• Tidak ada hasil yang ditemukan

dampak digital marketing sosial media instagram

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "dampak digital marketing sosial media instagram"

Copied!
121
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Generasi milenial juga tak segan-segan merekomendasikan e-commerce atau toko online favoritnya kepada teman-temannya melalui media sosial. Berdasarkan penelitian pendahuluan mengenai efektivitas media sosial Instagram dapat disimpulkan bahwa kelengkapan informasi produk dapat mempengaruhi keputusan pembelian yang dapat memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen.

Gambar 1.1 Internet Economy Market Size
Gambar 1.1 Internet Economy Market Size

Rumusan Masalah

11 Berdasarkan data pra survei, pemasaran media sosial toko online Kimbershoes gagal mendorong konsumen untuk memutuskan membeli produk Kimbershoes. Hal ini jelas akan berdampak pada keputusan pembelian konsumen. Diharapkan konsumen dapat membeli produk Kimbershoes meskipun banyak produk serupa di pasaran dan di sisi lain Kimbershoes dapat memperkuat pemasaran media sosial.

Maksud dan Tujuan Penelitian

Kegunaan Hasil Penelitian

Lokasi dan Waktu Penelitian

TINJAUAN PUSTAKA, KERANGKA PEMIKIRAN, DAN

Tinjauan Pustaka

  • Pengertian Pemasaran
  • Pengertian E-Commerce
  • Pengertian E-Marketing
  • Bauran Pemasaran Online
  • Promosi Online
  • Pengertian Media Sosial
    • Instagram
    • Social Media Marketing
    • Konsep Social Media Marketing
    • Dimensi Social Media Marketing
  • Pengertian Perilaku Konsumen
    • Model Perilaku Konsumen
    • Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perilaku Konsumen 32
  • Pengertian Keputusan Pembelian
    • Proses Keputusan Pembelian
    • Dimensi Keputusan Pembelian
  • Hubungan Social Media Marketing Instagram Terhadap
  • Penelitian Terdahulu

Media sosial atau media sosial merupakan bagian dari internet yang menjadi sarana masyarakat untuk berkomunikasi satu sama lain tanpa dibatasi oleh ruang dan waktu. Menurut Weinberg (2009:3), pemasaran media sosial adalah suatu proses yang mendorong individu untuk mempromosikan situs web, produk atau layanan mereka melalui saluran sosial online dan berkomunikasi menggunakan komunitas yang jauh lebih besar yang memiliki kemungkinan lebih besar untuk melakukan pemasaran, dibandingkan melalui periklanan tradisional. . 27 Menurut Tuten, pemasaran media sosial adalah suatu bentuk periklanan online atau periklanan yang menggunakan konteks budaya komunitas sosial, termasuk situs berita sosial, dunia maya, jejaring sosial, dan situs berbagi opini sosial untuk mencapai tujuan komunikasi.

Weinberg (2009:3) pemasaran media sosial adalah proses yang mendorong individu untuk mempromosikan situs web, produk, atau layanan mereka melalui saluran sosial. Tuten (2008:19) pemasaran media sosial adalah suatu bentuk periklanan atau periklanan online yang menggunakan konteks budaya komunitas sosial, termasuk situs berita sosial, dunia maya, jejaring sosial, dan situs berbagi opini sosial untuk mencapai tujuan komunikasi. Dalam mengukur pemasaran media sosial untuk menarik pengunjung baru dan mendorong kunjungan berulang, diperlukan konsep yang matang untuk menampilkan produk kepada masyarakat dan menghasilkan proses interaksi yang mudah dan cepat antara perusahaan dengan konsumen dan pelanggan secara timbal balik.

Pemasar online harus memperhatikan dengan cermat elemen-elemen yang menjadi variabel keberhasilan pemasaran media sosial. Media sosial yang dilakukan oleh perusahaan merupakan salah satu kegiatan promosi online suatu perusahaan, hal tersebut menjadi bagian dari pertimbangan konsumen atau pelanggan dalam upayanya menentukan produk. Menurut Gunelius, pemasaran media sosial mempengaruhi keputusan pembelian dengan memberikan fasilitas kepada masyarakat untuk memberikan ulasan online yang dapat mempengaruhi pemikiran masyarakat ketika mengambil keputusan pembelian terhadap suatu produk.

