Metode observasi yang dilakukan penulis dimaksudkan untuk mengamati perilaku sehari-hari remaja tersebut guna melihat perkembangan emosi remaja. Dari ketiga pernyataan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa dampak yang terjadi pada perkembangan emosi remaja pasca perceraian orang tuanya adalah remaja menjadi acuh tak acuh. Setelah itu, penulis mewawancarai kembali orang tua mereka mengenai dampak yang terjadi terhadap perkembangan emosi para remaja tersebut.
Orang tuanya menyatakan bahwa dampak yang terjadi pada perkembangan emosi remaja setelah perceraian orang tuanya adalah remaja tersebut tersiksa oleh perasaan rindu kepada ayahnya, dan selebihnya adalah pengaruh. Berdasarkan analisis tersebut, terlihat jelas dampak perkembangan emosi remaja yang terjadi berdasarkan perilaku remaja tersebut.
PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
Pertanyaan Penilitian
Tujuan dan ManfaatPenelitian
Penelitian Relevan
LANDASAN TEORI
Perkembangan Emosi Remaja
- Pengertian Perkembangan Emosi
- Jenis-jenisEmosi
- Pengertian Remaja
- Karakteristik Perkembangan Emosi Remaja
- Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Perkembangan Emosi Remaja
Faktor-faktor yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja Perkembangan emosi seseorang umumnya terlihat pada perubahan perilaku. Berdasarkan kutipan di atas, penulis dapat menganalisis bahwa perceraian orang tua berdampak pada perkembangan emosi. Kemudian faktor ketiga yaitu perubahan interaksi dengan teman sebaya, faktor ini yang mempengaruhi perkembangan emosi remaja adalah adanya hubungan cinta dengan lawan jenis.
Perceraian
- Pengertian Perceraian
- Syarat Terjadinya Talak Menurut Islam
- Akibat-Akibat Hukum Perceraian
- Akibat Hukum Perceraian Terhadap perkembangan emosi Anak
- Faktor-Faktor Penyebab Perceraian
- Hak Suami dan Istri
Penjelasan di atas menggambarkan hal-hal yang menurut agama Islam menjadi syarat dalam melakukan perceraian. Perceraian orang tua yang terjadi tidak lepas dari faktor-faktor penyebab perceraian. Penelitian ini dilakukan melalui observasi langsung dengan penekanan pada dampak perceraian orang tua terhadap perkembangan emosi remaja setelah orang tuanya mengalami perceraian.
Sumber Data
- Sumber Data Utama
- Sumber Data Tambahan
Sumber data sekunder adalah sumber data di luar kata-kata dan tindakan, yaitu sumber tertulis.38 “Sumber yang berasal dari bahan bacaan disebut sumber sekunder”. 39 Kemudian pendapat lain menjelaskan bahwa Mengenai sumber tertulis dapat dibedakan menjadi sumber dari buku dan majalah ilmiah, sumber data dari arsip, dokumen pribadi dan dokumen resmi Desa Hargomulyo Kecamatan Sekampung. Berdasarkan pemaparan di atas maka penelitian ini menggunakan sumber data primer dan sumber data sekunder, sehingga data yang diperlukan untuk penelitian dikumpulkan sesuai dengan yang dibutuhkan oleh penulis.
Teknik Pengumpulan Data
- Metode Interview
- Metode Observasi
- Metode Dokumentasi
Berdasarkan uraian di atas, dapat kita pahami bahwa observasi adalah suatu cara pengumpulan data dengan cara mengamati dan mencatat secara sistematis hal-hal yang dipelajari. Dokumentasi adalah teknik pengumpulan data dengan mengumpulkan dan menganalisis dokumen, baik tertulis, grafik maupun elektronik. pertemuan, buku harian, dll.". Berdasarkan teori tersebut dapat dipahami bahwa dokumentasi berarti suatu cara mengukur data yang digunakan dalam penelitian dengan mencatat beberapa masalah yang terdokumentasi.
Teknik Penjamin Keabsahan Data
Remaja tersebut tidak memiliki perasaan sebal dan marah kepada orang tuanya karena perceraian yang menimpa orang tua remaja tersebut. Namun dalam hal perceraian yang dialami orang tuanya, remaja tersebut hanya merindukan sang ayah yang telah meninggalkannya. Perceraian yang menimpa kedua orang tua remaja tersebut juga membuat remaja tersebut merasa malu, mudah tersinggung dan sedih.
