PENDAHULUAN
Latar Belakang Masalah
2 Elis Nurhasanah, 'Efektivitas Penyaluran Zakat Dana Zakat Zakat di Badan Amil Zakat Nasional', Jurnal Ekonomi Syariah hal.6-7. Jika kita berbicara mengenai permasalahan ini, hal yang paling penting dan tidak boleh dilupakan adalah peran Lembaga Amil Zakat sebagai wali pengelolaan dan penggunaan dana zakat. Dalam pemanfaatannya terdapat berbagai kegiatan yang dapat dikembangkan oleh Badan Amil Zakat atau Lembaga Amil Zakat.
Badan Amil Zakat Nasional diatur dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional. Sesuai Pasal 4 Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2001 tentang Badan Amil Zakat Nasional, tugas BAZNAS adalah menyelenggarakan pengelolaan zakat sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku dan laporan penyampaian hasilnya. pelaksanaan tugasnya setiap tahun kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat. BAZNAS Kota Parepare merupakan salah satu badan amil zakat yang didirikan hingga saat ini pada tahun 2017, yang mengumpulkan tidak hanya zakat tetapi juga infaq dan sedekah. BAZNAS Kota Parepare menyalurkan zakatnya kepada 8 kelompok asnaf yang disebutkan dalam Al-Quran. Ada beberapa program kerja yang dijalankan BAZNAS Kota Parepare, salah satunya adalah program bantuan kesehatan.
Pertama, bantuan kesehatan diberikan kepada masyarakat apabila ada rekomendasi dari pemerintah dan/atau laporan dari warga masyarakat agar memberikan bantuan tersebut. BAZNAS Kota Parepare berharap bantuan kesehatan ini dapat membantu para Mustahiki yang mempunyai kendala kesehatan.
Rumusan Masalah
Namun peneliti menemukan bahwa pemberian pelayanan kesehatan belum merata karena pelayanan kesehatan dapat diberikan jika ada laporan dari pemerintah atau masyarakat. Sedangkan masyarakat lainnya yang juga mempunyai gangguan kesehatan dan tanpa laporan dari pemerintah atau warga setempat tidak diberikan.
Tujuan Masalah
Kegunaan Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Tinjauan Penelitian Relevan
Penelitian yang dilakukan oleh Rukiah, “Efektivitas Penerapan Zakat Sebagai Alternatif Pengembangan Ekonomi Masyarakat (Studi Kasus di BAZNAS Kabupaten Mandailing Natal)”. Penelitian yang dilakukan Wahyuni Nasution, “Efektivitas Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin Di Puskesmas Medan Labuhan”. Indikator yang digunakan untuk mengukur efektivitas pelaksanaan Program Jaminan Kesehatan Nasional di Puskesmas Medan Labuhan terdiri dari empat indikator, yaitu:
Adapun perbedaannya, fokus penelitian Suster Wahyuni Nasution membahas tentang efektivitas pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) untuk meningkatkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin di Puskesmas Medan Labuhan yang selama ini berjalan cukup efektif karena Hal ini terlihat dari beberapa indikator tersedia dan stabil, dapat diterima dan cepat, mudah dijangkau dan kualitasnya baik. 9WahyuniNasution, “Efektifitas Penyelenggaraan Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) Dalam Rangka Peningkatan Pelayanan Kesehatan Bagi Masyarakat Miskin Di Puskesmas Medan Labuhan.” mata pelajaran universitas; Program Studi Administrasi Publik: Medan, 2018), hal. Penelitian yang dilakukan oleh Anida, “Pelaksanaan Program Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Malaka Kabupaten Soppeng”.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan program bantuan operasional kesehatan (HOB) pada entry level ditinjau dari sumber daya manusia yang terlibat sudah tersedia. 10 Anida, “Pelaksanaan Program Bantuan Operasional Kesehatan di Puskesmas Malaka Kabupaten Soppeng” (Skripsi; Konsentrasi Administrasi Pelayanan Kesehatan: Makassar, 2018), hal.
Tinjauan Teori
- Teori Efektivitas
- Teori Pelaksanaan
- Teori Infak
- Teori Program
- Teori Bantuan Kesehatan
Efisiensi adalah kriteria efektivitas yang mengacu pada ukuran penggunaan sumber daya yang langka oleh suatu organisasi. Kemampuan beradaptasi merupakan kriteria yang mengacu pada respon terhadap perubahan organisasi, baik internal maupun eksternal. Penjelasan ayat ini adalah manusia bernalar tentang hal gaib yang tidak dapat ditangkap hanya dengan panca indera dan akalnya, karena hal tersebut tidak dapat diketahui kecuali dengan wahyu dari Allah kepada Rasul-Nya.
