• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR PUSTAKA

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "DAFTAR PUSTAKA"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

57

DAFTAR PUSTAKA

Abidah, Annisa A. 2014. Asuhan Gizi pada Pasien Appendicitis Post Op Laparatomi di RSU Haji Surabaya. Tugas Akhir tidak diterbitkan.

Malang: Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

Almatsier. 2005. Penuntun Diet. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Almatsier. 2007. Penuntun Diet edisi baru. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama.

Amalia, Rosa. 2011. Nutrisi dalam Praktik Dokter Gigi, (online), (http:jdmfs.org/index.php/jdmfs/article/viewFile/253/253), diakses tanggal 21 Mei 2018.

Bakkara. 2012. Christopher J. 2012. Pengaruh Perawatan Luka Bersih Menggunakan Sodium Clorida 0,9% dan Providine Iodine 10%

Terhadap Penyembuhan Luka Post Appendiktomi di RSU Kota Tanjung Pinang Kepulauan Riau. Skripsi. Fakultas Keperawatan. Universitas Sumatera Utara.

Beck. 1993. Ilmu Gizi dan Diet. Yogyakarta: Yayasan Essentia Medica.

Boyle, Maureen. 2008. Pemulihan Luka. Jakarta : EGC

Brunner & Suddarth. 2000. Buku Ajar Keperawatan Medical – Bedah.

Departemen Kesehatan RI. 2008. Pedoman Pelayanan Gizi Rumah Sakit, Direktorat Gizi Masyarakat, Jakarta.

Dictara dkk. 2018. Efektivitas Pemberian Nutrisi Adekuat dalam Penyembuhan

Luka Pasca Laparatomi, (online),

(http://juke.kedokteran.unila.ac.id/index.php/majority/article/view/1885), diakses pada tanggal 24 Juni 2018.

Elisa. 2016. Kebutuhan Gizi Orang Tua dan Dewasa, (online), (elisa.ugm.ac.id/user/archieve/download/.../ad8e95a02ce89104e5e6d84 03b), diakses pada tanggal 22 Mei 2018.

Ethridge., RT, Leong M., Phillips, LG. 2008. Wound healing phases. In : The Townsend Sabiston Textbook of Surgery - The Biological Basis of Modern Surgical Practice. Basil A. Pruitt Jr. 18th ed. Elsevier Inc. 2008 : 121-9.

(2)

58 Feriyanto dkk. 2014. Pengaruh Diet Tinggi Protein Terhadap Penyembuhan Luka Pada Pasien Post Operasi Sectio Sesarea Di Ruang Nifas RSD Balung Jember.

Gibson, Rosalind. 2005. Principle of Nutritional Assesment. Amerika: Oxford University Press.

Hartono, A. 2006. Terapi Gizi dan Diet Rumah Sakit. Jakarta: EGC.

Hill, Graham L. 2000. Buku Ajar Nutrisi Bedah / alih bahasa: Darmawan, Iyan;

editor: Philippi B – Cet 1, - Jakarta: Farmedia.

Himmawati, Nilna. 2014. Perawatan Post Operasi dan Faktor yang Mempengaruhi Penyembuhan Luka Operasi, (online), (https://bidannilna.wordpress.com/2014/10/24/perawatan-post-operasi- dan-faktor-yang-mempengaruhi-penyembuhan-luka-operasi/), diakses pada tanggal 1 juli 2018.

Husnah, Nur. 2014. Hubungan Makanan Sumber Heme dan non Heme terhadap

Kadar Hb, (online),

(http://repository.unhas.ac.id/bitstream/handle/123456789/10595/NURHI DAYAH%20HUSNAH%20K21110251.pdf;sequence=1), diakses pada tanggal 22 Mei 2018.

Ijah, M. 2009. Pengaruh Status Gizi Pasien Bedah Mayor Pre Operasi Terhadap Penyembuhan Luka dan Lama Rawat Inap Pasca Operasi di RSUP.

Dr. Sarjito Yogyakarta. Tesis S2. Yogyakarta. Pascasarjana UGM.

Jaffe & Berger. 2005. Appendix, in F. Charles Brunicardi, M.D., F. A. C. (ed.8).

