• Tidak ada hasil yang ditemukan

DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN SOLOK SELATAN

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN SOLOK SELATAN"

Copied!
6
0
0

Teks penuh

(1)

KETERSEDIAAN PERALATAN, KETERLAKSANAAN DAN PENGELOLAAN LABORATORIUM BIOLOGI

DI SMA NEGERI SE-KABUPATEN SOLOK SELATAN

Oleh :

Diana Lusi, Ardi, Diana Susanti

Program Studi Pendidikan Biologi STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

Biology Laboratory is a mode that used for biology study that completed by equipments and materials for learning biology. Laboratory can used with good when Laboratory management already good. Laboratory as the place for practical work that completed with equipments and proponent mediums that required for doing experimental activity, research, verification, and learning. The purpose of this esearch to analyze of availability of equipments, practical work and management of Biology Laboratory in all of SMA Solok Selatan. The kind of this research that used is qualitatif research and used descriptive analysis. This research did in Biology laboratory in all of SMA Solok Selatan. The population in this research is 8 SMA in Solok Selatan at academic years 2014/2015. The sample consist of Biology’s teachers that teach in class X, XI, and XII also management Laboratory in 7 SMA in Solok Selatan. The sample taken with purposive sampling technique. An analysis data technique that used in this research is descriptive analysis. According to analysis descriptive data, the result of quetioner show that percentage availability equipments Biology Laboratory at all of SMA in Solok Selatan is 64,4% with good category, percentage activity on Biology Laboratory is 73,8% with good category, and percentage for management Biology Laboratory at all of SMA in Solok Selatan is 79,6% with good category.

Keyword: Describe, Biologi Laboratory, State High Schools.

PENDAHULUAN

Slameto(2010:2) menyatakan bahwa belajar merupakan suatu proses usaha yang dilakukan seseorang untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku yang baru secara keseluruhan, sebagai hasil pengalamannya sendiri dalam interaksi dengan lingkungan. Mastika (2014: 2) menyatakan bahwa proses pembelajaran biologi di sekolah perlu mengkorelasikan antara teori dan praktikum, karena praktikum dapat menunjangteori yang telah dipelajari sehingga biologi bukan hanya penguasaan tentang kumpulan pengetahuan yang berupa fakta-fakta, konsep-konsep, atau prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan. Oleh karena itu pembelajaran biologi harus ditekankan pada pengalaman langsung untuk mengembangkan kompetensi agar siswa menjelajahi alam sekitar secara alamiah, salah satunya dengan pelaksanaan praktikum di laboratorium.

Berkaitan dengan pembelajaran biologi, maka laboratorium biologi adalah wahana yang dapat digunakan sebagai tempat belajar selain kelas, yang dilengkapi dengan peralatan-peralatan dan bahan- bahan untuk pembelajaran biologi. Laboratorium sebagai tempat praktikum dilengkapi dengan

peralatan atau sarana pendukung yang diperlukan untuk melaksanakan kegiatan eksperimen, penelitian, pembuktian, dan pembelajaran. Mengacu pada Permendiknas No 24 Tahun 2007 dinyatakan bahwa untuk mengoptimalkan proses pembelajaran seperti yang diharapkankhusus standar sarana ruang laboratorium biologi,maka perlu luas minimum lahan, bangunan gedung, serta kelengkapan sarana dan prasarana di laboratorium.

Pemanfaatan laboratorium di sekolah tidak akan berjalan sebagaimana mestinya tanpa adanya pengelolaan laboratorium yang baik. Pengelolaan merupakan suatu proses pendayagunaan sumber daya secara efektif dan efisien untuk mencapai suatu sasaran yang diharapkan secara optimal dengan memperhatikan keberlanjutan fungsi sumber daya manusia. Menurut Sari (2014: 4) dinyatakan bahwa pengelolaan laboratorium meliputi beberapa aspek yaitu; perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengawasan.