Selain itu menurut penelitian Zanjabila (2017), pemasaran media sosial mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap keputusan pembelian, media sosial merupakan media yang paling efektif untuk melakukan promosi.

Gambar 2.3 Proses Keputusan Pembelian  Sumber : Kotler dan Keller (2016:176)
Gambar 2.3 Proses Keputusan Pembelian Sumber : Kotler dan Keller (2016:176)

Kerangka Pemikiran

  • Paradigma Penelitian

Instagram merupakan jejaring sosial berbasis berbagi gambar, video dan komunikasi online yang dapat digunakan perusahaan untuk melakukan pemasaran online guna memberikan nilai tambah kepada pelanggan. Pada awalnya media sosial dianggap sebagai ruang atau wadah komunikasi dan informasi, seiring berkembangnya zaman, media sosial mempunyai peranan yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Kolaborasi merupakan kemampuan sebuah website untuk bekerja sama dan beradaptasi antara pemberi dan penerima pesan atau suatu bisnis dengan konsumennya di media sosial secara interaktif sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik, lebih efektif dan efisien.

Menurut Peter dan Olson (2014:5), perilaku konsumen merupakan interaksi dinamis antara pengaruh dan kesadaran, perilaku dan lingkungan, dimana orang-orang bertukar aspek kehidupan. Perilaku konsumen mengacu pada proses memperoleh informasi dan mengatur informasi untuk memandu keputusan pembelian dan mengevaluasi suatu produk atau layanan. Konsumen cenderung memilih produk yang biasa konsumen gunakan, namun jika konsumen mendapatkan manfaat dari produk baru maka konsumen akan merasa nyaman dan dapat beradaptasi.

Ketika melakukan pembelian, jika konsumen mendapatkan manfaat lebih dari produk tersebut, mereka cenderung merekomendasikan produk tersebut kepada teman, keluarga atau orang lain yang dapat mempengaruhi pilihan pemasok. Pembelian yang dilakukan konsumen memungkinkan lebih dari satu gagasan tentang berapa banyak produk yang diinginkan dan dibutuhkan konsumen.

Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pemikiran Sumber : Diolah Penulis (2019)
Gambar 2.4 Bagan Kerangka Pemikiran Sumber : Diolah Penulis (2019)

Hipotesis Penelitian

OBJEK DAN METODE PENELITIAN

Objek Penelitian

  • Gambaran Umum Perusahaan
  • Struktur Organisasi Perusahaan

Hingga saat ini, @kimbershoes telah memposting beragam konten di Instagram dengan kurang lebih 1.400 postingan Instagram.

Metode Penelitian

  • Metode Yang Digunakan
  • Operasional Variabel
  • Populasi dan Teknik Pengambilam Sampel
  • Jenis dan Teknik Pengumpulan Data
    • Jenis Data
    • Teknik Pengumpulan Data
  • Analisis Data dan Pengujian Hipotesis
    • Instrumen Penelitian
    • Uji Validitas dan Uji Reliabilitas
    • Uji Deskriptif
    • Uji Regresi Linier Sederhana
    • Uji Normalitas
    • Uji Koefisien Determinasi
    • Uji Hipotesis (Uji t)

Hal ini terlihat dari responden yang setuju dengan persentase 46% dan sangat setuju dengan persentase 25%. Hal ini terlihat dari responden yang setuju dengan persentase 40% dan sangat setuju dengan persentase 11%. Hal ini terlihat dari responden yang setuju dengan persentase 44% dan sangat setuju dengan persentase 8%.

Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 28% dan sangat setuju dengan persentase 22%. Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 41% dan sangat setuju dengan persentase 20%. Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 40% dan sangat setuju dengan persentase 20%.

Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 38% dan sangat setuju dengan persentase 21%. Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 42% dan sangat setuju dengan persentase 19%.

HASIL PENELITIAN

Hasil Karakteristik Responden dan Pengujian Instrumen

  • Hasil Pengujian Instrumen
    • Uji Validitas
    • Uji Reliabilitas

Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa sebagian besar konsumen yaitu sebesar 63% masih belum menikah sehingga terlihat konsumen yang belum menikah mendominasi yang artinya produk ini dapat diterima oleh berbagai kalangan. Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa mayoritas responden yaitu 43% adalah pelajar, sehingga terlihat konsumen pelajar/mahasiswa mendominasi. Karakteristik Responden Berdasarkan Pendapatan Bulanan/Uang Saku No Pendapatan Bulanan/Frekuensi Uang Saku.

