PENDAHULUAN
Identifikasi Masalah
Suami istri kurang memiliki pengetahuan mengenai nafkah batin yang harus ditanggung oleh suami istri, sehingga kebutuhan seksual menjadi faktor pemicu terjadinya perceraian.
Rumusan Masalah
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Penelitian ini juga diharapkan dapat bermanfaat bagi masyarakat sehingga masyarakat dapat mengetahui tentang hukum Islam mengenai perceraian yang disebabkan oleh kebutuhan seksual.
Penelitian Yang Relevan
Persamaan penelitian ini dengan penelitian terdahulu adalah sama-sama meneliti perceraian, kemudian persamaan lainnya adalah metode yang digunakan sama-sama kualitatif. Penelitian ini merupakan penelitian lapangan yang terjadi di Desa Kertanegara Kabupaten Purbalingga, dengan subjek penelitian adalah rumah tangga di Desa Kertanegara Kabupaten Purbalingga. Badruddin Nasir dengan Judul Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Perceraian di Kecamatan Sungai Kunjang Kota Samarinda 13 Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dan mengetahui faktor-faktor penyebab perceraian antara suami dan istri di Kecamatan Sungai Kunjang.
Lokasi penelitian adalah di Kantor Pengadilan Agama Samarinda, dan subjek penelitian adalah pasangan suami istri yang akan bercerai. Dalam penelitian ini juga diketahui bahwa penyebab perceraian jika dilihat dari segi pendidikan adalah pasangan dengan tingkat pendidikan umum menengah yang paling banyak mengalami perceraian. Shiv Gautam dan Lalit Batra yang berjudul Sexual Behavior and Dysfunction in Couples Seeking Divorce15, penelitian ini menunjukkan bahwa 50 pasangan yang bercerai dibandingkan dengan 30 pasangan yang melakukan penyesuaian dengan baik menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan seksualitas dan disfungsi seksual, mempengaruhi perceraian. ..
Kerangka Teori
Berdasarkan isi Undang-Undang di atas, kita dapat melihat bahwa putusnya suatu perkawinan disebabkan oleh kematian, perceraian, atau putusan pengadilan. Sebagaimana disebutkan di atas, dasar hukum perceraian ada pada UU No. Salah satu pihak menderita cacat fisik atau sakit yang mengakibatkan tidak dapat menunaikan kewajibannya sebagai suami istri.
Berikut kewajiban suami terhadap istrinya yang harus dipenuhi oleh suami yaitu pembayaran mahar. Kewajiban suami terhadap istrinya juga dijelaskan dalam Kompilasi Hukum Islam (KHI) bab XII tentang hak dan kewajiban suami istri pada pasal 80 bagian ketiga tentang kewajiban suami. Itulah hak dan kewajiban suami istri yang diatur dalam KHI yang wajib ditaati dan dilaksanakan setelah mereka menjadi suami istri.
Metode Penelitian
- Sistematika Penulisan
Data sekunder merupakan data yang diperoleh di luar sumber data primer yaitu buku, majalah, surat kabar, skripsi dan jurnal yang relevan dengan fokus penelitian. Secara umum terdapat tiga jenis metode pengumpulan data dalam penelitian, yaitu observasi, wawancara, dan studi dokumenter. Untuk menyajikan data agar mudah dipahami maka langkah-langkah analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Model Analisis Interaktif Miles dan Huberman yang membagi langkah-langkah dalam kegiatan analisis data menjadi beberapa bagian yaitu.
Pengumpulan Data Pada analisis model yang pertama, data hasil wawancara, hasil observasi dan berbagai dokumen dikumpulkan berdasarkan kategorisasi sesuai dengan masalah penelitian, yang kemudian dikembangkan untuk mempertajam data melalui penelitian data selanjutnya. Reduksi Data Reduksi data merupakan suatu bentuk analisis yang mempertajam, mengkategorikan, mengarahkan, menghilangkan data yang tidak perlu, dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga dapat ditarik kesimpulan akhir dan diverifikasi. Bab ketiga, Metode Penelitian berisi tentang jenis dan pendekatan penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, dan teknik analisis data.
