• Tidak ada hasil yang ditemukan

DEVELOPMENT OF STRENGTH TRAINING MODELS IN CHILDREN AGED 8–10 YEARS BASED ON TRADITIONAL LOCAL GAMES IN GORONTALO PROVINCE

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "DEVELOPMENT OF STRENGTH TRAINING MODELS IN CHILDREN AGED 8–10 YEARS BASED ON TRADITIONAL LOCAL GAMES IN GORONTALO PROVINCE"

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 286

PENGEMBANGAN MODEL LATIHAN KEKUATAN PADA ANAK USIA 8-10

TAHUN BERBASIS PERMAINAN TRADISIONAL LOKAL

Suprianto Kadir1, Meri Haryani2*, Oca Fernandes AF3 , Nazzarudin Toniyo4

1,2, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

3, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Riau, Indonesia

4,5, Fakultas Olahraga dan Kesehatan, Universitas Negeri Gorontalo, Indonesia

E-mail: [email protected]

10.31602/rjpo.v6i2.12299 ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan menghasilkan pengembangan model latihan kekuatan pada anak 8-10 tahun berbasis permainan tradisional lokal dalam bentuk buku panduan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research & Development) metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut. Pada peneliitian ini subjek uji coba yang akan digunak yaitu anak-anak usia 8-10 tahun yang berada di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota gorontalo. Penelitian ini menggunakan angket penilaian berdasarkan jumlah pendapat atau jawaban pada angket tersebut dengan presentase. Persentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu yang dipersentasekan dan disajikan tetap berupa persentase. Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan dua tahap yaitu dari uji coba kelompok kecil ke uji coba kelompok besar mengalami penurunan dari aspek kelayakan isi, aspek tata bahasa, aspek tampilan, maka dari hasil total penilaian dari uji kelompok kecil ke uji kelompok besar mengalami penurunan.

Kata Kunci: Model Latihan Kekuatan; Permainan Tradisional; Anak

DEVELOPMENT OF STRENGTH TRAINING MODELS IN CHILDREN AGED 8–10 YEARS BASED ON TRADITIONAL LOCAL GAMES IN GORONTALO PROVINCE

ABSTRACT

This study aims to develop a strength training model for children aged 8-10 years based on local traditional games in the form of a guidebook. This research uses the Research & Development method. This method is used to produce certain products and test the effectiveness of these products. In this research, the test subjects that will be used are children aged 8-10 years who are in the Botu Village, Dumbo Raya District, Gorontalo City.

This study uses an assessment questionnaire based on the number of opinions or answers to the questionnaire with a percentage. Percentages are intended to determine the status of something that is presented and presented in the form of a percentage. Based on the results of the trial which was carried out in two stages, namely from the small group trial to the large group trial, there was a decrease in the content feasibility aspect from 90% to 84.3%, the grammar aspect from 84.16% to 81.25%, the display aspect 89.16% to 84.06%, then the total assessment results from the small group test to the large group test decreased from 88.77% to 83.78% or it could be said to be a decrease of 4.99%

Keywords: Strength Training Models; Traditional game; Children

Submitted : 8 August 2023, Accepted : 13 December2023, Published : 15 December2023

(2)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 287 PENDAHULUAN

Permainan dan olahraga tradisional adalah budaya yang diwariskan oleh nenek moyang pada zaman dahulu dan sangatlah diminati sebelum game online masuk ke Indonesia. Menurut (Cahya et al., 2022) olahraga tradisional merupakan permainan rakyat yang berkembang di masyarakat dan banyak dimainkan oleh anak-anak.

