77
DAFTAR PUSTAKA
Afifah T. Perkawinan dini dan dampak status gizi. Gizi Indonesia. 2011;34(2):1 Agrina, Suyanto dan Arneliwati. 2015. Analisa Aspek Balita Terhadap Kejadian
Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) di Rumah. (Online), (id.portalgaruda.org/?ref=browse&mod=viewarticle&article=313872), diakses 14 Juni 2017
Alfiyanti, Y. 2008. Focus Group Discussion (Diskusi Kelompok Terfokus) Sebagai Metode Pengumpulan Data Penelitian Kualitatif. Jurnal Keperawatan Indonesia, Volume 12 No. 1 Maret 2008
Andrianto, P. 1992. Penatalaksanaan dan pencegahan Diare Akutpetunjuk praktis edisi 2. Jakarta : Buku kedokteran EGC
Anshori, H., Al. 2013. Faktor Risiko kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-24 Bulan (Studi Kecamatan Semarang Timur). Research article. (Online), (eprints.undip.ac.id/41855/), diakses 2 Agustus 2017
Arikunto. 2006. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineka Cipta.
Arjanggi, R. dan Suprihatin, T. 2010. Metode Pembelajaran Tutor Teman Sebaya Meningkatkan Hasil Belajar Berdasarkan Regulasi-Diri. Fakultas Psikologi Universitas Sultan Agung Vol 14 No. 12 Desember 2010 Azwar, S. 2012. Sikap Manusia. Pustaka Pelajar : Yogyakarta
Berg. 1986. Peranan Gizi Dalam Pembangunan Nasional (Zahara, Penerjemah).
C.V. Rajawali. Jakarta
BKIPM, 2015. Metode Perhitungan Service Level Agreement (SLA) dan Persepsi User terhadap Kemudahan Akses Layanan Informasi BKIPM.
Kementerian Kelautan dan Perikanan
Cabaraban, M. C. 2016. Home Management of Acute Respiratory Infections a Challenge To The Family And The Community, (Online), (http://sci- hub.io/10.1108/01443339810788489), diakses tanggal 17 Juni 2017 Cakrawala Pendidikan. 1995. Pembentukan Sikap. (on;ine),
(https://media.neliti.com/media/publications/83690-ID-pembentukan- sikap.pdf), diakses 22 Mei 2018
Damayanti, R. dkk. 2017. Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Ibu Tentang PHBS Tatanan Rumah Tangga (ASI Eksklusif) di Kabupaten Sambas Melalui Leaflet Berbahasa Daerah. Jurnal Promosi Kesehatan Indonesia Vol. 12 / No. 1 Januari 2017
Daulay, S, N. 2017. Gambaran Sanitasi Lingkungan dan Personal Hygiene Ibu dengan Kejadian Diare Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Tanjung Tiram Kabupaten Batu Bara Tahun 2017. (Online), (repositori.usu.ac.id/bitstream/handle/123456789/1656/131000228.pdf?s equence), diakses 11 Juli 2018
Daulian, F. Bahar, H. Rezal, F. 2016. Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Tindakan Santri Melalui Metode Diskusi Kelompok Tentang Penyakit Skabies di Pondok Pesantren Al Wahdah Kendari. (Online), (https://media.neliti.com/.../183489-ID-peningkatan-pengetahuan), diakses 7 Juli 2018
Departemen Kesehatan. 2016. Situasi balita pendek 2016.. Jakarta: Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI
78 Depkes RI, 2008. Buku Bagan Manajemen Terpadu Balita Sakit (MTBS). Jakarta:
Bakti Husada
Depkes RI, 2011. Buku Saku Petugas Kesehatan: Lintas Diare. Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan:
Departemen Kesehatan RI
Depkes RI, 2011. Situasi Diare di Indonesia. Jakarta: Bakti Husada
Depkes RI, 2016. Situasi Imunisasi di Indonesia. Pusat Data dan Informasi Kementerian Kesehatan RI
Desmarnita, U, dkk. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Metode Peer Group terhadap Pengetahuan dan Sikap Remaja Putri tentang Kesehatan Reproduksi. Keperawatan Poltekkes Jakarta III. No. 3 Vol 2
Dinas Kesehatan Kabupaten Malang. 2015. Profil Kesehatan kabupaten Malang.
