• Tidak ada hasil yang ditemukan

Darma Setiawan 200412008 - IBS Repository

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2023

Membagikan "Darma Setiawan 200412008 - IBS Repository"

Copied!
105
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang

Penelitian Setyapurnama dan Norpratiwi (2006) menguji dampak tata kelola perusahaan terhadap peringkat obligasi dan imbal hasil obligasi, menemukan bahwa tidak semua elemen tata kelola perusahaan berpengaruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hanya return on assets (ROA) yang berpengaruh terhadap peringkat obligasi yang diterbitkan lembaga pemeringkat.

Masalah Penelitian

  • Identifikasi Masalah
  • Batasan Masalah
  • Perumusan Masalah

Penelitian Darmawan (2007) menguji pengaruh rasio utang terhadap ekuitas, rasio lancar, return on assets dan risiko sistematik terhadap peringkat obligasi. Apakah variabel Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return On Equity, Return On Asset, dan Maturity secara bersama-sama berpengaruh terhadap peringkat obligasi perusahaan?

Tujuan Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh Return on Equity terhadap penilaian obligasi berdasarkan data laporan keuangan industri non keuangan. Untuk mengetahui pengaruh return on assets terhadap penilaian obligasi berdasarkan data laporan keuangan industri non keuangan.

Manfaat Penelitian

Untuk mengetahui pengaruh maturitas terhadap peringkat obligasi menggunakan data laporan keuangan industri non keuangan. Untuk mengetahui pengaruh gabungan rasio lancar, rasio utang terhadap ekuitas, laba atas ekuitas, laba atas aset, dan jatuh tempo terhadap peringkat obligasi berdasarkan data laporan keuangan industri non keuangan.

Sistematika Pembahasan

Bab terakhir ini menjelaskan tentang kesimpulan-kesimpulan yang diambil dari uraian teori, implementasi dan pembahasan yang telah diuraikan pada bab-bab sebelumnya.Berdasarkan kesimpulan tersebut penulis mencoba memberikan saran-saran dari pembahasan yang telah dan diharapkan penulis. agar bermanfaat bagi objek yang diteliti dan bagi pembacanya. .

LANDASAN PEMIKIRAN TEORITIS

Obligasi

  • Arti dan Karakteristik Obligasi
  • Jenis Obligasi

Obligasi yang diterbitkan pemerintah daerah untuk mengembangkan proyek fasilitas umum di daerah. Obligasi diterbitkan dengan hak penerbit untuk membeli kembali atau menebus obligasi tersebut sebelum jatuh tempo.

Rating Obligasi

  • Tujuan dan Manfaat Rating Obligasi
  • Penilaian Rating Obligasi

Ba BB idBB Surat utang yang menunjukkan kemampuan obligor yang relatif lemah dalam memenuhi kewajiban keuangannya dan sensitif terhadap ketidakpastian kondisi bisnis dan perekonomian. Caa CCC idCCC Sekuritas utang yang tidak mampu atau hampir gagal memenuhi kewajiban keuangannya dan hanya bergantung pada perbaikan kondisi eksternal.

Perusahaan Rating Obligasi di Indonesia

Pada tanggal 13 Agustus 1994, PEFINDO memperoleh izin usaha (No. 39/PM-PI/1994) untuk menjadi salah satu lembaga penunjang pasar modal dan pasar uang Indonesia.

Proses Rating Obligasi

Tim analitik akan memeriksa dan memproses data dasar yang diterima dan akan selalu berhubungan dengan klien untuk informasi lebih lanjut. Pada fase ini, tim analis juga akan menyiapkan laporan internal yang akan dibahas pada fase selanjutnya yaitu rapat internal. Setelah menyelesaikan penelitiannya, tim analis akan menyusun dan menyajikan ringkasan serta melaporkan temuannya pada rapat internal yang melibatkan direksi PEFINDO dan analis lainnya.