Namun, seiring dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek), bermain tidak lagi menjadi aktivitas fisik yang mendukung tumbuh kembang seseorang. Selanjutnya menurut (Nasution & Siregar, 2023) selain nilai budaya, permainan dan olahraga tradisional juga memiliki manfaat kesehatan yang penting. Aktivitas fisik yang terkait dengan permainan dan olahraga tradisional dapat meningkatkan kebugaran fisik, mengembangkan keterampilan motorik. Permainan dan olahraga tradisional ini menggunakan alat seadanya yang dapat banyak ditemukan di sekitaran daerahmasing-masing (Hadjarati & Haryanto, 2021). Permainan tradisional merupakan suatu aktivitas yang diwariskan turun temurun dari nenek moyang di masing-masing daerah yang mengandung unsur nilai yang banyak serta memiliki berbagai macam manfaat pada mental, fisik, dan tumbuh kembang pada anak-anak, mereka dapat bersosialisasi serta dapat melestarikan permainan tradisional yang sudah ada dari zaman dahulu. Menurut (Pinangkaan et al., 2023) sejak zaman primitif sudah ada permainan diseluruh pelosok dunia, ini menandakan bahwa sejak manusia belum mengenal kehidupan yang beradap manusia sudah mengenal dan melakukan permainan sehingga dapat dikatakan bermain sudah dilaksanakan sejak dahulu kala, dan berlangsung sampai sekarang.

Dalam olahraga tradisional terkandung unsur ajaran luhur dari pemiliknya selain itu olahraga tradisional mempunyai manfaat bagi tubuh seperti bugar dan sehat, serta dapat menanamkan nilai moral dari pemilik olahraga tradisional itu sendiri (Handoko & Gumantan, 2021). Permainan tradisional terkadang terkandung nilai- nilai edukasi dan sosial yang lebih tinggi dari pada permainan modern, karena permainan tradisional dilakukan banyak melibatkan aktivitas fisik, pengaturan strategi, kerjasama tim (Cendana & Suryana, 2021). Didalam kehidupan masyarakat yang multikultural terdapat beragam permainan tradisional atau bahkan memiliki kemiripan permainan tradisional di daerah satu dengan daerah lainnya (Pratiwi & Pujiastuti, 2020). Permainan tradisional memiliki manfaat yang beragam untuk pengembangan anak usia dini, termasuk membentuk karakter anak usia dini (Adi et al., 2020). Hal tersebut di dukung oleh (Widyaning Tyas & Widyasari, 2023) yang menyatakan permainan tradisional berpengaruh positif terhadap perkembangan karakter anak usia dini.

Selanjutnya menurut (Maulana et al., 2021) tujuan untuk mengenalkan permainan tradisional pada anak usia dini adalah salah satunya untuk melestarikan budaya. Tujuan lainnya adalah agar aspek perkembangan anak dapat berkembang secara optimal secara holistic integratif, anak dapat mengembangkan kemampuan kerjasam dengan teman sebaya, dapat mengembangkan komunikasi dengan teman, adanya kemampuan probkem solving, adanya kemampuan untuk mengembangkan emosi

Permainan tradisional biasa dijadikan sebagai sarana rekreasi untuk mencapai kesenangan yang mengandung nilai luhur untuk menjadi sarana pembelajaran bagi anak-anak dan dapat meneruskan serta mengenalkan permainan tradisional pada generasi berikut. Menurut (Seran & Kurniati, 2019) menjelaskan bahwa permainan tradisional merupakan suatu aktivitas permainan yang tumbuh dan berkembang di daerah tertentu, dengan nilai-nilai budaya dan tata nilai kehidupan masyarakat dan di ajarkan turun temurun dari satu generasi ke generasi berikutnya. Di indonesia ada berbagai macam permainan tradisional yang mengandung nilai-nilai luhur dari berbagai daerah yang masih dimainkan hingga saat ini dan telah di modifikasi dalam bentuk perlombaan pada acara kemerdekaan 17 Agustus. Seperti, Enggrang, Bakiak, Congklak, dan lain sebagainnya.

Daerah Provinsi Gorontalo sendiri memiliki berbagai macam jenis permainan tradisional yang memiliki sedikit kesamaan dengan permainan tradisional di Daerah lain dengan perbedaan nama dan cara memainkannya.

Permainan tradisional ini dapat membantu annak-anak untuk belajar, bersosialisasi dan melestarikan permainan tersebut. Permainan tradisional Gorontalo yang masih dimainkan dari jaman dahulu hingga sekaranng , yaitu:

Longgo, Bunggo Longgo, Kalahi, Cur-cur, Tengge-tengge, Tenggedi Buawu, Koba-koba, Wombohe Neka, Palapudu, dan lain sebagainya. Masing-masing dimainkan secara berkelompok maupun individu.

