• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dibutuh clean water for the day had no effect on public health Ganting sand beach, because public Pasir Ganting already used to using well water.

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Dibutuh clean water for the day had no effect on public health Ganting sand beach, because public Pasir Ganting already used to using well water."

Copied!
8
0
0

Teks penuh

(1)
(2)

MANAGEMENT ENVIRONMENT RESIDENCE COMMUNITY PASIR GANTING IN NAGARI INDERAPURA DISTRICT AIR PURA DISTRICT

PESISIR SELATAN

By :

Andika Putra 1Slamet Rianto2 Yuherman

1.the geography education student of STKIP PGRI Sumatera Barat.

2,3 the lecturer at geography department of STKIP PGRI Sumatera Barat

ABSTRACT

The research aims to obtain data or information and analyze in depth about environmental management residence masayrakat Sand Beach Ganting In Nagari Indrapura Water District Pura South Coastal District., In terms of: 1) water management, 2) management of landfills and 3) management household waste.

Qualitative research and informants in this study is that people who live in the area Sand Beach Ganting in village districts Indrapura South Coast Air Pura district as well as key informants in this study is the village mayor and the village head. The research was conducted using the snowball technique (snowball).

The results showed that: 1) the clean water management on public sand beach Ganting many of which have well water, because water PDAM channel did not arrive at the public beach sand and water wells Ganting top surrounded by a wall and then in cement. Dibutuh clean water for the day had no effect on public health Ganting sand beach, because public Pasir Ganting already used to using well water.

2) management of public landfills around the neighborhood Pasir its dominant Ganting ie landfills on the home page. Because people do not have a sand Ganting special waste dumps. Garbage in the living environment of the community, the community can damage the environment. Because awareness is not concerned with the neighborhood. Sand Ganting society more concerned themselves, for the needs of daily life, such as going menelayan. Garbage in the community Pasir Ganting not in use or recycled back and 3) in which household waste in society Sand Ganting in the flow right at the back, because society Sand Ganting not have specific places sewerage. And for the people Pasir Ganting for household waste in its management made the city so that the sewer running well.

Key Words: Management,Environment,residence

1

(3)

PENDAHULUAN

Indonesia merupakan negara yang sedang berkembang, karena itu tidak terlepas dari banyak masalah yang dihadapi, salahnya adalah masalah lingkungan. Masalah lingkungan cenderung meningkat apabila tidak mendapat perhatian khusus dan kepedulian yang tinggi dari masyarakat. Pentingnya pengetahuan yang luas bagi masyarakat terhadap kebersihan lingkungan tercermin melalui perilaku dalam kehidupan sehari – hari.

Setiap makhluk hidup memiliki ketergantungan dengan alam atau lingkungan di sekitarnya, sehingga tercipta hubungan diantaranya keduanya. Pada dasarnya, hubungan antara makhluk hidup dan lingkungannya berada dalam suatu keseimbangan (bisa disebut dengan keseimbangan alam), dimana, apabila terjadi ketidak keseimbangan, alam akan memulihkan dirinya. Akibat ulah/kegiatan manusia yang berlebihan, keseimbangan ini kemudian menjadi terganggu (Iswandi 2012).

Kesehatan lingkungan pada hakikatnya adalah suatu kondisi atau keadaan lingkungan yang optimal sehingga berpengaruh positif terhadap terwujudnya status kesehatan yang optimal. Ruang lingkup kesehatan lingkungan tersebut antara lain: perumahan, pembuangan kotoran manusia (tinja), penyediaan air bersih, pembuangan sampah, pembuangan air kotor (air limbah), rumah hewan (kandang) dan sebagainya. Adapun yang dimaksud dengan usaha untuk memperbaiki atau mengoptimalkan lingkungan hidup manusia agar merupakan menjadi yang baik untuk terwujudnya kesehatan yang optimal

bagi manusia yang hidup didalamnya (Notoatmodjo, 2003).

Pembangunan kesehatan bertujuan untuk tercapainya keadaan hidup sehat bagi setiap penduduk agar dapat mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang optimal.

Untuk mencapai maksud tersebut, maka faktor lingkungan memegang peranan penting (Depkes, 1985:4).

Upaya peningkatan kesehatan lingkungn ini bertujuan untuk menciptakan suatu keadaan yang terkendali dalam lingkungan hidup, seimbang dengan dinamika pertumbuhan penduduk Indonesia dalam mencapai terwujudnya derajat kesehatan individu dan masyarakat secara optimal.

