PENDAHULUAN
Latar Belakang Penelitian
Pertanyaan yang peneliti ajukan adalah tentang komitmen dosen dan tenaga penunjang akademik terhadap organisasi di perguruan tinggi swasta yang terakreditasi A.
Rumusan Masalah
Tujuan dan Manfaat Penelitian
- Tujuan Penelitian
30. moderator dan bagaimana pengaruhnya terhadap keterikatan kerja dosen dan tenaga penunjang akademik di perguruan tinggi swasta.
Kegunaan Penelitian
- Kegunaan Akademik-Teoretis
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Pustaka
- Kesejahteraan Organisasi (Organizational Well-Being)
- Pengertian Kesejahteraan Organisasi
- Dimensi Kesejahteraan Organisasi
- Anteseden Kesejahteraan Organisasi
- Konsekuensi Kesejahteraan Organisasi
- Iklim Psikologis (Psychological Climate)
- Pengertian Iklim Psikologis
- Dimensi Iklim Psikologis
- Anteseden Iklim Psikologis
- Konsekuensi Iklim Psikologis
- Iklim Psikologi Sebagai Variabel Moderator
- Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu
- Komitmen Terhadap Organisasi
- Pengertian Komitmen Terhadap Organisasi
- Dimensi Komitmen Terhadap Organisasi
- Anteseden Komitmen Terhadap Organisasi
- Konsekuensi Komitmen Terhadap Organisasi
- Komitmen Terhadap Organisasi Sebagai Variabel Mediating
- Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu
- Work Engagement
- Pengertian Work Engagement
- Dimensi Work Engagement
- Anteseden Work Engagement
- Konsekuensi Work Engagement
- Hasil-Hasil Penelitian Terdahulu
- Perguruan Tinggi Swasta
Istilah "kesehatan organisasi" juga sering digunakan untuk merujuk pada program yang disponsori oleh perusahaan untuk meningkatkan kesejahteraan individu dalam suatu organisasi. Organisasi yang bercirikan lingkungan yang sangat efektif, reflektif dan afektif akan menimbulkan komitmen yang tinggi terhadap organisasi. Iklim kreatif merupakan prediktor penting kepuasan kerja (Yee, Pink, Sern) Iklim psikologis dan komitmen terhadap organisasi.
Teori komitmen organisasi didasarkan pada teori pertukaran sosial (Blau, 1964; Emerson, 1976) dan hukum timbal balik (Gouldner, 1960). Robbins (2001) mendefinisikan komitmen terhadap organisasi sebagai kondisi ketika seorang individu menetapkan identitasnya sesuai dengan nilai dan tujuan organisasi dan berniat untuk tetap terlibat dalam organisasi dan merupakan salah satu hubungan kerja yang menggambarkan perasaan masing-masing. individu (suka atau tidak suka) terhadap organisasi tempatnya bekerja. Theocharous (2014) menemukan korelasi antara tiga skala komitmen organisasi dan pergantian, yang semuanya berhubungan negatif.
Hussain dan Asif (2012) mengemukakan bahwa komitmen yang kuat terhadap organisasi membentuk budaya organisasi yang mendorong karyawan untuk produktif, loyal dan tidak memiliki keinginan untuk meninggalkan organisasi. 2) Ketidakhadiran. Komitmen terhadap organisasi dan keterlibatan kerja memiliki potensi untuk diwujudkan menjadi kinerja individu yang berharga dan efektif bagi organisasi (Cesario & Chambel, 2017). Beberapa hasil dari penelitian sebelumnya terkait komitmen terhadap organisasi disajikan pada tabel berikut.
Kekuatan dari penelitian ini adalah adanya hubungan antara komitmen organisasi dan keterikatan kerja dalam konteks pendidikan tinggi. Kelemahan dari penelitian ini adalah tidak memperhitungkan kemungkinan bahwa perilaku karyawan dipengaruhi oleh komitmen terhadap organisasi dan pekerjaan itu sendiri.
Kerangka Pemikiran
VIP dilihat dari dua sudut pandang yaitu individu yang merupakan dosen dan tenaga penunjang akademik serta organisasi yaitu perguruan tinggi swasta terakreditasi A. Lingkungan yang efektif akan tercapai jika perguruan tinggi memiliki kejelasan peran yang jelas yaitu dosen dan tenaga penunjang akademik dapat memahami kebutuhan dan peran Menurut . Perguruan Tinggi Swasta yang menciptakan lingkungan yang efektif akan memperhatikan kondisi fisik yaitu menyediakan ruangan dimana dosen dan tenaga penunjang akademik dapat bekerja dengan nyaman.