Selain untuk menanamkan nilai-nilai budaya, permainan tradisional juga dapat meningkatkan kemampuan fisik pada anak sejak dini dan dapat membentuk jiwa kompetitif pada anak sebagaimana yang di butuhkan pada dasar ilmu olahraga Dengan cara pelaksanaan permainan tradisional yang hampir semuanya menggunakan gerak dasar dalam berolahraga. Maka anak dapat menigkatkan komponen kodisi fisik diataranya, kekuatan (strenght), kecepatan (speed), daya tahan (endurance), kelicahan (agility), kelentukan (flexibility), ketepatan (accuracy), dan keseimbangan atau koordinasi gerak. Menurut (Sugiharto & Rejeki, 2023) olahraga adalah bentuk prilaku

(3)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 288 manusia yang spesifik. Arah dan tujuan berolahraga termasuk waktu dan alokasi kegiatan dilaksanakan sedemikian rupa sehingga sebagai bukti bahwa olahraga itu merupakan sebuah fenomena yang relevan dengan kehidupan sosial, olahraga juga ekspresi budaya berkarya pada manusia..

Dari sekian banyak permainan tradisional ada sebagian yang mengandalkan komponen fisik dalam meningkatkan kebugaran jasmani. Dalam permainan tradisional yang ada di provinsi gorontalo ada beberapa jenis permainan yang mengandalkan kecepatan, seperti: Kalaahi, Benteng-benteng, dan Cur-cur Pal. Ada pula yang mengandalkan ketepatan dan kekuatan, seperti : Koba-koba. Ada yang mengandalkan keseimbangan dan kekuatan, yaitu : Tengge-tengge, Tenggedi Buau, Lompat Tali, Kainje, dan Tenggedi Wawohua. Permainan tradisional dapat di jadikan sebagai latihan untuk anak-anak yang secara tidak langsung dapat meningkatkan kebugaran jasmani dengan hati yang senang. Salah satu komponen kebugaran yang berperan penting yakni kekuatan (strenght), beberapa jenis permainan tradisional sangat berpengaruh pada kekuatan (strengt) yang menjadi komponen penting dari gerak dasar pada anak untuk berolahraga. Berdasarkan jurnal pendidikan anak volume 5, Edisi 1 (2016) Permainan Traisional seperti perbentengan, Lompat Tali yang membutuhkan banyak gerakan, permainan sangat membantu motorik anak dalam menyelaraskannya dengan berkoordinasi dengan anggota tubuh lainnya.

Kebugaran jasmani adalah kemampuan untukmelakukan kegiatan sehari-hari tanpa merasakan kelelahan yang berlebihan. Kebugaran jasmani seseorang dipengaruhi oleh beberapa factor yaitu: genetik, jenis kelamin, usia, komposisi tubuh, aktifitas, dan latihan. Oleh karenaitu, kebugaran jasmani dipakai sebagai parameter kesehatan dan alat ukur kekuatan aerobic maksimal dan kebugaran kardiorespirasi seseorang (Mahfud et al., 2020). Selanjutnya menurut (Suhartoyo et al., 2019) kebugaran jasmani tidak hanya dibutuhkan oleh atlet-atlet olahraga, akan tetapi juga dibutuhkan oleh semua orang untuk dapat melaksanakan tuntutan tugas fisik setiap harinya. Secara umum kebugaran jasmani dapat didefinisikan sebagai kemampuan tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas fisik tanpa mengalami kelelahan berlebihan, dan tetap merasa bugar pada keesokan harinya untuk melakukan tugas fisik berikutnya. Kebugaran jasmani dalam hal ini kekuatan, terdapat beberapa permainan tradisional gorontalo yang mengandalkan kekuatan utnuk meningkatkan atau melatih kekuatan (streght) pada anak usia 8-10 tahun yaitu, Tengge-tengge, Tenggedi buawu, dan Koba-koba. Dapat dilihat dari pelaksanaan beberapa permainan di atas bahwa semua permainan tradisional ini menggunakan atau mengandalkan kekuatan (streght). Tengge-Tengge mengandalkan otot tungkai untuk melompat darisatu kotak ke kotak yang lain, Tenggedi Buau mengandalkan otot tungkai untuk berjinjit di atas Buau (tempurung), dan Koba- koba yang mengandalkan kekuatan otot lengan untuk melempar. Permaianan tradisional dapat meningkatkan kekuatan (strenght) pada anak usia 8-10 tahun serta dengan permainan tradisionnal anak mampu menambah pengetahuan tanpa membuuat mereka merasa tertekan. Permaianan tradisional tidak hanya berfungsi agar anak megetahui tentang budaya para leluhur, mereka juga dapat meningkatkan kebugaran jasmani dalam hal ini kekuatan (strenght) karena hampir semua permaianan tradisional melibatkan kekuatan (strenght).