Berdasarkan hasil observasi yang penulis lakukan terungkap bahwa pada umumnya sekolah telah memiliki laboratorium. Meskipun demikian, sebagian laboratorium biologi di sekolah masih

(2)

bergabung dengan laboratorium kimia, bahkan ada yang masih bergabunglaboratorium biologi, kimia, dan fisika. Sarana laboratorium biologi di beberapa SMA Negeri di Kabupaten Solok Selatan sudah tersedia tetapi jumlahnya masih kurang serta kelengkapan sarana penunjang seperti sumber air tidak tersedia di laboratorium.

Sesuai hasil wawancara penulis dengan guru biologi dan kepala laboratorium, kenyataan lain yang penulis temui adalah adanya laboratorium sebagai ruang multifungsi. Laboratorium yang ada disamping digunakan untuk kegiatan praktikum tetapi juga digunakan untuk kegiatan lain seperti: ruangan rapat para guru, serta ruangan tempat panitia pengawas ujian, bahkan ada laboratorium di salah satu sekolah yang berbagi penggunaannya dengan menjadikan sebagai kelas tempat proses pembelajaran teori dikarenakan sekolah tersebut kekurangan kelas untuk proses pembelajaran. Ditinjau dari segi pengelolaan laboratorium, beberapa sekolah belum memprogramkan tata tertib laboratorium, jadwal praktikum dan tidak adanya laboran yang akan menyiapkan alat-alat laboratorium yang akan digunakan saat dan situasi praktikum dilaksanakan.

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui:

ketersediaan peralatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-kabupaten Solok Selatan, keterlaksanaan kegiatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se- Kabupaten Solok Selatan, dan pengelolaan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan.Berdasarkan uraian di atas maka penulis telah melakukan penelitian tentang ketersediaan peralatan, keterlaksanaan dan pengelolaan laboratorium biologi di SMA Negeri yang terdapat di Kabupaten Solok Selatan.

METODE PENELITIAN

Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif, waktu penelitian ini dilaksanakan pada bulan Januari tahun 2015 di Sekolah Menengah Atas Negeri di Kabupaten Solok Selatan. Subjek dalam penelitian ini adalah guru biologi kelas X, XI dan XII serta kepala laboratorium di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri di Kabupaten Solok Selatan. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah Purpossive Sampling. Teknik analisis data menggunakan Teknik analisis data dalam penelitian ini adalah teknik analisis statistik deskriptif, yaitu dengan mendeskripsikan data dan penyajikan data dalam bentuk distribusi frekwensi dengan presentase.

Oleh Purwanto (2010:102), dengan rentangan:

86 % - 100 % = sangat baik 76 %- 100 % = baik 60 % - 75 % = cukup baik 55 % - 59 % = kurang baik

=ó54 % = sangat kurang baik

HASIL DAN PEMBAHASAN HASIL

Gambar 1. Persentase Hasil Ketersediaan Peralatan Laboratorium di SMA Negeri Se- Kabupaten Solok Selatan

Gambar2. Persentase Hasil Keterlaksanaan Kegiatan Laboratorium Biologi di SMA Negeri Se- Kabupaten Solok Selatan

Gambar3.Persentase Hasil Pengelolaan Laboratori- um Biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan

PEMBAHASAN

Dari data Gambar 1 di atas, persentase ketersediaan peralatan laboratorium di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan adalah sebesar 64,4%

dengan kriteria cukup baik. Persentase ketersediaan peralatan laboratorium biologi untuk kelas X adalah

(3)

sebesar 69,7% (dengan kriteria cukup baik)%, kelas XI sebesar 68,1% (dengan kriteria cukup baik) dan kelas XII sebesar 55,4% dengan kriteria kurang baik.

Rendahnya persentase ketersediaan peralatan laboratorium yang dibutuhkan untuk materi pelajaran kelas XII disebabkan bahwa dari 8 materi pelajaran yang dituntut menggunakan peralatan laboratorium hanya 2 materi pelajaran dengan ketersediaan peralatan laboratorium yang lengkap yaitu pada materi kegiatan; (1) melakukan percobaan fermentasi alkohol oleh jamur Saccharomyches cereviceae bagaimana prosesnya dan apa bahan serta hasilnya, (2) melihat animasi ganbar struktur, sifat dan fungsi dan letak DNA, RNA dalam proses replikasi, transkripsi dan translasi, sintesa protein dan mengkaitkannya dengan pembentukan sifat pada makhluk hidup.