Dari hasil penelitian diperoleh informasi bahwa mayoritas responden sebesar 52% mempunyai pendapatan bulanan kurang lebih 3.350.000 per bulan, sehingga terlihat konsumen dengan pendapatan bulanan kurang lebih 3.350.000 per bulan mendominasi. Kuesioner terdiri dari 18 pertanyaan, dimana terdapat 6 pertanyaan untuk variabel Social Media Marketing (X), dan 12 pertanyaan untuk variabel Keputusan Pembelian (Y). Uji validitas digunakan untuk melihat apakah setiap instrumen valid pada variabel pemasaran media sosial (X) dan keputusan pembelian (Y).

Berdasarkan Tabel 4.6, hasil uji validitas pada variabel social media marketing (X) menunjukkan bahwa nilai r hitung > r tabel yang berarti setiap pernyataan memenuhi kriteria validitas. Berdasarkan Tabel 4.7, hasil pengujian validitas variabel keputusan pembelian (Y) menunjukkan nilai r hitung > r tabel yang berarti setiap pernyataan memenuhi kriteria validitas.

Hasil Penelitian

  • Analisis Deskriptif
    • Sosial Media Marketing Kimbershoes Bandung (X)
    • Keputusan pembelian Kimbershoes Bandung (Y)
  • Uji Normalitas
  • Hasil Analisis Regresi Linier Sederhana
  • Pengujian Hipotesis (Uji t)

Hal ini terlihat dari mayoritas responden yang menjawab setuju dengan persentase 41% dan sangat setuju dengan persentase 14%. Beberapa responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase 21% dan 17% sangat tidak setuju yang berpendapat bahwa Kimbershoes kurang ramah dalam menjawab pertanyaan konsumen karena melihat Kimbershoes. Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 45% dan sangat setuju dengan persentase 16%.

Sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase 18% dan 12% sangat tidak setuju yang merasa bahwa penentuan waktu pembelian berdasarkan promosi tidak diperlukan jika konsumen mempunyai harga yang buruk. Hal ini ditunjukkan dengan responden yang menjawab setuju dengan persentase 30% dan sangat setuju dengan persentase 19%. Sementara itu, sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase 14% dan 16% sangat tidak setuju yang merasa tidak perlu membeli waktu berdasarkan kebutuhan jika pelanggan mempunyai harga yang buruk.

Sedangkan sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase 13% dan 17% sangat tidak setuju, yang berpendapat bahwa tidak perlu membeli dalam jumlah banyak berdasarkan kebutuhan jika konsumen mendapatkan harga yang buruk. Sedangkan sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase 13% dan 15% sangat tidak setuju, yang berpendapat bahwa jumlah pembelian berdasarkan keragaman produk tidak diperlukan jika konsumen mendapatkan harga yang buruk. Sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase sebesar 28% dan 9% sangat tidak setuju yang berpendapat bahwa membeli dengan metode pembayaran tunai oleh sebagian konsumen tidaklah mudah.

Sebagian responden yang menjawab kurang setuju dengan persentase sebesar 8% dan 22% sangat tidak setuju yang merasa pembelian dengan metode pembayaran debit dianggap tidak mudah oleh sebagian konsumen.

Gambar 4.1 Garis Kontinum Variabel Sosial Media Marketing  Sumber : data diolah, 2019
Gambar 4.1 Garis Kontinum Variabel Sosial Media Marketing Sumber : data diolah, 2019

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa persepsi konsumen terhadap Social Media Marketing cukup baik karena memiliki nilai rata-rata sebesar 3,3 yang berada pada interval. Dapat disimpulkan bahwa konsumen menganggap informasi yang disampaikan oleh Kimbershoes dinilai menarik sehingga membuat konsumen penasaran dan bersemangat untuk membeli produk Kimbershoes. Namun penyampaian informasi kurang dipahami dengan baik oleh responden. Hal ini dikarenakan Kimbershoes tidak mencantumkan harga produk pada setiap pesan atau informasi sehingga kecil kemungkinan konsumen akan memahaminya. informasi yang disediakan oleh Kimbershoes. Namun, responden layanan pelanggan Kimbershoes merasa bahwa Kimbershoes kurang ramah dan kurang responsif dalam menanggapi pertanyaan konsumen, karena mereka mengamati Kimbershoes tidak menanggapi pertanyaan konsumen, terutama pada malam hari, setelah jam kerja, dan pada akhir pekan. Berdasarkan hasil penelitian dapat dikatakan keputusan pembelian baik, karena mempunyai nilai rata-rata sebesar 3,5 yang berada pada interval.