METODE

Penelitian ini menggunakan metode penelitian pengembangan (Research & Development) metode ini digunakan untuk menghasilkan produk tertentu dan menguji keefektifan produk tersebut, (Haryani, M., Nurkhoiroh, Suardika, I. K., H, A. I., & Anwar, 2022). ada beberapa metode yang digunakan yaitu metode deskriptif, evaluatif dan eksperimental. Metode penelitian yang digunakan untuk menghasilkan produk, serta menguji keefektifan produk ini dilakukan untuk menghasilkan sebuah model latihan kekuatan pada anak 8-10 tahun berbasis permaianan tradisional. Penelitian ini dilakukan di Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni yang bertempat di Kabupaten Gorontalo pada bulan Maret-April 2023. Adapun teknik untuk pengambilan sampel dalam penelitian ini mengunakan metode purppoosve sampling adalah teknik pengambilan sampel atau subjek dengan menentukan kriteria-kriteria tertentu. Pada peneliitian ini subjek uji coba yang akan digunak yaitu anak- anak usia 8-10 tahun yang berada di Kelurahan Botu, Kecamatan Dumbo Raya, Kota gorontalo yang berjumlah 15 orang.

Teknik yang digunakan dalam pengumpulan data pada penelitian ini menggunakan dua teknik yakni intrumen studi pendahuluan dan instrumen pengembangan model dan uji coba lapangan. Penelitian ini menggunakan jenis data kuantitatif dan kualitatif. Penelitian ini menggunakan angket penilaian berdasarkan jumlah pendapat atau jawaban pada angket tersebut dengan presentase. Persentase dimaksudkan untuk mengetahui status sesuatu yang dipersentasekan dan disajikan tetap berupa persentase. Hasil perhitungan data selanjutya dibuat dalam bentuk presentase dengan dikalikan 100%. Setelah diperoleh dengan rumus tersebut,

(4)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 289 selanjutnya kelayakan buku saku dalam penelitian pengembangan ini digolongkan dalam empat kategori kelayakan dengan menggunakan Skala berikut:

Tabel 1. Daftar Presentase Kelayakan (Arikunto 1993: 210)

No Persentase Kelayakan

1 < 40% Tidak Layak

2 40% - 55% Kurang Layak

3 56% - 75% Cukup Layak

4 76% - 100% Layak

HASILnDANnPEMBAHASAN

Guna untuk memvalidkan komponen-komponen berupa materi maupun media yang digunakan dalam penelitian ini, maka dilakukan proses validasi terhadap komponen-komponen yang dimaksud dari validator yang kompoten untuk melakukan proses validasi.Setelah melalui validasi ahli dan melakukan beberapa perbaikan dari ahli media dan ahli materi maka buku permainan tradisional, layak untuk di uji cobakan.