Persentase ketersediaan peralatan laboratorium mengalami peningkatan pada materi kelas X dan kelas XI. Pada kelas X terdapat 17 materi pelajaran yang dituntut menggunakan peralatan laboratorium, 2 materi pelajaran tidak memiliki ketersediaan peralatan laboratorium lengkap yaitu pada materi kegiatan; (a) melakukan pengamatan pada koloni bakteri dan sel bakteri dengan pour plate, streak plate, dan pengecatan gram (b) mengamati berbagai jenis hewan invertebrata di lingkungan sekitar, mendokumentasikan dalam bentuk poto/gambar pengamatan, mengamati gambar morfologinya. Demikian juga pada kelas XI terdapat 30 materi pelajaran yang dituntut menggunakan peralatan laboratorium, 3 materi pelajaran lainnya tidak satupun SMA Negeri Solok Selatan memiliki peralatan laboratorium yaitu pada materi kegiatan; (a) melakukan percobaan untuk menentukan kapasitas paru-paru, dan penghasilan CO2 dalam proses pernapasan, (b) melakukan percobaan uji urine orang sehat dan sakit, (c) mengamati struktur ginjal kambing/sapi mengenali bagian-bagian kortek dan medulla dibandingkan dengan torso/gambar ginjal pada manusia. Berdasarkan data yang diperoleh, penyebab tidak tersedianya semua alat dan bahan laboratorium yang akan digunakan untuk keterlaksanaan kegiatan laboratorium disebabkan beberapa faktor yaitu; alat dan bahan sukar didapat dan ruang laboratorim tidak tersedia.

Mengacu pada Departemen Pendidikan dan Kebudayaan (1994: 7) menyatakan bahwa sebagai tempat melaksanakan pendidikan IPA, laboratorium memerlukan perlengkapan-perlengkapan sebagai berikut; (1) perabot: meja, kursi (baik untuk siswa maupun untuk guru), lemari (untuk buku, alat-alat dan bahan) dan rak, (2) alat peraga pendidikan, (3) perkakas: obeng, tang, pisau, catut, gergaji, kikir, palu, gunting, pemotong kaca, pelubang gabus, dan sebagainya, (4) kotak P3K beserta isinya, (5) alat

pemadam kebakaran, (6) alat-alat membersihkan dan membantu membersihkan seperti sapu, lap, tempat sampah, (7) kumpulan buku: katalog, buku peunjuk, kumpulan LKS.

Berdasarkan Gambar 2, dapat dilihat bahwa besarnya rata-rata nilai persentase keterlaksanaan kegiatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se- Kabupaten Solok Selatan adalah 73,8% dengan kriteria cukup baik. Besarnya persentase ketersediaan peralatan laboratorium biologi di suatu sekolah sangat menunjang persentase keterlaksanaan kegiatan laboratorium. Dari analisis data di atas, persentase keterlaksanaan kegiatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan yaitu; pada materi pelajaran kelas X sebesar 83,2% (kriteria baik), kelas XI 72,8% (kriteria cukup baik), dan kelas XII sebesar 66,1% (kriteria cukup baik).

Berdasarkan analisis di atas, persentase keterlaksanaan kegiatan laboratorium yang diperoleh mengalami peningkatan dibandingkan dengan persentase ketersediaan peralatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan.

Dari hasil wawancara dengan beberapa orang guru biologi, kegiatan laboratorium dapat terlaksana walaupun alat yang diperlukan tidak tersedia di laboratorium yaitu guru mencarikan alternatif lain agar pelaksanaan kegiatan pengamatan tetap terlaksana. Hal ini dapat dilihat pada beberapa materi pelajaran yang menggunakan charta dalam proses pembelajaran kemudian guru mencarikan alternatif menggunakan LCD dengan menampilkan foto/gambar-gambar yang sesuai dengan materi pelajaran tersebut, bahkan guru memberi penugasan kepada kelompok siswa untuk mencobakan sendiri kegiatan percobaan yang dituntut pada beberapa materi yang tidak bisa dilakukan di laboratorium.

