• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA - Research and Publication

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA - Research and Publication"

Copied!
115
0
0

Teks penuh

Karena seorang pemimpin adalah khalifah (wakil) Allah di muka bumi, maka ia harus mampu berfungsi sebagai perpanjangan tangan-Nya. Karena Allah memberikan pelatihan kepada seluruh dunia, maka seorang pemimpin harus mampu menjadi wasit atas pelatihan Tuhan terhadap segala sesuatu yang ada di muka bumi. Dari sini dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin harus mempunyai dua kriteria yaitu al-'ilm dan al-quwwat.

Dari sini, dua kriteria pemimpin di atas juga boleh dibincangkan sebagai al-'adalat wa al-amanat (integriti peribadi) dan al-quwwat. Sesungguhnya Allah telah memilihnya (Thalut) atas kamu dan menganugerahkan kepadanya kelebihan ilmu dan jasmani (basthat fi al-'ilm wa al-jism)" (QS. Al-Baqarah: 247). Dan kepada keduanya (Dawud). dan Sulaiman) memberi Kami pertimbangan dan ilmu” (QS. Al-Anbiya’: 79).

Di sini manfaat ilmu menjadi kriteria pertama (al-'ilm), sedangkan manfaat fisik menjadi kriteria kedua (al-quwwat). Selain al-hukm sebagai kriteria kedua (al-quwwat), ketiga orang ini juga memiliki al-'ilm sebagai kriteria pertama (al-'ilm).

KEPEMIMPINAN DALAM PANDANGAN KONVENSIONAL

Teori Path Goal

Menurut Burns (Syafar, 2001), kepemimpinan transformasional adalah suatu proses dimana manajer atau atasan dan bawahan saling mendorong ke arah semangat dan motivasi yang tinggi. Kepemimpinan transformasional dapat membangkitkan kesadaran bawahan dengan mendorong cita-cita dan nilai-nilai moral yang lebih tinggi seperti kebebasan, keadilan, kesetaraan, perdamaian dan kemanusiaan, daripada membangkitkan sikap emosional seperti ketakutan, keserakahan, iri hati atau kebencian. Jika dikaitkan dengan teori hierarki kebutuhan Maslow, kepemimpinan transformasional dimaksudkan untuk mendorong tingkat kebutuhan bawahan ke arah hierarki yang lebih tinggi.

Bass dan Avolio (1990) menyatakan kepemimpinan transformasional berbeda dengan kepemimpinan transaksional, karena kepemimpinan transformasional tidak hanya mengakui kebutuhan bawahan, tetapi juga berusaha menaikkan kebutuhan tersebut dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi hingga ke tingkat yang mapan. Gibson (1995) menyatakan bahwa kepemimpinan transformasional adalah kepemimpinan untuk menginspirasi dan memotivasi pengikutnya untuk mencapai hasil yang lebih besar dari yang direncanakan semula dan imbalan internal. Robbins (2001) mendefinisikan kepemimpinan transformasional sebagai pemimpin yang mampu memberikan inspirasi kepada bawahan untuk mengutamakan kemajuan organisasi di atas kepentingan pribadi, memberikan perhatian yang baik kepada bawahan dan mampu mengubah kesadaran bawahan dengan memecahkan permasalahan lama dengan cara pandang yang baru.

Kepemimpinan transformasional mempengaruhi pengikutnya dengan mengubah sikap dan nilai-nilai inti pengikut melalui pemberdayaan. Menurut Kanung dan Mendonce (Thobroni: 2005), sumber pengaruh kepemimpinan transformasional ada dua, yaitu kekuasaan ahli dan kekuasaan referensi.

Karakteristik Pemimpin Pelayan

Pemimpin hamba berusaha untuk memahami dan berempati dengan orang lain dan menjadi pendengar yang baik. Pemimpin hamba mampu memberikan kesembuhan kepada mereka yang berhubung dengan mereka, terutamanya dari segi emosi. Kesedaran seorang pemimpin hamba akan membantu memahami isu yang melibatkan etika dan nilai sejagat.