Hasil penilaian rapat internal ini masih bersifat subyektif karena hanya dihadiri oleh tim PEFINDO. Setelah penilaian akhir ditentukan, PEFINDO akan mempersilakan klien untuk mengumumkan secara resmi hasil penilaian klien dan menjelaskan alasannya.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Rating Obligasi

Rasio lancar, termasuk bagian dari rasio likuiditas, digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek yang telah jatuh tempo. Debt to Equity (DER) merupakan rasio yang mengukur perbandingan antara sumber pembiayaan perusahaan yang diperoleh dari pihak eksternal dengan dana yang disediakan oleh pemilik. Setiap obligasi mempunyai jangka waktu yang disebut dengan jatuh tempo (maturity), yaitu tanggal dimana jumlah pokok obligasi harus dilunasi oleh penerbit obligasi.

Penerbit obligasi mempunyai kewajiban mutlak untuk membayar nilai nominal obligasi kepada pemegang obligasi pada saat jatuh tempo. Jika berbicara tentang faktor jatuh tempo obligasi, semakin lama jatuh tempo obligasi maka semakin tinggi pula risiko investasinya.

Penelitian-Penelitian Terdahulu

Dengan menggunakan model Fisher untuk memprediksi penilaian obligasi, hasil penelitian menunjukkan bahwa data akuntansi dan rasio keuangan merupakan faktor yang sangat berguna dalam menentukan penilaian obligasi. Mereka pertama kali menggunakan model analisis diskriminan berganda (MDA) untuk mengklasifikasikan peringkat obligasi, dan hasilnya menunjukkan bahwa 60% sampel penelitian dapat diprediksi dengan benar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa persentase kepemilikan institusional dan persentase komisaris independen berpengaruh positif signifikan secara statistik terhadap peringkat obligasi.

Sedangkan Debt to Equity Ratio, Current Ratio, Return On Asset dan Risiko Sistematik merupakan variabel independen. Darmawan (2007) Rasio Keuangan + Ketergantungan Ordinary Least Squares (OLS) Penilaian Obligasi; rasio leverage; rasio likuiditas; rasio profitabilitas; beta.

Kerangka Berpikir

Peringkat obligasi banyak digunakan dalam komunitas investasi sebagai ukuran risiko obligasi (Baradita Katoppo, Presiden Direktur PT Fitch Ratings Indonesia)2. Hal ini akan memberikan pemahaman mengenai proses pemeringkatan obligasi yang kemudian akan menambah pengetahuan salah satu kegunaan laporan keuangan.

Hipotesis

Hipotesis yang diajukan dalam penelitian adalah sebagai berikut: H1: Current Ratio (CR) berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi. Pengujian hipotesis untuk mengetahui pengaruh simultan variabel independen (Current Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity, Return on Assets, dan Maturity) terhadap peringkat obligasi menggunakan uji F. Tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara (CR, DER, ROE, ROA dan MATURITAS) secara bersama-sama (simultan) terhadap peringkat obligasi.

Terdapat pengaruh yang signifikan antara CR, DER, ROE, ROA dan MATURITAS secara bersama-sama (simultan) terhadap peringkat obligasi. Hasil perhitungan simultan pengaruh CR (X1), DER (X2), ROE (X3), ROA (X4) dan MATURITAS (X5) terhadap peringkat obligasi disajikan pada tabel 4.9 berikut ini. Koefisien Return On Assets (ROA) mempunyai tanda positif, hal ini sesuai dengan penelitian Pogue dan Soldofsky (1969), Pinches dan Mingo (1975) dan Darmawan (2007) yang mengemukakan bahwa terdapat hubungan positif antara ROA dengan obligasi. penilaian.

Dalam pengujian secara parsial masing-masing variabel, hanya debt to equity ratio (DER) dan return on equity (ROE) yang berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi perusahaan.