Orang yang menunaikan shalat, yaitu melaksanakannya menurut ketentuan syariat yang meliputi syarat, rukun, kewajiban dan sunnah. Katakanlah: “Apapun harta yang kamu keluarkan, hendaklah diperuntukkan bagi orang tua, sanak saudara, anak yatim, orang miskin dan orang yang sedang bepergian.” Maka jawablah bahwa “Infaq dikeluarkan dari harta yang baik, untuk diberikan kepada orang tua, kerabat dekat, anak yatim, orang miskin dan orang-orang yang terputus dari keluarga dan hartanya.
Hukum memberi infaq adalah sunnah, karena memberi infaq tidak ada nishabnya, dan memberi infaq diwajibkan oleh setiap mukmin, baik yang berpenghasilan tinggi atau rendah, baik besar atau kecil, dan memberi tidak ada batasannya. 32 Anis Cahyanti, “Implementasi Program Posyandu (Studi Kasus di Desa Madu Kecamatan Mojosongo Kabupaten Boyolali)” (Skripsi; Jurusan Pendidikan Luar Ruang: Semarang, 2016), hal.
Tinjauan Konseptual
Bantuan kesehatan bertujuan untuk memberikan bantuan kepada masyarakat kurang mampu dalam hal peningkatan kesehatan dan pembiayaan kesehatan.34. Jika zakat ada nisabnya, maka infaq tidak ada nisabnya, infaq dikeluarkan oleh setiap mukmin, baik yang berpendapatan tinggi maupun rendah. 37. Kesehatan adalah keadaan sejahtera jasmani, rohani, dan sosial yang dimampukan oleh setiap orang. menjalani kehidupan yang produktif.39 Bantuan kesehatan merupakan program yang dibuat oleh pemerintah untuk mengatasi berbagai permasalahan kesehatan, khususnya bagi masyarakat miskin yang tidak mampu secara finansial atau ekonomi, yang dimaksudkan untuk menjamin masyarakat miskin mempunyai tingkat kesehatan yang sama.40 6 .
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) merupakan badan resmi dan satu-satunya yang dibentuk oleh pemerintah berdasarkan Keputusan Presiden No. 8 Tahun 2001 yang mempunyai tugas dan fungsi menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) pada tingkat nasional. 40 Virgin Cahyo Affandi, “Implementasi Bantuan Kesehatan Melalui Kartu JAMKESMAS Bagi Masyarakat Miskin Di Kecamatan Purwantoro Kabupaten Wonogiri” (Skripsi Sarjana; Program Studi Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan: Surakarta, 2013), hal.
Dalam undang-undang tersebut, BAZNAS dinyatakan sebagai lembaga pemerintah nonstruktural yang bersifat independen dan bertanggung jawab kepada Presiden melalui Menteri Agama.41.
Kerangka Pikir
METODE PENELITIAN
- Pendekatan dan Jenis Penelitian
- Lokasi dan Waktu Penelitian
- Fokus Penelitian
- Jenis dan Sumber Data
- Teknik Pengumpulan dan Pengolah Data
- Uji Keabsahan Data
- Teknik Analisis Data
Program kesehatan di BAZNAS Kota Parepare dilaksanakan setiap tahun karena mempunyai anggaran (dana infaq).
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
Profil Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Parepare
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) didirikan atas dasar kondisi nasional, dimana seluruh komponen bangsa wajib berpartisipasi dalam pembangunan keagamaan. Umat Islam sebagai penduduk mayoritas di negeri ini harus berpartisipasi aktif dalam pembangunan ekonomi masyarakat, termasuk penyaluran zakat, infaq, dan sadaqah. Membentuk tim seleksi yang terdiri dari ulama, cendekiawan, tenaga profesional, praktisi pengelolaan zakat dan lembaga swadaya masyarakat (LSM) terkait serta unsur pemerintah.
Calon pengurus Badan Amil Zakat Nasional harus mempunyai karakter yang handal, jujur, berdedikasi, profesional, terpadu, tinggi serta mempunyai visi dan misi serta memenuhi syarat untuk diangkat menjadi anggota yaitu warga negara Indonesia, beragama Islam, bertaqwa Allah SWT yang sehat jasmani dan rohani, mempunyai kompetensi di bidang pengelolaan zakat dan tidak pernah dihukum karena melakukan tindak pidana yang diancam dengan pidana penjara. Untuk mencapai tujuan sebagai lembaga pengelola zakat, BAZNAS Kota Parepare mempunyai visi dan misi yang dapat dijadikan motivasi untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Memaksimalkan peran zakat dalam penanggulangan kemiskinan di Kota Parepare melalui pemberdayaan masyarakat dan koordinasi dengan instansi terkait.56.