Berdasarkan hasil analisis angket tentang pengelolaan laboratorium, dapat dilihat pada indikator perencanaan sarana dan prasarana laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh hasil sebesar 77,1% dengan kriteria baik. Hal ini disebabkan beberapa faktor pendukung yaitu; laboratorium belum dilengkapi ruang persiapan, laboratorium belum dilengkapi ruang administrasi, listrik dan penerangan yang tersedia belum sesuai kebutuhan, bak cuci serta sumber air yang dimiliki belum memadai, laboratorium belum dilengkapi alat pemadam kabakaran, belum dilengkapi alat P3K serta APD (Jaslab dan masker). Menurut Sari (2014: 2-3) dinyatakan bahwa alat dan bahan laboratorium dapat berfungsi dengan baik dan kegiatan praktikum dapat terlaksana dengan efektif dan efisien jika laboratorium didukung oleh manajemen yang baik.

Berdasarkan data Gambar 3, dapat dilihat bahwa dalam perencanaan jadwal penggunaan

(4)

laboratorium SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh hasil sebesar 82,1% dengan kriteria baik. Perencanaan jadwal kegiatan laboratorium yang baik sangat didukung oleh beberapa faktor; adanya koordinasi tentang kegiatan praktikum kepada guru biologi, pengaturan jadwal praktikum dari semua lokal terencana dan terorganisir dengan baik, serta jadwal praktikum ditempel sehingga memudahkan guru-guru biologi dalam melihat jadwal kegiatan praktikum yang telah direncanakan. Menurut Permendiknas Nomor 26 tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Pengelola Laboratorium dinyatakan bahwa kompetensi manajerial kepala laboratorium yaitu menyusun jadwal kegiatan laboratorium dan mengkoordinasikan jadwal kegiatan laboratorium dengan guru biologi.

Menurut hasil angket yang disebarkan tentang pengelolaan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan dengan indikator sumber dana laboratorium diperoleh hasil sebesar 78,6% dengan kriteria baik. Hal ini menggambarkan bahwa sudah efektif dan efisiennya kerja kepala laboratorium dalam mengelola sumber dana laboratorium. Beberapa hal yang berhubungan dengan pengelolaan sumber dana laboratorium yaitu;

pengadaan jumlah tiap macam alat dan bahan yang dibutuhkan serta kesesuaian ketersediaan dana yang ada dengan pengadaan alat dan bahan laboratorium.

Pengelolaan laboratorium tidak terlepas dari pengadministrasian alat dan bahan laboratorium.

Meskipun pengadaan jumlah alat dan bahan laboratorium terpenuhi, namun tanpa pengadministrasian alat dan bahan yang baik, maka pengelolaan laboratorium belum bisa dikatakan baik.

Menurut Sari (2014: 4) dinyatakan bahwa peralatan yang mudah pecah, bahan-bahan kimia yang berbahaya, serta harga peralatan yang mahal, maka perlu dilaksanakan administrasi laboratorium.

Berdasarkan Gambar 3, dapat dilihat bahwa persentase pengadministrasian alat dan bahan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan adalah sebesar 79,4% dengan kriteria baik. Berdasarkan kriteria baik yang dimiliki SMA Negeri Solok Selatan disebabkan oleh beberapa faktor yang mendukung kerja kepala laboratorium yaitu; (a) penyediaan daftar usulan alat dan bahan, (b) penyediaan buku pembelian dan penerimaan alat bahan, (c) penyediaan daftar barang, (d) penyediaan kartu alat dan bahan, (e) penyediaan buku peminjaman alat dan bahan, (f) penyediaan buku stok, (g) penyediaan kartu bahan alat dan bahan, dan (h) penyediaan identitas alat dan bahan.