Uji Coba Kelompok Kecil

Gambar 1. Uji Coba Kelompok Kecil

Uji coba kelompok kecil dalam penelitian ini melibatkan 15 responden yang berlatar belakang pemain di daerah Provinsi Gorontalo.Hasil uji coba kelompok kecil buku permainan tradisional adalah sebagai berikut:

Tabel 2. Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Kecil

No Aspek yang di nilai Skor hitung Skor kriterium Presentase Kategori

1 Tampilan 270 300 90% Layak

2 Tata Bahasa 101 120 84.16% Layak

3 Penggunaan 428 480 89.16% Layak

Jumlah 799 900 88.77% Layak

Tabel 3. Statistics Aspek Kelayakan Isi Kelompok Kecil Statistik

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5

N Valid 15 15 15 15 15

Missing 0 0 0 0 0

Mode 4 4 4 4 4

(5)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 290 Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek kelayakan isi sudah dinyatakan valid. Kemudian untuk skor yang sering keluar yaitu skor 4, hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sangat setuju pada setiap instrument pertanyaan pada aspek kelayakan isi.

Tabel 4. Statistics Aspek Tata Bahasa Kelompok Kecil Statistik

X2.1 X2.2

N Valid 15 15

Missing 0 0

Mode 4 4

Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek tata bahasa sudah dinyatakan valid. Kemudian untuk skor yang sering keluar yaitu skor 4, hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sangat setuju pada setiap instrument pertanyaan pada aspek tata bahasa.

Tabel 5. Statistics Aspek Tampilan dan Penggunaan Kelompok Kecil Statistik

X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3.6 X3.7 X3.8

Valid 15 15 15 15 15 15 15 15

Missing 0 0 0 0 0 0 0 0

Mode 4 4 4 4 4 4 4 4

Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek tampilan dan penggunaan sudah dinyatakan valid.

Kemudian untuk skor yang sering keluar yaitu skor 4, hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sangat setuju pada setiap instrument pertanyaan pada aspek tampilan dan penggunaan. Namun, pada instrument X3.3 skor yang sering keluar adalah skor 3, hal ini menunjukkan bahwa responden setuju pada instrument tersebut.

Uji Coba Kelompok Besar

Gambar 1. Uji Coba Kelompok Besar

Setelah melalui uji coba skala kecil dan mengalami perbaikan buku Permainan Tradisional ini layak untuk di uji cobakan pada kelompok besar. Uji coba kelompok besar kali ini melibatkan 30 responden yang berlatar belakang anak usia 8-10 tahun di daerah Provinsi Gorontalo. Hasil dari uji coba kelompok besar buku Permainan Tradisional sebagai berikut :

Tabel 6. Hasil Penilaian Uji Coba Kelompok Besar

No Aspek yang di nilai Skor hitung Skor kriterium Presentase Kategori

1 Tampilan 506 600 84.3% Layak

2 Tata Bahasa 195 240 81.25% Layak

(6)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 291

3 Penggunaan 807 960 84.06% Layak

Jumlah 1508 1800 83.78% Layak

Hasil uji coba kelompok besar mengenai buku permainan tradisional dilihat dari aspek kelayakan isi mendapat presentase nilai 84,3% yang berarti baik/layak, dari aspek tata bahasa mendapat presentase nilai 81,25% yang berarti baik/layak, dan dari aspek tampilan dan penggunaan mendapat presentase nilai 84,06%

yang berarti baik/layak. Total uji coba kelompok besar buku permainan tradisional ini adalah 83,78% yang masuk dalam kategori baik/layak, maka dapat diartikan bahwa aplikasi ini layak untuk diproduksi masal.

Tabel 7. Statistics Aspek Kelayakan Isi Kelompok Besar Statistik

X1.1 X1.2 X1.3 X1.4 X1.5

N Valid 30 30 30 30 30

Missing 0 0 0 0 0

Mode 4 4 3 3 4

Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek kelayakan isi sudah dinyatakan valid. Kemudian untuk skor yang sering keluar pada instrument X1.1, X1.2, dan X1.5 yaitu skor 4, hal ini menunjukan bahwa sebagian besar responden sangat setuju instrument tersebut. Sedangkan untuk instrument X1.3 dan X1.4 skor yang sering keluar yaitu skor 3, hal ini menunjukkan bahwa responden setuju pada instrument tersebut.

Tabel 8. Statistics Aspek Tata Bahasa Kelompok Besar Statistik

X2.1 X2.2

N Valid 30 30

Missing 0 0

Mode 3 4

Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek tata bahasa sudah dinyatakan valid. Kemudian untuk skor yang sering keluar untuk instrument X2.1 yaitu skor 3, hal ini menunjukkan bahwa responden setuju pada instrument tersebut. Sedangkan untuk instrument X2.1 skor yang sering keluar yaitu skor 4, hal tersebut menunjukkan bahwa responden sangat setuju pada instrument tersebut.

