• Tidak ada hasil yang ditemukan

View of DEVELOPMENT OF STUDENT EDUCATIONAL SKILLS IN PROMOTION OF PEER PHYSICAL HEALTH THROUGH SPORTS ACTIVITIES

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "View of DEVELOPMENT OF STUDENT EDUCATIONAL SKILLS IN PROMOTION OF PEER PHYSICAL HEALTH THROUGH SPORTS ACTIVITIES"

Copied!
9
0
0

Teks penuh

(1)

DEVELOPMENT OF STUDENT EDUCATIONAL SKILLS IN PROMOTION OF PEER PHYSICAL HEALTH THROUGH SPORTS ACTIVITIES

PENGEMBANGAN KETERAMPILAN EDUKASI MAHASISWA DALAM KEGIATAN PROMOSI KESEHATAN JASMANI TEMAN SEBAYA MELALUI KEGIATAN OLAHRAGA

Scope:

Health

Arwan Bin Laeto¹*

¹Bagian Fisiologi dan Fisika Medik, Fakultas Kedokteran, Universitas Sriwijaya–Indonesia

A B S T R A C T A R T I C L E I N F O

Background: Adolescents are more likely to develop non-communicable diseases like nutritional problems, which can lead to obesity and other non-communicable diseases like excess weight in the body. Exercise is recognized as the fastest, least expensive, and most adaptable strategy to keep oneself healthy and fit. Given these circumstances, it is essential for students to engage in community service by using peer-to-peer health promotion techniques.

These exercises should ostensibly help students learn new abilities. Purpose: this community service aims to increase knowledge and develop communication skills of medical students.

Method: This community service activity applies training methods, which include pretest and posttest stages, providing educational materials and implementing student health promotion skills to peers. Results: The results of the pretest and posttest in this activity showed an increase in the percentage of correct answers from students. In the question component test related to muscle physiology and the concept of body fitness, each increased by 57.6% and 42.2%. In addition, the results of the test component of questions about the form of physical exercise increased from 11.7% to 60.6%. This activity also succeeded in increasing student skills in carrying out health promotion to peers. Conclusion: Based on the outcomes of this community service project, it can be said that students now have a greater understanding of sports concepts and physical activity techniques, as well as the ability to educate their peers informally about the advantages of exercise in order to improve their own health.

*Correspondence (Korespondensi):

Arwan Bin Laeto E-mail:

[email protected]

Keywords:

skills, education, peers, sport, health promotion

A B S T R A K

Kata Kunci:

edukasi, keterampilan, olahraga, promosi kesehatan, teman sebaya Latar belakang: Prevalensi penyakit tidak menular yang dialami oleh kelompok remaja terus

mengalami peningkatan, seperti gangguan nutrisi yang kemudian menyebabkan tubuh mengalami kelebihan berat bahkan obesitas. Olahraga diketahui menjadi upaya termudah, termurah dan fleksibel dilakukan guna menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh. Melihat kondisi tersebut, maka perlu dilakukan pengabdian masyarakat melalui strategi promosi Kesehatan oleh mahasiswa kepada teman sebaya. Secara tidak langsung, kegiatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa. Tujuan: pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran. Metode: Kegiatan pengabdian masyarakat ini menerapkan metode pelatihan, yang meliputi tahapan pretest dan posttest, pemberian materi edukasi dan implementasi keterampilan promosi kesehatan mahasiswa kepada teman sebaya. Hasil: Hasil pretest dan posttest pada kegiatan ini menunjukkan peningkatan persentase jawaban benar dari mahasiswa. Pada tes komponen pertanyaan terkait fisiologi otot dan konsep kebugaran tubuh, masing-masing meningkat sebanyak 57,6% dan 42,2%. Selain itu, hasil tes komponen pertanyaan tentang bentuk Latihan fisik meningkat dari 11,7% menjadi 60,6%. Kegiatan ini juga berhasil meningkatkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan kepada teman sebaya. Kesimpulan: Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan tentang konsep olahraga dan metode latihan fisik serta keterampilan mahasiswa melakukan promosi kesehatan kepaada teman sebaya melalui cara edukasi skala kecil tentang manfaat olahraga.

