• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dari Awal Terbit Hingga Adaptasi Film

N/A
N/A
Raihan Rizki

Academic year: 2024

Membagikan " Dari Awal Terbit Hingga Adaptasi Film"

Copied!
4
0
0

Teks penuh

(1)

Nama : Mohamad Raihan Rizki Akbar Kelas : A

NPM : 180110230047

Mata Kuliah : Sastra Populer dan Industri Kreatif Judul Karya : Yowis Ben

Perjalanan Industrial Komik Yowis Ben Dari Awal Terbit Hngga Sekarang Awal Terbit

Komik seri Yowis Ben pertama kali diterbitkan pada tahun 2015. Seri komik ini dibuat oleh Bayu Eko Meoktito atau yang dikenal oleh sebagian banyak orang Bayu Skak sebagai ide cerita, Nona Ica sebagai penulis, dan Aulia Azzi sebagai illustrator. Seri komik ini sebagian besar menggunakan bahasa Jawa dan juga menggunakan sedikit bahasa Indonesia. Komik ini sendiri diterbitkan oleh penerbit Gramedia

Adaptasi Film 1. Yowis Ben 1

Pada tahun 2018, Yowis Ben diadaptasi menjadi film drama-komedi yang dibintangi oleh Bayu Skak, Brandon Salim, Cut Meyriska, Joshua Suherman, dan Tutus Thompson. Disutradai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak. Film ini juga memakai bahasa Jawa dengan menggunakan subtitle bahasa lain untuk memudahkan penonton dalam memahami film ini. Film ini berfokus pada kisah romantisme remaja masa kini dengan unsur komedi khas Jawa Timuran dan

menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama. Film ini sukses dan mendapat banyak atensi dari masyarakat, serta memproduksi series yang berisikan 12 episode. Film ini syuting di Malang.

2. Yowis Ben 2

Pada tahun 2019, film Yowis Ben 2 diproduksi dan dirilis. Film ini juga dibintangi oleh Bayu Skak dan lain-lain, dan berfokus pada petualangan Yowis Ben dan teman-temannya. Hampir semua dialog menggunakan bahasa Jawa, dan film ini juga sukses dalam membawa tema daerah ke pasar. Syuting film ini dilakukan di beberapa daerah, termasuk Bandung

3. Yowis Ben 3

Yowis Ben 3 diproduksi dan dirilis pada tahun 2021. Film ini mengisahkan tentang

perjalanan Bayu yang sudah memiliki penggemar dan sudah mulai menemukan jalan karirnya.

Film ini juga menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama dan sukses dalam membawa tema daerah ke pasar. Syuting film ini dilakukan pada September 2020 dan berakhir pada Oktober

(2)

2020, tetapi proses produksi terpaksa ditunda beberapa kali karena pandemi Covid-19. Film ini dirilis pada 25 November 2021.

4. Yowis Ben Finale

Film Yowis Ben Finale diproduksi pada tahun 2021. Film ini menjadi film terakhir dari seri film Yowis Ben dan disutradarai oleh Fajar Nugros dan Bayu Skak. Film ini dibintangi oleh Bayu Skak, Joshua Suherman, Brandon Salim, Cut Meyriska, dan artis lainnya. Syuting film ini dilakukan pada tahun 2021 dan dirilis pada 16 Desember 2021.

Proses Penulisan Naskah

Proses penulisan naskah untuk film Yowis Ben dilakukan oleh Bayu Skak, yang juga menjadi sutradara film ini. Bayu Skak memulai karyanya dengan mengunggah berbagai video komedi berbahasa Jawa di media sosial YouTube, yang menarik banyak perhatian. Berkat kesuksesan video-video tersebut, Bayu Skak kemudian sukses menjadi sutradara dan penulis naskah pada film yang dibuatnya

Penulisan naskah Yowis Ben dilakukan dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama, dengan sebagian kecil menggunakan Bahasa Indonesia. Film ini sebagian besar

menggunakan dialek Jawa Timuran, yang memberikan khasanah budaya Jawa Timuran pada cerita. Penulisan naskah ini dilakukan dengan tujuan untuk menampilkan informasi untuk anak muda saat ini, serta untuk menjaga hubungan persahabatan dan silaturahmi dengan saudara dan kerabat

Dalam penulisan naskah Yowis Ben, Bayu Skak menggunakan bahasa yang religius, seperti

"Bismillah" dan "Alhamdulillah", untuk mengekspresikan makna personal dan ketuhanan.