Tehnik Analisis Data
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Deskripsi Data
- Profil Desa
Kepemimpinan di desa Hargomulyo sudah beberapa kali dilakukan di bawah kepemimpinan kepala desa yang berganti dari tahun ke tahun. Daftar Jenis Usaha Desa Hargomulyo 1 Budidaya Kacang Panjang, . beras, singkong, jagung, cabai, tomat, ketimun, bayam, kol, jahe, terung, jengkol, kedelai, jeruk, semangka 2 Sapi, kambing, ayam kampung, bebek, . ayam pedaging, ayam petelur 3 perkebunan.
Gambaran perceraian orangtua dan dampaknya bagi perkembangan
Remaja pertama menyatakan bahwa setelah orang tuanya mengalami perceraian, remaja tersebut merasa menjadi korban perceraian orang tuanya. Perceraian yang menimpa kedua orang tuanya membuat remaja tersebut merasa bingung, bahkan merasa tidak lagi mendapatkan kasih sayang dari orang tuanya karena orang tuanya tidak mampu memberikan perhatian dan perhatian terhadap kehidupan sosial anaknya. Remaja tersebut mengaku melakukan hal tersebut karena menyesuaikan diri dengan keadaan yang menimpa keluarganya, hal tersebut dilakukan sebagai pelampiasan kesedihan, kekesalan dan kemarahannya terhadap orang tuanya.
Pernyataan tersebut diperkuat dengan pernyataan orang tuanya yang mengungkapkan bahwa setelah orang tuanya bercerai, remaja tersebut merasa kecewa, jengkel dan marah kepada orang tuanya. Perceraian yang terjadi hanya menyisakan perasaan sedih dan rindu untuk bertemu dengan pihak ayah yang dimiliki remaja tersebut. Selain remaja dan orang tuanya, penulis juga melakukan wawancara dengan teman-teman remaja tersebut yang menyatakan bahwa para remaja ini memiliki sifat dan sikap yang baik terhadap teman dan tetangganya, sering bercanda.
Hal tersebut diperkuat dengan pernyataan orang tuanya yang menyatakan bahwa remaja tersebut merasa malu, sedih dan dengan keadaan saat ini. Adapun sifat remaja ini adalah mereka memiliki sifat yang keras, sering membantah orang tua ketika meminta sesuatu, tidak dituruti, marah kepada orang tua. Pernyataan di atas diperkuat dengan wawancara penulis dengan teman remaja yang menyatakan bahwa remaja tersebut memiliki sifat egois, mudah tersinggung dengan perkataan teman-temannya.
Dari pernyataan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa dampak yang terjadi pada remaja tersebut adalah perasaan sedih dan egois, serta mudah melawan orang tua.
Analisis perceraian orangtua dan dampaknya bagi perkembangan emosi
Bahkan, setelah saya dan mantan suami memutuskan untuk bercerai, anak saya merasa minder dan malu dengan teman-temannya. Padahal saya ingin menunjukkan kepada mantan suami pertama saya bahwa saya bisa menemukan orang yang lebih baik. Jadi, suka atau tidak suka, saya akhirnya memutuskan bahwa mantan suami saya dan saya akan bercerai."
Anak saya bahkan tidak mau memanggil suami saya ayah karena anak saya tidak menerima pernikahan saya dan suami saya, oleh karena itu dia memilih untuk tinggal bersama orang tua saya. Memang untuk urusan agama, suami saya yang dulu tidak perduli adalah suami saya, alhamdulilah mba." Sebenarnya saya berusaha membangun keluarga yang bahagia, mawadah warohmah untuk mantan keluarga saya, tapi apa boleh buat, mantan suami saya pergi begitu saja tanpa merawat anak-anak saya juga.
Kalau dengan suami saya yang sekarang, saya dan suami fokus untuk tidak punya anak ya kak, saya hanya fokus pada anak saya dari mantan suami, dan suami saya sangat setuju dengan kami. Tapi kami sebagai orang tua memiliki kewajiban untuk membimbing anak-anak saya dan memberikan pemahaman kepada anak-anak agar mereka dapat memahami apa yang terjadi pada orang tuanya dan sekarang mantan suami saya dan saya memiliki pasangan sendiri dan anak-anak kami menerima mereka. Tapi anak saya juga punya ketakutan sama suami saya yang sekarang, kok saya kangen, suami saya yang sekarang memenuhi kebutuhan anak saya.
