• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR ISI

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR ISI"

Copied!
52
0
0

Teks penuh

Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan karunia-Nya kami dapat menyelesaikan penyusunan laporan keuangan konsolidasi (audit) Satuan Polisi Sipil Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten DKI Jakarta tahun anggaran 2015. Laporan keuangan ini terdiri dari Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta dan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 17 Mei 2016. Laporan keuangan konsolidasi ini disusun sebagai hasil pelaksanaan anggaran Satpol PP Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Unit sebagaimana diamanatkan dalam peraturan pemerintah no.

Penyusunan laporan keuangan konsolidasi ini disusun dan disajikan sesuai dengan Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan (SAP) dan Peraturan Menteri Dalam Negeri No. 64 Tahun 2013 tentang Penerapan Standar Akuntansi Akrual Nasional di Negara Kawasan. pemerintah. Laporan keuangan konsolidasi (audit) Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi DKI Jakarta dan Pemerintah Kota/Kabupaten, terdiri atas: Laporan Realisasi Anggaran (LRA), Neraca, Laporan Operasional (LO), Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) dan Catatan Laporan Keuangan (CaLK ) Tahun Anggaran 2015 2015 sesuai dengan hasil pembahasan Buku Harian Koreksi Laporan Keuangan Daerah (LKPD) Tahun Anggaran 2015 antara Perwakilan BPK Provinsi-RI DKI Jakarta, BPKAD Provinsi Provinsi DKI Jakarta, Satpol PP Provinsi DKI Jakarta dan Inspektorat Provinsi DKI Jakarta pada tanggal 17 Mei 2016 sebagaimana terlampir. Laporan keuangan konsolidasi disusun sedemikian rupa untuk memberikan informasi yang memadai mengenai posisi keuangan selama periode pelaporan.

Dasar hukum penyusunan laporan keuangan konsolidasi Satuan Polisi Pamong Praja DKI Jakarta tahun anggaran 2015 adalah sebagai berikut.

INFORMASI UMUM TENTANG ENTITAS PELAPORAN DAN ENTITAS AKUNTANSI

Domisili dan Bentuk Hukum Suatu Entitas serta Juridiksi Tempat Entitas

Sifat Operasi Entitas dan Kegiatan Pokoknya

Baru-baru ini telah diterbitkan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 259 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja yang masih berlaku hingga saat ini. Satuan Polisi Pamong Praja Kota/Kabupaten secara teknis dan administratif berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Kepala Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi, dan secara operasional berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Walikota. Tugas pokok Satuan Polisi Pamong Praja adalah menjaga dan memelihara ketentraman dan ketertiban masyarakat serta menegakkan peraturan daerah dan perintah gubernur.

Ketentuan Perundang-undangan yang menjadi landasan Kegiatan Operasional Dasar hukum perundang-undangan yang menjadi landasan operasional Satuan

EKONOMI MAKRO, KEBIJAKAN KEUANGAN

  • Ekonomi Makro
  • Kebijakan Keuangan
  • Indikator Pencapaian Target Kinerja
  • Ikhtisar Realisasi Pencapaian Target Kinerja Keuangan

Selain faktor base effect dari dampak kenaikan harga BBM pada November 2014, rendahnya inflasi pada tahun 2015 juga turut mendukung terjaganya pasokan produk pangan. Berdasarkan pantauan berbagai faktor, baik kondisi perekonomian global maupun nasional serta kekuatan yang semakin kuat. momentum perbaikan perekonomian ke depan, perekonomian DKI Jakarta pada tahun 2016, pertumbuhannya diproyeksikan meningkat hingga mencapai batas tahunan). Dorongan pertumbuhan diperkirakan berasal dari meningkatnya permintaan domestik, seiring dengan membaiknya kinerja belanja pemerintah, pelaksanaan proyek infrastruktur dan meningkatnya optimisme konsumen, yang pada akhirnya akan berkontribusi pada peningkatan aktivitas investasi.