Penulisan naskah ini juga mencoba menjadikan para tokoh sebagai pembentuk pemikiran, sehingga film ini dapat membuat makna-makna melalui bahasa yang ditampilkannya

Penulisan naskah Yowis Ben 2 dilakukan oleh Bagus Bramanti, dengan penulis naskah ini mencoba menambah nilai keestetikan pada film dengan menggunakan bentuk campur kode berupa campur kode luar, campur kode campuran, tataran campur kode berupa tataran klausa, tataran frasa, dan tataran kata. Film ini diproduksi oleh Starvision Production House dengan durasi 1 jam 50 menit

Dengan demikian, proses penulisan naskah untuk film Yowis Ben dilakukan oleh Bayu Skak dengan menggunakan bahasa Jawa sebagai bahasa utama, serta menggunakan dialek Jawa Timuran untuk memberikan khasanah budaya Jawa Timuran pada cerita. Penulisan naskah ini dilakukan dengan tujuan untuk menampilkan informasi untuk anak muda saat ini, serta untuk menjaga hubungan persahabatan dan silaturahmi dengan saudara dan kerabat.

(3)

Ada beberapa hal yang membuat film Yowis Ben ini laris di kalangan Masyarakat Jawa dan kalangan lainnya, seperti:

1. Budaya Jawa

Penonton dari kalangan Jawa merasa bangga dengan adanya budaya Jawa yang diwujudkan dalam film Yowis Ben. Penggunaan bahasa Jawa membuat film ini terasa lebih autentik dan menghubungkan penonton dengan budaya Jawa.

2. Dialek jawa

Penonton dari kalangan Jawa juga sangat menyukai lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan dalam film Yowis Ben. Lagu-lagu ini memberikan suasana yang lebih hidup dan menghubungkan penonton dengan budaya Jawa.

3. Lagu Jawa

Penonton dari kalangan Jawa juga sangat menyukai lagu-lagu Jawa yang dinyanyikan dalam film Yowis Ben. Lagu-lagu ini memberikan suasana yang lebih hidup dan menghubungkan penonton dengan budaya Jawa.

4. Penggunaan bahasa Jawa sebagai Indentitas

Penggunaan bahasa Jawa dalam film Yowis Ben dianggap sebagai salah satu cara untuk mempertahankan identitas budaya Jawa. Penonton dari kalangan Jawa merasa bahwa film ini memberikan pesan penting bahwa budaya Jawa harus dilestarikan dan tidak dikalahkan oleh budaya lain.

5. Humor

Penggunaan humor dalam film Yowis Ben juga sangat disukai oleh Penonton dari kalangan Jawa. Humor ini membuat film ini lebih menarik dan menghibur, serta membuat Penonton dari kalangan Jawa merasa lebih dekat dengan cerita

Jumlah Eksemplar dan Penonton

1. Untuk Jumlah Eksemplar sendiri, saya kesulitan untuk mencari nya disebabkan tidak adanya sumber yang menyebutkannya

2. Yowis Ben 1 telah ditonton oleh lebih dari 900.000 penonton.

3. Yowis Ben 2 telah ditonton oleh lebih dari 1.101.207 penonton.

4. Yowis Ben 3 telah ditonton oleh lebih dari 443.498 penonton.

(4)

Referensi

https://eskripsi.usm.ac.id/files/skripsi/G31A/2015/G.311.15.0048/G.311.15.0048-07-BAB-IV- 20190827114322.pdf

Al Farisi, B. (2021, December 2). Pesan di Balik Film Yowis Ben 3 yang Angkat Budaya Jawa.

Kompas.com. Retrieved May 12, 2022, from

https://www.kompas.com/hype/read/2021/12/02/181731066/pesan-di-balik-film-yowis-ben-3- yang-angkat-budaya-jawa

Bazin, A., & Gray, H. (1960). The ontology of the photographic image. Film Quarterly, 13(4).

Sumarno, M. (1996). Dasar-dasar Apresiasi Film. Grasindo. (Asrianti, 2019)

Asrian , S. (2019, March 9). Republika. Retrieved from Repubilka.com:

h ps://ameera.republika.co.id/berita/po317x366/persinggungan-budaya-jawa-dan-sunda-di- yowis-ben-2

AsyaAzixah, A. (2002, January 12). Kompasiana. Retrieved from Kompasiana :

h ps://www.kompasiana.com/afifahasya/61ddc35006310e6c8e429dc3/yowis-ben-film- berbahasa-jawa-pertama-di-indonesia

Pamungkas, A. A. (2022). YOWIS BEN 3: Pendewasaan Penuh Konflik dan Noda Komedi . Fakultas Ilmu Sosial dan Poli k, 10-15.

Wikipedia. (2023, April 29). Wikipedia. Retrieved from WIkipedia:

h ps://id.wikipedia.org/wiki/Yowis_Ben_%28seri_film%29

Referensi

Dokumen terkait