Untuk hal-hal seperti sholat 5 waktu ketika mantan suami saya melakukannya dan dia meminta saya untuk memimpin saya juga."
PENUTUP
Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan, penulis dapat menyimpulkan bahwa perceraian orang tua memiliki beberapa dampak terhadap perkembangan emosi remaja dan perceraian orang tua terjadi akibat beberapa faktor. Dampak perceraian orang tua yang terjadi terhadap perkembangan emosi remaja memiliki dampak yang berbeda pada setiap remaja yaitu menurut faktor penyebab perceraian orang tua dan akibat pola asuh orang tua yang berbeda setelah terjadi perceraian. Hilangnya rasa percaya diri remaja tersebut terlihat dari cara remaja tersebut terlanjur melamun dan mudah tersinggung.
Seorang remaja memiliki sikap yang kasar, dapat membantah perkataan orang tua dan melawan kebebasan yang ada. Karena perhatian orang tua masih dirasakan, maka pengaruh yang muncul pada remaja hanya sebatas rasa rindu, rasa rindu yang pedih akan salah satu orang tua yang tidak tinggal bersamanya. Tidak semua pasangan menggunakan makna keluarga sakinah-mawadah warahmah dalam kesehariannya.
Saran
- Tabel Daftar Perceraian Desa Hargomulyo
- Tabel Nama Kepala Desa Hargomulyo
- Tabel Mata Pencaharian Penduduk
- Tabel Jenis Usaha Penduduk Desa Hargomulyo
- Tabel Pembagian Wilayah Desa Hargomulyo
- Tabel Lembaga Kemasyarakatan
- Tabel Data Aparat Pemerintahan Desa Hargomulyo
Padahal dari segi kewajiban, suami saya yang dulu bekerja juga bekerja, tapi saya tidak mengerti apa itu pekerjaan, karena dia hanya mengatakan bahwa pekerjaannya di luar.” Saya menceraikan mantan suami kedua saya karena mantan suami saya dan saya tidak cocok secara karakter dan mantan suami kedua saya tidak banyak mengalah ketika ada masalah dengan saya. Bagi mantan suami saya yang pertama, dalam hal ibadah penambah keimanan, sulit bagi saya dan suami untuk melakukan itu, sulit untuk sholat 5 waktu saja, apalagi yang lainnya.
Suami pertama saya, dalam hal tanggung jawab, selama ini berusaha memenuhi kebutuhan keluarganya. Suami saya juga sangat penting bagi saya, karena dia tinggal berdua dengan suami saya, tetapi di sisi lain, anak saya tidak akur, dia tidak pernah mau berkomunikasi dengan suami saya, karena suami saya bukan ayah biologis dari anak saya. ." Saya tidak mendapatkan penjelasan dari mantan suami saya kapan dia akan meninggalkan saya dan anak saya, melainkan dia meninggalkan hutang dengan orang lain dan pada akhirnya saya membayarnya, saya tidak tahu persis karena dia meninggalkan saya dan anak saya. juga pergi diam-diam.
Ayahnya seperti menghindari kami, padahal kami mencarinya karena anak saya ingin bertemu, dulu ada yang tahu mantan suami saya ada di Pringsewu, tapi giliran kami yang pergi ke sana dan dia sudah pergi. Sungguh, jika menyangkut kebutuhan anak saya, saya selalu sendiri karena saya tidak membicarakannya dengan suami saya, karena saya mengerti bahwa suami saya bukanlah ayah kandungnya. Pedoman menikah karena nyaman dan orang diam, suami saya sekarang berbeda dari sebelumnya.
Iya mbak, saya mengalami kegagalan dalam berumah tangga, sehingga saya bercerai dan menikah lagi dengan suami saya yang sekarang. Sebenarnya saya ingin menikah hanya sekali, tetapi Tuhan punya rencana lain saudari, saya dan suami saya punya satu anak, tetapi sekarang kami tidak punya anak. Dulu waktu aku dan mantan suamiku masih bersama, mantan suamiku justru memintaku untuk mendandani diriku sendiri, tapi aku tidak bisa mendandani diriku sesuai keinginannya, aku tahu ya, aku punya sisir setelah mandi .
Saya pergi kemana-mana dengan suami saya yang sekarang, saya tidak pernah merasa bosan dengan mantan suami saya, kakak. Kalau saya sih tergantung anaknya sih, tapi ya saran saya kalau ada apa-apa selain ngomong sama saya dan suami, saya juga harus suruh bapaknya ngomong, mbak.”