Judul : MODERNISASI EKOSISTEM PERTANIAN UNTUK MENINGKATKAN PENDAPATAN MASYARAKAT DI DESA RAWA SELAPAN KECAMATAN CANDIPURO LAMPUNG SELATAN. Sedangkan pertanyaan dalam penelitian ini adalah: Apakah modernisasi ekosistem pertanian di Desa Rawa Selapan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat? 4 Survei pendahuluan pada Bpk. Waryadi selaku pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada 28 September 2021.
Lampung Selatan yang beranggotakan beberapa orang yang menjadi narasumber Modernisasi Ekosistem Pertanian Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat di Desa Rawa Selapan. Berdasarkan penelitian yang dilakukan peneliti bersama masyarakat di desa Rawa Selapan dapat diketahui bahwa modernisasi ekosistem pertanian dalam meningkatkan pendapatan adalah sebagai berikut. 1 Wawancara dengan Bpk. Waryadi selaku pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada 16 April 2022.
2 Wawancara dengan Bpk. Mukhtar sebagai pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada tanggal 16 April 2022. 4 Wawancara dengan Pak Mustofa sebagai pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada tanggal 16 April 2022. 6 Wawancara dengan Pak Julianto sebagai pemilik sawah modern sawah di Desa Rawa Selapan pada tanggal 17 April 2022.
8 Wawancara dengan Pak Lukman selaku pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada tanggal 17 April 2022. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa masyarakat di desa Rawa Selapan sangat baik dalam memperbarui ekosistem. 10 Wawancara dengan Bpk. Mustofa selaku pemilik sawah modern di desa Rawa Selapan pada 17 April 2022.
13 Wawancara dengan Bpk. Waryadi selaku pemilik Sawah Modern di Desa Rawa Selapan pada tanggal 16 April 2022. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan peneliti pada Kepala Desa Rawa Selapan terlihat bahwa hampir 90% masyarakat di Desa Rawa Selapan telah beralih ke modernisasi ekosistem pertanian.
PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
Secara teoritis, hasil penelitian ini diharapkan dapat menambah pengetahuan dan wawasan para peneliti khususnya di bidang Ekonomi Islam. Secara praktis penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat sebagai informasi dan pengetahuan bagi masyarakat di Dusun 5 Pulau Bambu.
Penelitian Relevan
Sedangkan penelitian yang akan dilakukan peneliti menggunakan metode penelitian lapangan, yaitu penelitian langsung terhadap objek atau subjek yang ada di lapangan untuk memperoleh data dan uraian yang jelas dan konkrit mengenai hal-hal yang berkaitan dengan masalah yang diteliti. Persamaan penelitian ini dengan penelitian yang akan peneliti lakukan terletak pada pendapatan masyarakat. Adapun perbedaan antara penelitian tersebut di atas dengan penelitian yang akan peneliti lakukan, yaitu penelitian akan lebih menekankan pada tingkat pendidikan anak sedangkan penelitian akan dilakukan oleh peneliti.
LANDASAN TEORI
Pengertian Modernisasi Pertanian
Tahap-tahap Modernisasi Pertanian
Tahap diversifikasi produk pertanian sudah mulai terjadi dimana produk pertanian sudah dijual ke sektor komersial, namun penggunaan modal dan teknologi masih rendah. Modernisasi pertanian dari tahap tradisional (subsisten) ke pertanian modern memerlukan banyak upaya lain selain penataan ulang struktur ekonomi pertanian atau penerapan teknologi pertanian baru. Namun kini konsep pertanian modern lebih ke arah optimalisasi pertanian untuk menghasilkan pangan yang berkualitas.
Konsep optimalisasi usahatani digambarkan dengan suatu sistem terpadu yang mampu mencakup seluruh sektor, termasuk industri, dan menghubungkannya dalam satu mata rantai perekonomian Indonesia. Sistem agribisnis merupakan suatu konsep yang lebih konkrit dan komprehensif untuk pengembangan sektor pertanian ke arah yang lebih baik. 2 Bayu Enggal Rifkian dkk, Modernisasi Pertanian (Studi Kasus Pekerjaan dan Pendapatan Petani pada Sistem Pertanian di Desa Dukuhdempok Kecamatan Wuluhan Kabupaten Jember), Jurnal Pendidikan Ekonomi dan Ilmu Pengetahuan Sosial, Volume 11 Nomor 1, Universitas Jember, 2017, 40.
