• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAMPAK REBRANDING DARI LOGO DAN MITRA PERUSAHAAN DARI GOJEK

N/A
N/A
Faris ahmad rayhans

Academic year: 2024

Membagikan "DAMPAK REBRANDING DARI LOGO DAN MITRA PERUSAHAAN DARI GOJEK"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DAMPAK REBRANDING DARI LOGO DAN MITRA PERUSAHAAN DARI GOJEK

Agung Amdani Boky Satriadi

[email protected] [email protected]

Program Studi Desain Komunikasi Visual Fakultas Seni dan Desain Universitas Negeri Makassar

Abstrak

Gojek adalah sebuah aplikasi yang menyediakan berbagai jasa secara online dan praktis, pada tahun 2019 gojek mengubah logo mereka, serta menambahkan fitur menarik didalam aplikasinya.

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis apakah rebranding efektif untuk mengangkat nama atau merek dari setiap perusahaan, termasuk gojek. Logo dan identitas visual sangat lah penting bagi sebuah perusahaan, kedua komponen ini merupakan tahap awal dari pengenalan atau kesan awal terhadap objek visual yang ditampilkan oleh perusahaan kepada konsumen dan target audiens.

Logo merupakan wajah dari sebuah perusahaan, sehingga setiap pembawaan visual dari sebuah logo, terdapat petunjuk untuk memberitahu target audiens tentang jenis usaha, barang maupun jasa yang diberikan oleh perusahaan. Setiap perusahaan perlu melakukan Rebranding agar tidak ketinggalan zaman dengan kompetitor lainnya. Rebranding adalah sebuah metode atau pillihan yang dibuat oleh sebuah pihak perusahaan untuk menentukan jalan sebuah perusahaan kedepannya, rebranding berguna untuk memperbaharui aspek-aspek yang terdapat dalam sebuah merek, seperti logo, slogan, produk maupun jasa, karena setiap harinya kebutuhan dalam kehidupan masyarakat akan terus berubah seiring berkembangnya teknologi dan zaman. Adapun tahapan dalam melakukan rebranding bisa ditentukan dengan memulai sebuah penelitian terkait survei, melakukan perubahan terhadap brand, dan strategi marketing agar merek terbaru dikenal oleh target audiens.

Keywords : Gojek, Logo, Identitas Visual, Rebranding, Teknologi

Setiap Perusahaan atau entitas, pasti memiliki nama sebagai penanda dan pembeda dengan perusahaan lainnya, namun terkadang sebuah perusahaan perlu menyesuaikan diri dengan pelanggan atau target audiensnya sehingga dalam hal ini perlu diterapkan yang namanya re-branding, contohnya kasusnya adalah Gojek. Saat ini, dikota besar banyak yang menggunakan jasa dari aplikasi serba guna ini, mulai dari jasa antar jemput, kurir dan sebagainya. Sebelum melakukan rebranding, aplikasi ini hanya menyediakan jasa ojek online saja, yang dimana fitur ini sangat berguna dan

juga efektif untuk target audiens yang suka hal berbau “praktis”, hanya dengan melalui smartphone seorang pengguna jasa bisa dengan mudah menggunakan fitur ojek ini. Pada tahun 2019, gojek bertujuan mengubah branding aplikasinya, berawal dari fitur ojek online saja berubah menjadi aplikasi super app yang menyediakan berbagai jasa menarik di dalamnya. Rebranding adalah sebuah tahap dalam suatu entitas, yang erat kaitannya pada perkembangan zaman, dengan mengutamakan keinginan dan harapan dari konsumen maupun target audiens, namun terkadang ada juga

(2)

konsumen yang kurang senang dengan perubahan sebuah produk ataupun jasa yang disukainya. Hal yang paling mencolok ketika sebuah brand melakukan rebranding adalah identitas visualnya termasuk didalamnya logo.

