Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik spasial yang dilakukan Grup Kompas Gramedia mengikuti model ekonomi industri. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, mengenai spasial dan praktik Konglomerasi Media Grup Kompas Gramedia. Grup Kompas Gramedia adalah perusahaan di Indonesia yang bergerak di bidang media massa yang didirikan pada tanggal 28 Juni 1965 oleh PK Ojong dan Jakob Oetama.
Ekonomi politik memiliki dua varian dan permasalahan praktik tata ruang dan konglomerasi yang dilakukan Grup Kompas Gramedia lebih penting jika dianalisis menggunakan perspektif kritis. Praktik konglomerat media seperti Grup Kompas Gramedia sangat tidak sehat dalam iklim demokrasi dan politik bangsa ini, mengingat kuatnya pengaruh media terhadap kemampuan kognitif khalayak. Grup Kompas Gramedia menganut model ekonomi industri yang ditandai dengan percepatan jumlah media dan produknya hingga memperoleh biaya produksi atau efisiensi yang rendah.
Kelompok Kompas Gramedia menganut model ekonomi industri yang ditandai dengan percepatan jumlah media dan produknya untuk memperoleh biaya produksi atau efisiensi yang rendah.
SURABAYA TERHADAP ACARA POJOK KAMPUNG SEGMEN BLUSUKAN PECINAN DI JTV SURABAYA
Segmen Blusukan Chinatown yang tayang di program Pojok Kampung hadir diantara berbagai program di JTV. Tayangan segmen Blusukan Pecinan akan memberikan rangsangan penonton yang akan dipersepsikan berbeda-beda oleh setiap penonton. Bapak Liem Tiong Yang menilai segmen Blusukan Pecinan dalam program Kampung Corner di JTV Surabaya dari sudut pandang yang berbeda.
Segmen Blusukan Pecinan yang ditayangkan dalam program JTV Corner Village berdurasi kurang lebih sepuluh (10) menit. Berdasarkan wawancara di atas, peneliti dapat melihat bahwa persepsi masyarakat Tionghoa terhadap durasi segmen Blusukan Pecinan dinilai terlalu singkat. Segmen Blusukan Pecinan yang ditayangkan dalam program acara Pojok Kampung ini menyampaikan informasi dengan menggunakan tiga bahasa yaitu Suroboyoan, Mandarin dan Indonesia.
Dari wawancara di atas peneliti dapat melihat bahwa penggunaan bahasa atau istilah asing pada segmen Blusukan Pecinan dapat diterima oleh khalayak.
KONTESTASI KOMODIFIKASI MEDIA MASSA DAN IDEOLOGI MUHAMMADIYAH
Identitas suatu media televisi sangat penting dalam menentukan standar penyiaran dan perkembangan jangka panjang perusahaan. Sebuah acara televisi sebagai produk media televisi tentunya tidak lepas dari proses produksinya yang melibatkan para karyawan. Pada awal berdirinya ADiTV, Amin Rais selaku Ketua ADiTV menyatakan bahwa modal yang disiapkan saat itu berjumlah hampir 20 miliar rupiah (Sumber: http://nasional.kompas.com/read muhammadiyah.dirikan .tv. lokal).
Peneliti menganalisis hubungan one-to-one antara kebutuhan iklan ADiTV, ideologi pemilik ADiTV-Muhammediyah, sedangkan hubungan dengan rating ADiTV tidak ada karena tidak ada ukuran yang sesuai untuk stasiun TV lokal. Menurut anggota direksi ADiTV lainnya, Bakti, ia harus pintar-pintar menjaga kepentingan antara kebutuhan periklanan dan penyiaran, bersama manajemen Muhammadiyah, ia mencontohkan keluhan program Mocopat Syafa'at Cak Biarawati. Ketua Umum PP Muhammadiyah didampingi Sri Sultan HB (sumber: .kompasiana.com).