Pendapatan Masyarakat
- Pengertian Pendapatan Masyarakat
- Macam-Macam Pendapatan
- Peningkatan Pendapatan Masyarakat
Sedangkan Sadono Sukirno mengartikan pendapatan sebagai besarnya pendapatan yang diterima penduduk atas prestasi kerjanya dalam jangka waktu tertentu, baik harian, mingguan, bulanan, dan tahunan.6 2. Pendapatan yang diperoleh tanpa mendedikasikan diri untuk bekerja dan merupakan pendapatan sampingan, termasuk pendapatan sewa. menyewakan harta milik sendiri, bunga uang, sumbangan dari pelanggan lain, pendapatan pensiun, dll.7 Menurut teori konsumsi dengan hipotesis pendapatan permanen Milton Friedman, pendapatan masyarakat dapat digolongkan menjadi dua, yaitu. Pendapatan tetap, yaitu pendapatan yang selalu diterima selama jangka waktu tertentu dan dapat diperkirakan sebelumnya.
Pendapatan sementara, yaitu pendapatan yang tidak dapat diperkirakan sebelumnya dan termasuk dalam kategori pendapatan ini adalah sumbangan, hibah, dan lain-lain yang sejenis. Berdasarkan penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa omzet adalah sejumlah uang yang diterima perusahaan dari kegiatan yang dilakukan. Pendapatan masyarakat sebagai pendapatan pribadi adalah pendapatan yang diterima oleh rumah tangga dan usaha non-korporasi.
Pendapatan seseorang juga dapat didefinisikan sebagai jumlah pendapatan, yang dinilai dalam satuan mata uang, yang dapat dihasilkan oleh seseorang atau suatu negara dalam jangka waktu tertentu. Peningkatan perekonomian merupakan suatu hal yang harus dilaksanakan sepenuhnya guna memberikan kesejahteraan kepada masyarakat.10 Pendapatan (income) dapat diartikan sebagai total pendapatan yang diperoleh darinya. 10 M Paramita, Meningkatkan Perekonomian Masyarakat dengan Memanfaatkan Sumber Daya Lokal, Jurnal Media Pengabdian Kepada Masyarakat, (Bogor: Universitas Djuanda Bogor, 2018), Vol.
Berdasarkan penjelasan di atas dapat kita pahami bahwa pertambahan pendapatan adalah pertambahan atau bertambahnya perbendaharaan pendapatan masyarakat, atau dengan kata lain peningkatan perekonomian adalah pertambahan pertambahan pendapatan masyarakat yang menyebabkan kerugian masyarakat. standar hidup meningkat.
METODOLOGI PENELITIAN
Sumber Data
Dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua sumber data yaitu: sumber data primer dan sumber data sekunder. Sumber data primer adalah sumber data yang datang langsung dari lapangan, meliputi lokasi penelitian yaitu tempat dilakukannya penelitian, kemudian peristiwa-peristiwa hukum yang terjadi di lokasi penelitian dan terakhir responden sebagai sumber informasi yang dapat memberi informasi kepada peneliti, diperoleh melalui wawancara, observasi dan penyebaran kuesioner (kuesioner).4. Sumber data primer dalam penelitian ini berasal dari data langsung dari sumber pertama di lapangan, diambil dari hasil dokumentasi dan wawancara kepada kepala desa dan masyarakat di Dusun 5 Pulau Bambu, Desa Rawa Selapan, Kec.
Masyarakat desa Rawa Selapan sebagian besar berprofesi sebagai petani, kemudian petani yang bekerja di sawah berjumlah 200 orang, maka dari itu peneliti menggunakan purposive sampling, dimana purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti karena peneliti mempunyai kepentingan tertentu dalam mengambil sampel. sampel. Berdasarkan pengertian di atas, maka sumber data dalam penelitian ini diambil dari literatur seperti internet, buku dan lain-lain yang berkaitan dengan pembahasan penggunaan lahan dan pendapatan masyarakat.
Teknik Pengumpulan Data
Pertimbangan tersebut dilakukan peneliti untuk menentukan sumber daya yang benar-benar mempunyai permasalahan situasi atau kondisi lapangan. Wawancara terstruktur merupakan wawancara yang dilakukan peneliti dengan menyiapkan instrumen penelitian berupa pertanyaan tertulis, alternatif jawaban juga disiapkan oleh peneliti. Wawancara tidak terstruktur merupakan wawancara bebas dimana peneliti tidak menggunakan petunjuk wawancara yang disusun secara sistematis dan lengkap untuk pengumpulan data.