Darmabakti Cendekia: Journal of Community Service and Engagements p-ISSN: 2657-201X; e-ISSN: 2657-1099 DOI: 10.20473/dc.V5.I1.2023.67-75

Open access under Creative Commons Attribution-Non Comercial-Share A like 4.0 International License (CC-BY-NC-SA)

DARMABAKTI CENDEKIA :

Journal of Community Service and Engagements

www.e-journal.unair.ac.id/index.php/DC

Received 26 February 2023 Revised 27 March 2023 Accepted 7 May 2023 Online 01 June 2023

(2)

PENDAHULUAN

Selama pandemic Covid-19 yang melanda Indonesia, pola kehidupan masyarakat mengalami banyak perubahan.

Kondisi ini memberi dampak negatif pada berbagai aspek kehidupan, yang mana paling terlihat pada aspek kesehatan dan pendidikan. Dampak negatif yang timbul pada kedua aspek ini diperparah oleh menurunnya pertumbuhan ekonomi masyarakat sehingga secara tidak langsung juga berdampak pada aspek sosial (Aeni, 2021). Dampak penurunan kesehatan masyarakat selama pandemi muncul sebagai akibat menurunnya frekuensi aktivitas fisik atau berolahraga. Akibatnya, masyarakat banyak mengeluhkan gangguan fisik atau fungsi muskuloskeletal, seperti mudah merasa lelah, pegal hingga nyeri otot (Dampati & Chrismayanti, 2020).

Berdasarkan data survei nasional, jumlah remaja Indonesia yang berusia antara 10-19 tahun memiliki gangguan nutrisi, dimana persentase remaja berat badan berlebih mengalami peningkatan dalam rentang waktu 2 tahun terakhir, yaitu dari 3,6% meningkat menjadi 13,2%. Selanjutnya, remaja yang kriteria status gizi masuk kelompok obesitas juga meningkat dari 2,2% menjadi 6,7% (Zhou & Bennett, 2021).

Kondisi ini dapat memicu penurunan tingkat usia produktif di Indonesia karena sebanyak 17% dari total penduduk Indonesia adalah remaja usia 10-19 tahun. Meningkatnya usia produktif dapat menjadi factor positif dalam meningkatkan ekonomi negara dan kesejahteraan masyarakat (Anwar &

Fatmawati, 2018).

Saat ini, masyarakat umum telah mengetahui bahwa salah satu cara untuk menjaga kesehatan tubuh adalah melalui olahraga. Hal ini disebabkan olahraga disebut sebagai cara termurah, mudah dan fleksibel dilakukan untuk tujuan memelihara kesehatan jasmani. Selain itu, melalui olahraga rutin dan sistematis tubuh menjadi lebih kebal terhadap penyakit dan gangguan

kesehatan (Arifin, 2018). Disamping itu, olahraga yang dilakukan secara terprogram mengikuti konsep Frequency, Intensity, Time and Type (FITT) dapat menjaga tubuh tetap bugar dan derajat kesehatan meningkat secara signifikan serta mampu segera pulih jika tubuh menderita kesakitan (Ardiyanto, et al., 2020).

Guna mendapatkan manfaat optimal, olahraga yang dilakukan harus terstruktur dan memiliki rencana yang terukur sesuai prinsip FITT. Proses tersebut dapat berkontribusi dalam pemeliharaan dan peningkatan kebugaran tubuh. Sehingga, saat tubuh mencapai tingkat kebugaran optimal, maka tubuh akan terlindungi dari serangan penyakit, baik yang infeksi maupun non infeksi (Wahyuni, et al., 2021). Derajat kesehatan individu yang diukur melalui kebugaran tubuh dapat meliputi komponen kekuatan dan daya tahan otot, fleksibilitas, kesehatan fungsi kardiorespirasi, kelincahan, waktu reaksi otot, keseimbangan, koordinasi dan komposisi tubuh. Teknik olahraga atau aktivitas fisik juga penting dilakukan, yakni meliputi fase pemanasan, kegiatan inti masing-masing olahraga, fase pendinginan dan fase recorvery, baik akibat kelelahan maupun cedera (Palar, et al., 2015).

