• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA "

Copied!
91
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Pembatasan Masalah

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Sistematika Penulisan

URAIAN TEORITIS

Komunikasi

Kata komunikasi atau komunikasi dalam bahasa Inggris berasal dari kata communis yang berarti 'sama', 'communico', 'komunikasi' atau 'komunikasi'. Istilah pertama (communis) biasanya disebut sebagai asal kata komunikasi, yang merupakan akar kata Latin lain yang serupa. Komunikasi menyatakan bahwa sebuah pemikiran, makna atau pesan dibagikan secara setara, namun definisi kontemporer menyarankan bahwa komunikasi mengacu pada apa adanya, seperti dalam kalimat 'kita berbagi pemikiran', 'kita mendiskusikan makna' dan kita 'mengirimkan pesan'. .pesan'.

Komunikasi Publik

  • Analisis Pendengaran dan Persiapan Komunikasi Publik
  • Penyampaian Komunikasi Publik
  • Ciri-Ciri Komunikasi Publik
  • Tujuan Komunikasi Publik

Semakin banyak informasi tersedia, pembicara harus terus-menerus merevisi kerangka pidatonya. Kontak mata merupakan salah satu teknik komunikasi nonverbal yang sangat membantu pembicara menyampaikan gagasannya kepada pendengar. Kontak mata dengan pendengar membantu pembicara mengenali dan memantau pendengar serta memberikan umpan balik kepada pembicara mengenai pesan yang disampaikan.

Efektivitas

Komunikasi publik juga bertujuan untuk memberikan informasi kepada kelompok sasaran dan meningkatkan kesadaran serta mempengaruhi sikap atau perilaku kelompok sasaran.

Public speaking

  • Metode Public speaking
  • Ruang Lingkup Public speaking
  • Langkah Kecil Menjadi Public Speaker Yang Baik

Pidatonya sama sekali tidak siap karena tiba-tiba ditugaskan untuk berbicara di depan umum. Pada dasarnya, ada tiga langkah kecil yang bisa membuka peluang menjadi seorang public speaker yang baik, yakni mempersiapkan diri sebaik mungkin. Caranya adalah dengan belajar dari buku, internet, televisi, radio dan datang ke forum public speaking.

Retorika

  • Jenis-Jenis Retorika

Jalaluddin Rakhmat dalam buku Retorika Modern, Pendekatan Praktis juga memaparkan secara rinci sejarah retorika dan perkembangannya. Buktinya masyarakat kita sering memanfaatkannya dengan membaginya secara konseptual menjadi tiga bagian ketika berbicara di depan umum, yaitu pembuka, isi, dan penutup. .

Kemampuan Berbicara

  • Mengatasi Ketakutan dan Supaya Lebih Percaya Diri
  • Keahlian Tampil di Depan Publik Yang Anda Raih
  • Gejala-Gejala Takut dan Tidak Percaya Diri

Retorika persuasif, yaitu retorika yang bertujuan untuk mempengaruhi masyarakat dengan tidak memberikan perhatian/mempertimbangkan secara khusus nilai-nilai kebenaran dan moralitas. Retorika ini sangat mementingkan nilai-nilai kebenaran, kebajikan, moralitas dan sifatnya dapat menenangkan jiwa manusia (Dewi, 2013: 63). Dalam pidato terdapat seni retoris, antara lain daya ingat yang kuat, kreatifitas dan imajinasi yang tinggi, teknik berekspresi yang tepat serta kekuatan pembuktian dan penilaian yang tepat.

Ada pesan yang ingin disampaikan, ada pendengar yang mau mendengarkan, lalu ada feedback yang muncul setelah retorika berakhir (Dewi. Anda akan mampu mengendalikan gerakan-gerakan yang tidak terkendali seperti gerakan tangan yang berlebihan, menganggukkan kepala Dengan menggoyangkan badan, bergerak dari satu kaki ke kaki lainnya, atau mengendalikan getaran seluruh tubuh, Anda dapat dengan tenang dan nyaman menanggapi pertanyaan, interupsi, gangguan, dan insiden yang tidak direncanakan.

Anda akan bisa bersikap cukup santai untuk memasukkan humor, perhatian, dan ketulusan ke dalam pidato Anda. Anda akan belajar bagaimana memahami sepenuhnya penampilan fisik Anda sehingga Anda bisa menjadi pusat perhatian audiens Anda. Anda akan belajar bagaimana menjaga suara Anda tetap rileks sehingga suara Anda mengalir tanpa gangguan.

Hipotesis

Pendapat responden terhadap kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan pengendalian diri dan emosi (cemas, panik dan takut). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan kemampuan pengendalian diri dan emosi (cemas, panik, dan takut). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan berbicara efektif dalam meningkatkan respon fasih (kembali ke pertanyaan dan istirahat tidak terencana).

Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan kemampuan memberikan kehangatan (sense of humor dan ability to break the ice). Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan karisma diri. Dari data di atas dapat kita simpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan kemampuan berpikir spontan.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif dalam meningkatkan kemampuan vokal. Terlihat bahwa public speaking efektif dalam meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA. 3 Kegiatan berbicara di depan umum mendorong tanggapan yang cair (tanggapan yang tenang terhadap pertanyaan dan kata seru yang tidak direncanakan).

8 Kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan imajinasi (berlatih berbicara tanpa terlalu mengandalkan teks) dan pengetahuan luas.

METODE PENELITIAN

Jenis Penelitian

Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif, dimana data diambil dengan cara menyebarkan kuesioner, sehingga hasil yang diperoleh peneliti ini berupa serangkaian hasil kuesioner yang dibagikan kepada responden. Metode kuantitatif yang dijelaskan Sugiyono adalah metode penelitian yang berlandaskan filsafat positivisme, digunakan untuk meneliti populasi atau sampel tertentu, pengumpulan data menggunakan instrumen penelitian, analisis data bersifat kuantitatif/statistik, guna menguji hipotesis yang telah ditetapkan. Metode deskriptif adalah suatu jenis penelitian yang bertujuan untuk membuat gambaran secara sistematis, faktual dan akurat mengenai fakta dan karakteristik suatu populasi atau objek tertentu.

Melalui kerangka konseptual (landasan teori), peneliti mengoperasionalkan konsep-konsep yang akan menghasilkan variabel dan indikatornya (Kriyantono, 2010:69). Berikutnya adalah metode survei, survei merupakan metode penelitian yang menggunakan kuesioner sebagai alat pengumpulan datanya. Dalam survei, proses pengumpulan dan analisis data sosial dilakukan secara sangat terstruktur dan rinci melalui kuesioner sebagai alat utama untuk memperoleh informasi dari sejumlah responden yang diasumsikan mewakili populasi secara spesifik (Kriyantono.

Kerangka Konsep

Definisi Konsep

Definisi Operasional

  • Operasionalisasi Variabel
  • Definisi Indikator Variabel

Populasi dan Sampel

Populasi dalam penelitian ini relatif kecil yaitu kurang dari 100 orang, sehingga dalam penelitian ini peneliti menggunakan teknik sampling jenuh atau disebut juga total sampling.

Teknik Pengumpulan Data

Teknik Analisis Data

Waktu dan Lokasi Penelitian

Deskripsi Ringkas Objek Penelitian

Tabel 4.6 menunjukkan bahwa banyak dari 60 responden yang diteliti memutuskan setuju bahwa kegiatan berbicara di depan umum meningkatkan kemampuan mengendalikan diri dan emosi (cemas, panik, dan takut), sebesar 85%. Pendapat responden terhadap kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan memberikan kehangatan (memiliki rasa humor dan mampu mencairkan suasana). Tabel 4.8 menunjukkan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang memutuskan setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan memberikan kehangatan (memiliki selera humor dan mampu mencairkan suasana) sebesar 70%, sedangkan mereka yang memilih lebih sedikit, sebesar 27%. setuju dan 3% tidak setuju.

Dari tabel 4.9 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang disurvei, banyak yang memilih setuju bahwa kegiatan berbicara meningkatkan karisma diri yaitu sebesar 89%, sedangkan 8% menyatakan tidak setuju dan 3% menyatakan tidak setuju. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan kemampuan imajinasi (berlatih berbicara tanpa terlalu mengandalkan teks) dan wawasan luas. Dengan demikian, hasil pengujian hipotesis pada penelitian ini adalah public speaking efektif meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA.

Seperti terlihat pada Tabel 4.8, sebagian responden tidak setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan memberikan kehangatan (memiliki selera humor dan mampu mencairkan suasana). Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa public speaking efektif meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA. Dengan diperolehnya hasil uji hipotesis maka dapat diketahui bahwa public speaking pada siswa SMA efektif dalam meningkatkan keterampilan public speaking.

Menurut Anda apakah kegiatan public speaking di sekolah dapat meningkatkan kemampuan public speaking Anda?

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Hasil Penelitian

  • Penyajian Data
  • Hasil Uji Statistik

Dari tabel 4.1 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang memilih setuju bahwa ekstrakurikuler modeling meningkatkan keterampilan. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa ekstrakurikuler modeling efektif dalam meningkatkan kemampuan public speaking mereka. Dari tabel 4.2 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang memilih setuju bahwa berbicara dalam bahasa Inggris meningkatkan keterampilan berbicara di depan umum yaitu 93%, sisanya memilih tidak setuju yaitu 7%.

Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa presentasi di depan kelas efektif dalam meningkatkan kemampuan public speaking mereka. Dari data di atas dapat disimpulkan bahwa subjek presentasi efektif meningkatkan kemampuan public speakingnya. Dari tabel 4.5 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang memilih setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan konsentrasi dan koordinasi serta mampu menutup segala rangsangan negatif.

Dari tabel 4.7 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang lebih setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan respon yang cair (menanggapi pertanyaan dan gangguan yang tidak direncanakan dengan tenang) sebesar 75%, sedangkan 17% tidak setuju dan 5% tidak setuju. Dari tabel 4.10 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang lebih setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan berpikir spontan, dengan persentase sangat signifikan yaitu masing-masing 94% sedangkan 3% tidak setuju dan tidak setuju. Dari tabel 4.11 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang menyatakan setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan vokal yaitu sebesar 89%, sedangkan 8% menyatakan tidak setuju dan 3% menyatakan tidak setuju.

Dari tabel 4.12 dapat dijelaskan bahwa dari 60 responden yang diteliti, banyak yang memilih setuju bahwa kegiatan public speaking meningkatkan kemampuan imajinasi (berlatih berbicara tanpa terlalu mengandalkan teks) dan berwawasan luas yaitu sebesar 90% sedangkan 8 % tidak setuju. dan sisanya tidak setuju dengan 2%.

Tabel 4.2   Diagram 4.2
Tabel 4.2 Diagram 4.2

Pembahasan

  • Uji Korelasi Product Moment Pearson
  • Hasil Uji Hipotesis
  • Analisis Deskriptif

Kegiatan public speaking memberikan pengaruh positif bagi siswa SMA khususnya dalam hal pengendalian diri ketika berbicara di depan umum. Dapat disimpulkan bahwa kegiatan public speaking dapat meningkatkan keterampilan individu ketika berbicara di depan umum, seperti kemampuan berpikir spontan, meningkatkan kemampuan vokal sehingga bersuara mikrofonis, dan kemampuan belajar berbicara tanpa terlalu bergantung pada lawan bicara. teks. . Namun jumlahnya kurang dari 50% sehingga responden yang setuju lebih dominan dan menyatakan bahwa kegiatan public speaking efektif meningkatkan hal tersebut.

Seseorang yang dapat mengontrol dirinya ketika berbicara di depan umum akan menjadikan dirinya tampil lebih berkharisma, sesuai hasil pada tabel 4.9 responden yang memilih setuju dengan 89% bahwa kegiatan berbicara di depan umum meningkatkan kharisma diri. Dari hasil analisis tersebut dapat disimpulkan bahwa pelatihan public speaking dapat meningkatkan tingkat harga diri peserta. Public speaking dapat meningkatkan keterampilan individu ketika berbicara di depan umum, seperti mampu berpikir secara spontan, memperbaiki suara agar bersuara mikrofonik, dan membiasakan berbicara tanpa terlalu mengandalkan teks dalam membuat.

Rutinitas public speaking yang dilakukan di SMK Kreatif Bina Penyiaran Medan, seperti pelajaran presenter, pidato bahasa inggris, presentasi kelas, memberikan pengaruh yang baik bagi mereka yang berbicara di depan umum. Berdasarkan hasil yang diperoleh dari penelitian bertajuk efektivitas public speaking pada siswa SMA dalam meningkatkan kemampuan public speakingnya, maka dapat diberikan saran sebagai berikut. Meskipun public speaking efektif untuk meningkatkan kemampuan public speaking siswa SMA, namun hal tersebut tentunya harus dibarengi dengan latihan yang aktif dan rutin.

Efektivitas pelatihan public speaking dalam meningkatkan harga diri peserta pelatihan public speaking angkatan ke 24 di Balai Latihan Abhiseka Yogyakarta.

PENUTUP

Simpulan

Tentu hal ini sangat dibutuhkan oleh seorang public speaker, bagaimana caranya agar orang lain (penonton) terkesima melihatnya, dan mampu membuat orang berpikir bahwa seorang public speaker adalah orang yang hebat dan cerdas, orang yang berkompeten dan membuat orang merasa nyaman dengan kharisma yang dimilikinya.

Saran

1 Kegiatan public speaking meningkatkan konsentrasi dan koordinasi serta mampu menutupi segala rangsangan negatif dari audiens.

Tabel Nilai-Nilai r Product Moment
Tabel Nilai-Nilai r Product Moment

Gambar

Gambar 3.1 Kerangka Konsep  3.3   Definisi Konsep
Tabel 4.1   Diagram 4.1
Tabel 4.2   Diagram 4.2
Tabel 4.3   Diagram 4.3
+7

Referensi

Dokumen terkait

Based on the research we did, the use of solar panel energy that uses fuzzy logic can minimize the power used in the lamp load and optimal control of the fan load that works based on