Tabel 9. Statistics Aspek Tampilan dan Penggunaan Kelompok Besar Statistik

X3.1 X3.2 X3.3 X3.4 X3.5 X3.6 X3.7 X3.8

Valid 30 30 30 30 30 30 30 30

Missing

Mode 3 4 3 3 3 4 4 3

Jika dilihat dari hasil diatas maka untuk aspek tampilan dan penggunaan sudah dinyatakan valid.

Kemudian skor yang sering keluar untuk instrument X3.1, X3.3, X3.4, X3.5, dan X3.8 yaitu skor 3. Hal ini menunjukkan bahwa responden setuju dengan instrument tersebut. Sedangkan untuk instrument X3.2, X3.6, dan X3.7 skor yang sering keluar yaitu skor 4. Hal ini menunjukkan bahwa responden sangat setuju pada instrument tersebut.

Kajian Produk

Produk akhir penelitian dan pengembangan ini berupa sebuah buku yang berjudul “permainan tradisional”, setelah melewati beberapa tahapan revisi, produk akhir dari penelitian dan pengembangan ini memiliki 18 halaman yang didalamnya membahas tentang presedur pelaksanaan permainan tradisional tengge- tengge dan pengembangan permainan tradisional yang di dalamnya adalah permainan tradisional lokal tengge- tengge.

(7)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 292 Gambar 1. Buku Permainan Tradisional

Pembahasan

Pengembangan model latihan kekuatan pada anak usia 8-10 tahun berbasis permainan tradisional lokal di Provinsi Gorontalo yang dikemas dalam bentuk buku ini didesain dan diproduksi sebagai media pembelajaran yang memudahkan anak dan pembaca buku untuk memahami latihan kekuatan melalui permainan tradisional, yang dapat didapatkan secara mudah dan dapat dipelajari sendiri dirumah. Didalam penelitian ini mengalami beberapa tahapan yaitu dari potensi dan masalah, pengumpulan data, desain produk, validasi produk, revisi produk, uji coba kelompok kecil, revisi produk, uji coba kelompok besar, dan produksi masal.

Pengembangan model latihan kekuatan otot tungkai pada anak dalam permainan tradisional lokal yang dikemas dalam bentuk buku pedoman ini dikembangkan dengan bimbingan para ahli dalam bidang materi olahraga tradisional dan media. Buku ini akan mudah dipelajari dan dipahami karena isi materi dalam buku ini menggunakan Bahasa Indonesia, karena banyak buku yang membahas mengenai permainan tradisional dengan detail dan lengkap kebanyakan dengan berbahasa daerah, setelah produk selesai dibuat maka produk mengalami validasi dari ahli materi dan ahli media.

Validasi dari ahli materi menunjukan hasil penilaian 83,3% yang berarti layak serta mendapatkan saran untuk memperbaiki ilustrasi gambar cover, memperbaiki ilustrasi gambar tengge-tengge, dan mengganti materi 1-2-1 ke 4-0. Setelah validasi ahli materi, buku ini mengalami validasi ahli media yang menunjukkan hasil penilaian 89,7 % yang berarti layak serta mendapatkan sedikit saran yaitu, mengganti cover buku, menambahkan materi tentang ukuran permainan tengge-tengge, dan memberi gambar pada materi teknik dasar dalam permainan permainan tengge-tengge. Uji coba pada buku ini dilakukan dalam dua tahap yaitu uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar. Didalam uji kelompok kecil ini mendapat hasil penilaian 88,77% yang masuk dalam kategori layak. Buku ini mendapat saran perbaikan dalam uji kelompok kecil yaitu, mengganti gambar kecil yang ada di cover buku. Pada uji coba kelompok besar buku ini mendapatkan hasil penelitian 83,78 % yang masuk dalam kategori layak diproduksi tanpa revisi lagi.

