• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR_PUSTAKA.docx

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "DAFTAR_PUSTAKA.docx"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

DAFTAR PUSTAKA

ACS. 2013. Breast Cancer. www.cancer.org/, Diakses tanggal 9 Oktober, 2016.

Almatsier, Sunita. (2004). Penuntun Diet (Edisi Baru). Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Almatsier, Sunita. (2009). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta: PT. Gramedia Pustaka Utama.

Antara. 2011. Kanker Payudara, Tertinggi di Rumah Sakit Seluruh Indonesia.

http://beritasatu.com/berita-utama, Diakses tanggal 10 Mei, 2016.

Azamris, 2012. Bagian Bedah Fakultas Kedokteran Universitas Andalas/RSUP Dr. Djamil Padang, Sumatera Barat. http :// kalbefarma.com, Diakses tanggal 25 Oktober 2016.

Brooker, Chriss. (2009). Ensiklopedia Keperawatan. Jakarta: EGC Corwin, Elizabeth.J. (2009). Buku Saku Patofisiologi. Jakarta: EGC

Depkes RI. (2009). Buku Saku Pencegahan Kanker Leher Rahim & Kanker Payudara. Diunduh dari http://www.pppl.depkes.go.id/

Diananda, R. (2007). Mengenal Seluk Beluk Kanker. Yogyakarta : Katahati Danne, Lavon J. (2004). Nutrition Almanac, 5th edition. New York, Mc Graw-Hill.

Dimeo, F.C., Stieglith, R.D., NovelliFischer U et al. 1999. Effect of physical activit on the Fatigue and Psychologic Status of Cancer Patient During Chemotherapy Cancer. 85:2273-2277.

Geffen, R. Jeremy. 2007. Kanker Payudara dan Cara Pengobatan Alternatif.

Jakarta : PT. Indeks.

Gruendemann, B. J., & Fernsebner, B. (Eds). (2005). Buku Ajar Keperawatan Perioperatif, Vol 2 Praktik. Brahm U. Pendit… (et al). Jakarta: EGC.

Harianto, Rina, M, dan Hery, S 2005. Risiko Penggunaan Pil Kontrasepsi Kombinasi Terhadap Kejadian Kanker Payudara pada Reseptor KB di Perjan RS Dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta: Majalah Ilmu Kefarmasian, Vol. 2, No.1, hh. 84-99.

Harper, L. J.,B. J. Deaton, J. A. Driskel, 1985. Pangan Gizi dan Pertanian.

Penerjemah Suharjo. UI-Press, Jakarta.

Hartono, Andry. (2006). Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC

Iwasaki, M., Kataoka, H., Ishihara, J., Takachi, R., Shigeaki, H.S., Sharma, S., Marchand, L., Tsugane, S. (2012) Heterocylic amines content of meat and

(2)

fish cooked by Brazilian methods. Journal of Food Composition and Analysis (23): 61-69.

Lam, Michael. (2007) Beating Cancer with Natural Medicine. London : Author House.

Luwia, M. 2003. Problematika dan Keperawatan Payudara. Jakarta : Kawan Kita.

Maulvi, Mirzana Ismi. (2012) Asupan Energi, Protein dan Status Gizi pada Pasien Kanker Serviks dengan Terapi Kemoradiasi (Studi di RSUP.Dr.

Kariadi Semarang).

Mitchell. Kumar. Abbas. Fausto. (2008). Buku Saku Dasar Patologis Penyakit.

Jakarta : EGC

Moore, M C. (1997). Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II. Jakarta: Hipokrates

Orge & Oskan (2008). Impact of Treatment Scala in Cancer Undergoing Chemoteraphy. Journal of Preventiont Cancer.

Otto, Shirley. (2005). Keperawatan Onkologi. Jakarta: EGC

Purwanto, D. J. (2009). Deteksi Dini Kanker Payudara. http://www.omni- hospitals / , Diunduh tanggal 8 Desember, 2016

Rasjidi, I. (2010). 100 Question & Answer: Kanker Pada wanita. Jakarta: PT Elex Media Komputindo.

RS Kanker Dharmais. (2010). Kanker Payudara.

http://www.dharmais.co.id/index.php/kanker- payudara.html, Diunduh tanggal 9 Oktober, 2016

Setiati, E. 2009. Waspadai Empat Kanker Ganas Pembunuh Wanita, Kanker Rahim, Kanker Indung Telur, Kanker Leher Rahim, Kanker Payudara.

Yogyakarta : Andi

Silalahi, Jansen. (2006). Makanan Fungsional. Yogyakarta :Kanisius.

Supariasa, IDN., Bakri, B., dan Fajar, I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC

Tambayong, J. (2000). Patofisiologi untuk Keperawatan. Jakarta: EGC

Tambunan, Gani W. 1991. Diagnosis dan Tatalaksana Sepuluh Jenis Kanker Terbanyak di Indonesia. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran EGC

Tjindarbumi D. 2002. Deteksi Dini Kanker Payudara dan Penanggulangannya.

Jakarta : FKUI

Uripi,V. (2002). Menu Untuk Penderita Kanker. Jakarta:Puspa Swara

(3)

WHO, (2006). Cervical Cancer Screening in Developing Countries : Report of WHO consultation. Geneva 26-31.

Wilkes, Gail M. (2000). Buku Saku Gizi pada Kanker dan Infeksi HIV. Jakarta:

EGC.

Winarsi, H. (2007). Antioksidan Alami dan Radikal Bebas. Yogyakarta: Kanisius.

Referensi

Dokumen terkait

Di Indonesia karsinoma payudara merupakan keganasan terbanyak kedua pada wanita setelah karsinoma leher rahim. Dilaporkan prevalensi karsinoma payudara meningkat, mencapai 11,6%

• Terlaksananya pemeriksaan deteksi Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara serta ditemukannya peserta berisiko tinggi oleh Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama..

Analisa Faktor Riwayat Kontrasepsi pada Wanita Peserta Program Penapisan Kanker Leher Rahim Dengan Pendekatan "See & Treat" : Untuk Deteksi Lesi Prakanker dan

 Organ-organ reproduksi perempuan adalah indung telur (berjumlah dua), masing-masing terhubung pada rahim (uterus) oleh saluran falopi; serta vagina sebagai lubang penghubung

Menurut YKI (Yayasan Kanker Indonesia), kanker serviks atau kanker leher rahim menduduki urutan kedua terbanyak setelah kanker payudara. Berdasarkan Undang – Undang

Pelaksanaan deteksi dini kanker payudara dengan SADANIS dan kanker leher rahim dengan pemeriksaan IVA dapat dilakukan oleh klien maupun masyarakat pada unit FKTP

Kanker serviks adalah tumor ganas yang tumbuh didalam leher rahim atau serviks yang terdapat pada bagian terendah dari rahim yang menempel pada puncak vagina.. ( Diananda,Rama,

Kanker serviks atau kanker leher rahim adalah suatu proses keganasan yang terjadi pada serviks yaitu bagian terendah dari rahim yang menonjol ke liang senggama atau vagina