Schwartz’s Principles of Surgery.P.1119. Mc Graw Hill inc. New York.

Kusumayanti, Ni Luh. 2014. Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Lamanya Perawatan pada Pasien Pasca Operasi Laparatomi, (online), (http://wisuda.unud.ac.id/pdf/1002106053-3-3.%20BAB%20II.pdf), diakses pada tanggal 12 Desember 2017.

Moore. 1997. Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II. Jakarta: Hipocrates.

Morinson, J. 2004. Managemen Luka. Jakarta: EGC Kedokteran.

Munira, D. 2015. Efektivitas Pemberian Nutrisi Tinggi Protein Terhadap Proses Penyembuhan Luka Post Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Dr. Zainoel Abidin Banda Aceh, (online),

(3)

59 (https://core.ac.uk/download/pdf/141842371.pdf), diakses pada 30 Juli 2018.

Pieter, J. 2005. Usus Halus, Appendiks, Kolon, dan Anorektum. In Sjamsuhidajat R dan Jong, W im D (eds). Buku Ajar Ilmu Bedah. Ed 2. Jakarta:

EGC.

Prayitno, Budi. 2011. Perbedaan Proses Penyembuhan Luka Jahitan Kulit Menggunakan Benang Absorbable dengan Benang Non Absorbable Pada Klien Post OP Seksio Sesarea di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi.

Skripsi. Program Studi D-Iv Keperawatan Medikal Bedah. Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

Ruliana, dkk. 2012. Pedoman Pengkajian dan Perhitungan Kebutuhan Gizi.

Malang: RSSA.

Schwartsz, SI. 2000. Intisari Prinsip-Prinsip Ilmu Bedah-Ed.6. Jakarta: EGC.

Sjamsuhidajat dan Wim de Jong. 2005. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC.

Sjamsuhidajat. 2007. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC.

Sjamsuhidajat. 2010. Buku Ajar Ilmu Bedah. Jakarta : EGC.

Sjamsuhidahidajat R, de Jong. 2011. Buku Ajar Ilmu Bedah Sjamsuhidajat-De Jong/Editor, R. Sjamsuhidajat ... [et al.] – Ed.3. – Jakarta: EGC.

Smeltzer, Suzzane C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah-Ed.8 Vol.1.

Jakarta: EGC.

Smeltzer, Suzzane C. 2001. Buku Ajar Keperawatan Medikal-Bedah-Ed.8 Vol.2.

Jakarta: EGC.

Sulistyanigrum, H & Puruhita, N. 2007. Hubungan antara status Gizi Preoperatif dengan Lama Penyembuhan Luka Operasi Pasien bedah di RSUP. Dr.

Kariadi Semarang.

Supariasa, I Dewa Nyoman dkk. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: EGC.

Tristananda, Nurin I. 2017. Tingkat Konsumsi Energi, Protein, Zat Besi dan Proses Penyembuhan Luka Pasien Pasca Bedah Digestive Rumah Sakit Tk. II dr. Soepraoen. Tugas Akhir tidak diterbitkan. Malang:

Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang.

Widiani. 2014. Pengaruh Pemberian Dukungan Gizi Puding Tepung Tempe Terhadap Penyembuhan Luka dan Lama Rawat Inap Pascabedah Pada Pasien Bedah di RSUP Dr. Sardjito Yogyakarta, (online), (http://etd.repository.ugm.ac.id/index.php?mod=penelitian_detail&sub=P

(4)

60 enelitianDetail&act=view&typ=html&buku_id=68534), diakses pada 12 Desember 2017.

Widya Pangan dan Gizi. 1993. Pengertian Tingkat Konsumsi, (online), diakses pada tanggal 12 Desember 2017.

Wipa, A. 2010. Pembedahan Operasi, (Online),

(elisa.ugm.ac.id/user/archieve/download/.../ad8e95a74195a02ce89104e 5e6d8403b), diakses pada 12 Desember 2017.

(http://pakobserver.net/what-is-appendicitis/), diakses pada 17 Desember 2017.

Yasha, G. 2015. LP Apendik, (online).

(https://www.scribd.com/document/280913966/LP-Apendik), diakses pada tanggal 3 Juli 2018.

Referensi

Dokumen terkait