Setelah dilakukan uji coba produk kepada kelompok kecil dan kelompok besar maka pengembangan variasi model latihan kekuatan dalam permainan tradisional pada anak usia 8-10 tahun yang dikemas dalam bentuk buku panduan ini mendapat beberapa kelebihan dan kekurangan yaitu: 1) Kelebihan, pengembangan variasi model kekuatan otot tungkai melalui permainan tradisional lokal pada anak usia 8-10 tahun, dikemas dengan cukup menarik yaitu dalam bentuk buku pedoman, isi Materi yang terdapat di Buku permainan tradisional dibuat dari pengalaman anak usia dini bermain tengge-tengge dan dari referensi media olahraga tradisional yang menganalisis tentang permainan tengge-tengge, buku permainan tradisional mempermudah pembaca untuk mempelajari dan memahami sendiri di rumah maupun dimana saja. 2) Kekurangan , pengembangan variasi model latihan dalam buku permainan tradisional ini tidak bisa dipraktekan seorang diri, sehingga pemain harus mencari teman untuk mengaplikasikan atau mempraktekan langkah permainan dalam buku ini.

Berdasarkan hasil uji coba yang dilakukan dua tahap yaitu dari uji coba kelompok kecil ke uji coba kelompok besar mengalami penurunan dari aspek kelayakan isi dari 90% menjadi 84,3%, aspek tata bahasa dari 84,16% menjadi 81,25%, aspek tampilan 89, 16% menjadi 84,06%, maka dari hasil total penilaian dari uji kelompok kecil ke uji kelompok besar mengalami penurunan dari semula 88,77% menjadi 83,78% atau bisa dikatakan menurun 4,99% .

PENUTUP

Berdasarkan hasil penelitian dan pengembangan pengembangan model latihan kekuatan pada anak usia 8- 10 tahun berbasis permainan tradisional lokal Provinsi Gorontalo, berikut ini dirumuskan beberapa simpulan tentang produk yang didasarkan pada rumusan masalah dan pertanyaan penelitian: 1) Hasil dari penelitian yang

(8)

This is and open access article under the CC-BY 4.0 Licence. Copyright © 2023 by journal.

Uniska – PPJ – Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga 293 dilakukan berupa buku pedoman model latihan kekuatan pada anak usia 8-10 tahun berbasis permainan tradisional lokal Provinsi Gorontalo dengan jumlah 18 halaman yang didalamnya membahas tentang Permainan Tengge-tengge dan modifikasinya. 2) Buku pedoman model latihan kekuatan pada anak usia 8-10 tahun berbasis permainan tradisional lokal Provinsi Gorontalo dinyatakan layak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji kelompok kecil yang menilai segi kelayakan isi 90%, segi tata bahasa dengan hasil 84,16%, dan segi tampilan dan penggunaan dengan hasil 89,16%, serta dengan total nilai 88,77% yang juga dikategorikan layak. 3) Buku pedoman model latihan kekuatan pada anak usia 8-10 tahun berbasis permainan tradisional lokal Provinsi Gorontalo dinyatakan layak. Hal ini ditunjukkan dengan hasil uji kelompok besar yang menilai segi kelayakan isi 84,3%, segi tata bahasa dengan hasil 81,25%, dan segi tampilan dan penggunaan dengan hasil 84,06%, serta dengan total nilai 83,78% yang juga dikategorikan layak. 4) Uji coba kelompok kecil menghasilkan total nilai kelayakan dengan presentase 88,77% sedangkan uji coba kelompok besar menghasilkan total nilai kelayakan dengan presentase 83,78%. Dengan demikian hasil uji coba kelompok kecil dan uji coba kelompok besar mengalami penurunan nilai presentase sebesar 4,99%.