Jika demikian, peneliti akan mendalami bagaimana Muhammadiyah bertahan dengan konsep media sosial yang disebut-sebut bertolak belakang dengan kebutuhan komersial media penyiaran. Saat itu Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah belum menyikapi hal tersebut secara serius, dan akhirnya Umar, salah satu tokoh Muhammadiyah, menyetujuinya.Sehingga terjadilah perubahan kepemilikan, dimana ADiTV semula dimiliki oleh Universitas Ahmad Dahlan. dan PWM DIY yang kini menguasai mayoritas sekitar 55%. ADiTV sebagai stasiun TV mempunyai visi dan misi, sebagaimana tertuang dalam situs resmi aditv.co.id.
Visi dan misi revisi terakhir harus disosialisasikan kepada semua orang agar tidak terjadi kesimpangsiuran yang berdampak pada isi program. muhammadiyah, sehingga pengetahuan tentang muhammadiyah masih kurang. Sekali lagi, jika televisi ini jelas-jelas bukan milik Muhammadiyah, tak perlu khawatir acara-acara yang dianggap “non-Muhammadiyah” dijadikan alasan. Peneliti juga berkonsultasi langsung mengenai daya tarik minat terhadap media televisi dengan Dendi, seorang pemerhati media televisi.
Jadi ketika muncul pertanyaan “Ini TV Muhammadiyah ya?” atau “Bagaimana ADiTV Muhammadiyah?” Hingga berita ini diturunkan, belum ada jawaban yang jelas. Karena ketertarikan terhadap media TV selalu ada, dan juga identitas Muhammadiyah yang cukup kuat untuk mendukung Pemerintah Daerah Yogyakarta, maka ADI TV perlu menetapkan satu arah, posisi bersama. , yang dapat digunakan sebagai kiblat pengambilan keputusan sehingga Anda bisa mendapatkan lebih banyak acara kuat yang akan berdampak pada merek ADiTV.
DALAM INOVASI MITIGASI BENCANA DI WILAYAH RAWAN BENCANA GUNUNG MERAPI
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan komunikasi dalam inovasi mitigasi bencana yang dilakukan oleh masyarakat lokal di daerah rawan bencana pasca erupsi Gunung Merapi tahun 2010. Dari hasil penelitian diketahui bahwa pasca erupsi tahun 2010, sikap warga terhadap bencana- muncul daerah-daerah rawan yang lebih mandiri dan berinisiatif mengadopsi inovasi mitigasi bencana, khususnya dalam hal komunikasi antar masyarakat lokal dalam menghadapi potensi bencana yang akan terjadi. Terkait isu mitigasi bencana alam di Indonesia, Ketua Pusat Kajian Bencana Alam Universitas Gadjah Mada Junun Sartohadi menyatakan, meski hingga saat ini sudah ada perbaikan dalam penanggulangan bencana, namun belum ada perubahan besar dalam penanggulangan bencana. .
Kesimpulan penelitian Setyarto (2012) tentang komunikasi pada bencana erupsi Merapi tahun 2010 menyatakan bahwa beberapa istilah yang digunakan pemerintah dalam mitigasi bencana ternyata masih belum diketahui masyarakat. Selain itu, Pasal 27 tentang komunikasi dalam penanggulangan bencana juga menyatakan bahwa setiap orang wajib memberikan informasi yang benar kepada masyarakat tentang penanggulangan bencana. Khususnya penelitian mengenai perubahan komunikasi masyarakat sebagai bentuk pengetahuan atau inovasi baru dalam mitigasi bencana, khususnya di daerah yang siklus bencananya teratur.
Banyak pengalaman dalam mitigasi bencana menunjukkan bahwa respon dini terhadap peringatan dini bencana dapat menyelamatkan nyawa dan harta benda. Validasi data dilakukan dengan melakukan wawancara kepada kepala dusun dan memeriksa dokumen terkait, seperti buku pedoman mitigasi bencana tertulis yang disiapkan warga. Beberapa isu penting dan inovasi baru bagi masyarakat lokal dalam penggunaan saluran informasi untuk mitigasi bencana antara lain penggunaan alat komunikasi talkie yang lebih mudah digunakan, penggunaan informasi dari data yang diperoleh melalui pencarian dan diterjemahkan ke dalam bentuk grafik, komunikasi kelompok, pembuatan standar operasional dalam kebencanaan, pembuatan rambu-rambu evakuasi di berbagai wilayah strategis.