Ciri-ciri pemimpin yang melayani adalah kemampuannya mempengaruhi orang lain tanpa menggunakan wewenang dan kekuasaan yang berasal dari posisi pengambil keputusan formal dalam organisasi. Pemimpin yang melayani terus membuka dan mengembangkan wawasan dan pemikirannya sehingga dapat memasukkan pemikiran konseptual yang memiliki landasan lebih luas. Pemimpin yang melayani melakukan yang terbaik untuk memastikan bahwa setiap orang dalam organisasi memainkan peran penting.

Pemimpin yang melayani memiliki komitmen yang tinggi terhadap pertumbuhan pribadi, profesional, dan spiritual setiap individu dalam organisasi di mana mereka hadir. Pemimpin yang melayani berusaha membangun hubungan yang erat antara anggota lain yang bekerja dalam organisasi.

KEPEMIMPINAN DALAM PERSPEKTIF ISLAMI

Sedangkan menurut Robbins (2000), kepemimpinan adalah kemampuan seseorang untuk mempengaruhi orang-orang dalam suatu kelompok untuk mencapai tujuan tertentu. Tipe atau gaya kepemimpinan seseorang berbeda-beda tergantung pada karakter dan pola pikir pemimpin, tujuan dan jenis organisasi yang dipimpin, tuntutan situasi sosial yang dipimpin dan lain sebagainya. Jenis atau gaya kepemimpinan secara umum dapat dikelompokkan menjadi lima, yaitu: (Zainudin dan Mustaqim, 2005: 12).

Otokratis merupakan gaya kepemimpinan yang menganggap organisasi yang dipimpinnya sebagai milik pribadi, sehingga hanya kemauannya saja yang boleh dilakukan dan kurang mau memperhatikan kritik dari orang lain. Militeristik, yaitu gaya kepemimpinan yang menggunakan model militer (komandan) dan biasanya perintah pemimpin harus dipatuhi secara mutlak. Karismatik, yaitu gaya kepemimpinan yang mengedepankan sosok pemimpin, biasanya mempunyai pengikut yang banyak dan rela melakukan apapun yang diperintahkan.

Kepemimpinan merupakan fenomena sosial yang berkembang sebagai suatu interaksi antara orang-orang dalam kelompok, baik dalam bentuk kelompok besar yang melibatkan banyak orang, maupun dalam bentuk kelompok kecil dengan jumlah orang yang terlibat sedikit. Kepemimpinan sebagai pengarahan memuat kegiatan memimpin, membimbing, membimbing, menunjukkan jalan, membimbing dan melatih agar orang yang dipimpinnya mengerjakan sendiri. Lebih lanjut dijelaskan juga bahwa kepemimpinan dalam Islam adalah kepemimpinan yang mengamalkan nilai-nilai ajaran Islam dalam mengelola suatu organisasi, seperti sifat dapat dipercaya.

Hal ini dilakukan tanpa melihat apakah orang yang terlibat adalah Muslim atau non-Muslim. Kegiatan ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan bekerja mandiri di lingkungan masyarakat yang terbimbing dalam usahanya mencapai keridhaan Allah SWT di dunia dan di akhirat. Siddiq/jujur ​​adalah orang yang mempunyai kejujuran dan selalu mendasarkan perkataan, keyakinan dan tindakannya pada ajaran Islam.

Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang bertakwa." Ayat tersebut menjelaskan bahawa orang-orang yang beriman dan bertakwa kepada Allah, maka mereka itu bersama orang-orang yang bertakwa. Orang yang sentiasa berusaha untuk berlaku jujur, akan dicatat oleh Allah SWT sebagai seorang yang jujur ​​dan hendaklah kamu menjauhi dusta kerana dusta akan membawa kepada kejahatan dan kejahatan akan membawa kepada neraka dan orang yang sentiasa berdusta akan dicatat oleh Allah SWT sebagai pendusta (HR .Bukhari).

Artinya; Dan orang-orang yang

Orang yang mengingati Allah SWT dalam diam dan menitiskan air mata kerana menyesali dosanya. Ulul Amri ialah seorang yang dilantik untuk diamanahkan dengan suatu tugas (amanah) bagi menguruskan sesebuah organisasi dengan sebaik-baiknya. Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu.