Edukasi merupakan kegiatan yang bertujuan memberikan pengetahuan dan wawasan pada sekelompok individu.

Agar kegiatan edukasi berjalan lancar dan mencapai tujuan, maka edukator perlu memiliki keterampilan tertentu, seperti teknik komunikasi dan kemampuan menyampaikan informasi secara baik, lugas dan sistematis (Utami, et al., 2022).

Melalui teknik edukasi, pihak edukator dapat mempengaruhi perubahan perilaku kelompok yang menerima edukasi.

Sehingga edukasi yang baik adalah kegiatan Pendidikan yang terencana secara komprehensif dan mampu mencapai tujuan kegiatan tersebut (Jambi, 2021).

Berdasarkan pedoman Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter

(3)

Indonesia, mahasiswa yang menuntut ilmu di program studi kedokteran dan kesehatan perlu memiliki dan menguasai sejumlah kompetensi, antara lain kompetensi berupa literasi sains yang mempuni, pengembangan diri dan karakter profesional serta keterampilan komunikasi yang efektif (Indonesia, 2019). Upaya pengembangan keterampilan komunikasi efektif melalui kegiatan promosi kesehatan terhadap teman sebaya dapat membantu mahasiswa untuk melatih diri memotivasi masyarakat untuk menjalankan pola hidup sehat. Akibatnya, mahasiswa akan lebih terampil berkomunikasi dan memperoleh pengalaman empirik yang dapat dikembangkan lebih lanjut setelah selesai proses pendidikan (Widyawati, 2020).

Masyarakat mitra pada kegiatan ini, yakni mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya memiliki kewajiban untuk mengembangkan keterampilan komunikasi efektif. Mahasiswa dalam kegiatan ini yang merupakan mahasiswa baru masih memiliki ketrampilan komunikasi yang minim. Hal ini terlihat dalam proses pembelajaran yang menerapkan metode diskusi dan persentase kelompok.

Kurang terampilnya mahasiswa dalam menyampaikan informasi dapat menghambat motivasi belajar dan kepercayaan diri dalam berkomunikasi efektif. Oleh karena itu, dilakukan pengabdian masyarakat berupa pengembangan keterampilan edukasi mahasiswa dalam promosi kesehatan jasmani teman sebaya melalui kegiatan olahraga. Kegitan ini dapat menjadi langkah pengembangan kualitas diri mahasiswa untuk lebih baik dalam melakukan komunikasi efektif (Rachmawati, 2019). Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan dan mengembangkan keterampilan komunikasi mahasiswa kedokteran dalam melakukan promosi kesehatan jasmani teman sebaya melalui kegiatan olahraga.

METODE

Pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan secara daring dengan pusat kontrol teknis dilakukan di Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya, sedangkan posisi mahasiswa berada di kediaman masing-masing di Kota Palembang.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya sebanyak 38 orang dan dari masing-masing mahasiswa selanjutnya melakukan edukasi promosi kesehatan kepada teman sebaya sebanyak 5 hingga 12 orang yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia. Kegiatan pengabdian ini menerapkan metode pelatihan yang dilakukan secara webinar, meliputi kegiatan pretest dan posttest, edukasi materi lengkap terkait kondisi kesehatan masyarakat selama pandemi, konsep kesehatan jasmani dan kebugaran tubuh, serta bentuk-bentuk latihan fisik yang dapat dilakukan secara mandiri dan terprogram. Jadwal kegiatan pengabdian kepada masyarakt ini dapat dilihat pada Tabel 1 di bawah.