Letusan Gunung Merapi pada tahun 2010 merupakan masa yang menentukan dan traumatis bagi proses penyebaran inovasi dalam penanggulangan bencana. Namun dahsyatnya letusan Merapi pada tahun 2010 membawa banyak perubahan pada pengetahuan, sikap dan tindakan masyarakat dalam mengadopsi inovasi baru dalam penanggulangan bencana. Inovasi komunikasi tanggap bencana meliputi perubahan bentuk komunikasi kelompok, sarana komunikasi yang digunakan, sikap masyarakat terhadap informasi yang disampaikan oleh pemerintah atau badan resmi, serta komunikasi yang menjadi penentu pengambilan keputusan individu dalam masyarakat. proses evakuasi.
Pertama, penting untuk membuat signage berupa informasi bantuan bencana di banyak tempat dalam bentuk yang standar. Kedua, petunjuk mengenai jalur evakuasi dan pertolongan bencana harus menggunakan bahasa yang dipahami dan digunakan secara umum oleh masyarakat setempat. Keempat, simulasi penanggulangan bencana dalam kondisi normal harus dilakukan secara berkala dan menggunakan metode yang berbeda-beda agar dapat menarik perhatian masyarakat.
Sistem Peringatan Dini Berbasis Masyarakat untuk Mitigasi Bencana Merapi, Merapi dalam Studi Multidisiplin, Sekolah Pascasarjana UGM.
SOSIAL
Tradisi Upacara Sadrane ini dilaksanakan setahun sekali dengan melibatkan seluruh masyarakat Desa Karangturi Kecamatan Gantiwarno Kabupaten Klaten yang dikoordinasikan oleh Bapak. Kaur sebagai perwakilan dari kantor kecamatan Desa Karangturi. Dalam acara Upacara Sadranan ini, masyarakat Desa Karangturi mengikuti serangkaian kegiatan yang terlibat dalam proses pelaksanaan Upacara Sadranan, antara lain: (1) Pra-Upacara Sadranan (2) Hari-Hari Upacara Sadranan ( 3) Peristiwa berabad-abad. Bentuk komunikasi sosial dari tradisi upacara sadran adalah penyampaian pesan atau nasehat dari para tetua zaman dahulu kepada generasi muda agar tetap menghormati arwah leluhur atau leluhur yang diharapkan.
Selain itu, komunikasi sosial juga terlihat ketika masyarakat Desa Karangturi menunjukkan aktualisasi diri sebagai wujud eksistensinya dengan mengikuti prosesi upacara Sadranan. Upacara Sadranan juga digunakan sebagai sarana interaksi sosial dimana penyampaian informasi melibatkan seluruh lapisan masyarakat desa Karangturi. Upacara sadrane merupakan salah satu bentuk komunikasi sosial yang mempunyai makna keselarasan atau keselarasan yang tercipta dalam dinamika kehidupan warga desa Karangturi.
Upacara Sadranan juga berperan penting dalam menciptakan keharmonisan sosial dalam kehidupan masyarakat Desa Karangturi. Selama penelitian, penulis berhasil menemukan fakta baru dan mengidentifikasi adanya pergeseran nilai-nilai yang terkandung dalam prosesi khidmat Sadranan. Sedangkan Upacara Sadranan masih tetap mempertahankan muatannya hingga saat ini, namun telah sarat dengan nilai-nilai Islam.
Tradisi upacara Sadranan mengalami pergeseran nilai dan makna, yaitu sebagai ziarah kubur untuk mendoakan leluhur almarhum agar memperoleh kedamaian di sisi Allah SWT. Tradisi Upacara Sadranan di Desa Karangturi merupakan salah satu warisan budaya nenek moyang dan masih rutin dilakukan setiap tahunnya. Bentuk komunikasi sosial dari tradisi upacara Sadranan adalah penyampaian pesan atau nasehat dari para sesepuh zaman dahulu kepada para generasi muda agar tetap menghormati arwah nenek moyang atau leluhurnya, yang diharapkan dapat berdampak pada penghormatan orang lanjut usia yang masih hidup.