Barangsiapa yang menyimpang dari Jalan Allah akan mendapat siksa yang pedih, karena mereka lupa akan hari kiamat. Namun, cara dan hasil harus menjadi kepentingan terbaik bagi orang-orang yang terlibat dalam jangka panjang. Dalam kehidupan orang yang berbeda, sifat ini dapat muncul dalam situasi yang berbeda dan muncul pada tahapan yang berbeda.

Ia harus berpegang pada adat istiadat Islam dalam mengatur urusannya, terutama ketika berhadapan dengan kelompok oposisi atau orang yang tidak menentangnya. Dan orang-orang yang menerima seruan Tuhannya dan menunaikan shalat, urusannya (diputuskan) berdasarkan musyawarah di antara mereka; Wahai orang-orang yang beriman, jadilah pembela keadilan yang sejati, jadilah saksi bagi Allah, bahkan terhadap dirimu sendiri, orang tuamu, dan dirimu sendiri.

Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah rasul-rasul (Nya) dan ulil amr daripada kamu. Pemimpin yang mengamalkan Islam juga tidak akan pernah merasakan dirinya adalah orang yang paling berkuasa. Seorang pemimpin boleh dianggap syirik akauntabiliti formal kepada orang yang dipimpinnya, tetapi tidak semestinya syirik apabila dia sepatutnya bertanggungjawab kepada Allah SWT.

Wahai orang-orang yang beriman, jadilah orang-orang yang senantiasa berpegang teguh (kebenaran) karena Allah, jadilah saksi-saksi yang saleh. Mau mendengarkan nasehat dan tidak sombong karena jarang sekali kita mendapat nasehat dari orang yang ikhlas. Mereka adalah tokoh-tokoh Arab yang terdiri dari orang-orang yang mempunyai derajat mulia, berilmu, orator, penyair dan lain-lain.

Allah berfirman: “Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yang beriman” (QS.Syu’ara (26): 215). Selain itu akan memicu terbentuknya kelompok-kelompok feodal, dan sebaliknya akan menjadikan masyarakat yang tidak memiliki tanah menjadi lemah dan terbuang. Sejarah mencatat bagaimana Rasulullah adalah orang yang sangat cerdas, meski dikatakan ummi (buta huruf).

Selepas kewafatan Nabi, kaum Ansar mahu dipilih seseorang daripada kalangan mereka untuk menjadi Khalifah.

DAFTAR PUSTAKA

Investigating the effect of organizational culture and leadership behavior on organizational commitment, job satisfaction, and job performance in small and medium-sized firms of Taiwan, Journal of American Academy of Business, Cambridge, Vol. A Structural Equation Modeling Analysis of Leadership Behavior, Organizational Commitment, and Employee Job Satisfaction in Taiwanese Health Clubs,” Dissertations, United States Sports Academy, Alabama. Spirituality and Leadership: An Empirical Review of Denitions, Distinctions, and Embedded Assumptions, Leadership Quartely, Greenwich, Oct.

Servant Leadership: A Journey into the Nature of Legitimate Power and Greatness (L.C. Spears, ed.), New York: Paulist Press. The Impact of Cultural Values ​​on Job Satisfaction and Organizational Commitment in Self-Managing Work Teams: The Mediating Role of Employee Resistance,” Academy of Management Journal. An evaluation of Meyer and Allen's three-component model of organizational commitment in South Korea, Journal of Applied Psychology, Vol.

Leadership with Inner Meaning: A Contingency Theory of Leadership Based on the Worldviews of Five religions, Leadership Quartely, Greenwich, oktober Assessing the Servant Organisation: Development of the Organizational Leadership Assessment (OLA) Instrument, Dissertation Abstracts International A. The Effects of leadership style on Organizational Citizenship Behavior, Gadjah Mada International Journal of Business, maj, let.

Leadership, Culture and Performance: The Case of the New Zealand Public Sector, Journal of Change Management, London, Vol. Using structural equation modeling to examine the causal ordering of job satisfaction and organizational commitment among staff accountants. Changing a Culture: Evaluation of a Leadership Development Program at Mellon Financial Services, International Journal of Training and Development, p.p.

Reflections on Leadership: How Robert K Greenleaf's Theory of Servant-Leadership Influenced Today's Top Management Thinkers, New York: John Wiley & Sons.

Referensi

Dokumen terkait