Tabel 1. Narasumber dan link video edukasi secara daring

Pada kegiatan pemberian pretest, mahasiswa akan diuji pengetahuan dan wawasan yang dimiliki sebelum menerima materi edukasi. Sedangkan posttest diberikan guna mengukur daya serap informasi dari edukasi yang telah diterima.

Komponen pertanyaan pada pretestt dan posttest meliputi sistem muskuloskeletal dan mekanisme fisiologisnya, konsep kebugaran, konsep FITT dan program latihan fisik, gizi dalam olahraga, dan bentuk-bentuk latihan fisik, seperti latihan kekuatan otot, daya tahan dan fleksibilitas. Pelaksanaan pretest dan posttest menggunakan google

(4)

form yang kemudian link soal dibagikan ke seluruh peserta kegiatan pengabdian masyarakat ini.

Selanjutnya, pada kegiatan edukasi yang disampaikan secara webinar melalui media zoom meeting, pemateri menyampaikan dan membahas sejumlah konsep serta teknis penting dalam melakukan edukasi terhadap teman sebaya. Bahasan edukasi yang disampaikan pemateri meliputi gambaran kasus Covid-19 dan prevalensi penyakit di dunia serta Indonesia, prevalensi penyakit pada kelompok remaja khususnya, konsep olahraga dan latihan fisik, strategi program latihan fisik, dampak olahraga terhadap fungsi sistem-sistem organ tubuh dan tipe-tipe serta tips melakukan aktivitas fisik guna menjaga kebugaran tubuh.

Selama kegiatan edukasi, pemateri selingi dengan sesi tanya jawab terkait sub-topik yang dibahas dalam edukasi tersebut.

Berikutnya, berbekal ilmu dan wawasan yang telah diterima, mahasiswa melakukan edukasi terhadap teman sebaya yang merupakan promosi skala kecil terkait kesehatan jasmani, pentingnya menjaga kesehatan dan aktif berolahraga serta teknologi yang dapat digunakan untuk memonitor tingkat aktivitas fisik. Pada kegiatan ini, mahasiswa mengundang teman alumni saat di Sekolah Menengah Atas untuk menjadi peserta pada kegiatan edukasi promosi kesehatan teman sebaya tersebut.

Mahasiswa melakukan edukasi kesehatan selama 15-20 menit dengan menggunakan media Zoom Meeting. Selama edukasi tersebut, mahasiswa merekam proses berjalannya kegiatan tersebut dan disebar ke teman sebaya lain menggunakan media Youtube.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Kegiatan pengabdian masyarakat yang dilaksanakan meliputi tiga tahapan, yaitu persiapan, pelaksanaan kegiatan utama dan evaluasi kegiatan melalui implementasi mahasiswa terhadap teman sebaya.

Pengabdian masyarakat ini dilakukan selama

seminggu, mulai dari persiapan hingga evaluasi. Pada tahapan persiapan, dosen pendamping bersama mahasiswa melakukan telaah kasus dan riset terkait perkembangan Kesehatan dan penyakit di Indonesia. Hasil telaah tersebut, tim pelaksana kegiatan masyarakat menetapkan topik edukasi yang akan diberikan saat kegiatan inti, yaitu “Tips Produktif Sehat Dengan Berolahraga Di Masa Pandemi”. Selanjutnya, tim pelaksana merancang poster kegiatan edukasi yang kemudian disebarkan mahasiswa dan remaja melalui media sosial, seperti WhatsApp, Instagram, Facebook dan Twitter. Berikut adalah poster kegiatan yang disebar sebagai bagian dari proses kegiatan pengabdian kepada masyarakat (Gambar 1).

Gambar 1. Poster kegiatan pengabdian kepada masyarakat.