Tabel  4.2  tersebut  menunjukkan  rata-rata  rating  obligasi  dari  73  obligasi  dalam penelitian adalah sebesar 19.44, yang berarti rata-rata rating obligasi dalam  penelitian ini adalah A -
Tabel 4.2 tersebut menunjukkan rata-rata rating obligasi dari 73 obligasi dalam penelitian adalah sebesar 19.44, yang berarti rata-rata rating obligasi dalam penelitian ini adalah A -

METODOLOGI PENELITIAN

Obyek Penelitian

Metode Pengumpulan Data

  • Data Penelitian
  • Metode Pengambilan Sampel
  • Tehnik Pengumpulan Data

Sumber data atau informasinya berdasarkan database Bursa Efek Indonesia yang tersedia online di website http://www.jsx.co.id dan juga database pemeringkatan obligasi korporasi yang diterbitkan oleh agen PEFINDO (www.pefindo.com). , jurnal ilmiah, majalah Investor dan Internet. Teknik pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode purposive sampling, jenis judgement sampling menurut Cooper dan Schindler (2003) dalam Darmawan (2007), artinya sampel yang dipilih mewakili populasi berdasarkan pertimbangan penulis yang diharapkan akan memberikan kontribusi. . terhadap masalah penelitian. Sampel penelitian diambil dari daftar obligasi yang terdapat pada pengumuman pemeringkatan yang diterbitkan PEFINDO pada tanggal 31 Desember 2006 dan pengumuman pemeringkatan tanggal 31 Desember 2007.

Obligasi yang diterbitkan oleh perusahaan-perusahaan di industri keuangan (termasuk bank, perusahaan asuransi, lembaga keuangan non-bank) dikeluarkan dari sampel penelitian karena laporan keuangan industri keuangan mempunyai peraturan keuangan tersendiri yang berbeda dengan kelompok industri lainnya. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan studi literatur, dimana data sekunder berupa laporan keuangan perusahaan penerbit obligasi.

Model Penelitian

Definisi Operasionalisasi Variabel

  • Variabel Dependen
  • Variabel Independen
    • Current Ratio
    • Debt to Equity Ratio
    • Return On Equity
    • Return On Asset
    • Maturitas

Rasio lancar yang tinggi menunjukkan bahwa perusahaan mampu membayar kewajiban jangka pendeknya dengan baik, sehingga diduga terdapat hubungan positif antara rasio lancar dengan peringkat obligasi. Semakin tinggi rasio utang terhadap ekuitas, semakin tinggi risiko gagal bayar atau semakin rendah peringkat obligasi (terdapat hubungan positif antara rasio utang terhadap ekuitas dan peringkat obligasi). Return on equity termasuk dalam rasio profitabilitas, yaitu kemampuan perusahaan memperoleh keuntungan relatif terhadap penjualan, total aset, dan ekuitas.

Return on equity yang tinggi memberikan sinyal bahwa perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan untuk membayar kewajibannya (low risk of default), sehingga diduga terdapat korelasi positif antara return on equity dengan peringkat obligasi. Hasil penelitian Sengupta (1993) dalam Siagian (2000) menunjukkan bahwa semakin lama jatuh temponya maka peringkat obligasi akan semakin rendah.

Metode Analisis Data

Artinya peringkat kredit obligasi dijelaskan oleh variabel CR, DER, ROE, ROA dan MATURITAS sebesar 14,7%. Dan hubungannya sangat kuat, hal ini juga didukung dengan nilai p = 0,016 < 0,05 yang berarti DER berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi. Namun hubungan tersebut sangat lemah yang juga dibuktikan dengan nilai p = 0,680 > 0,05 yang berarti ROA tidak berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi.

Dan hubungan tersebut sangat lemah, hal ini juga didukung oleh p-value = 0,527 > 0,05 yang berarti tanggal jatuh tempo tidak berpengaruh signifikan terhadap peringkat obligasi. Seluruh variabel independen yang diuji yaitu Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Return On Assets (ROA) dan Maturity secara bersama-sama mempunyai pengaruh yang signifikan terhadap peringkat obligasi.

Tehnik Pengujian Hipotesis

ANALISIS DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Obyek Penelitian

Terdapat 166 perusahaan yang menerbitkan obligasi dan peringkat kreditnya diterbitkan oleh PEFINDO pada tanggal 31 Desember 2006 hingga 31 Desember 2007.

