PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian…
TINJAUAN PUSTAKA
Menurut Sutrisno (2012:3), manajemen keuangan adalah seluruh kegiatan perusahaan yang berkaitan dengan upaya memperoleh aset perusahaan dengan harga murah dan upaya mengalokasikan aset tersebut secara efisien. Sedangkan menurut Kamaludin (2011:1), manajemen keuangan adalah upaya memperoleh dana dengan cara yang paling menguntungkan dan menyebarkan dana secara efektif dalam perusahaan sebagai sarana untuk mencapai tujuan pemegang saham. Berdasarkan pengertian di atas, kita dapat menyimpulkan bahwa manajemen keuangan adalah suatu ilmu dan seni yang mempelajari bagaimana memperoleh dana dan mengelola dana untuk mencapai tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan keuntungan bagi pemegang saham.
Fungsi manajemen Keuangan
Dengan memahami ilmu manajemen keuangan, diharapkan berbagai pihak dalam fungsi pemasaran, produksi, sumber daya manusia dan keuangan dapat membuat setiap keputusan menjadi lebih bijak. Sutrisno (2012:5) menjelaskan bahwa fungsi manajemen keuangan terdiri dari tiga keputusan utama yang harus diambil oleh perusahaan, tiga keputusan bisnis. Ada beberapa hal yang berkaitan dengan keputusan pembiayaan, yaitu keputusan mengenai penentuan sumber pendanaan yang diperlukan untuk mendanai investasi, dan penentuan saldo pengeluaran yang terbaik atau sering disebut dengan struktur modal yang optimal.
Ketika aset diperoleh dengan pembiayaan yang tepat, aset tersebut memerlukan pengelolaan yang efisien. Manajer keuangan, bersama dengan manajer lain di perusahaan, bertanggung jawab atas berbagai tingkat aset yang ada.
Tujuan Manajemen Keuangan
Investasi
Bagaimana dan apa yang akan dilakukan oleh investor yang akan berinvestasi pada surat berharga, saham atau obligasi. Untuk mendapatkan keuntungan yang besar, diperlukan juga skill atau kekayaan yang besar untuk berinvestasi pada surat berharga, hal ini dilakukan untuk menghindari semaksimal mungkin risiko yang akan timbul. Ada berbagai macam surat berharga atau saham yang akan dibeli, yang mana dari berbagai surat berharga tersebut tidak semuanya dapat dibeli karena adanya pembatasan di bidang keuangan.
Ini melibatkan penentuan aset spesifik mana yang akan digunakan sebagai investasi dan berapa proporsi investasi pada masing-masing aset tersebut. Hal ini dilakukan apabila terdapat informasi atau perubahan yang terjadi pada alternatif efek yang telah dipilih sebelumnya yang dilakukan audit ini guna menghindari kemungkinan risiko terburuk yang akan timbul.
Kelayakan Investasi saham
Penilaian ini dilakukan untuk melihat apakah nilai yang diharapkan oleh investor di muka ketika investor membandingkannya dengan realita yang diterima investor sudah sesuai. Salah satu bentuk investasi yang dapat mendatangkan keuntungan di masa depan, salah satunya adalah investasi saham. Agar suatu investasi dapat menghasilkan tingkat pengembalian yang diharapkan di masa yang akan datang, investor harus melakukan analisis kelayakan investasi, analisis kelayakan investasi dapat diartikan sebagai suatu tindakan yang dilakukan untuk mengetahui prospek suatu proyek investasi yang mendasari keputusan untuk menerima atau menolak investasi.
Warren Buffett mengatakan bahwa nilai intrinsik (fair value) suatu saham diartikan sebagai nilai sekarang dari arus kas yang akan diperoleh sepanjang umur perusahaan. Nilai sekarang dari uang yang akan kita peroleh di masa depan adalah konsep time value of money (nilai uang yang kita miliki saat ini lebih tinggi dibandingkan nilai uang dengan jumlah yang sama di masa depan.) Buffett mengatakan, bahwa dengan cara ini adalah satu-satunya cara yang masuk akal untuk menilai daya tarik suatu investasi dan perusahaan.
Return Saham
Capital gain (loss) merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu surat berharga yang dapat memberikan keuntungan (kerugian) kepada investor. Sedangkan imbal hasil merupakan komponen imbal hasil yang mencerminkan arus kas atau pendapatan yang diterima secara berkala dari suatu investasi. Dari kedua komponen return tersebut, total return suatu investasi dapat dihitung dengan menjumlahkan imbal hasil dan capital gain yang diterima atas suatu investasi.