Pada tahapan kegiatan utama, yaitu edukasi dengan judul materi “Tips Produktif Sehat Dengan Berolahraga Di Masa Pandemi”, pemateri mengawali edukasi dengan memberikan pretest kepada seluruh peserta kegiatan. Pada saat pelaksanaan, link pretest

(5)

disampaikan oleh materi kepada peserta melalui kolom chat pada aplikasi Zoom Meeting yang digunakan. Waktu pengerjaan pretest yang diberikan oleh pemateri adalah selama 15 menit dan setelah itu dilanjutkan dengan penyampaian materi edukasi.

Komponen pertanyaan pretest yang diberikan meliputi konsep dan mekanisme fisiologi otot, konsep kebugaran tubuh dan gizi olahraga, serta bentuk-bentuk latihan fisik. Sedangkan posttest diberikan oleh pamateri setelah tahapan penyampaian meteri edukasi. Proses ini memiliki tujuan untuk mengukur perubahan tingkat pengetahuan mahasiswa tentang isi materi edukasi yang diberikan.

Gambar 2. Grafik hasil pretest & posttest komponen konsep dan mekanisme fisiologi otot

Gambar 3 Grafik hasil pretest & posttest komponen konsep dan gizi olahraga

Gambar 4. Grafik hasil pretest & posttest komponen bentuk-bentuk latihan fisik

Berdasarkan Gambar 2, terlihat bahwa pengetahuan mahasiswa terkait konsep dan mekanisme fisiologi otot mengalami peningkatan dari sebelum edukasi, yaitu hanya 23,8% peserta yang menjawab benar menjadi 81,4% menjawab benar setelah edukasi.

Pemahaman konsep dan mekanisme fisiologi otot sangat perlu dimiliki oleh mahasiswa agar dapat menghubungkan komponen tersebut dengan olahraga untuk mencapai tubuh yang bugar dan produktif. Pemberian pretest dan posttest merupakan upaya yang dapat dilakukan panitia guna meningkatkan semangat dan motivasi mahasiswa untuk proaktif dan sungguh-sungguh mengikuti edukasi yang diberikan (Meylani & Suharsono, 2017).

Selanjutnya, berdasarkan hasil pretest dan posttest pada Gambar 3, pengetahuan mahasiswa terkait konsep dan gizi olahraga juga mengalami peningkatan, yakni meningkat sebesar 42,2% mahasiswa yang menjawab benar setelah diberikan edukasi. Pengetahuan mahasiswa terkait komponen ini harus dikuasai oleh mahasiswa, baik sebagai upaya menambah wawasan pribadi juga penting diketahui agar dapat disampaikan secara baik saat edukasi teman sebaya yang akan mahasiswa lakukan. Keuntungan tahapan pretest dan posttest yang dilakukan ini juga dapat membantu pemateri untuk menentukan bahasan edukasi apa yang perlu ditekankan saat materi disampaikan (Adri, 2020).

Hasil pretest dan posttest komponen bentuk-bentuk latihan fisik yang terdapat pada

(6)

Gambar 4 juga menunjukkan peningkatan wawasan. Hal ini terlihat dari grafik bahwa sebelum edukasi diberikan, dari total peserta edukasi hanya sebanyak 11,7% mahasiswa yang memberikan jawaban yang benar.

Namun, setelah edukasi disampaikan jumlah persentase mahasiswa yang menjawab benar adalah sebanyak 60,6%. Wawasan dan pengetahuan mahasiswa terkait bentuk- bentuk latihan fisik sangatlah bermanfaat dimiliki oleh mahasiswa peserta edukasi.

Sehingga melalui pretest dan posttest ini, secara tidak langsung mahasiswa lebih menyadari tingkat pengetahuannya terkait latihan olahraga. Disamping itu, hasil posttest yang diperoleh dari peserta dapat membantu pemateri untuk mengetahui sejauh mana peningkatan pemahaman peserta edukasi tersebut. Hal ini juga dapat menjadi informasi awal bagi panitia menyusun strategi dalam melaksanakan kegiatan selanjutnya, yakni promosi kesehatan jasmani yang dilakukan mahasiswa kepada teman sebaya masing- masing (Magdelena, et al., 2021).