Logo merupakan simbol, wajah, dan tanda pengenal dari sebuah entitas atau perusahaan, memanfaatkan kemampuan menganalisis dalam bidang visual, pemahaman dalam filosofi dan karakteristik dari sebuah perusahaan, merupakan hal terpenting yang perlu untuk membuat sebuah logo, maka dari itu sebelum menentukan identitas visual, setiap desainer perlu adanya melakukan sebuah tahapan serta komunikasi yang panjang untuk explorasi visual dari sebuah logo perusahaan.

A. METODE

Pada pendekatan awal dalam penelitian ini ,telah diterapkan dengan mengumpulkan informasi dan data visual secara deskriptif dari perusahaan terkait, yaitu Gojek. Untuk pengumpulan informasi dilakukan metode penelitian pustaka (Library research) dengan mengumpukan berbagai informasi dalam bentuk jurnal dengan kualitatif berdasarkan data dari beberapa sumber internet yang terpercaya.

Langkah awal ialah melakukan research informasi terkait objek dengan untuk penguasaan terhadap materi yang ditampilkan, tentang bagaimana pengaruh sebuah branding terhadap citra dari perusahaan, serta perubahan apa saja yang menjadi hal baru dari perusahaan tersebut.

B. HASIL DAN PEMBAHASAN

Penelitian terbukti bahwa rebranding memiliki manfaat yang cukup kuat untuk memulai ulang sebuah perusahaan, tentunya dengan perencanaan yang matang dengan melibatkan pihak internal maupun eksternal serta melakukan penelitian terkait minat konsumen agar rebranding tidak menjadi sia-sia

dikarenakan perusahaan melakukan survei yang kurang sehingga kurang menarik di mata target audiens, atau bahkan serang konsumen yang awalnya merupakan pelanggan atau peminat setia kini berpindah ke kompetitor lainnya.

Pada perubahan logo dan identitas visualnya, terdapat sebuah kemiripan dengan simbol dari tombol power

Gambar 1.1 Logo Gojek (Solv)

Pada gambar diatas terlihat sebuah perbandingan antara logo gojek dan tombol power, yang dimana keduanya terlihat mirip, hal ini erat kaitannya dengan sebuah palikasi serbaguna yang dimana tombol ini digunakan satu untuk semua dari setiap keperluan.

Perubahan dari brand dapat mempengaruhi segala aspek dari sebuah entitas, yang akan dibahas disini adalah pengaruh terhadap aspek visual dan nama dari sebuah brand.

1. Gojek

Merupakan aplikasi serba guna yang didirikan pada tahun 2010. Awalnya gojek hanya merupakan aplikasi ojek online sebagai satu-satunya fitur yang ada, ide ini didapatkan oleh seorang lulusan Harvard University, yaitu nadiem makarim, berawal dari berangkat kerja beliau melihat pengemudi ojek yang hanya bisa duduk diam dengan keterbatasan komunikasi antara pengendara dan penumpang ojek sehingga terkadang mereka hanya bisa menunggu tanpa adanya pelanggan, tentu hal

(3)

ini sangat memakan waktu agar bisa mendapat pelanggan baru, padahal banyak orang diluar sana yang membutuhkan transportasi, namun karena batasan dari sebuah komunikasi mereka hanya bisa menjangku bagian yang terdekat saja, hal ini membuat Nadiem makarim berpikir untuk membuat aplikasi yang memiliki kapasitas untuk melengkapi kekurangan tersebut, dimana pengendara ojek dapat terus terhubung dengan pelanggan lainnya dengan jangkauan yang lebih luas sehingga waktu mereka tidak terbuang sia-sia, dari sinilah inspirasi gojek tersebut ditemukan, pada tahun 2019 gojek menambahkan fitur baru menjadi super-app agar dapat bersaing dengan kompetitor lainnya. Dalam hal visual, gojek telah merubah logo serta identitas visualnya.