Malang: Dinas Kesehatan Kabupaten Malang
Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur. 2015. Profil Kesehatan Provinsi Jawa Timur. Surabaya: Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur
Dwiyarthi, S. 2014. Focus Group Dscussion (Diskusi Kelompok terarah), (Online), (http://www.kompasiana.com/santidwiyarthu/focus-group-discussion- diskusi-kelompok-terarah_54f84ea2a333112a608b52c8), diakses 11 Juli 2017
Efendhi, A. 2015. Hubungan Kejadian Stunting dengan Frekuensi Penyakit ISPA dan Diare pada Balita Usia 12-48 Bulan di Wilayah Kerja Puskesmas Gilingan Surakarta. Naskah Publikasi, (Online), (di eprints.ums.ac.id/38307/4/NASKAH%20PUBLIKASI.pdf), diakses pada tanggal 1 Agustus 2017
Erawati, N. L. P, dkk. 2017. Peran Pembelajaran Menggunakan Tutor Teman Sebaya Dalam Meningkatkan Perilaku Remaja Tentang Pendewasaan Usia Perkawinan. (Online), (ejournal.poltekkes- denpasar.ac.id/index.php/JSH/article/download/91/31) , diakses 17 Mei 2018
Falah, I. F. 2014. Model Pembelajaran Tutorial Sebaya: Telaah Teoiritik. Jurnal Pendidikan Agama Islam. No 2 Vol12
Febianti, Y. N. 2014. Peer Teaching (Tutor Sebaya) sebagai Metode Pembelajaran untuk Melatih Siswa Mengajar. Pendidikan Ekonnomi- Unswagati. Jurnal. No 2 Vol 2
Febrianita, D., dkk. 2012. Perbedaan Hubungan antara Ibu Bekerja dan Ibu Rumah Tangga terhadap Tumbuh Kembang Anak Usia 2-5 tahun.
Artikel Penelitian Vol 12 No 3(https://media.neliti.com/.../156349-ID- perbedaan-hubungan-antara-ibu-bekerja-da.pd...), diakses pada 26 April 2018
Follona, W. Raksanagara, A, S dan Purwara, B, H. 2014. Perbedaaan Pendidikan Kelompok Sebaya tentang Usia Perkawinan di Perkotaan dan Perdesaan. Artikel Penelitian Jurusan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Jakarta III Vol 9, No. 2, November 2014
Guido, M. 2017. Advantages and Disadvantages of Peer Teaching (+15
Strategies for Success), (Online),
(https://www.prodigygame.com/blog/advantages-disadvantages-peer- teaching-strategies/), diakses 12 Agustus 2017
Handayani, S, dkk. 2009. Efektivitas Metode Diskusi Kelompok Dengan dan Tanpa Fasilitator pada Peningkatan Pengetahuan, Sikap dan Motivasi Remaja tentang Perilaku Seks Pranikah. FK UGM
79 Handayani, T. E., dan Purwanti O. S. 2011. Pengaruh Pendidikan Kesehatan terhadap Tingkat Pengetahuan dan Sikap Masyarakat tentang Pencegahan Tuberkulosis Paru di Dusun Kayangan Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar, Jurnal Universitas Muhammadiyah Surakarta, No 3 Vol 4 p: 169 – 180.
Handoko, N. P. 2015. Pengaruh Teman Sebaya terhadap Pengetahuan dan Sikap Mahasiswa Akademi Keperawatan 17 Karanganyar dalam
menanggulangi HIV/AIDS, (Online),
(jurnal.akper17.ac.id/index.php/JK17/article/download/26/29), diakses 20 Agustus 2017
Hayati, S. 2014. Gambaran Faktor Penyebab Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA) pada Balita di Puskesmas Pasirkaliki Kota Bandung. (Online), (ejournal.bsi.ac.id/.../Jurnal_Keperawatan_Volume_II_No_1_April_2014 _Sri_Hayati_62...), diakses 2 Agustus 2017
Indarwati, F.,Panggita B., Hindrawan S. 2013. Pengaruh Focus group discussion (FGD) tentang menejemen terpadu balita sakit (MTBS) terhadap pengetahuan perawat dalam mengenal gejala awal penyakit yang mengancam kehidupan balita dengan format MTBS di Puskesmas Bantul Yogyakarta. Yogyakarta: Laporan Penelitian, FK dan FKM Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Indrizel, E. Diskusi Kelompok Terarah Focus Group Discussio (FGD.) Antropologi FISIP Universitas Andalas. Jakarta: Rineka Cipta
Kamus Kementerian Republik Indonesia. 2017. Kamus - Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (Online), (www.depkes.go.id/folder/view/full- content/structure-kamus.html.), diakses 17 Mei 2017
Kepmenkes RI. 2010. Standar Antropometri Penilaian Status Gizi Anak. (Online), (gizi.depkes.go.id/wp-content/uploads/2011/11/buku-sk-antropometri- 2010.pdf), diakses tanggal 24 Mei 2017
Kitzinger, J. 1995. Introducing focus group. Research article. (Online), (https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/.../pdf/bmj00603-0031.pdf), diakses pada tanggal 11 juli 2017
Kumboyono, Hanafi, M., Lestari E. P. 2014. Perbedaan Pengaruh pendidikan Seks Metode Simulasi dan Diskusi Kelompok terhadap Sikap Remaja pada Upaya Pencegahan Perilaku Seks Menyimpang. Jurnal Kedokteran Brawijaya, 1 (20) : 46-49
Millenium Challenge Account-Indonesia. 2015. Stunting dan masa depan
Indonesia. (Online), (www.mca-
indonesia.go.id/assets/uploads/media/pdf/Backgrounder-Stunting- ID.pdf), diakses tanggal 24 Mei 2017
Notoatmodjo S. Prinsip-prinsip dasar ilmu kesehatan masyarakat. Cet. ke2, Mei.