Sejalan dengan membaiknya prospek perekonomian, inflasi di DKI Jakarta pada tahun 2016 diperkirakan akan lebih tinggi dibandingkan tahun 2015, namun tetap terkendali dengan perkiraan YoY. Kebijakan umum pada hakikatnya merupakan arah kebijakan pembangunan yang dipilih dengan sasaran indikator kinerja dan program unggulan berdasarkan kasus. Dengan demikian, kebijakan dan program umum yang tertuang dalam RPJMD DKI Jakarta 2013-2017 menjadi prioritas, sedangkan kebijakan dan program umum terkait penerapan Standar Pelayanan Minimum (SPM) dan operasional pemerintahan dituangkan dalam Rencana Strategis (Renstra) DKI Jakarta. Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Kebijakan umum pembangunan daerah tahun 2015 ditujukan untuk: a) Terlaksananya program-program unggulan yang merupakan program prioritas pada tahun 2015. pembangunan daerah selama 5 tahun untuk menyelesaikan permasalahan yang ada. Lingkungan Hidup, MDGs dan MP3EI), kepatuhan terhadap ketentuan hukum (anggaran pendidikan lebih dari 20 persen), bantuan program yang dibiayai oleh lembaga keuangan internasional. g) Meningkatkan pelayanan masyarakat mulai dari tingkat desa, kabupaten, kota/kabupaten hingga tingkat provinsi. Visi dan misi pembangunan Provinsi DKI Jakarta telah dituangkan dalam kebijakan umum dan program prioritas disertai kebutuhan pendanaan yang merupakan program unggulan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, berdasarkan kesepakatan kinerja di tingkat satuan polisi pamong praja sebagai berikut .

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang diperoleh Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Satpol PP Pemerintah Kota/Kabupaten DKI Jakarta berdasarkan Dokumen Pelaksanaan Anggaran Satuan Kerja Perangkat Daerah Provinsi DKI Jakarta Tahun Anggaran 2015 adalah sebesar Rp. Tidak adanya realisasi pendapatan pada Tahun Anggaran 2015 dikarenakan fungsi retribusi perizinan undang-undang gangguan ditempatkan pada satu instansi yaitu Badan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi DKI Jakarta sesuai dengan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2013 tentang Penyelenggaraan Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Pelayanan Terpadu Satu Pintu. Faktor penyerapan anggaran karena anggaran Satpol PP sebesar 91,51% untuk gaji dan tunjangan dari total anggaran yang ada.

KEBIJAKAN AKUNTANSI

  • Entitas Akuntansi/ Entitas Pelaporan
  • Basis Akuntansi yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
  • Basis Pengukuran yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
  • Kebijakan-Kebijakan Akuntansi Pemerintah Daerah yang Mendasari Penyusunan Laporan Keuangan
    • Kebijakan Akuntansi Pendapatan - LRA
    • Kebijakan Akuntansi Pendapatan – LO
    • Kebijakan Akuntansi Belanja
    • Kebijakan Akuntansi Beban
    • Kebijakan Akuntansi Transfer
    • Kebijakan Akuntansi Pembiayaan
    • Kebijakan Akuntansi Kas dan Setara Kas
    • Kebijakan Akuntansi Investasi Jangka Pendek
    • Kebijakan Akuntansi Investasi Jangka Panjang
    • Kebijakan Akuntansi Persediaan
    • Kebijakan Akuntansi Aset Non Lancar
    • Kebijakan Akuntansi Aset Tetap
    • Kebijakan Akuntansi Kewajiban
    • Kebijakan Akuntansi Ekuitas

Artinya Pendapatan LRA pada tingkat SKPD/UKPD diakui pada saat penerimaan kas pada rekening Kas pada Bendahara Pendapatan. Dengan demikian pendapatan LRA dicatat/diakui pada saat kas diterima oleh Bendahara Penerimaan/SKPD/Bendahara Penerimaan Pembantu UKPD. Akuntansi penghasilan LO pada tingkat SKPD/UKPD meliputi pencatatan penghasilan asli daerah yang menjadi subjek SKPD/UKPD dalam hal ini penghasilan pajak daerah dan khusus pencatatan penghasilan pajak daerah oleh Badan Pajak.

