangan nabati dan 217,1 Kkal ( 9,28) %) berasal dari pangan hewani seperti terlihat pada tabel di bawah ini. Ketersediaan energi pada tahun 2017 untuk kelompok pangan asal nabati melebihi rekomendasi ketersediaan ideal. Meskipun ketersediaan energi pada tahun 2017 di Kota Mataram melebihi angka kecukupan energi yang dianjurkan khususnya kelompok pangan serealia yaitu sebesar pukul 25.00, namun masyarakat Kota Mataram masih belum memahami komposisi gizi yang beragam dan seimbang sesuai anjuran, hal ini ditunjukkan berdasarkan skor pola pangan.ekspektasi tahun 2017 masih mencapai 87,90.
Pada tahun 2017, Badan Keamanan Pangan melakukan uji laboratorium terhadap produk segar yang beredar dan biasa dikonsumsi warga Kota Mataram di Laboratorium MIPA Universitas Mataram untuk mengetahui apakah produk pangan tersebut terkontaminasi bahan biologis, kimia, atau zat lain yang berbahaya bagi manusia. kesehatan atau tidak. Dapat disimpulkan bahwa nilai kinerja pada indikator Pemantauan dan Pembangunan Keamanan Pangan di Kota Mataram adalah 100% dengan capaian kinerja sebesar 100.
Isu-isu Penting Penyelenggaraan Tugas dan Fungsi OPD
Dapat disimpulkan bahwa nilai pencapaian pada indikator Pemantauan dan Pembangunan Ketahanan Pangan di kota Mataram adalah sebesar 100% dengan pencapaian kinerja sebesar 100%. sebagian besar tinggal di desa/kelurahan yang umumnya berprofesi sebagai petani dan nelayan. Selain itu, stabilitas harga pangan akan memperkuat posisi tawar petani dan menjamin akses masyarakat terhadap pangan. Peningkatan kuantitas dan kualitas konsumsi pangan menuju gizi seimbang berbasis pangan lokal, dengan permasalahan dan permasalahan yang berkembang, khususnya: a.
Faktor penyebab rendahnya pengembangan pangan lokal adalah: (1) belum berkembangnya teknologi tepat guna dan terjangkau terkait pengolahan pangan berbasis tepung umbi-umbian lokal dan pengembangan berbagai pangan lokal lainnya, (2) belum berkembangnya pangan lokal. perusahaan pangan untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi dengan memperkuat kerja sama antara pemerintah dan masyarakat serta swasta, (3) upaya mengubah perilaku diversifikasi konsumsi pangan dan gizi sejak dini melalui jalur pendidikan formal dan nonformal, (4 ) rendahnya citra pangan lokal, (5) belum optimalnya pengembangan program perbaikan gizi yang hemat biaya, antara lain dengan meningkatkan dan memperkuat program fortifikasi pangan dan program suplementasi zat gizi mikro khususnya zat besi dan vitamin A. Jumlah anak balita umur dengan status gizi buruk dan gizi buruk di Kota Mataram pada tahun 2016 sebesar 18,60% dan berbagai permasalahan gizi lainnya seperti anemia gizi (AGB), gangguan akibat kekurangan iodium (GAKY) dan kekurangan vitamin A (VAD), masalah kekurangan energi kronik (KEK) dan pada saat yang sama juga terdapat permasalahan kelebihan berat badan dan obesitas pada kelompok usia produktif. Hal ini dapat dicapai melalui: (1) komunikasi, informasi dan pendidikan gizi dan kesehatan, (2) penguatan kelembagaan pedesaan seperti Posyandu, PKK dan Dasa Wisma; (3) meningkatkan efektivitas fungsi koordinasi lembaga pemerintah dan swasta di pusat dan daerah di bidang pangan dan gizi.
Dari permasalahan strategis di atas, Dinas Ketahanan Pangan telah memilah permasalahan yang dianggap mendesak untuk segera diatasi, antara lain: Kebutuhan pangan masyarakat Kota Mataram sebagian besar mengandalkan pasokan dari luar wilayah Kota Mataram. Keterbatasan sumber daya manusia, kurangnya informasi, keterbatasan sumber daya alam dan masyarakat Kota Mataram yang masih bergantung pada makanan pokoknya yaitu nasi, sulit untuk menggantikan sumber karbohidrat dari jenis makanan olahan lainnya.
Kurangnya sosialisasi cara pengolahan pangan lokal pada masyarakat berdampak pada tingkat pengolahan pangan, sehingga pengolahan yang ada saat ini lebih seragam dengan karakteristik masing-masing daerah. Dengan pesatnya pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, maka kebutuhan pangan semakin meningkat dan pada saat yang sama memerlukan ketersediaan pangan yang semakin besar, sementara luas lahan pertanian semakin menyempit, dan upaya pembukaan lahan pertanian baru sangat kecil kemungkinannya.