Selain memperhatikan return, investor juga harus mempertimbangkan tingkat risiko investasi sebagai dasar pengambilan keputusan investasi. Capital gain (loss) merupakan kenaikan (penurunan) harga suatu saham yang dapat memberikan keuntungan (kerugian) kepada investor. Yield merupakan komponen return yang mencerminkan arus kas atau pendapatan yang diterima secara periodik dari suatu investasi saham.
Menurut Husnan, faktor-faktor yang mempengaruhi return saham terdiri dari faktor makro dan faktor mikro. A. Menurut Tandelilin, dari sudut pandang investor, salah satu indikator penting untuk menilai prospek suatu perusahaan di masa depan adalah dengan melihat sejauh mana pertumbuhan profitabilitas perusahaan, salah satunya adalah return on assets (ROA). Indikator ini sangat penting untuk diperhatikan guna mengetahui sejauh mana aset yang dimiliki perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang nantinya akan mempengaruhi kenaikan harga saham serta dapat memberikan return yang sesuai dengan tingkat yang diinginkan investor.
Menurut Brigham dan Houston, investor harus memperhatikan perputaran persediaan karena jika tidak diperhatikan dengan baik, perputaran persediaan yang rendah akan menyebabkan hilangnya penjualan dan menyebabkan meningkatnya biaya penyimpanan yang berlebihan sehingga mengakibatkan kerugian pada investasi yang telah ditanamkan.
Risiko
Dalam berinvestasi, risiko adalah tingkat potensi kerugian yang timbul karena hasil yang diharapkan dari investasi tidak sesuai dengan harapan. Seorang investor yang dihadapkan pada dua pilihan investasi yang menawarkan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, akan lebih memilih untuk mengambil investasi dengan risiko yang lebih tinggi. Seorang investor yang dihadapkan pada dua pilihan investasi yang menawarkan tingkat pengembalian yang sama dengan risiko yang berbeda, akan lebih memilih untuk mengambil investasi dengan risiko yang lebih rendah.
Risiko sistematis merupakan risiko yang tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi, karena fluktuasi risiko ini dipengaruhi oleh faktor makro yang dapat mempengaruhi pasar secara keseluruhan. Risiko sistematis ini adalah risiko yang timbul dari kondisi perekonomian dan pasar secara umum yang tidak dapat didiversifikasi. Menurut Husnan (2005), karena terdapat beberapa risiko yang dapat dihilangkan dengan diversifikasi, maka ukuran risiko dalam suatu portofolio bukan lagi risiko total, melainkan risiko sistematik, karena risiko tersebut tidak dapat dihilangkan dengan diversifikasi.
Risiko ini merupakan risiko yang dapat dihilangkan dengan melakukan diversifikasi karena risiko ini hanya ada pada satu perusahaan atau industri tertentu. Ada beberapa jenis risiko yang harus diperhatikan oleh seorang investor ketika melakukan investasi, yaitu. Risiko finansial adalah risiko yang diterima investor sebagai akibat ketidakmampuan penerbit saham atau obligasi memenuhi kewajibannya membayar dividen atau bunga dan pokok investasi.
Risiko likuiditas merupakan risiko yang berkaitan dengan kemampuan saham yang bersangkutan untuk segera diperdagangkan tanpa mengalami kerugian yang berarti. Risiko mata uang adalah risiko yang timbul akibat pengaruh perubahan nilai tukar mata uang dalam negeri (misalnya rupiah) terhadap mata uang negara lain (misalnya dolar AS). Berinvestasi adalah mengorbankan nilai uang saat ini demi nilai uang di masa depan, disini kita melihat resiko yang timbul dan kapan investasi akan dilakukan.
Laporan keuangan
Laporan keuangan disusun atau disusun dengan tujuan untuk memberikan ikhtisar atau laporan status berkala yang dilakukan oleh manajemen terkait. Memberikan informasi mengenai sejauh mana pengungkapan informasi lain terkait laporan keuangan relevan dengan kebutuhan pengguna pelaporan, seperti informasi tentang kebutuhan akuntansi yang dianut oleh entitas. Sedangkan tujuan laporan keuangan menurut Standar Akuntansi Keuangan (Sawir, 2005:2), tujuan laporan keuangan adalah sebagai berikut: Untuk memberikan informasi tentang posisi keuangan, hasil dan perubahan posisi keuangan suatu perusahaan yang bermanfaat bagi perusahaan. sejumlah besar pengguna dalam pengambilan keputusan keuangan.