Berikut adalah fitur yang ditambahkan pada menu aplikasi gojek. Berikut adalah fitur all in one yang ditambahkan gojek dalam aplikasinya.

a. Kebutuhan Transportasi dan Logistik Pada tab fitur ini, gojek menyediakan jasa yang berkaitan dengan alat transportasi (mobil dan motor) dengan jasa antar atau jemput dan merupakan fitur utama dari aplikasi ini, tidak hanya itu aplikasi ini juga menyediakan jasa mengantar barang ketempat tujuan yang diinginkan.

Gambar 2.1 Logo Fitur Goride

b. Kebutuhan Makanan dan FMGC Pada tab ini terdapat menu yang memuat daftar dari tempat makan atau mall sehingga pelanggan dapat memesan makanan ataupun

barang secara online. cara kerja dari fitur ini sangat praktis, karena barang yang dipesan akan diantar ketempat tujuan tanpa harus keluar rumah, jasa ini merupakan fitur yang paling popular dan sering digunakan oleh pelanggan.

Gambar 2.2 Logo Fitur Gofood

c. Kebutuhan Pembayaran

Merupakan fitur yang bekerja seperti dompet namun dalam bentuk digital. Disini pelanggan dapat menyimpan uang sehingga transaksi dapat dilakukan dengan mudah. fitur ini akan berguna bila ingin melakukan belanja online, namun fitur ini kurang efektif Karena tidak semua orang menggunakan gopay sebagai tempat pembayaran serta banyak toko kecil yang masih menerapkan pembayaran secara langsung.

Gambar 2.3 Logo fitur Gopay

d. Kebutuhan Sehari-hari

Pada fitur ini menyediakan jasa pekerjaan rumah tangga, seperti besih-bersih laundry dan sebagainya, untuk pelanggan yang tidak memiliki waktu cukup untuk membersihkan

(4)

rumah, hal ini menjadi solusi untuk mereka.

Namun pada tahun 2020, fitur ini menutup beberapa jasanya dikarenakan pandemi sehingga pola hidup masyarakat yang berupa dan telah diterapkannya social distancing yang membuat beberapa dari fitur ini tidak terpakai lagi.

Gambar 2.4 Logo Fitur Golife

e. Kebutuhan Hiburan

Pada fitur ini masyarakat dapat menonton film secara online yang diisi berbagai hiburan sinema, di fitur ini pelanggan juga dapat memesan tiket film bioskop yang akan tayang sehingga praktis untuk digunakan.

Gambar 2.5 Logo fitur Goplay

2. Rebranding

Kata “Re” berarti mengulangi, mengubah ataupun mengganti, sedangkan brand berasal dari Bahasa latin yang artinya merek, namun

“merek” bukan arti yang sesungguhnya dari penggunaan kata ini, brand meruapakan suatu kesatuan mengenai aksi dan reaksi konsumen

terhadap suatu merek perusahaan, sehingga penting bagi setiap entitas untuk menaikkan citra perusahaannya masing-masing.

Rebranding bertujuan untuk mengubah branding suatu perusahaan tanpa mengganti merek yang ada, hal ini bertujuan untuk memperbarui segala sistem yang ada pada entitas tersebut. Rebranding pada gojek sangat berpengaruh pada bagian grafis visual serta jasa yang di berikan. Perubahan dari logo yang diberikan memiliki makna dengan jasa atau fitur yang diberikan oleh pihak perusahaan gojek. Rebranding memiliki kaitan erat dengan konsumen atau target audiens, karena minat dari masyarakat milenial yang menginginkan sesuatu ataupun segala hal yang berbau praktis sehingga membuat suatu perusahaan berubah untuk melangkah maju dengan menyesuaikan pasar yang ada.