Gambar 5. Tahapan edukasi oleh narasumber kepada mahasiswa secara daring

Setelah pemberian pretest dan posttest, kegiatan dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi oleh narasumber. Topik materi edukasi yang disampaikan adalah

“Tips Produktif Sehat Dengan Berolahraga Di Masa Pandemi” (Gambar 5). Pada sesi paparan materi, narasumber menjelaskan bahwa masyarakat, khususnya remaja harus memperhatikan kesehatan dan kebugaran tubuh sejak masih usia muda. Hal ini disebabkan kesadaran yang lebih awal akan membantu remaja untuk terlindungi dari

penyakit infeksi maupun non-infeksi melalui penerapan pola dan gaya hidup yang baik dan benar. Narasumber pada sesi ini adalah Arwan Bin Laeto, S.Pd., M.Kes dan rekaman sesi edukasi yang dilakukan secara daring dapat dilihat pada link video berikut ini :

https://www.youtube.comwatch?v=CbdO sIjIYGo&list=PLsSbYJ-FL46bq184XgokE1C_

dFpd3HdiB&index=3

Selain itu, pada edukasi ini juga peserta memperoleh pengetahuan terkait hubungan nutrisi dan gerakan-gerakan fisik dalam berolahraga, baik olahraga yang melatih ketahanan otot maupun olahraga yang meningkatkan kekuatan otot tubuh. Asupan nutrisi yang cukup sebelum beraktivitas fisik atau berolahraga akan menentukan ketersediaan energi yang dibutuhkan oleh otot tubuh untuk melakukan gerak. Nutrisi utama yang berperan mensuplai energi adalah karbohidrat, lipid dan protein serta air yang berfungsi menjaga tubuh tetap dalam keadaan hidrasi (Maghfiroh, 2019). Pada pemaparan materi edukasi tersebut juga disampaikan pengetahuan terkait teknik dan model-model latihan fisik, baik untuk melatih kekuatan otot, ketahanan otot, keseimbangan postur tubuh, fleksibiltas, kelincahan dan meningkatkan gerak refleks. Wawasan mengenai model- model latihan fisik dapat membantu mahasiswa memahami manfaat darinya, yaitu penerapan berbagai model dan bentuk latihan dapat memicu pertumbuhan dan perkembangan fisik, mendorong peningkatan keterampilan motorik dan mencegah resiko penyakit degeneratif yang disebabkan pola hidup yang buruk (Kumaat, 2022).

Kegiatan pengabdian masyarakat melalui pendekatan pelatihan dilanjutkan dengan implementasi keterampilan melakukan promosi kesehataan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta edukasi kepada teman sebaya masing-masing peserta. Pada tahapan ini, mahasiswa berhasil mengembangkan keterampilan komunikasi dan meningkatkan kepercayaan serta motivasi diri, sehingga edukasi skala kecil yang dilakukan terhadap

(7)

teman sebaya berjalan dengan baik. Selain itu, melalui kegiatan ini mahasiswa dapat mengembangkan komunikasi interpersonal berupa kemampuan berkomunikasi dengan kelompok individu yang beragam latar belakang sosial dan pendidikan, meski sebelumnya menumpuh pendidikan menengah di tempat yang sama (Hayat, et al., 2019). Kegiatan implementasi promosi kesehatan oleh mahasiswa kepada teman sebaya dapat dilihat pada video yang terdapat dalam Tabel 2.