Hasil Penelitian dan Pembahasan
- Program Bantuan Kesehatan pada BAZNAS Kota Parepare
- Faktor yang Mempengaruhi Pengelolaan Bantuan Kesehatan pada
- Efektivitas Pelaksanaan Program Bantuan Kesehatan pada BAZNAS
Hasil observasi yang dilakukan peneliti adalah pelaksanaan bantuan kesehatan di BAZNAS Kota Parepare belum efektif.
PENUTUP
Simpulan
Adanya wire transfer dapat memudahkan masyarakat dalam melakukan pembayaran tanpa harus datang ke kantor BAZNAS Kota Parepare. Instagram juga menjadi salah satu aplikasi yang digunakan BAZNAS Kota Parepare untuk berbagi informasi. Penjelasan dari hasil wawancara dengan pengasuh warga yang menerima bantuan kesehatan, beliau bersyukur atas bantuan kesehatan dari BAZNAS kota Parepare.
Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Parepare yang telah memberikan bantuan ini.” 63. Dalam wawancara yang dilakukan dijelaskan bahwa satpam Muhammad Ashabul Kahfi sangat berterima kasih kepada BAZNAS Kota Parepare atas hal tersebut. Dijelaskan, istri Zaldi Ardin menyambut baik program layanan kesehatan BAZNAS Kota Parepare karena dapat membantu suaminya.
Daftar tagihan bantuan kesehatan program di BAZNAS Kota Parepare Tabel 4.2 Penerimaan bantuan kesehatan dari Dana Infaq BAZNAS Kota Parepare. Terakhir yaitu pelayanan kesehatan, terlihat ada beberapa warga Kota Parepare yang mendapatkan pelayanan kesehatan dari BAZNAS Kota Pare. Berdasarkan hasil wawancara dengan Bpk. Azwaruddin, dapat dijelaskan terdapat beberapa kendala dalam pelaksanaan bantuan kesehatan di BAZNAS Kota Parepare.
Maka BAZNAS Kota Parepare berharap adanya kerjasama antara pemerintah Kota Parepare untuk mensosialisasikan program-program tersebut. Usai kedatangan wartawan, berdatangan masyarakat dari berbagai pihak seperti BAZNAS Kota dan Kecamatan Parepare. Dari wawancara tersebut, BAZNAS Kota Parepare dan pihak kecamatan mendatangi warga untuk melihat situasi.
Penjelasan dari wawancara dengan istri Bpk. Zaldi Ardin, ibu ini tidak mengetahui cara mendapatkan bantuan dari BAZNAS Kota Parepare. Melihat kondisinya yang layak menerima bantuan kesehatan, BAZNAS Kota Parepare menawarkan bantuan berupa uang tunai sebesar Rp500.000. Hal lain yang perlu dibahas dalam rangka pelaksanaan program bantuan kesehatan ini adalah apakah sudah berjalan sesuai maksud dan tujuan BAZNAS kota Parepare.
Penjelasan narasumber, tidak ada arahan dan pengawasan yang dilakukan BAZNAS Kota Parepare terhadap penerima bantuan kesehatan. Peneliti menilai hal tersebut tidak efektif karena kurangnya sumber daya manusia yang dimiliki BAZNAS Kota Parepare.
Saran
Jika ada informasi dari pihak ini, kami akan langsung melakukan survei terhadap masyarakat yang membutuhkan bantuan kesehatan. Kendala lainnya adalah mungkin belum sampainya informasi terutama di daerah terpencil atau daerah yang belum terjangkau atau belum adanya informasi tentang program BAZNAS di kota Parepare. Namun tidak semuanya tercover, jadi hanya sebagian saja yang kemarin berada di kawasan Bacukiki karena ada informasi dari lurah dan camat bahwa ada masyarakat yang memang tidak mampu untuk membeli kebutuhannya dan inilah peran BAZNAS Kota Parepare.
Saya sekeluarga mengucapkan terima kasih kepada BAZNAS Kota Parepare yang telah memberikan bantuan ini. Pasca kedatangan wartawan, berdatangan masyarakat dari berbagai pihak seperti BAZNAS Kota Parepare dan. Maka tim BAZNAS Kota Parepare langsung mendatangi rumah tersebut untuk melihat kondisi sang ayah lalu memberikan uang tunai sebesar Rp 500.000 untuk membeli obat.