3. Tujuan Rebranding

Terkadang sebuah perusahaan harus memilih untuk melanjutkan atau menutup perusahaannya. Hal ini erat kaitannya dengan strategi dari pemasaran serta bagaimana perusahaan tersebut mengelola brandnya tujuan dari perusahaan ini berbeda-beda, tergantung bagaimana target mereka dalam menyebar luaskan nama dari produk maupun jasa yang dibawakan, tentu tidak semua perusahaan memiliki strategi yang berba untuk marketing mereka namun persaingan antar kompetitor merupakan masalah yang harus dihadapi oleh setiap perusahaan. Dengan adanya rebranding, sebuah perusahaan dapat menetapkan tujuan mereka sehingga ada pembatas dan pengenalan tersediri tehadap diri dari perusahaannya masing-masing. Di zaman yang semakin canggih ini, peluang lapangan kerja menjadi lebih luas sehingga kebutuhan berupa jasa dan produk yang ada dipasa semakin beragam dan meningkat dengan tawaran yang menjual unsur terkait “kualitas, harga, menarik (interest) dan

(5)

praktis” merupakan kunci dari sebuah industry modern unutk tetap maju bersaing dengan kompetitor. Gojek mengutamakan kebutuhan dari pelanggannya, sehingga aplikasi ini diubah menjadi fitur dengan jasa online yang menyediakan kebutuhan masyarakat sehari- hari, dan hal ini menjadi tujuan utama dilakukannya rebranding dalam perusahaan gojek. Pada awal mulanya mereka melakukan pengenalan melalui fitur ojek secara dari yang sangat laris, sehingga membuat penggunanya meningkat di beberapa kota besar, kemudian di tambahkan fitur menarik lainnya yang sangat membantu. Gojek juga melakukan penggalangan dana, melakukan kolaborasi dengan brand lainnya sehingga nama mereka lebih dikenal oleh masyarakat. Solv merupakan nama dari logo terbaru gojek saat ini, solv berasal dari kata “solve” yang berarti penyelesaian masalah, kata “masalah” memiliki banyak arti dan tujuan dari penyampaianya, kata “masalah” pada slogan gojek merupakan arti bahwa aplikasi ini hadir untuk Menemukan setiap solusi di setiap permasalahan yang ada, mulai dari tumpangan alat transportasi darat, berbelanja, hingga melakuan bersih-bersih rumah tangga, semuanya bisa diakses dalam satu aplikasi, hal ini sesuai dengan tujuan pihak perusahaan yang ingin menjadikan gojek sebagai aplikasi all in one.

4. Dampak dari Rebranding

Dengan adanya rebranding, setiap perusaahan memiliki peluang untuk tetap bertahan dan tetap menyesuaikan sesuai dengan pasar yang menjadi minat dari masyarakat.

Setiap perusahaan memiliki nilai dimata masyarakat. Hal yang dimaksud “nilai’ disini adalah pengalaman tentang bagaimana kualitas serta hal yang membuat masyarakat menjadikan brand ini sebagai bagian dari kebutuhan mereka. Kualitas Produk yang bagus dan menarik tidak lah cukup untuk mempertahankan citra dari sebuah brand,

namun perlu dilakukan branding secara berkala untuk mengubah dan memulainya kembali untuk mencari audiens baru sehingga brand mereka tidak “nilai”-nya tidak memudar dimata masyarakat. Banyak pengusaha yang meremehkan hal ini dikarenakan biaya untuk melakukan rebranding ini cukup besar, hal ini biasanya terjadi pada UKM (Usaha Kecil Menengah) dengan penghasilan mereka yang bahkan tidak sebanding dengan biaya untuk melakukan promosi. Ketika gojek melakukan rebranding, dampak yang diberikan kepada masyrakat sangatlah bermanfaat, hal ini dikarenkan brand ini memiliki citra yang menarik di mata masyarakat serta mereka sering berkonstribusi dalam iklan layanan masyarakat, seperti kondisi pendemi yang terjadi pada tahun 2019 ini, tidak hanya itu, gojek juga memberikan peluang lapangan kerja bagi masyarakat, setelah melakukan rebranding jasa yang ditawakan lumayan banyak dengan jasa mereka yang bisa digunakan kapan saja sehingga beragam pekerjaan tersedia secara daring, dengan akses internet yang memudahkan penjual dan pembeli saling berkomunikasi.