Tabel 2. Mahasiswa sampel dan link video promosi kesehatan kepada teman sebaya

Berdasarkan video implementasi promosi kesehatan yang dilakukan oleh mahasiswa peserta kegiatan pengabdian masyarakat kepada teman sebayanya, terlihat bahwa mahasiswa mampu menyampaikan konsep dan informasi kesehatan dengan baik dan lancar. Selain itu, teknis pemberian edukasi teman sebaya oleh mahasiswa dilakukan secara sistematis dan mengedepankan keterampilan komunikasi efektif yang baik. Pemberian edukasi oleh mahasiswa diawali dengan perkenalan, bertanya kabar dan dilanjutkan dengan penyampaian subtansi materi edukasi yang diselangi beberapa tanya jawab serta diakhiri dengan ucapan terima kasih kepada teman sebaya mahasiswa tersebut. Sehingga, edukasi teman sebaya menjadi kegiatan yang efektif dalam mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan hasil kegiatan pengabdian masyarakat yang telah dilakukan, maka dapat

disimpulkan bahwa terjadi peningkatan pengetahuan dan pemahaman mahasiswa terkait konsep fisiologi otot, kebugaran tubuh dan metode latihan fisik. Selain itu, pengabdian masyarakat ini berhasil mengembangkan keterampilan mahasiswa dalam melakukan promosi kesehatan kepada teman sebaya yang dapat dicapai melalui olahraga rutin.

Melihat keberhasilan kegiatan pengabdian masyarakat ini, diharapkan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara rutin setiap tahun dengan pendekatan dan jumlah peserta yang lebih banyak.

UCAPAN TERIMA KASIH

Ucapan terima kasih penulis sampaikan kepada pihak Ketua Bagian Fisiologi dan Fisika Medik dan Staf ICT Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya yang telah memberi dukungan sehingga kegiatan pengabdian masyarakat ini dapat terlaksana sesuai rencana. Penulis menyatakan tidak ada konflik kepentingan dengan pihak-pihak yang terkait dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini.

DAFTAR PUSTAKA

Adri, R. F., 2020. Pengaruh Pre-Test Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Program Studi Ilmu Politik Pada Mata Kuliah Ilmu Alamiah Dasar. Jurnal Menara Ilmu, 14(1), pp. 81-85.

Aeni, N., 2021. Pandemi Covid-19: Dampak Kesehatan, Ekonomi dan Sosial. Jurnal Litbang: Media Informasi Penelitian, Pengembangan dan IPTEK, pp. 17-34.

Anwar, K. & Fatmawati, 2018. Pengaruh Jumlah Penduduk Usia Produktif, Kemiskinan dan Inflasi Terhadap Pertumbuhan Ekonomi di Kabupaten Bireuen. Jurnal Ekonomi Regional Unimal, 01(01), pp.

15-22.

Ardiyanto, A., Veryliana, P., Sukamto & Eka, S.

S., 2020. Analisis Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Era Pandemi Covid-19.

Jendela Olahraga, 2(1), pp. 131-140.

(8)

Arifin, P. S., 2018. Pentingnya Kesadaran Masyarakat Terhadap Berolahraga Secara Teratur Pada Usia Produktif 20- 40 Tahun Di Desa Paron Kecamatan Bogor Kabupaten Nganjuk. Simki- Techsain, 2(4), pp. 2-8.

Dampati, P. S. & Chrismayanti, N. K. S. D. &.

V. E., 2020. Pengaruh Penggunaan Smartphone dan Laptop Terhadap Muskuloskelatal Penduduk Indonesia Pada Pandemi Covid-19. Jurnal Poltekkes Jayapura, 12(2), pp. 57-67.

Hayat, M. S., Rustaman, N. Y., Rahmat, A.

& Redjeki, S., 2019. Perkembangan Keterampilan Komunikasi dan Kolaborasi Mahasiswa Dalam Perkuliahan Keanekaragaman Tumbuhan Melalui Inkuiri Berorientasi Entrepreneurship. Jurnal Mangifera Edu, 4(1), pp. 19-31.

Indonesia, K. K., 2019. Standar Nasional Pendidikan Profesi Dokter Indonesia.