Selain itu dalam upacara Sadranan ini juga merupakan wujud aktualisasi diri di masyarakat sebagai wujud eksistensi diri dalam kegiatan sosial, dan terjalinnya hubungan baik antar warga. Tradisi Upacara Sadranan melibatkan kerukunan sosial yang mempunyai peranan penting dalam menciptakan rasa keharmonisan dalam kehidupan bermasyarakat di Desa Karangturi, Kecamatan Gantiwarno, Kabupaten Klaten.
MENDUKUNG PEMASARAN PEMBANGKIT LISTRIK NASIONAL (PLN)
- Artikel yang ditulis untuk JURNAL Ilmu Komunikasi ASPIKOM meliputi artikel hasil penelitian dan artikel konseptual (hasil telaah atau pemikiran) di bidang komunikasi
- Bagian metode berisi paparan dalam bentuk paragraf tentang rancangan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan analisis data yang secara nyata dilakukan
- Bagian hasil penelitian berisi paparan hasil analisis yang berkaitan dengan pertanyaan penelitian. Pembahasan berisi pemaknaan hasil dan pembandingan dengan teori dan/atau
- Bagian simpulan berisi temuan penelitian yang berupa jawaban atas pertanyaan penelitian atau berupa intisari hasil pembahasan. Simpulan disajikan dalam bentuk
- Bagian penutup berisi simpulan, penegasan pendirian atau sikap penulis, dan saran-saran
- Perujukan dan pengutipan menggunakan teknik rujukan berkurung (nama akhir, tahun)
- Daftar rujukan disusun dengan tata cara yang merujuk APA Style edisi ke 6 seperti contoh berikut ini dan diuraikan secara alfabetis dan kronologis
- book
- Semua naskah ditelaah secara anonim oleh mitra bestari (reviewers) yang ditunjuk oleh penyunting menurut bidang kepakarannya. Penulis artikel diberi kesempatan untuk
- Segala sesuatu yang menyangkut perizinan pengutipan atau penggunaan software komputer untuk pembuatan naskah atau ihwal lain yang terkait dengan HAKI yang
- Naskah diserahkan dalam bentuk print-out sebanyak 3 eksemplar beserta softcopynya paling lambat 2 bulan sebelum penerbitan kepada: Jurnal Ilmu Komunikasi ASPIKOM
Hubungan Masyarakat (public Relations) adalah bidang atau fungsi tertentu yang dibutuhkan oleh setiap organisasi komersial (perusahaan) atau organisasi non-komersial. PLN (Persero) APJ Cirebon dalam mendorong program penghematan listrik, baik dari segi efisiensi penggunaan maupun biaya/pembayaran sesuai dengan kemampuan pelanggan, sehingga humas PT. PLN (Persero) APJ Cirebon belum tersosialisasikan secara maksimal dan menyeluruh oleh bagian administrasi dan pelayanan serta divisi, dalam hal ini PR.
PLN (Persero) APJ Kota Cirebon mempunyai tim pengendalian krisis (Local Crisis Management Team) yang salah satu anggotanya adalah Humas. PLN (Persero) APJ Kota Cirebon kepada konsumen/pelanggan. Sedangkan tujuan humas melalui kegiatan pemasaran adalah awareness. PLN (Persero) APJ Kota Cirebon juga, sehingga tujuan yang diharapkan dari Humas dapat terpenuhi yaitu membangun kesadaran konsumen dan menjaga citra perusahaan.
PLN APJ Cirebon, e) Kesiapan ini tidak hanya diperuntukkan bagi tim Humas saja, namun juga seluruh karyawan PT. PLN (Persero) Area Cirebon mungkin sudah dikenal oleh masyarakat umum. b) Strategi Humas dalam menentukan pemasaran. PLN (Persero) APJ Cirebon dilakukan tidak hanya oleh bagian humas saja, namun juga oleh seluruh karyawan PT.