Review Rancangan Awal RKPD terhadap Renja Dinas Ketahanan Pangan Tahun 2019
Hal ini juga dipengaruhi oleh pemasaran, kemasan yang tidak menarik, persaingan dengan produk luar negeri dan rendahnya tingkat kebersihan. Adanya ego sektoral masing-masing instansi dalam penyusunan dan pelaksanaan program/kegiatan menyebabkan terjadinya tumpang tindih program/kegiatan pada masing-masing instansi, sehingga pelaksanaan kegiatan menjadi tidak maksimal. Dalam hal perbandingan ini dapat disimpulkan bahwa desain awal sudah sesuai dengan kebutuhan saat ini, sehingga diharapkan program ini dapat memberikan manfaat yang besar bagi ketahanan pangan kota Mataram.
Penelaahan Usulan Program dan Kegiatan Masyarakat
Untuk menunjang kegiatan tersebut dilakukan melalui berbagai hal antara lain leaflet, lomba pembuatan menu B2SA, spanduk, Sosialisasi Pangan Alternatif HPS (Hari Pangan Sedunia) 3.
BAB III
Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional dan Provinsi NTB .1. Telaahan Terhadap Kebijakan Nasional
- Telaahan Terhadap Kebijakan Provinsi NTB
Dalam upaya mencapai Visi, Misi Pembangunan Menengah dan berdasarkan hasil analisis hasil evaluasi pelaksanaan RKP tahun lalu dan capaian kinerja yang direncanakan dalam RPJMN serta memperhatikan isu-isu strategis dan identifikasi permasalahan yang ada. , tema pembangunan nasional tahun 2019 adalah: “Pemerataan Pembangunan untuk Pertumbuhan Berkualitas”. Berdasarkan tema tersebut, penyusunan RKP 2019 dilakukan dengan memperkuat kesinambungan pelaksanaan Program Money Follow melalui pendekatan holistik-tematik, integratif, dan spasial. Arah kebijakan pembangunan pada tahun 2019 terletak pada RPGPD Provinsi NTB periode keempat tahun 2019-2023 yang bertujuan untuk mewujudkan masyarakat beriman, maju dan sejahtera melalui percepatan pembangunan di berbagai bidang dengan menekankan pada pembangunan struktur perekonomian yang kuat berbasis daya saing. keunggulan di berbagai daerah, didukung oleh sumber daya manusia, kualitas dan persaingan. Apalagi dengan mengacu pada tema pembangunan nasional dan mendasarkan pada tema pembangunan provinsi NTB, maka prioritas pembangunan kota Mataram pada tahun 2019 ditujukan untuk mendukung pencapaian tujuan pembangunan nasional.
Pemerintah Kota Mataram dalam upaya sinkronisasi dan integrasi pembangunan nasional dan provinsi NTB telah menetapkan arah dan prioritas pembangunan tahun 2019 dengan mengacu pada RPJMN RKP 2019, RKPD Provinsi NTB 2019, dan RPJP Kota Mataram 2005-2025. Mendorong kemajuan perekonomian dengan memperkuat perekonomian kerakyatan yang berbasis pada potensi lokal, sehingga tercipta masyarakat sejahtera; Dengan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang Perangkat Daerah tanggal 15 Juni 2016 yang menguraikan urusan pemerintahan daerah dibagi menjadi urusan pemerintahan wajib yang berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan wajib yang tidak berkaitan dengan pelayanan dasar dan urusan pemerintahan pilihan, sebagai turunan dari Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah, sebagaimana telah beberapa kali diubah, terakhir dengan Undang-undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014, Dewan Kota Mataram telah mengalami perubahan mengenai urusan pemerintahan. mengeksekusi.
Selanjutnya berdasarkan Peraturan Daerah Kota Mataram Nomor 15 Tahun 2016 tentang Pembentukan dan Susunan Perangkat Daerah Kota Mataram yang merupakan tindak lanjut dari berlakunya Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016, Perangkat Daerah di lingkup Mataram Pemerintahan Kota juga mengalami perubahan. Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram menyelenggarakan urusan Pemerintahan di bidang Ketahanan Pangan dengan tugas pokok sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Nomor 54 Tahun 2016 tentang kedudukan, susunan organisasi, tugas dan fungsi serta tata kerja Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram yaitu membantu Walikota dalam melaksanakan fungsinya, yaitu. Pelaksanaan tugas pokok tersebut selaras dengan visi dan misi serta tujuan Pemerintah Kota Mataram yang tertuang dalam RPJMD Kota Mataram tahun dimana Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram melaksanakan tugas pokok untuk mendukung Misi ke-3, yaitu Mendorong kemajuan perekonomian dengan memberdayakan perekonomian masyarakat berbasis potensi lokal dalam rangka mewujudkan masyarakat sejahtera.
Uraian mengenai tujuan, indikator sasaran serta program dan kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram jika dikaitkan dengan visi, misi dan tujuan Pemerintah Kota Mataram dijelaskan pada tabel berikut. On track: Tercapainya stabilitas ketahanan pangan, dengan target indikator Persentase pencapaian standar pelayanan minimal ketahanan pangan. Program kerja dan kegiatan Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram juga disusun dengan memperhatikan visi dan misi Kepala Daerah, salah satu misi yang akan mendukung terwujudnya visi Kota Mataram yang maju, religius dan berbudaya.
Dinas Ketahanan Pangan Kota Mataram membantu Kepala Daerah dalam bidang peningkatan ketahanan pangan dipimpin oleh Kepala Dinas yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah.
PENUTUP