Berdasarkan teori di atas, peneliti menyimpulkan bahwa jenis wawancara yang akan digunakan adalah wawancara tidak terstruktur, karena peneliti ingin mendapatkan hasil bagaimana pemahaman masyarakat terhadap konsep keluarga sakinah dalam keluarga profesional. Purposive sampling merupakan teknik pengambilan sampel yang digunakan peneliti jika peneliti mempunyai pertimbangan tertentu dalam pengambilan sampel.8. Peneliti menggunakan teknik purposive sampling karena peneliti hanya menggunakan Kepala Desa dan Petani Padi Modern sebagai informan utama karena dianggap memegang kendali dan dekat dengan situasi yang menjadi fokus penelitian.
Wawancara yang dilakukan peneliti adalah kepala desa dan masyarakat di Dusun 5 Pulau Bambu Desa Rawa Selapan Kec. Dokumentasi merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara mempelajari catatan-catatan yang berkaitan dengan data pribadi responden, seperti yang dilakukan oleh psikolog dalam meneliti perkembangan klien melalui catatan pribadinya.9. Teknik dokumentasi ini digunakan untuk mencari data berupa catatan hasil wawancara dengan masyarakat Dusun 5 Pulau Bambu Desa Rawa Selapan, letak geografis desa dan catatan sejarah Dusun 5 Pulau Bambu Desa Rawa Selapan Kec.
Lampung Selatan atau andre kilder berhubungan dengan forskning di Dusun 5 Pulau Bambu, Desa Rawa Selapan, Kabupaten Lampung Selatan menyampaikan “Modernisasi Ekosistem Pertanian Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Rawa Selapan”.
Teknik Analisis Data
Alasan yang digunakan peneliti bersifat induktif dengan mengangkat hal khusus “Modernisasi Ekosistem Pertanian Dalam Meningkatkan Pendapatan Masyarakat Desa Rawa Selapan” di Dusun 5 Pulau Bambu Desa Rawa Selapan Kec. Desa Rawa Selapan merupakan salah satu dari 14 desa yang ada di Kecamatan Candipuro, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Desa Rawa Selapan awalnya merupakan kawasan hutan Daftar Dinas Kehutanan 35 Way Katibung.
Pekerjaan masyarakat di desa Rawa Selapan sebagian besar adalah petani, yaitu sebanyak 99% masyarakat disana adalah petani. Sedangkan alat pengelolaan sawah tradisional/konvensional di Desa Rawa Selapan sebelum beralih ke modernisasi ekosistem pertanian adalah: cangkul, bajak kerbau/sapi, arit dan gereja atau gebotan (perontok padi). Di Desa Rawa Selapan, mereka beralih ke sawah modern karena pengolahannya lebih cepat, hemat biaya, dan hasilnya lebih baik.
Berdasarkan hasil penelitian di atas, peneliti dapat menyimpulkan bahwa masyarakat Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan sudah banyak yang beralih melakukan modernisasi ekosistem pertanian. Setelah melakukan wawancara kepada masyarakat setempat di Desa Rawa Selapan, peneliti juga melakukan wawancara kepada Kepala Desa Rawa Selapan Kecamatan Candipuro Kabupaten Lampung Selatan. Hasil wawancaranya adalah. Masyarakat Desa Rawa Selapan kini beralih melakukan modernisasi ekosistem pertanian karena di Desa Rawa Selapan terdapat PPL yang mengkoordinasikan kegiatan untuk memodernisasi ekosistem pertanian itu sendiri”.
Di Desa Rawa Selapan sendiri hampir 90% sudah beralih ke modernisasi pertanian, Bu. Bisa dibilang hampir semuanya pernah. Dampak positifnya adalah majunya taraf perekonomian hingga meningkatkan pendapatan pertanian bagi warga desa Rawa Selapan itu sendiri. Selain itu, Kepala Desa Rawa Selapan juga memberikan dukungan dengan melakukan penyuluhan yang dilakukan langsung oleh pihak pertanian untuk sosialisasi dan modernisasi ekosistem pertanian, sehingga petani dapat melakukan kegiatan pertanian dengan baik dan benar.
Kepala Desa Rawa Selapan juga mengatakan, setelah masyarakat beralih ke modernisasi ekosistem pertanian, pendapatan masyarakat meningkat dibandingkan dengan sistem bertani sebelumnya yaitu sistem bertani tradisional. Selain itu, Kepala Desa Rawa Selapan juga menambahkan bahwa modernisasi ekosistem pertanian memberikan dampak positif dan negatif.