Berdasarkan pengamatan yang dilakukan di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan terlihat bahwa beberapa laboratorium sudah memiliki alat peraga yang lengkap, alat-alat dan bahan praktikum

yang memadai. Namun walaupun memiliki alat dan bahan yang lengkap, penyimpanan dan perawatannya belum maksimal sehingga masih terdapat berapa alat yang sudah rusak dan ditumpuk di ruang penyimpanan karena tidak dapat dipakai lagi seperti;

mikroskop dan perangkat pemeliharaan mikroskop, dan respirometer. Perangkat pemeliharaan mikroskop ada yang tidak punya dan ada yang punya tetapi sudah tidak utuh lagi sehingga mikroskop ada yang tidak bisa digunakan lagi dan rusak.

Pengorganisasian perlu dilakukan agar kerja laboratorium dapat terstruktur dengan baik.

Berdasarkan hasil angket pada indikator pengorganisasian laboratorium di SMA Negeri Se- Kabupaten Solok Selatan diperoleh hasil sebesar 80,5% dengan kriteria baik. berdasarkan hasil tersebut, dapat digambarkan bahwa tugas kepala laboratorium dalam pengorganisasian laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan sudah efektif.

Meskipun demikian, di beberapa SMA Negeri di Kabupaten Solok Selatan masih ada yang memiliki kriteria cukup baik dalam pengorganisasian laboratorium. Hal ini disebabkan karena belum terpenuhinya beberapa faktor berikut; tidak terdapat laboran, belum terdapat struktur organisasi laboratorium, belum tersedia program semester kegiatan laboratorium, tidak adanya penyusunan laporan bulanan/tahunan laboratorium, belum adanya pengadaan evaluasi kegiatan laboratorium, dan penempatan alat yang belum sesuai prosedur.

Menurut data Gambar 3, pengelolaan laboratorium pada indikator pelaksanaan kegiatan praktikum di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan dikategorikan sangat baik dengan persentase sebesar 85,7%. Berdasarkan pengamatan, pengelolaan laboratorium dalam hal pelaksanaan kegiatan praktikum sudah berjalan efektif dan efisien.

Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan yaitu; penyediaan tata tertib laboratorium, penyediaan petunjuk keselamatan kerja di laboratorium dan terdapatnya laboran yang menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum. Meskipun demikian, dibeberapa SMA Negeri di Kabupaten Solok Selatan belum semuanya kepala laboratorium bekerja secara efektif, hal ini dapat dilihat dari perbedaan persentase pelaksanaan laboratorium yang diperoleh berbeda dibeberapa SMA Negeri Solok Selatan yaitu ada bebepa sekoah yang kinerja pengelolanya dalam hal pelaksanaan masih cukup baik dengan persentase 71,4%. Hal ini disebabkan karena dibeberapa SMA Negeri Solok Selatan belum terdapat laboran yang menyiapkan alat dan bahan, sehingga guru mengambil sendiri alat laboratorium yang akan digunakan.

(5)

Berdasarkan pengamatan, di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan terlihat bahwa beberapa laboratorium sudah memiliki alat peraga yang lengkap, alat-alat dan bahan praktikum yang memadai. Namun walaupun memiliki alat dan bahan yang lengkap, penyimpanan dan perawatannya belum maksimal sehingga masih terdapat berapa alat yang sudah rusak dan ditumpuk di ruang penyimpanan karena tidak dapat dipakai lagi seperti; mikroskop dan perangkat pemeliharaan mikroskop, dan respirometer. Perangkat pemeliharaan mikroskop ada yang tidak punya dan ada yang punya tetapi sudah tidak utuh lagi sehingga mikroskop ada yang tidak bisa digunakan lagi dan rusak

Pengorganisasian perlu dilakukan agar kerja laboratorium dapat terstruktur dengan baik.

Berdasarkan hasil angket yang disebarkan dengan indikator pengorganisasian laboratorium di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh hasil sebesar 80,5% dengan kriteria baik. Meskipun demikian, di beberapa SMA Negeri di Kabupaten Solok Selatan masih ada yang memiliki kriteria cukup baik dalam pengorganisasian laboratorium.