Lingkungan reflektif adalah organisasi yang menciptakan lingkungan kerja yang terbuka terhadap kritik yang membangun, sehingga dosen dan tenaga penunjang akademik merasa nyaman memberikan pendapat atau saran. Selanjutnya perguruan tinggi swasta akan menerapkan pembelajaran organisasi, yaitu dosen dan staf pendukung akademik akan memiliki kesempatan untuk mengembangkan kemampuan kognitif seperti pembelajaran, argumentasi sehingga mereka dapat bergabung bekerja. Lingkungan afektif yang tinggi akan muncul ketika perguruan tinggi swasta menjunjung tinggi martabat dosen dan tenaga penunjang akademik.
Kontribusi dosen dan staf pendukung akademik untuk perguruan tinggi swasta seperti usaha, keterampilan, loyalitas, kreativitas dan inovasi. Dosen dan staf pendukung akademik akan menunjukkan perasaannya terhadap organisasi dengan sikap kekeluargaan, rasa memiliki, kebahagiaan dan kesenangan dalam bekerja. Sedangkan komitmen normatif mengacu pada saat dosen dan tenaga penunjang akademik merasa berkewajiban untuk tetap berada dalam organisasi karena adanya unsur kepatuhan dan loyalitas terhadap organisasi.
Hipotesis
Peran persepsi kesejahteraan organisasi mempengaruhi persistensi melalui iklim psikologis sebagai variabel moderator dan pengaruhnya terhadap keterikatan kerja guru dan tenaga penunjang akademik pada perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta. Peran persepsi tentang kesejahteraan organisasi mempengaruhi keterikatan normatif melalui iklim psikologis sebagai variabel moderator dan pengaruhnya terhadap keterikatan kerja guru dan staf pendukung akademik di perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta.
METODOLOGI PENELITIAN
Pendekatan Penelitian
Kajian Penelitian
- Kesejahteraan Organisasi
- Iklim Psikologis
- Komitmen Terhadap Organisasi
- Work Engagement
Penelitian ini dilakukan di perguruan tinggi swasta di perguruan tinggi terakreditasi A di DKI Jakarta. Dosen terdiri dari dosen tetap dan tenaga penunjang akademik berstatus tetap yang beranggotakan seluruh pegawai perguruan tinggi swasta yang masing-masing memiliki peran penting dalam menunjang kinerja organisasi di Universitas. Kesejahteraan organisasi adalah persepsi dosen dan staf terhadap lingkungan yang efektif, reflektif dan afektif tingkat tinggi di organisasi pendidikan tinggi swasta.
Kesejahteraan organisasi perguruan tinggi swasta diukur dengan bantuan kuesioner melalui pernyataan sangat sesuai hingga sangat tidak sesuai mengenai persepsi individu terhadap konteks kesejahteraan organisasi, melalui tiga dimensi yaitu lingkungan efektif, lingkungan reflektif dan lingkungan afektif. Iklim psikologis merupakan persepsi dan interpretasi dosen dan tenaga penunjang akademik terhadap lingkungan organisasi perguruan tinggi swasta. Iklim psikologis perguruan tinggi swasta diukur dengan menggunakan kuesioner melalui pernyataan yang menangkap sejauh mana lingkungan organisasi perguruan tinggi swasta dianggap iklim psikologis yang positif.
Komitmen organisasi adalah hubungan antara individu, yaitu guru dan staf pendukung akademik, dengan organisasinya dan individu tersebut mengidentifikasi atau menginternalisasikan dalam diri mereka nilai, aturan, dan tujuan organisasi sehingga timbul keinginan untuk tetap menjadi anggota organisasi. Keterlibatan dalam organisasi diukur dengan menggunakan kuesioner yang menunjukkan tingkat keterlibatan guru dan staf pendukung akademik dalam organisasi. Keterikatan kerja diukur berdasarkan frekuensi, selalu atau tidak pernah menggunakan skala keterikatan kerja yang dikembangkan berdasarkan alat ukur The Utrecht Work Engagement (UWES) oleh Bakker dan Schaufeli (2003). .
Populasi dan Teknik Sampling
- Populasi
- Karakteristik Populasi
- Teknik Sampling
- Ukuran Sampel
Pegawai penunjang akademik dari seluruh unit dan fakultas di universitas, dengan status sebagai pegawai tetap. Metode pengambilan sampel menggunakan non-probability yaitu setiap populasi dalam penelitian ini tidak mempunyai kesempatan yang sama untuk dijadikan sampel. Sampelnya adalah dosen dan tenaga penunjang akademik yang bekerja pada perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta.
Sampel terdiri dari guru dan tenaga penunjang akademik yang bekerja pada perguruan tinggi swasta di DKI Jakarta dengan akreditasi A. Berdasarkan hasil perhitungan sampel minimal untuk kelompok guru, terlihat sampel minimal guru adalah 384 orang. Berdasarkan hasil perhitungan sampel minimal kelompok pendukung studi, ternyata sampel minimal staf pendukung studi adalah 385 orang.
Berdasarkan hasil pendataan kelompok dosen didapatkan jumlah sampel dosen sebanyak 216 orang. Berdasarkan hasil pendataan kelompok tenaga penunjang akademik ditetapkan jumlah sampel tenaga penunjang akademik sebanyak 216 orang.
Teknik Pengumpulan Data
- Alat Ukur Kesejahteraan Organisasi
- Alat Ukur Iklim Psikologis
- Alat Ukur Komitmen Terhadap Organisasi
- Alat Ukur Work Engagement
Alat ukur kesejahteraan organisasi terdiri dari pernyataan-pernyataan yang menangkap sejauh mana lingkungan efektif, lingkungan reflektif dan lingkungan afektif dalam konteks pendidikan tinggi dianggap kesejahteraan organisasi. Alat ukur ini dikembangkan oleh peneliti dengan mengacu pada konsep kesejahteraan organisasi yang dikembangkan oleh Issac dan Ora (2006). Instrumen pengukuran iklim psikologis terdiri dari pernyataan yang menangkap sejauh mana lingkungan organisasi dianggap sebagai iklim psikologis yang menguntungkan-tidak menguntungkan.
Peneliti menggunakan instrumen pengukuran iklim psikologis yang dibuat oleh Ardiwinata (2013) dan disusun berdasarkan Taksonomi Iklim (Ostroff, 1993). Alat ukur komitmen terhadap organisasi terdiri dari pernyataan-pernyataan yang menangkap sejauh mana komitmen dosen dan tenaga penunjang akademik terhadap organisasi. Alat ukur ini menggunakan OCQ (Organizational Commitment Questionnaire) yang dikembangkan pada tahun 1997 oleh Meyer dan Allen.
Alat ukur work engagement dibuat oleh Ardiwinata (2013), dengan Cronbach's alpha sebesar 0,948 dan dikembangkan berdasarkan Utrecht Work Engagement (UWES) oleh Baker dan Schaufeli (2003).
Uji Beda dan Reliabilitas Alat Ukur
- Uji Beda
- Analisis Item
- Uji Reliabilitas
Kaplan dan Sacuzzo (2005) untuk menentukan item yang dapat digunakan, harus direvisi atau item yang harus dibuang. Berdasarkan hasil analisis butir, ditemukan bahwa dari 55 butir butir yang ada, terdapat 3 butir butir yang memiliki koefisien korelasi di bawah 0,2 sehingga harus dibuang yaitu. Berdasarkan hasil analisis butir, ditemukan bahwa dari 24 butir yang ada, terdapat 6 butir yang memiliki koefisien korelasi di bawah 0,2 sehingga harus dibuang yaitu butir nomor dan 24 butir.
Berdasarkan hasil analisis item yang dilakukan terhadap 17 item menunjukkan bahwa tidak ada item yang dibuang. Hal ini dikarenakan item alat ukur memiliki korelasi lebih dari sama dengan 0,2 yang berarti item tersebut dapat membedakan satu partisipan dengan partisipan lainnya dalam alat ukur perikatan kerja.