Jakarta : Rineka Cipta, 2003
Notoatmodjo, S. 2011. Metodologi Penelitian Kesehatan, Jakarta: Rineka Cipta Notoatmodjo, S. 2012. Promosi Kesehatan dan Perilaku Kesehatan. Jakarta :
Rineka Cipta
Notoatmodjo,S. 2007. Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta
Nurfaizal. 2016. Bimbingan Kelompok dengan Teknik Focus Group Discussion (FGD) untuk Meningkatkan Pemahaman Bahaya Seks Bebas. STKIP Muhammadiyah Pringsewu. Vol 2 No.1
Padmawati, R. S. 2009. Metode dan strategi Pengumpulan DataMetode
Kualitatif. (Online),
80 (www.kmpk.ugm.ac.id/.../Metode%20dan%20Strategi%20Pengumpulan
%20Data%20...), diakses 19 Agustus 2017
Permana, R. T. R. W. 2014. Pengaruh Pendidikan Kesehatan Melalui Peer Group terhadap Sikap Remaja tentang HIV/AIDS di SMAN 2 Bantul Yogyakarta. Keperawatan Sekolah Tinggi Ilmu kesehatan Aisyiyah Yogyakarta.
Prakash R, Singh A, Pathak PK, Parasuraman S. Early marriage, poor reproductive health status of mother and child well-being in India. J Fam Plann Reprod Health Care. 2011:10.
Ramli, dkk. 2009. Prevalence and risk factors for stunting and severe stunting among under-fives in North Maluku province of Indonesia. Research article. (Online), (bmcpediatr.biomedcentral.com), diakses pada tanggal 11 Juli 2017
Riskesdas. 2013. Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Kementrian RI Tahun 2013. Jakarta : Bakti Husada
Risnita, 2014. Pengembangan Skala Model Likert. (Online), (http://download.portalgaruda.org), diakses 25 Juni 2018
Rizki, N. A. 2010. Perbedaan Pengaruh antara Metode Focus Group Discussion (FGD) dengan Metode Simulation Game (SIG) terhadap Peningkatan Pengetahuan Siswa Kelas XI tentang Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) di SMK Hidayah Semarang Tahun 2009. Skripsi. Ilmu Kesehatan Masyarakat
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia.
2005. Ilmu Kesehatan Anak. Jakarta: Bagian Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia
Stoner, M. How to Make an Oral Rehydration Salts Drink (ORS). (Online), (http://www.wikihow.com/Make-an-Oral-Rehydration-Salts-Drink-(ORS), diakses tanggal 29 Juli 2017
Suiraoka, I. P dan Supariasa, I. D. N. 2012. Media Pendidikan Kesehatan.
Yogyakarta: Graha Ilmu
Sulityoningsih, H dan Rustandi, R. 2010. Faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian ISPA pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas DTP Jamanis Kabupaten Tasikmalaya Tahun 2010. Staf Pengajar Stikes Respati Tasikmalaya
Supariasa, I. D. N, Bakri, B dan Fajar, I. 2001. Penilaian Status Gizi. Jakarta : EGC
Supriatin, E. 2013. Hubungan Faktor-faktor dengan Kejadian ISPA pada Balita di Puskesmas X Kota Bandung, Jurnal Keperawatan, No 1 Vol1
Trisnawati, 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah. Program Studi Ilmu Gizi. Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngudi Waluyo
Trisnawati, M., Pontang, G, S. dan Mulyasari. 2016. Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting Pada Balita Usia 24-59 Bulan di Desa Kidang Kecamatan Praya Timur Kabupaten Lombok Tengah.
Artikel Ilmiah. Sekolah Tinggi Kesehatan Ngudi Waluyo Ungaran, Semarang
Trisnawati, Y dan Juwarni. 2012. Hubungan Perilaku Merokok Orang Tua Dengan Kejadian ISPA Pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas
81 Rembang Kabupaten Purbalingga 2012. Akademi Kebidanan YLPP Purwokerto
UNICEF. 2013. Stunting. India: UNICEF
UNICEF. Online Lessons : The Infection-Undernutrition Cycle. (Online), (https://www.unicef.org/nutrition/training/2.5/1.html), diakses 15 Oktober 2017
UNICEF.2013. Kemajuan global menunjukan bahwa jumlah balita pendek bisa
dikurangi. (Online),
(https://www.unicef.org/indonesia/id/media_20795.html), diakses tanggal 23 Mei 2017
Welas asih, B. D dan Wirjatmadi, B. R. 2012. Beberapa faktor yang berhubungan dengan status gizi balita stunting. Research article. (Online), (http://journal.unair.ac.id/downloadfull/PH5957-
3554a5f5acfullabstract.pdf), diakses 28 Agustus 2017
WHO, 2008. Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yang Cenderung Menjadi Epidemi dan Pandemi: Pencegahan dan Pengendalian Infeksi di Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Jenewa
WHO. 2004. Global estimate of the incidence of clinical pneumonia among children under five years of age. Research article. WHO
WHO. 2013. Childhood Stunting: Context, Causes and Consequences. WHO Conceptual Framework