• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA | Perpustakaan Poltekkes Malang

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA | Perpustakaan Poltekkes Malang"

Copied!
3
0
0

Teks penuh

(1)

42

DAFTAR PUSTAKA

Adisasmito, W. 2008. Sistem Kesehatan. PT Raja Grafindo Persada, Jakarta.

Adriani, M. dan Wirjatmadi, B. 2012. Pengantar Gizi Masyarakat. Jakarta:

Kencana.

Adriani, M. dan Wirjatmadi, B. 2012. Peranan Gizi dalam Siklus Kehidupan. Jakarta: Kencana.

AKG. (2013). Angka Kecukupan Gizi Energi, Protein Yang Dianjurkan Bagi Bangsa Indonesia. Lampiran Peraturan Mentri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 75 Tahun 2013

Almatsier Sunita. 2009. Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Cetakan ke VII. PT Gramedia Pustaka Utama, Jakarta.

Anugraheni Sofia H. 2012. Faktor Risiko Kejadian Stunting Pada Anak Usia 12-36 Bulan di Kecamatan Pati, Kabupaten Pati. Artikel Penelitian : Universitas Diponegoro Semarang

Ardiyah, Farah Okky., Ninna, R., Mury, R. 2015. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting pada Anak Balita di Wilayah Pedesaan dan Perkotaan(The Factors Affecting Stunting on Toddlers in Rural and Urban Areas). Universitas Jember, Jember

Arisman MB. 2009. Gizi Dalam Daur Kehidupan. Edisi 2. EGC, Jakarta.

Dewi Kurnia A. B. F., Pujiastuti N., Fajar Ibnu. 2013. Ilmu Gizi Untuk Praktisi Kesehatan. Edisi Pertama. Graha Ilmu, Yogyakarta.

Gibson, Rosalind S.2005, Principles of Nutritional Assessment, 2nd.ed., Oxford University Press, New York.

https://books.google.co.id/books?id=lBlu7UKI3aQC&printsec=frontcov er&dq=gibson&hl=id&sa=X&ved=0ahUKEwiA4ovX8dvXAhUV148KHe QjAIwQ6AEIOTAC#v=onepage&q=gibson&f=false, Diakses tanggal 26 November 2017.

Kementerian Kesehatan RI. 2016. Situasi Balita Pendek. Jakarta.

KESMAS, 2015. Faktor yang Mempengaruhi Kejadian Stunting.

www.indonesian-publichealth.com/stunted-pada-balita/ , Diakses pada 25 November 2017.

(2)

43 Kusharto C.M., Supariasa I.D.N. 2014. Survei Konsumsi Gizi. Cetakan I.

Graha Ilmu, Yogyakarta.

Notoatmodjo, S. 2012. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. Rineka Cipta, Jakarta.

Notoatmodjo S. 2011. Kesehatan Masyarakat. Edisi Revisi. Rineka Cipta, Jakarta.

Pratami T. J., Widajanti L., Aruben R. 2016. Hubungan Penerapan Prinsip Pedoman Gizi Seimbang dengan Status Gizi Mahasiswa.Jurnal Kesehatan Masyarakat. Volume IV Nomor IV ISSN: 2356-3346.

Sari, E.M. et, al. 2016. Asupan protein, Kalsium dan Fosfor pada Anak stunting dan Tidak Stunting Usia 24-59 bulan. Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta

Sisiliay, F. 2015. Dietary Assessment Of Individual Level (24 Hours Recall).

https://www.academia.edu/20206133/DIETARY_ASSESSMENT_OF_

INDIVIDUAL_LEVEL_24_HOURS_RECALL, Diakses tanggal 26 November 2017.

Silvia, Merryna Nia, Marudut, Idrus Jus’at. 2011. Konsumsi Zat-Zat Gizi Menurut Metode Recall-Record Berdasarkan Waktu Makan Remaja Putri.

http://ejurnal.esaunggul.ac.id/index.php/Nutrire/article/view/1235/1127 , Diakses pada tanggal 26 November 2017.

Sisiliay, F. 2015. Dietary Assessment Of Individual Level (24 Hours Recall).

https://www.academia.edu/20206133/DIETARY_ASSESSMENT_OF_

INDIVIDUAL_LEVEL_24_HOURS_RECALL, Diakses tanggal 26 November 2017.

Sudirman Herman. 2008. Stunting atau Pendek: Awal Perubahan Patologis Atau Adaptasi Karena Perubahan Sosial Ekonomi yang Berkepanjangan. Media Litbang Kesehatan Volume XVIII Nomor 1:33.

Supariasa I.D.N. , Bakri B. , Fajar Ibnu. 2016. Penilaian Status Gizi. Edisi 2. EGC, Jakarta.

Supariasa I.D.N. , Bakri B. , Fajar Ibnu. 2002. Penilaian Status Gizi. EGC, Jakarta.

(3)

44 Winarno F. G. 2004. Kimia Pangan dan Gizi. PT Gramedia Pustaka

Utama, Jakarta.

[WHO] World Health Organization. 2012.

[WHO] World Health Organization. 2013.

Referensi

Dokumen terkait