[Online]

Available at: https://med.unhas.ac.id/

k e d o k t e r a n / w p - c o n t e n t / u p l o a d s / 2 0 2 0 / 0 1 / F i n a l - SNPPDI-20092019.edit20102019.pdf.

[Accessed 25 2 2023].

Jambi, D. P. P. K., 2021. Disdik Kota Jambi.

[Online]

Available at: http://disdik.jambikota.

go.id/berita/detail/edukasi-adalah- pendidikan-ketahui-jenisjenis-dan- manfaatnya#:~:text=Secara%20 umum%2C%20edukasi%20adalah%20 suatu,pembelajaran%20tersebut%20 dengan%20lebih%20baik.

[Accessed 25 2 2023].

Jambi, D. P. P. K., 2021. Disdik Kota Jambi.

[Online]

Available at: http://disdik.jambikota.

go.id/berita/detail/edukasi-adalah- pendidikan-ketahui-jenisjenis-dan- manfaatnya#:~:text=Secara%20 umum%2C%20edukasi%20adalah%20 suatu,pembelajaran%20tersebut%20 dengan%20lebih%20baik.

[Accessed 25 2 2023].

Kumaat, N. A., 2022. Pengaruh Olahraga Dan Model Latihan Fisik Terhadap Kebugaran Jasmani Remaja : Literature Review. Jurnal Kesehatan Olahraga, 10(2), pp. 107-116.

Magdelena, I., N, A. M., Ragin, G. & Ishaq, A. R., 2021. Analisis Penggunaan Teknik Pre- Test dan Post-Test Pada Mata Pelajaran Matematika Dalam Keberhasilan Evaluasi Pembelajaran di SDN Bojong 04. Nusantara : Jurnal Pendidikan dan Ilmu Sosial, 3(2), pp. 150-165.

Maghfiroh, A. L., 2019. Hubungan Asupan Energi dan Tingkat Aktivitas Fisik Dengan Produktivitas Pada Tenaga Kerja Berstatus Gizi Lebih Bagian Packaging Di PT Timur Megah Steel.

Amerta Nutrition, 1(1), pp. 315-321.

Meylani, V. & Suharsono, 2017. Pengaruh Pre Test Terhadap Tingkat Pemahaman Mahasiswa Calon Guru Biologi Pada Materi Praktikum Pewarnaan Gram Mata Kuliah Mikrobiologi. Bioedusiana, 2(1), pp. 103-108.

Palar, C. M., Wongkar, D. & Ticoalu, S. H.

R., 2015. Manfaat Latihan Olahraga Aerobik Terhadap Kebugaran Fisik Manusia. Jurnal e-Biomedik, 3(1), pp.

316-321.

Rachmawati, W. C., 2019. Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku. 1 ed. Malang: Wineka Media.

Utami, N. M. V., Ariyaningsih, N. N. D., Irwandika, G. & Trisnawati, N. K. D., 2022. Metode Edukasi Sebagai Strategi Meningkatkan Peranan Orang Tua Dalam Mengawasi Proses Belajar Siswa

(9)

Di Masa Pandemi Covid-19 Di Desa Dangin Puri Kauh Denpasar Utara.

Lokatara Saraswati: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 1(1), pp. 43-49.

Wahyuni, et al., 2021. Peningkatan Pengetahuan tentang Penerapan Frekuensi, Intensitas, Waktu dan Tipe (FITT) dalam Olahraga Bersepeda pada Klub Gowes Purri Bolon Indah. Abdi Geomedisains, 2(1), pp. 51-60.

Widyawati, 2020. Buku Ajar Pendidikan dan Promosi Kesehatan untuk Mahasiswa Keperawatan. 1 ed. Medan: Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Binalita Sudama Medan.

Zhou, B. & Bennett, J., 2021. Heterogeneous contributions of change in population distribution of body mass index to change in obesity and underweight NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC). NCD Risk Factor Collaboration (NCD-RisC), 1(1), pp.

1-35.

Referensi

Dokumen terkait