Hal ini disebabkan karena belum terpenuhinya beberapa faktor berikut; tidak terdapat laboran, belum terdapat struktur organisasi laboratorium, belum tersedia program semester kegiatan laboratorium, tidak adanya penyusunan laporan bulanan/tahunan laboratorium, belum adanya pengadaan evaluasi kegiatan laboratorium, dan penempatan alat yang belum sesuai prosedur.

Menurut data Gambar 3, pengelolaan laboratorium pada indikator pelaksanaan kegiatan praktikum di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan dikategorikan sangat baik dengan persentase sebesar 85,7%. Beberapa faktor yang berpengaruh dalam pelaksanaan yaitu; penyediaan tata tertib laboratorium, penyediaan petunjuk keselamatan kerja di laboratorium dan terdapatnya laboran yang menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk praktikum. Meskipun demikian, dibeberapa SMA Negeri di Kabupaten Solok Selatan belum semuanya kepala laboratorium bekerja secara efektif, hal ini dapat dilihat dari perbedaan persentase pelaksanaan laboratorium yang diperoleh berbeda dibeberapa SMA Negeri Solok Selatan yaitu ada beberapa sekolah yang kinerja pengelolaanya dalam hal pelaksanaan masih cukup baik dengan persentase 71,4%. Hal ini disebabkan karena dibeberapa SMA Negeri Solok Selatan belum terdapat laboran yang menyiapkan alat dan bahan, sehingga guru mengambil sendiri alat laboratorium yang akan digunakan.

KESIMPULAN

Berdasarkan hasil analisis dapat disimpulkan bahwa ; 1. Ketersediaan peralatan labotaorium biologi di

SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh persentase hasil sebesar 64,4% dengan kriteria cukup baik.

2. Keterlaksanaan kegiatan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh persentase hasil yaitu 73,8% dengan kriteria cukup baik.

3. Pengelolaan laboratorium biologi di SMA Negeri Se-Kabupaten Solok Selatan diperoleh persentase sebesar 79,6% dengan kriteria baik.

DAFTAR RUJUKAN

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1994).

Pedoman Pendayagunaan Laboratorium dan Alat Pendukungnya. Jakarta: Proyek Peningkatan Alat-alat IPA dan PKG Jakarta.

Mastika, Nyoman. (2014). Analisis Standarisasi Laboratorium Biologi Dalam Proses Pembelajaran Di SMA Negeri Kota Denpasar. Diakses bulan Oktober 2014 dari http://pasca.undiksha.ac.id/e- journal/index.php/jurnal

ipa/article/download/1077/825.pdf.

Purwanto, Ngalim. (2010). Prinsip- Prinsip dan Teknik Evaluasi Pengajaran. Bandung:

Remaja Rosdakarya

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2008 Tentang Standar Tenaga Laboratorium Sekolah/Madrasah.Diakses bulan Mei

2014 dari

http://www.minerba.esdm.go.id/library/sij h/pp26-2008.pdf.

Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 24 Tahun 2007 Tentang Standar Standar Sarana dan Prasarana Untuk Sekolah Dasar/Madrasah Ibtidaiyah (SD/MI), Sekolah Menengah Pertama/Madrasah Tsanawiyah (SMP/MTs), dan Sekolah Menengah Atas/Madrasah Aliyah (SMA/MA).Diakses bulan Oktober 2014 dari

http://staff.unila.ac.id/radengunawan/files/

2011/09/Permendiknas-No.-24-tahun- 2007.pdf.

(6)

Sari, Novita. (2014). Analisis Manajemen Laboratorium Biologi Beberapa SMA Swasta di Kota Jambi.Diakses bulan November 2014

darihttp://ecampus.fkip.unja.ac.id/eskripsi /data/pdf/jurnal_mhs/artikel/A1C409045.

pdf.

Slameto. (2010).Belajar dan Faktor-faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.

Referensi

Dokumen terkait

18 | Publisher: Humanistic Network for Science and Technology DOI: http://dx.doi.org/10.33846/hn70105 http://heanoti.com/index.php/hn RESEARCH ARTICLE URL of this article: