• Tidak ada hasil yang ditemukan

DESIGN AREA BERMAIN OUTDOOR

N/A
N/A
Nia Ramadhani

Academic year: 2024

Membagikan "DESIGN AREA BERMAIN OUTDOOR"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

DESIGN AREA BERMAIN OUTDOOR

Dosen Pengampu:

Dani Hermawan, M.Pd.

Oleh:

Nia Ramadhani 222101030068

UIN KIAI HAJI ACHMAD SIDDIQ JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN PROGRAM STUDI MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

TAHUN 2024

(2)

A. Analisis Kebutuhan Sarana dan Prasarana

Area bermain outdoor merupakan salah satu sarana yang dibutuhkan dalam lingkungan pendidikan anak usia 4-6 tahun. Area bermain outdoor ini seringkali ditemui pada lembaga pendidikan jenjang TK, karena pada umumnya anak usia sekolah ini cenderung melakukan pembelajaran dengan bermain. Kegiatan anak-anak pada jenjang sekolah TK ini tidak mewajibkan untuk belajar, namun para guru membiarkan anak-anak belajar seraya bermain, yang mana kegiatan ini dapat dilakukan pada area Indoor ataupun outdoor.

Dalam hal ini peneliti akan menganalisis terkait sarana dan prasarana apa saja yang diperlukan dalam area bermain outdoor. Alasan mengapa area bermain outdoor dianggap sebagai suatu hal yang penting adalah, karena dengan belajar seraya bermain diluar ruangan, anak-anak dapat berinteraksi langsung dengan apa yang ada dalam luar ruangan, area bermain outdoor juga dapat memberikan kebebasan anak dalam mengekspresikan rasa ingin tahu yang ada pada diri anak-anak, karena pada saat anak-anak berada dalam luar ruangan, dapat menstimulasi keinginan ketika berada pada luar ruangan1.

Dalam area bermain outdoor ini diperlukan sarana prasarana yang dapat digunakan belajar seraya bermain. Alat Permainan Edukatif (APE) untuk area outdoor menjadi salah satu prasarana penting dalam lingkungan pendidikan jenjang TK, dengan penggunaan APE ini, maka dapat melatih motorik pada peserta didik, selain itu peserta didik juga dapat terlatih motorik halus ataupun motorik kasarnya, dengan ini para peserta didik dapat meningkatkan keterampilan geraknya, melatih keseimbangan tubuh, serta mampu mengkoordinasikan anggota badannya. Namun dalam mendesain area bermain outdoor ini juga perlu memperhatikan beberapa aspek, yang

1 Adinda Sabrina Hani, et al., "Studi Analisis Permasalahan Permainan Outdoor Di Taman Kanak- Kanak Negeri Pembina Muara Bulian", Jurnal Teknologi Pendidikan Dan Pembelajaran| E-ISSN:

3026-6629 1.3 (2024): 472.

(3)

pertama aspek keselamatan, kesehatan, kenyamanan, kemudahan, serta keamanan.

Prasarana yang pertama adalah APE berjenis tangga. Jenis APE tangga ini dapat meningkatkan kekuatan otot tubuh anak terutama kaki dan tangan, selain itu anak juga akan terlatih untuk mengkoordinasikan indra penglihat dengan anggota tubuh lainnya yaitu tangan dan kaki.2 Jenis APE tangga ini juga memiliki beragam bentuk mulai dari jenis tangga biasa, bola, kubus atau tangga majemuk, dan juga bentuk jembatan lengkung .

Jenis APE selanjutnya adalah perosotan, jenis ini juga memberikan pembelajaran bagi anak, yang pertama anak akan terlatih untuk menjaga keseimbangan tubuh, serta melatih keberanian pada anak. Kemudian perosotan juga akan melatih kesabaran pada diri anak, karena pada umumnya, ketika hendak menaiki perosotan anak-anak harus mengantri atau bergilir dengan teman sebayanya.

Dalam area bermain outdoor juga perlu disediakan lahan kebun untuk melakukan kegiatan berkebun anak-anak bersama dengan guru.

Kegiatan berkebun ini diperlukan karena dapat meningkatkan kemampuan kognitif anak3 . Untuk melakukan kegiatan berkebun ini juga diperlukan fasilitas air yang memadai untuk menunjang kegiatan berkebun peserta didik, serta lahan yang cukup.

Penambahan kolam ikan dalam area bermain juga menjadi slaah satu hal yang dapat menunjang tumbuh kembang peserta didik, dimana peserta didik akan mengenal makhluk hidup lain berupa ikan, selain itu peserta didik juga dapat belajar siklus kehidupan ikan, apa makanan ikan serta lingkungan hidup ikan, kemudian para pendidik juga dapat mengenalkan

2 Muhammad Akhlis Rizza, et al., "Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Dan Sosialisasi Keselamatan Bermain Outdoor Bagi Paud Bina Cendikia Desa Sidorejo Kabupaten Malang", JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat), 2.3 (2021): 519.

3 Imam Wahyono, Eka Ramiati, and Siti Khalimatus Sa’diyah, "Pengembangan kemampuan kognitif anak usia dini melalui pembelajaran outdoor pada area kebun di TK Budhi Mulyo Sarimulyo cluring Banyuwangi", AL IHSAN: Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini, 1.2 (2021): 071.

(4)

apa saja manfaat ikan, mengajak anak-anak untuk memberi makan ikan, serta mengamati ikan, hal ini tentu menjadi suatu hal yang baik bagi perkembangan motorik anak.4

B. Rencana Design Sarana dan Prasarana

1. APE tangga, Tinggi, luas dan lebar dari sarana prasarana area bermain outdoor ini merujuk pada buku panduan area bermain luar ruangan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi5.

a. Ketinggian APE tangga yaitu 70cm

b. Anak tangga dengan bentuk bulat ukuran 3.12cm

c. Anak tangga harus dalam kondisi kokoh, tidak berputas ataupun licin.

4 Redite Kurniawan, "Taman edukasi PAUD sebagai outdoor learning environment", Jurnal Pendidikan Anak, 10.1, (2021): 11.

5 Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Panduan Area Bermain Luar Ruangan, (Jakarta: Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini, 2021), 14.

Lahan kebun Lahan kebun

Kelas

Kolam ikan

Keran Air

(5)

d. Jarak anak tangga adalah 30 cm e. Kaki panjatan di cor beton rata

f. Permukaan tanah dilapisi rumput dengan tebal 2cm

g. Kemiringan lereng adalah 500cm area bebas sebelum dan sesudah tiang panjatan, tiang panjatan kanan dan kiri sejauh 1.8 m

2. APE Perosotan

a. Bahan menggunakan beton/semen dan dilapisi kramik, lebih awet dan aman

b. Permukaan tanah dilapisi rumput lembut dengan ketebalan tidak kurang dari 2cm

3. Kolam Ikan

a. Keliling dengan diameter 10 meter

b. Dibuat dengan semen, dilapisi kerikil pada bagian pinggir kolam c. Jenis ikan, ikan mas koki orada, ikan pleco albino dan Brusmouth.

4. Lahan kebun

a. Area kebun memiliki luas 2 meter b. Dilengkapi dengan fasilitas keran C. Langkah-langkah Realisasi Rencana

130 cm

Lebar 48 cm

Tinggi Area berhenti 20cm Lebar Pijakan Tangga

25cm

Tinggi pinggir perosotan 15cm

(6)

1. Sumber dana yang akan digunakan untuk penyediaan sarana dan prasarana pendidikan berupa area bermain outdoor ini bisa didapat dari anggaran pemerintah pusat, kemudian juga dapat menggunakan kas lembaga pendidikan. Jika anggaran masih kurang maka bisa menggunakan dana masyarakat, dalam hal ini termasuk dana orang tua peserta didik, organisasi alumni ataupun sektor swasta.

Pengumpulan dana untuk sarana prasarana pendidikan berupa area bermain outdoor bisa dnegan mengajukan proposal atau permohonan kepada pemerintah, pemerintah daerah, masyarakat, komite, dan organisasi alumni.

Untuk penyimpanan dana bisa langsung dialokasikan untuk pembelian peralatan yang dibutuhkan, kemudian disimpan untuk dana perbaikan barang yang rusak, serta disimpan untuk dana pemeliharaan.

2. Kompetensi personil yang dibutuhkan adalah guru yang sudah lulus jenjang pendidikan S1 Pendidikan khususnya PGTK, PGPAUD sifat sabar karena akan berhadapan dengan anak didik yang mungkin akan lebih sering bertanya, memiliki sifat keibuan.

Jumlah personil yang dibutuhkan adalah 2 orang pada setiap pembelajaran

Untuk perekrutan dapat dengan membuat lowongan pekerjaan dan melampirkan deskripsi pekerjaan dengan jelas. Melakukan proses seleksi berdasarkan kompetensi yang dibutuhkan

3. Peluang yang dapat didapatkan dari area bermain outdoor ini adalah, peserta didik menjadi lebih aktif dan dapat mengekspresikan keingintahuan peserta didik dengan lebih bebas, peserta didik dapat terlatih motorik halus dan kasarnya, serta kemampuan kognitifnya.

Cara pemanfaatan bisa dengan mengkoordinasikan setiap kelas dengan membuat jadwal agar tidak terjadi krees dengan kelas lainnya.

Hambatan yang mungkin terjadi pada area bermain outdoor adalah peserta didik yang terjatuh saat menggunakan APE tangga ataupun APE perosotan, untuk mengantisipasi hambatan tersebut maka pada bagian

(7)

bawah APE tangga perlu dilapisi rumput dengan tebal tidak kurang dari 2cm begitu pula pada bagian APE perosotan. Hambatan selanjutnya adalah peserta didik terkadang asyik bermain sendiri ketika berada dalam area bermain outdoor, maka guru harus membuat pembelajaran seraya bermain yang menyenangkan agar peserta didik tidak bosan dan tidak asyik bermain sendiri.

(8)

DAFTAR PUSTAKA

“JTPP+Adinda+Sabrina+Hani1,+Ani+Sartika+Sari2,+Asih+Nur+Ismiatun3,+Melisa+Kot run+Nada4,+Siti+Annisa+Aszari5.” t.t.

Kurniawan, Redite. 2021. “Taman Edukasi PAUD sebagai Outdoor Learning Environment ARTICLE INFO ABSTRACT.” Jurnal Pendidikan Anak 10 (1): 1–12.

Muhammad Akhlis Rizza, Ratna Monasari, Etik Puspitasari, dan Kris Witono. 2021.

“Peningkatan Kualitas Pembelajaran Melalui Alat Permainan Edukatif (APE) Dan Sosialisasi Keselamatan Bermain Outdoor Bagi Paud Bina Cendikia Desa Sidorejo Kabupaten Malang.” JURPIKAT (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) 2 (3):

512–22. https://doi.org/10.37339/jurpikat.v2i3.681.

Pendidikan, Kementerian, dan Teknologi Direktorat Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, dan Pendidikan Dasar dan Pendidikan Menengah Direktorat Pendidikan Anak Usia Dini. t.t. “Panduan Area Bermain Luar Ruang AREA BERMAIN LUAR RUANG PANDUAN.” https://paudpedia.kemdikbud.go.id/.

Wahyono, Imam, Eka Ramiati, Siti Khalimatus, dan Sa ’ Diyah. t.t. “PENGEMBANGAN KEMAMPUAN KOGNITIF ANAK USIA DINI MELALUI PEMBELAJARAN OUTDOOR PADA AREA KEBUN DI TK BUDHI MULYO SARIMULYO CLURING BANYUWANGI.”

Referensi

Dokumen terkait

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berbicara melalui pembelajaran outdoor activities pada Kelompok Bermain Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun

Tujuan penelitian ini adalah untuk mengembangkan kemampuan berbicara melalui pembelajaran outdoor activities pada Kelompok Bermain Angkasa Colomadu Karanganyar Tahun

Evaluasi dilakukan dengan cara mengamati perkembangan anak pada saat melakukan outdoor activities bermain tanah liat.. Instrumen yang digunakan adalah

Permainan outdoor menjadi penting pada sekolahan TK karena bukan hanya sebagai wahana bermain anak, tetapi juga dapat membantu dalam mengembangkan ketrampilan motorik

Berdasarkan pendapat ahli dan hasil penelitian yang menunjukkan bahwa peningkatan kreativitas anak usia dini melalui bermain outdoor di lembaga PAUD TPQ Roudhotul

Dunia anak adalah bermain, karena bermain merupakan kegiatan yang menyenangkan bagi anak. Bermain juga merupakan tuntutan dan kebutuhan bagi anak RA/ TK. Dengan

Keywords: implementation, role playing centers, gross motor skill, outdoor learning Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi outdoor learning sentra bermain

Permainan outdoor menjadi penting pada sekolahan TK karena bukan hanya sebagai wahana bermain anak, tetapi juga dapat membantu dalam mengembangkan ketrampilan motorik kasar anak.Hal ini