Sistem dan prosedur akuntansi pengeluaran pada SKPD/UKPD meliputi belanja pegawai, belanja barang dan jasa, dan belanja modal. Sistem dan prosedur akuntansi pengeluaran di SKPD/UKPD meliputi biaya pegawai, biaya barang dan jasa, biaya penyusutan, tunjangan piutang tak tertagih dan biaya-biaya lainnya. Tata cara pembukuan kas pada PPKD meliputi pencatatan dan pelaporan rekening: pembentukan/pengalokasian UP/GUTU dari Kas Daerah ke Kas Daerah SKPD/UKPD Pengeluaran, penerimaan kembali penyetoran sisa dana UP/GU/TU pada bendahara SKPD /UKPD Pengeluaran ke kas daerah.

Persediaan adalah aset jangka pendek berupa barang atau peralatan yang diperuntukkan bagi menunjang kegiatan operasional SKPD/UKPD, dan barang yang dimaksudkan untuk dijual dan/atau disuplai sebagai bagian pelayanan kepada masyarakat. Berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2010 tentang Standar Akuntansi Pemerintahan, aset adalah sumber daya ekonomi yang dikuasai dan/atau dimiliki oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sebagai akibat peristiwa masa lalu dan timbul manfaat ekonomi. Aset Tetap adalah aset berwujud yang mempunyai umur lebih dari 12 (dua belas) bulan untuk digunakan atau dimaksudkan untuk digunakan dalam kegiatan SKPD/UKPD di lingkungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta atau untuk digunakan oleh masyarakat umum.

Perolehan aset tetap SKPD/UKPD dengan menetapkan status penggunaan aset tetap yang berasal dari hibah/hibah; Kas pada SKPD/UKPD atau dikenal dengan Kas pada Bendahara Pengeluaran adalah uang tunai dan saldo tabungan di bank yang sewaktu-waktu dapat digunakan untuk membiayai kegiatan di SKPD/UKPD. Ekuitas merupakan kekayaan bersih Pemprov DKI Jakarta yang merupakan selisih antara aset dan liabilitas Pemprov DKI Jakarta pada tanggal pelaporan.

PENJELASAN POS-POS LAPORAN KEUANGAN

  • Penjelasan Akun-Akun Laporan Realisasi Anggaran (LRA)
    • Pendapatan - LRA
    • Belanja
    • Pembiayaan
  • Penjelasan Akun-Akun Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LP-SAL) Laporan Perubahan Saldo Anggaran Lebih (LPSAL) adalah laporan yang
    • Saldo Anggaran Lebih Awal
    • Penggunaan SAL Sebagai Penerimaan Tahun Berjalan
    • Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran (SiLPA/SiKPA)
    • Lain-lain
  • Penjelasan Akun-Akun Laporan Operasional (LO)
    • Pendapatan - LO
    • Beban Daerah
    • Surplus Defisit Non Operasional
    • Pos Luar Biasa
  • Penjelasan Akun-Akun Laporan Perubahan Ekuitas (LPE) .1 Ekuitas Awal
    • Penambahan/Pengurangan Ekuitas dari Laporan Operasional (LO)
    • Ekuitas Akhir
  • Penjelasan Akun-Akun Neraca
    • Aset
    • Kewajiban
    • Ekuitas

Pendapatan - LO Satpol PP Provinsi DKI Jakarta merupakan pendapatan periode 1 Januari 2015 sampai dengan 31 Desember 2015 sebesar Rp. Besaran modal awal Konsolidasi Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta/Kota sebesar Rp. Pada penjelasan Konsolidasi Akun Neraca Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota DKI Jakarta, posisi neraca tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2015 diuraikan dengan rincian sebagai berikut.