5. Jenis Rebranding

Rebranding terbagi menjadi dua jenis yaitu proaktif dan reaktif, menyangkut masalah situasi dari suatu entitas (perusahaan) sebagai berikut:

a. Proaktif

Jenis Rebranding ini terjadi ketika sebuah perusahaan ingin menaikkan citra perusahaannya tanpa adanya sebuah hambatan baik itu internal maupun eksternal. Dengan kata lain, branding ini dilakukan karena perusahaan ingin mengejar target pasar, sehingga mereka membuat atau menambahkan hal baru dari

(6)

perusahaanya, sebagai contoh dari kasus ini adalah gojek, dimana mereka menambah kan fitur super app untuk opsi di aplikasinya, fitur all in one ini cukup digemari masyarakat karena dapat digunakan dengan mudah dan praktis.

b. Reaktif

Kasus jenis ini terjadi karena perusahaan tersebut bangkrut sehingga mitra atau nama dari perusahaan tersebut tidak bisa dilanjutkan lagi, sebagai contoh adalah merek Handphone nokia yang sangat booming di tahun 1990-an namun dikarenakan bangkrut dan menjadi perusahaan akuisisi yang dibeli oleh Microsoft Corp.

6. Tahapan Dalam Melakukan Rebranding

Melakukan rebranding memiliki tahapan yang didalam memuat sebuah nama, perubahan grafis dari logo dan identitas visual, serta kemasan untuk sebuah produk. Setiap brand memiliki strategi dalam menyebar luaskan nama produknya sehingga setiap perusahaan pasti memiliki ciri khasnya masing-masing di sudut pandang seorang konsumen.

a. Melakukan Survei Dan Riset

setiap tahun, kebutuhan dapat berubah dengan mudah seiring berkembangnya waktu, hal ini tentu sangat berpengaruh bagi setiap perusahaan agar bisa bertahan dan bersaing di pemasaran untuk meningkatkan nama dari sebuah produk, gojek memanfaatkan situasi dari sebuah permasalahan sehari-hari yang biasa ditemui di kehidupan masyrakat. Dalam hal ini penting bagi mereka untuk melakukan penelitian terkait hal tersebut disertai pemecahan masalahnya, agar membwakan sebuah solusi untuk target audiensnya. Di Indonesia yang padat akan penduduknya, mereka sangat perlu sebuah alat komunikasi

untuk menghubungkan pihak yang satu ke yang lainnya, dengan teknologi yang canggih saat ini dengan sebuah smartphone kita bisa berkomunikasi dengan orang lain walaupun jaraknya cukup jauh. Dalam hal ini gojek memanfaatkan sebuah teknologi canggih yang dapat mengetahui posisi dati pengguna smartphone lainnya, yaitu GPS (Global Positioning System) . Dengan adanya penelitian yang matang tentang pihak masyarakat terkait minat dalam pemasaran, akan menjadi peluang bagi perusahaan gojek untuk membuat fitur yang praktis ini.

b. Mengubah Identitas Dari Perusahaan Terkait permasalah sebuah identitas, dalam setiap perusahaan mempunyai nama yang menjadi penanda terdahap dirinya kepada target audiens. Identitas terdiri dari nama, slogan, logo dan kemasan (produksi). Ketika melakukan rebranding, sebuah perusahaan akan melakukan perubahan terhadap logo, slogan, produk dan jasa yang mereka berikan. Pada kasus rebranding perusahaan gojek, mereka mengubah logo, identitas visual, slogan dan menambahkan jasa yang mereka berikan.

Logo

Logo merupakan suatu penanda, alat komunikasi, serta identitas yang dibawakan secara visual yang mempunyai makna di setiap logo dari entitas atau perusahaan sesuai dengan citranya masing-masing. Gojek melakukan perubahan pada logonya dengan menerapkan filosofi serta slogan didalamnya. Dalam tahap mengubah logo ini sangat berpengaruh dengan citra dari perusahaan. Tahap perubahan dari logo ini memiliki dampak yang mempengaruhi perusahaan secara keseluruhan. Logo terbaru gojek ini erat kaitannya dengan kata “super app” yang merupakan aplikasi serbaguna dimana kita bisa menemukan berbagai bentuk yang ada didalam logonya.