TINJAUAN PUSTAKA
Perceraian Menurut Hukum Positif
Perceraian karena talak, disebut juga talak talak, adalah perceraian yang diajukan ke Pengadilan Agama, yang diajukan oleh suami kepada isterinya karena ada alasan-alasan dalam perceraian itu.Permohonan cerai talak dapat diajukan secara lisan atau tertulis. yang terlibat dalam permohonan talak talak adalah Suami sebagai pemohon dan istri sebagai tergugat. 66 Sedangkan perkara talak gugat adalah perkara cerai yang diajukan istri terhadap suami dengan alasan perceraian. Pihak yang mengajukan gugatan/istri disebut penggugat dan pihak lawan/suami disebut tergugat 67. Dari penjelasan di atas dapat disimpulkan bahwa menurut ketentuan peraturan perundang-undangan sebagaimana dijelaskan di atas, perceraian sebagaimana diatur dalam hukumnya adalah talak talak yaitu suami yang mengajukan talak dan talak gugat yaitu isteri yang mengajukan talak. di Pengadilan Agama Permohonan cerai dapat diajukan ke Pengadilan Agama baik secara lisan maupun tertulis, dan perceraian harus disertai alasan-alasan yang kuat yang menyebabkan perceraian. 7 Tahun 1989 menjelaskan “seorang laki-laki muslim yang ingin menceraikan isterinya mengajukan permohonan kepada pengadilan agama untuk mengadakan sidang untuk menyaksikan ikrar talak.”
Pengadilan yang daerah hukumnya meliputi tempat dilangsungkannya perkawinan mereka atau Pengadilan Agama Jakarta Pusat. Jadi, kompetensi relatif pengadilan agama dalam mengadili gugatan cerai diatur dalam Pasal 66, agar gugatan tidak salah alamat dan gugatan cerai harus diajukan oleh suami ke Pengadilan Agama dengan berpedoman pada instruksinya. didefinisikan dalam pasal 66 di atas. Memperhatikan ketentuan yang diatur dalam pasal tersebut, maka faktor utama yang menentukan yurisdiksi relatif Pengadilan Agama dalam perkara perceraian adalah berdasarkan “tempat tinggal pemohon”.
70 Peraturan Menteri Agama Nomor 3 Tahun 1975 tentang Kewajiban Pejabat Perkawinan dan Tata Kerja Peradilan Agama dalam Penyelenggaraan Hukum Perkawinan bagi Umat Islam. Usai sidang talak, Pengadilan Agama memutuskan talak ganda yang merupakan cara cerai mantan suami istri. Setelah perkara perceraian diputus dalam sidang yang terbuka untuk umum, salinan putusan dikirimkan kepada para pihak yang bersangkutan sebagaimana dimaksud dalam pasal 147 ayat (1) KHI: “setelah perkara perceraian diputus, Panitera Pengadilan Agama memberikan salinan surat keputusan tersebut kepada suami istri atau kuasanya dengan menerima kutipan dari akta nikah masing-masing pihak yang bersangkutan.”
9 Tahun 1975 tentang Penerapan Aturan Pelaksanaan Undang-Undang Perkawinan menyatakan bahwa terjadinya perceraian dimulai sejak perceraian itu diumumkan oleh suami dalam sidang pengadilan agama yang diadakan untuk menyaksikan perceraian tersebut. Dan dalam hal perkara perceraian, perceraian itu terjadi sejak jatuhnya putusan Pengadilan Agama yang telah mempunyai kekuatan hukum tetap. Putusan Pengadilan Agama dianggap mempunyai kekuatan hukum tetap apabila telah diterima oleh kedua belah pihak yang berperkara. Keputusan tersebut dikukuhkan oleh Pengadilan Negeri (PN) dan pengukuhan tersebut bersifat administratif dan tidak mempunyai nilai hukum, namun apabila salah satu pihak meminta putusan kepada Pengadilan Agama.
Menurut peraturan perundang-undangan yang telah dijelaskan di atas, perceraian adalah sah sejak diputuskan oleh Pengadilan atau perceraian yang dijatuhkan oleh suami atau kuasanya yang sah di hadapan Sidang Pengadilan Agama.
Seksual Sebagai Kebutuhan Dasar Manusia
Dilihat dari penjelasan di atas, maka putusnya perkawinan antara suami dan istri harus dilakukan sebelum sidang pengadilan, agar hak dan kewajiban diantara mereka terjamin di hadapan hukum. Teori hierarki yang dikemukakan oleh Abraham Maslow menyatakan bahwa setiap manusia mempunyai lima kebutuhan dasar, yaitu: a. Antara lain; penyediaan kebutuhan oksigen dan pertukaran gas, cairan (minuman), nutrisi (makanan), pembuangan feses, istirahat dan tidur, aktivitas, keseimbangan suhu tubuh dan aktivitas seksual.
Perlindungan psikologis, perlindungan terhadap ancaman kejadian atau pengalaman baru atau belum diketahui yang mungkin mempengaruhi keadaan psikologis seseorang. Kebutuhan cinta, yaitu kebutuhan untuk memiliki dan dimiliki, memberi dan menerima kasih sayang, kehangatan, persahabatan dan kekeluargaan. Kebutuhan akan harga diri dan perasaan dihargai oleh orang lain serta pengakuan dari orang lain.
Kebutuhan aktualisasi diri, merupakan kebutuhan tertinggi, yaitu kebutuhan untuk memberikan kontribusi kepada orang lain atau lingkungan dan untuk mencapai potensi diri secara maksimal. Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Terpenuhinya Kebutuhan Dasar Manusia Beberapa faktor yang dapat mempengaruhi tingkat terpenuhinya kebutuhan dasar manusia adalah sebagai berikut. Adanya suatu penyakit pada tubuh seseorang dapat menyebabkan terjadinya perubahan dalam pemenuhan kebutuhan, baik secara fisiologis maupun psikis, hal ini terjadi karena beberapa organ tubuh berusaha untuk memenuhi kebutuhan yang lebih besar dari biasanya.
Hubungan yang baik dapat meningkatkan terpenuhinya kebutuhan dasar, karena timbul rasa saling percaya, rasa senang dalam hidup, tanpa rasa curiga satu sama lain, dan lain-lain. Fungsi organ tubuh yang berbeda-beda tersebut akan mengalami proses pematangan dengan aktivitas yang berbeda-beda pada setiap tahap perkembangannya. Setiap tahap perkembangan mempunyai kebutuhan berbeda yang perlu dipenuhi, antara lain kebutuhan biologis, psikologis, sosial, dan spiritual.
Kebutuhan Seksual
Seksualitas merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi, dan jika kebutuhan seksual ini tidak terpuaskan dengan baik maka akan terjadi penyimpangan seksual. Kebutuhan seksual merupakan kebutuhan dasar manusia yang berupa ekspresi emosi antara dua individu yang saling menghormati, memperhatikan, dan mencintai, sehingga terjalin hubungan timbal balik antara kedua individu tersebut. Seksualitas merupakan suatu kebutuhan yang juga perlu dipenuhi, dan jika dilihat dari prevalensinya, manusia mengekspresikan naluri seksualnya dalam berbagai bentuk perilaku seksual.
Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Kebutuhan Seksualitas
Pengadilan Agama Curup didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tanggal 14 November 1960 yang memulai kegiatan peradilannya pada tanggal 4 Oktober 1961. Dengan terbentuknya pengadilan agama tersebut, maka daerah hukum Pengadilan Agama Curup didirikan berdasarkan Surat Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia tanggal 14 November 1960 yang memulai kegiatan peradilannya pada tanggal 4 Oktober 1961. IA Agama Bengkulu menjadi Pengadilan Pengadilan tersebut hanya mencakup wilayah sekitar Kota Bengkulu. Susunan organisasi peradilan agama berpedoman pada ketentuan Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 7 Tahun 2015 tentang Organisasi dan Tata Kerja Panitera dan Sekretariat Peradilan.
Apalagi menurut Pak. Diduga, sebagai hakim Pengadilan Agama Bengkulu, ia memutus perkara perceraian dengan alasan tidak terpenuhinya kebutuhan seksual. 95 Hakim Pengadilan Agama Bengkulu Supomo, Wawancara dilakukan di Pengadilan Agama Bengkulu pada Selasa 03 Agustus 2021. Lebih lanjut, menurut Rita Elviyanti, hakim baru di bagian layanan perkara Pengadilan Agama Bengkulu, menyatakan hal itu.
Gugatan diajukan ke Pengadilan Agama Bengkulu, dimana persoalan tidak terpenuhinya kebutuhan seksual sudah banyak terjadi pertengkaran antara penggugat dan tergugat. 96 Supomo Hakim Pengadilan Agama Bengkulu, Wawancara dilakukan di Pengadilan Agama Bengkulu pada hari Selasa, 3 Agustus 2021. 97 Rita Elviyanti, Hakim Muda Bagian Layanan Perkara Pengadilan Agama Bengkulu, Wawancara dilakukan di Pengadilan Agama Bengkulu pada hari Selasa, 03 Agustus 2021.
Menurut Pak Supom, sebagai hakim Pengadilan Agama Bengkulu, kebutuhan seksual yang tidak terpenuhi bisa dijadikan alasan perceraian. 99 Hakim Pengadilan Agama Bengkulu Supomo, wawancara di Pengadilan Agama Bengkulu pada Selasa, 3 Agustus 2021. 100 Rita Elviyanti, hakim muda Divisi Urusan Pengadilan Agama Bengkulu, wawancara di Pengadilan Agama Bengkulu pada Selasa, 3 Agustus 2021.
Berdasarkan penjelasan di atas, pertimbangan hakim menentukan putusan suatu perkara di Pengadilan Agama Bengkulu, dalam hal ini tentang perceraian. Berdasarkan penjelasan di atas, penulis dapat menyimpulkan bahwa pertimbangan hakim Pengadilan Agama Bengkulu dalam memutus perkara perceraian dengan alasan tidak terpenuhinya kebutuhan seksual sudah sesuai dengan teori pertimbangan hukum dan teori maslahah murlah. Bagi penyuluh perkawinan agar hal ini menjadi poin penting dalam materi konseling pranikah untuk menurunkan angka perceraian di Pengadilan Agama Bengkulu.