Kekayaan bersih konsolidasi satuan kepolisian provinsi dan pemerintah kota/kabupaten DKI Jakarta periode 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp. Saldo inventaris konsolidasi satuan kepolisian provinsi dan pemerintah kota/kabupaten DKI Jakarta adalah sebesar Rp pada tanggal 31 Desember 2015. merupakan saldo persediaan pada tanggal 31 Desember 2015 berdasarkan hasil persediaan akhir tahun, yang terdiri dari:

Aset tetap konsolidasi satuan kepolisian provinsi dan pemerintah kota/kabupaten DKI Jakarta sebesar Rp. Saldo aset tetap konsolidasi satuan polda dan tanah pemerintah kota/kabupaten DKI Jakarta tahun 2015 adalah sebesar Rp. Saldo aset tetap konsolidasi peralatan dan mesin satuan kepolisian provinsi dan pemerintah kota/kabupaten DKI Jakarta pada tahun 2015 adalah sebesar Rp.

Saldo aset tetap konsolidasi bangunan dan struktur Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten DKI Jakarta tahun 2015 adalah sebesar Rp. Saldo aset tetap konsolidasi jalan, jaringan dan irigasi Satuan Polisi Pamong Praja provinsi dan pemerintah kota/pemerintah DKI Jakarta pada tahun 2015 adalah sebesar Rp. Konsolidasi Aset Tetap Lainnya Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi dan Pemerintah Kota/Pemerintah DKI Jakarta Tahun 2015 Rp.

Tabel .18  Nilai Buku Aset Tetap  Per 31 Desember 2015
Tabel .18 Nilai Buku Aset Tetap Per 31 Desember 2015

PENJELASAN ATAS INFORMASI NON KEUANGAN

  • Penggantian Manajemen Selama Tahun Berjalan
  • Kesalahan Manajemen terdahulu yang telah dikoreksi Manajemen Baru
  • Komitmen dan Kontijensi
  • Penggabungan atau Pemekaran Entitas Akuntansi pada Tahun berjalan
  • Kejadian yang berdampak Sosial
  • Pengungkapan Lainnya .1 Domisili
    • Ketentuan Perundang-undangan yang Menjadi Landasan Kegiatan Operasional
    • Struktur Organisasi

Sementara itu, normalisasi sungai berdampak sosial yang terjadi pada tahun 2015 antara lain normalisasi Sungai Ciliwung yang berlokasi di Kampung Melayu berhasil mengungsikan warga Kampung Melayu ke Rusun Kampung Melayu yang disediakan DKI. Pemerintah Provinsi Jakarta. Provinsi DKI Jakarta terbagi menjadi 5 wilayah kota administratif dan satu wilayah administratif, yaitu: Kota Administrasi Jakarta Pusat dengan luas wilayah 47,90 km2, Jakarta Utara dengan luas wilayah 142,20 km2, Jakarta Barat dengan luas wilayah 126,15 km2. km2, Jakarta Selatan dengan luas 145 km2, 0,73 km2, dan Kota Administrasi Jakarta Timur dengan luas 187,73 km2, dan Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu dengan luas 11,81 km2. Di sebelah utara, pantainya terbentang sepanjang 35 km, mengalir 13 sungai dan 2 kanal.

Secara geologis, seluruh dataran terdiri dari endapan Pleistosen yang ditemukan ±50 m di bawah permukaan tanah. Bagian selatan terdiri dari lapisan aluvial, sedangkan dataran rendah pesisir membentang ke daratan sekitar 10 km. Di bawahnya terdapat lapisan sedimen tua yang tidak terlihat di permukaan tanah karena terkubur seluruhnya oleh endapan alluvium.

Undang-Undang Nomor 29 Tahun 2007 Tentang Pemerintahan Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Sebagai Ibukota Negara Kesatuan Republik Indonesia; Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah; Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 125 Tahun 2012 tentang Kode Rekening Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Gubernur Nomor 163 Tahun 2013;

Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 160 Tahun 2014 tentang Sistem dan Tata Cara Akuntansi Pemerintahan Provinsi DKI Jakarta; Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 259 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja. Susunan organisasi Satuan Polisi Pamong Praja sesuai dengan Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 259 Tahun 2014 tentang Organisasi dan Tata Kerja Satuan Polisi Pamong Praja pasal Bab III pasal 4 terdiri atas.

PENUTUP

Laporan Realisasi Anggaran (LRA)

Neraca

Laporan Operasional (LO)

Catatan atas Laporan Keuangan

Referensi

Dokumen terkait