Hasil Analisis Model Pengukuran (Measurement Model Analysis)
- Confirmatory Factor Analysis (CFA) Variabel Komitmen Terhadap
- Confirmatory Factor Analysis (CFA) Variabel Komitmen Terhadap
- Confirmatory Factor Analysis (CFA) Variabel Komitmen Terhadap
- Confirmatory Factor Analysis (CFA) Variabel Iklim Psikologis
- Confirmatory Factor Analysis (CFA) Variabel Work Engagement
Peneliti menguji apakah ketujuh item pada skala komitmen kontinuan bersifat unidimensional, artinya hanya mengukur komitmen kontinuan saja. Peneliti menguji apakah kelima item dalam skala komitmen normatif bersifat unidimensional, artinya hanya mengukur komitmen normatif, dengan pengujian menggunakan model CFA satu faktor. Peneliti melanjutkan analisis dengan analisis CFA pada skala-skala pada alat ukur iklim psikologis untuk mengetahui apakah setiap skala hanya mengukur satu konstruk yaitu iklim psikologis.
Selanjutnya jika dilihat masing-masing faktor, signifikansi nilai t dari masing-masing koefisien loading faktor memenuhi syarat yang ada (>1,96) dengan range. Pada masing-masing faktor alat ukur iklim psikologis juga terbukti hanya mengukur satu konstruk.
Sistem Penilaian dan Kategori
- Sistem Penilaian Alat Ukur Kesejahteraan Organisasi
- Sistem Penilaian Alat Ukur Iklim Psikologis
- Sistem Penilaian Alat Ukur Komitmen Terhadap Organisasi
- Sistem Penilaian Alat Ukur Work Engagement
- Penentuan Kategorisasi Variabel Penelitian
Komponen yang memiliki peringkat tertinggi dianggap sebagai komponen yang paling dominan mendasari komitmen terhadap organisasi. Pilihan jawaban Selalu (item 4) Pilihan jawaban Sering (item 3) Pilihan jawaban Jarang (item 2) Pilihan jawaban Tidak pernah (item 1) 3.9.5 Mendefinisikan Kategorisasi Variabel Penelitian. Kategorisasi variabel bertujuan untuk menempatkan individu ke dalam kelompok yang berbeda pada tahapan sepanjang kontinum berdasarkan atribut yang diukur.
Sebelum mengkategorikan peringkat masing-masing variabel menurut tingkatan rendah, sedang, dan tinggi, penulis terlebih dahulu. Setelah kategori-kategori tersebut diperoleh, maka diperoleh nilai persentase dari masing-masing variabel dalam penelitian ini.
Teknik Analisis Data
- Analisis Deskriptif
- Analisis Structural Equation Modelling (SEM)
Analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik statistik Structural Equation Modeling dengan menggunakan software LISREL 870. Structural Equation Modeling merupakan kumpulan teknik statistik yang mengarah pada hubungan antara satu atau lebih variabel bebas, kontinu atau diskrit, dan satu atau lebih variabel terikat. diperiksa. Pemodelan persamaan struktural juga mengacu pada model kausal, analisis kausal, persamaan model simultan, analisis struktur kovarians, analisis jalur, dan analisis faktor konfirmatori (Ullman & Bentler 2003).
Raykov dan Marcoulides (2006) juga menjelaskan bahwa Structural Equating Modeling adalah penggunaan seluruh isi sebagai perkiraan umum yang mempengaruhi jenis variasi model yang ditemukan. Muthen (2012) menjelaskan bahwa Structural Equating Modeling memiliki dua bagian yaitu model pengukuran dan model struktural. Model pengukuran untuk analisis faktor konfirmatori dan pemodelan persamaan struktural adalah model Regresi Multivariat, yang menggambarkan hubungan antara indikator dan faktor.
Lebih lanjut, Wijanto (2007) menjelaskan bahwa dari segi metodologi, Structural Equating Modeling memiliki beberapa peran, antara lain sebagai sistem persamaan simultan, analisis kausal linier, analisis jalur, analisis struktur kovarian dan model persamaan struktural. Berdasarkan informasi di atas, untuk mendukung pengujian hipotesis dalam penelitian ini diperlukan analisis Structural Equation Modeling dengan variabel moderating. Identifikasi yaitu melakukan penilaian terhadap kemungkinan diperolehnya nilai unik untuk setiap parameter dalam model dan kemungkinan persamaan simultan tidak memiliki solusi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
- Uji Hipotesis 2
- Uji Hipotesis 3
- Pengujian Peran Variabel Mediator
- Deskriptif Subjek Penelitian
- Analisis Deskriptif Variabel Penelitian
Pembahasan
Kesimpulan
Saran Teoritis
Saran Praktis