Deskripsi Statistik Variabel Penelitian

Perusahaan dengan CR tertinggi adalah Perusahaan Listrik Negara pada tahun 2006 sebesar 8,9506, sedangkan perusahaan dengan CR terendah adalah PT Excelcomindo Pratama pada tahun 2007 sebesar 0,2276. Rata-rata DER sampel penelitian sebesar 1,998, hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 hingga 2007 kreditur mempunyai risiko yang lebih besar dibandingkan pemilik perusahaan. Rata-rata ROE pada sampel penelitian sebesar 0,11, hal ini menunjukkan bahwa pada tahun 2006 hingga tahun 2007 perusahaan mempunyai rata-rata berproduksi.

Rata-rata ROA pada sampel penelitian sebesar 0,053. Hal ini menunjukkan bahwa rata-rata kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba antara tahun 2006 hingga tahun 2007 sangat rendah. Rata-rata jangka waktu sampel penelitian adalah 5,64 tahun yang menunjukkan bahwa risiko investasi masih kurang aman pada tahun 2006 hingga 2007.

Analisis Data dan Pembahasan

  • Uji Asumsi Klasik
    • Uji Normalitas Residual
    • Uji Multikolinearitas
    • Uji Heteroskedastisitas
    • Uji Autokorelasi
  • Pengujian Hipotesis
    • Pengujian Hipotesis Secara Parsial
    • Pengujian Hipotesis Secara Simultan
    • Koefisien Determinasi (R 2 )
  • Pembahasan Hasil Analisis

Ho1 : Tidak terdapat pengaruh antara Current Ratio terhadap peringkat obligasi Ha1 : Terdapat pengaruh antara Current Ratio terhadap peringkat obligasi. Ho3 : Tidak terdapat pengaruh antara Return On Equity terhadap peringkat obligasi Ha3 : Terdapat pengaruh antara Return On Equity terhadap peringkat obligasi. Ho4 : Tidak terdapat pengaruh antara Return On Assets terhadap peringkat obligasi Ha4 : Terdapat pengaruh antara Return On Assets terhadap peringkat obligasi.

Ho5 : Tidak terdapat pengaruh antara Maturity terhadap peringkat obligasi Ha5 : Terdapat pengaruh antara Maturity terhadap peringkat obligasi. Analisis korelasi key figure dan maturitas pada peringkat obligasi memberikan gambaran beberapa hal yaitu.

KESIMPULAN DAN SARAN

Kesimpulan

DER mempunyai pengaruh yang penting karena DER yang tinggi menunjukkan utang yang berlebihan dan memberikan sinyal bahwa perusahaan tidak mampu menghasilkan dana yang cukup untuk melunasi kewajiban obligasi. ROE yang tinggi menandakan perusahaan dapat menghasilkan keuntungan yang dapat digunakan untuk membayar kewajibannya (risiko gagal bayar yang rendah). Artinya penilaian obligasi dijelaskan oleh variabel Current Ratio (CR), Debt to Equity Ratio (DER), Return On Equity (ROE), Return On Asset (ROA) dan Jatuh Tempo sebesar 15,4%, sedangkan sisanya sebesar 84,6%. adalah variabel lain yang tidak dimasukkan dalam penelitian yang mungkin mempengaruhi evaluasi obligasi.

Saran

Bagi lembaga pemeringkat kredit, kualitas pemeringkatan perlu ditingkatkan untuk meningkatkan kepercayaan investor terhadap peringkat obligasi korporasi. Survei ini dilakukan hanya pada industri non-keuangan, sehingga hasil yang diperoleh dalam survei ini hanya menggambarkan keadaan pada satu industri saja. Penelitian ini membagi dua aspek untuk memprediksi peringkat obligasi, yaitu aspek finansial dan non finansial.

Seminar Industri Perbankan tahun 2006; kursus Customer Service Excellence (CSE) pada tahun 2006; Mata kuliah analisis kredit 2006; Workshop Leader-Manager Training pada tahun 2006 dan Basic Treasury Training pada tahun 2007. Kegiatan organisasi yang penulis ikuti adalah Ketua Senat Mahasiswa Bidang Kesejahteraan Sosial periode 2004-2005 dan 2005-2006 serta tim pendamping POM IBS pada tahun 2006. 2006 ; Penulis biasanya memanfaatkan waktu luangnya untuk membaca novel, mendengarkan musik, jalan-jalan atau bersantai di rumah.

Referensi

Dokumen terkait