REFERENSI

Adi, B. S., Sudaryanti, S., & Muthmainah, M. (2020). Implementasi permainan tradisional dalam pembelajaran anak usia dini sebagai pembentuk karakter bangsa. Jurnal Pendidikan Anak, 9(1), 33–39.

https://doi.org/10.21831/jpa.v9i1.31375

Cahya, S. T., Zakaria, D. A., & Kurnia, D. (2022). Minat Mahasiswa terhadap Olahraga Tradisional. Journal Respecs, 4(2), 138–147. https://doi.org/10.31949/respecs.v4i2.3016

Cendana, H., & Suryana, D. (2021). Pengembangan Permainan Tradisional untuk Meningkatkan Kemampuan Bahasa Anak Usia Dini. Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 6(2), 771–778.

https://doi.org/10.31004/obsesi.v6i2.1516

Hadjarati, H., & Haryanto, A. I. (2021). Identifikasi Permainan Dan Olahraga Tradisional Kabupaten Gorontalo.

Jurnal Ilmu Keolahragaan Undiksha, 8(3), 127. https://doi.org/10.23887/jiku.v8i3.30709

Handoko, D., & Gumantan, A. (2021). Penerapan Permainan Tradisional Dalam Pembelajaran Olahraga di SMAN 1 Baradatu. Journal Of Physical Education, 2(1), 1–7. https://doi.org/10.33365/joupe.v2i1.951 Haryani, M., Nurkhoiroh, Suardika, I. K., H, A. I., & Anwar, K. (2022). Peningkatan Hasil Belajar Pjok Materi

Pergaulan Sehat Menggunakan Metode Pembelajaran Pendekatan Saintifik. Riyadhoh : Jurnal Pendidikan Olahraga, 5, 71–77.

Mahfud, I., Gumantan, A., & Nugroho, R. A. (2020). Pelatihan Pembinaan Kebugaran Jasmani Peserta Ekstrakurikuler Olahraga. Wahana Dedikasi : Jurnal PkM Ilmu Kependidikan, 3(1), 56.

https://doi.org/10.31851/dedikasi.v3i1.5374

Maulana, A., Nazarullail, F., & Adhani, D. N. (2021). Peran Guru Terkait Tentang Permainan Tradisional Berbasis Aplikasi di Satuan PAUD di Era New Normal. JECER (Journal Of Early Childhood Education And Research), 2(2), 67. https://doi.org/10.19184/jecer.v2i2.28187

Nasution, A. F., & Siregar, I. (2023). Survei Permainan dan Olahraga Tradisional pada Jurusan Pendidikan Jasmani Kesehatan dan Rekreasi. AFoSJ-LAS, 3(2), 165–171. https://j- las.lemkomindo.org/index.php/AFoSJ-LAS/index

Pinangkaan, E. A. M., Silaban, R. A., & Ramli, M. (2023). Teori Bermain (Tahta Media (ed.); Vol. 01). TAHTA MEDIA GROUP.

Pratiwi, J. W., & Pujiastuti, H. (2020). Eksplorasi Etnomatematika pada Permainan Tradisional Kelereng. Jurnal Pendidikan Matematika Raflesia, 5(2), 1–12. https://ejournal.unib.ac.id/index.php/jpmr/article/view/11405 Seran, E., & Kurniati, E. (2019). Identifikasi Permainan Tradisional Busa No Manu Dan Perannya Dalam Mengembangkan Keterampilan Motorik Anak Usia Dini. Edusentris: Jurnal Ilmu Pendidikan Dan Pengajaran, 6(1), 1–12. http://ejournal.sps.upi.edu/index.php/edusentris/article/view/449/257

Sugiharto, A. F., & Rejeki, H. S. (2023). Inovasi model latihan gerak pencak silat untuk anak usia 9-12 tahun.

Jurnal Pendidikan Jasmani Dan Olahraga, 22(4), 167–177.

Suhartoyo, T., Budi, D. R., Kusuma, M. N. H., Syafei, M., Listiandi, A. D., & Hidayat, R. (2019). Identifikasi Kebugaran Jasmani Siswa SMP Di Daerah Dataran Tinggi Kabupaten Banyumas. Physical Activity Journal, 1(1), 8. https://doi.org/10.20884/1.paju.2019.1.1.1995

Widyaning Tyas, R., & Widyasari, C. (2023). Permainan Tradisional dalam Mengembangkan Karakter Kerjasama Anak Usia Dini. Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 4(1), 508–516.

https://doi.org/10.37985/murhum.v4i1.255

Referensi

Dokumen terkait