Dapat disimpulkan bahwa konsumen menganggap produk Kimbershoes berkualitas, dapat diandalkan dan ketersediaan produknya terjamin, namun mereka kekurangan produk yang dianggap unik. Konsumen juga mempunyai alternatif pilihan lain dalam memilih produk sepatu wanita khususnya pada aplikasi Instagram, konsumen dapat menggunakan fungsi pencarian, dan jika mengetik “sepatu wanita” maka akan muncul banyak postingan atau postingan yang membuat konsumen membandingkan dengan keputusan mereka untuk membeli produk alas kaki wanita. Konsumen merasa jika mendapatkan harga yang bagus dari sisi konsumen maka konsumen akan setuju untuk membelinya, dan konsumen sangat senang berinteraksi langsung dengan Kimbershoes seperti melalui fitur live Instagram dan juga jika ada acara give away dari Kimbershoes. sepatu kimber.

Dengan begitu konsumen akan senang setia pada Kimbershoes dan selalu mengikuti perkembangan dari Kimbershoes. Berdasarkan kriteria pengujian hipotesis maka H0 ditolak dan Ha diterima yang berarti pemasaran media sosial berpengaruh terhadap keputusan pembelian dengan besar pengaruh sebesar 73,1%, sedangkan sisanya sebesar 26,9% disumbangkan oleh variabel lain yang tidak diteliti.

Saran

Terlihat Kimbershoes memang memiliki produk yang beragam, namun tidak memiliki produk yang dianggap unik. Akan lebih baik jika memperkenalkan lebih banyak produk dengan terus melakukan riset pasar terhadap perilaku konsumen saat ini dan menerapkannya pada lebih banyak produk Kimbershoes pilihan.

Gambar

Gambar 1.1 Internet Economy Market Size
Gambar 1.4 Instagram Kimbershoes
Gambar 1.5 Data Proyeksi Penjualan Kimbershoes Sumber : Kimbershoes
Gambar 1.6 Grafik Data Hasil Kuisioner Pra-Survey Mengenai   Efektivitas Media Sosial Instagram Kimbershoes
+7

Referensi

Dokumen terkait

Puji syukur penulis panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa, karena atas berkat dan rahmatNya, penulis dapat menyelesaikan Tugas Akhir ini. Penulisan Tugas Akhir ini dilakukan

Content Creation , Content Sharing , Connecting, dan Word or mouth adalah dimensi dari social media marketing yang paling memengaruhi niat beli konsumen Mboktaya

Sedangkan jawaban terendah yaitu pada indikator variabel Communication, adalah “Respon admin Coklat Majapahit, Mojokerto” dengan nilai mean sebesar 3,98 masuk dalam

pelayanan di Poli Umum RSI Jemursari Surabaya apabila dianalisis secara Pareto 80/20 belum bisa dikatakan efektif dikarenakan marketing mix 9P yang sudah cukup optimal hanya

Penelitian ini difokuskan pada Pengaruh Social media marketing Dan Online trust Terhadap Minat Beli Konsumen Suatu Studi Pada Instagram Overtime Coffee.. Permasalahan yang terjadi pada

375 | P a g e PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING INSTAGRAM TERHADAP NIAT BELI KONSUMEN PADA KOPI JANJI JIWA Stefanie Sandra Santoso1, Sheellyana Junaedi2 1,2Fakultas Bisnis dan

Strategi Digital Content Marketing pada Akun Media Sosial Instagram Mojok.co dalam Mempertahankan Brand Engagement.. Digital Marketing sebagai Strategi Pemasaran UMKM Makaroni Bajak

Ditinjau dari pengeluaran rata-rata pedagang souvenir di Pura Gunung Kawi Tampaksiring dapat dikatakan cukup besar jika dibandingankan dengan data pengeluaran rata-rata per kapita