Laporan keuangan yang disusun untuk kebutuhan biasa sebagian besar pengguna umumnya mencerminkan dampak keuangan dari peristiwa masa lalu. Laporan keuangan juga menunjukkan apa yang dilakukan manajemen atau tanggung jawab manajemen atas dana yang dipercayakan kepadanya. Dari uraian di atas dapat kita simpulkan bahwa tujuan laporan akuntansi adalah untuk menyajikan informasi yang dapat dipercaya tentang aktiva perusahaan, kewajiban perusahaan, keuntungan perusahaan dan data lain yang sesuai atau penting bagi keputusan pemakai.
Laporan keuangan dibutuhkan oleh pihak-pihak yang berkepentingan, dimana pihak-pihak tersebut mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Bagi pemegang saham yang juga pemilik bank, pentingnya laporan keuangan bank adalah untuk melihat perkembangan bank yang dipimpin manajemennya selama suatu periode. Pemilik dengan laporan keuangan tersebut akan dapat memberikan gambaran besarnya dividen yang akan diterimanya.
Bagi pemerintah, laporan keuangan baik bank pemerintah maupun bank swasta harus mengetahui perkembangan bank yang bersangkutan. Laporan keuangan kepada manajemen harus menilai upaya manajemen bank untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Bagi masyarakat umum, rekening bank merupakan jaminan atas uang yang disimpan di bank.
Hipotesis Penelitian
Metode Pengumpulan Data
Jenis Dan Sumber Data
- Jenis data
- Sumber Data
Metode Analisis
Penulis mengambil standar proyeksi EPS sebesar 15% mengingat sangat sedikit perusahaan yang mampu mempertahankan EPS di atas 15%.
Definisi Operasional
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
- Gambaran umum Perusahaan
- Struktur organisasi
- Deskripsi Jabatan
- Deskripsi Data
- Analisis data
Astra Graphia merupakan distributor eksklusif Fuji Xerox yang memasarkan mesin fotokopi, printer, dan scanner. Perusahaan ini dipisahkan dari perusahaan induknya menjadi PT Astra Graphia pada tahun 1976, dan kemudian tercatat di Bursa Efek Jakarta menjadi PT Astra Grphia TBK pada tahun 1988. 1976 : PT Astra Graphia didirikan sebagai badan hukum independen dan ditunjuk sebagai distributor eksklusif Fuji Xerox Co.
2008 : Mengakuisisi 50,99% saham PT SAT dari SCS, sehingga kepemilikan saham Astragraphia menjadi 99,99% dan PT SAT berganti nama menjadi PT Astra Graphia Information Technology (AGIT). Dewan Komisaris bertanggung jawab kepada ABS dan tugas Komisaris Utama adalah mengoordinasikan kegiatan Dewan Komisaris. Secara kolektif tugas Dewan Komisaris adalah melakukan pengawasan terhadap pengurusan Perseroan yang dilakukan oleh Direksi dan memberikan nasihat mengenai kebijakan Direksi dalam pengurusan Perseroan.
Dewan Komisaris senantiasa memantau efektivitas kebijakan, kinerja, dan proses pengambilan keputusan oleh Direksi. Dewan Komisaris. Hasil pengawasan disertai penelaahan dan pendapat Dewan Komisaris disampaikan kepada RUPS sebagai bagian dari penilaian kinerja Direksi tahun 2012. Anggaran Dasar Asosiasi mengatur tata cara pengangkatan, pengangkatan, penggantian dan penggantian. pemberhentian anggota Dewan Komisaris.
Calon Komisaris diputuskan bersama oleh Dewan Komisaris sesuai dengan kebutuhan Perseroan, dengan memenuhi kriteria utama yaitu kemampuan, kemauan dan sikap. Secara umum kinerja Dewan Komisaris ditentukan berdasarkan tugas dan kewajiban sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku dan Anggaran Dasar Perseroan serta amanah Pemegang Saham. Mengkaji ulang aktivitas penerapan manajemen risiko yang dilakukan Dewan, dalam hal Emiten atau Perusahaan Publik tidak mempunyai fungsi pemantauan risiko di bawah Dewan Komisaris;
Berdasarkan hasil yang telah dilakukan sebelumnya mengenai analisis kelayakan berinvestasi pada PT Astra Graphia dengan menggunakan proyeksi EPS, Projected Price Earning Ratio, penentuan harga total saham dan penentuan harga wajar saham, diperoleh kesimpulan bahwa PT Astra layak dibeli. Graphia Shares berpendapat bahwa harga wajar saham tersebut lebih tinggi dibandingkan harga saham yang ditawarkan/dibayar. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan agar dapat bermanfaat bagi manajemen PT Astra Graphia, perlu adanya peningkatan terhadap perkembangan EPS yang masih dibawah normal.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Sundjaja, Ridwan S., & Inge Barlian, 2003, Manajemen Keuangan One Sugianto, 2008 pasar modal, edisi kedua, Alfabeta, Bandung.