(7)

Logo Lama

Pada tampilan dari logo gojek yang lama terlihat seorang pengendara ojek dengan lambing sebuah sinyal di atas helmnya, dengan slogan “An Ojek For Every Need” yang memiliki makna “Gojek selalu ada untuk setiap kebutuhan berkendara”. Pada objek logo, terdapat gabungan antara tipografi menggunakan font sans serif. Makna dari logo lama perusahaan gojek menggambarkan sebuah citra dari perusahaan ini yaitu, aplikasi ojek online. Logo yang digunakan oleh gojek terlihat memiliki tampilan yang rumit namun penyampaian visualnya sesuai dengan penggambaran dari sebuah jasa yang ditawarkan. Berikut adalah tampilan logo lama dari perusahaan gojek.

Gambar 2.6 Logo Lama Gojek

Logo Baru

Pada logo terbaru menampilkan tampilan visual yang lebih simple dibanding logo sebelumnya. Solv merupakan nama dari logo ini yang berasal dari kata “solve” yang memiliki makna “solusi untuk setiap masalah”, dimana hal ini sesuai dengan kegunaan dari aplikasinya. Pada penggunaan tipografi dan palet warna mereka masih manggunakan tipe yang sama dengan sebelumnya, namun mereka mengganti fontnya menjadi lowercase.

Gambar 2.7 Logo Baru Gojek

c. Mengiklankan Produk Terbaru

Tahap akhir ialah tahap advertising, customer akan merasa aneh jika produk atau jasa dari sebuah brand tiba-tiba berubah tanpa adanya pemberitahuan atau pengiklanan dari perusahaannya langsung. Target utama pada tahap ini adalah bagaimana sebuah identitas baru dari perusahaan teersebut dapat terekspos sehingga diketahui oleh pelanggan maupun target audiensnya.

C. SIMPULAN DAN SARAN

Rebranding sangat penting bagi setiap perusahaan, untuk menaikkan nama dan citra dari sebuah entitas, diperlukan sebuah tindakan yang menjadi pemicu sebuah brand untuk tetap bertahan di era dengan teknologi yang sangat canggih ini, Gojek merupakan salah satu aplikasi yang memanfaatkan teknologi seperti GPS (Global Positioning System) yang dimana kombinasi dari kedua teknologi ini begitu bermanfaat untuk masyarakat, adapun dampak dari rebranding terhadap logo dan identitas visual yang mereka bawakan sangat berakaitan dengan mitra perusahaan mereka, yaitu fitur Goride, Golife, Gopay, Goplay, dan sebagainya.

(8)

D. Ucapan Terimakasih

Sebagai penulis saya mengucapkan segala hormat dan terimakasih kepada Dosen Pembimbing serta Universitas Negeri makassar yang telah mendukung pembuatan artikel ilmiah ini. Dalam pembuatan tugas ini saya dapat pengetahuan mengenai pembuatan sebuah artikel serta belajar benyak tentang logo dan rebranding.

DAFTAR PUSTAKA

Prasetya Yoga Santoso, R. R. (2018). STRATEGI MARKETING PUBLIC RELATIONS DALAM REBRANDING HSBC INDONESIA UNTUK MEMBENTUK BRAND AWARENESS. JURNAL PUSTAKA KOMUNIKASI, 1-14.

Said, A. A. (2017). Mendesain Logo. Mendesain Logo, 1-10.

Shierly Everlin, Y. E. (2020). Analisis Perubahan Desain Logo Gojek 2019. Jurnal Ilmiah Desain Komunikasi Visual, Seni Rupa dan Media, 72- 88.

Referensi

Dokumen terkait