Usaha memperbaiki atau meningkatkan kondisi lingkungan ini dari masa ke masa dan dari satu masyarakat ke masyarakat lain bervariasi dan bertingkat-tingkat, dari yang paling sederhana sampai yang paling modern. Hal ini terjadi karena permasalahan kesehatan lingkungan di negara-negara yang sedang berkembang umumnya adalah sanitasi, penyediaan air minum, perumhan, pembuangan sampah, dan pembuangan air limbah.

Lingkungan pantai merupakan suatu bagian dari lingkungan masyarakat. Kebersihan lingkungan pantai selama ini masih sering terabaikan, karena lingkungan pantai memilik area yang luas. Lingkungan pantai ini memiliki dinamika, karena banyaknya aktivitas yang terjadi di lingkungan tersebut. Salah satu fungsi lingkungan pantai saat ini adalah sebagai permungkiman.

Adanya permungkiman di lingkungan pantai menyebabkan banyak aktivitas manusia

(4)

berhubungan dengan pantai.

Aktivitas manusia tersebut banyak menghasilkan masalah, salah satunya adalah sampah. Sampah ialah suatu bahan yang terbuang atau sudah tidak digunakan lagi karena sudah diambil unsur atau fungsi utamanya (Sejati, 2009).

Berdasarkan hasil observasi awal penulis pada masyarakat yang tinggal di sekitar pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura, kabupaten Pesisir Selatan. Masih terlihat lingkungan yang kurang bersih, dimana sepanjang pantai tersebut sering ditemukan sampah- sampah yang berserakan, kemudian penyediaan sarana air bersih yang belum merata, air limbah yang masih belum teratu, masih ada masyarakat yang membuang air besar sembarangan dan kondisi parit yang kotor. Melihat adanya kenyataan tersebut hal ini diduga karena sistem pengangkatan sampah yang tidak berjalan, penyediaan air bersih yang belum merata pada setiap rumah, pembuangan sampah yang belum teratur, masih adanya air limbah yang dialirkan ksembarangan tempat.

Berdasarkan masalah yang diungkapkan diatas maka penulis tertarik untuk membahas masalah ini yang dituangkan dalam judul yakni

“Pengelolaan Lingkungan Tempat Tinggal Pada Masyarakat Pantai Pasir Ganting di Kecamatan Air Pura Kabupaten Pesisir Selatan”

Fokus Masalah

Berdasarkan latar belakang masalah yang di atas maka penelitian ini terfokus pada Pengelolaan Lingkungan Tempat Tinggal Pada Masyarakat Pantai Pasir Ganting di Kecamatan Air Pura Kabupaten Pesisir Selatan.

Pertanyaan penelitian

Berdasarkan fokus masalah di atas, maka peneliti mengajukan beberapa pertanyaan penelitian, diantaranya :

1. Bagaimana pengelolaan air bersih pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan?

2. Bagaimana pengelolaan tempat pembuangan sampah pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan?

3. Bagaimana pengelolaan limbah rumah tangga pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan?

Tujuan Penelitian

Berdasarkan pertanyaan penelitian yang telah di kembangkan di atas maka, maka tujuan penelitian ini adalah untuk mendapatkan informasi, serta menganalisis tentang :

1. Pengelolaan air bersih pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan.

2. Pengelolaan tempat pembuangan sampah pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupeten Pesisir Selatan.

3. Pengelolaan limbah rumah tangga pada masyarakat pantai Pasir Ganting kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan.

Manfaat Penelitian

Penelitian ini diharapkan dapat berguna bagi beberapa pihak, diantaranya :

1. Sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan pendidikan dalam program studi Pendidikan Geografi STKIP PGRI Sumatera Barat.

2. Sebagai bahan masukan pengambilan kebijaksanaan dalam rangka menjaga kebersihan lingkungan pantai.

3. Sebagai bahan pedoman bagi masyarakat yang bermukin sekitar

(5)

pantai untuk mendapat menjaga kebersihan lingkungan pantai.

4. Sebagai pedoman bagi yang ingin mengadakan penelitian mengenai kebersihan lingkungan pantai pada masa yang akan datang.

METODOLOGI PENELITIAN

Ditinjau dari jenis datanya pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.

Adapun yang dimaksud dengan penelitian kualitatif yaitu penelitian yang bermaksud untuk memahami fenomena tentang apa yang dialami oleh subjek penelitian secara holistik, dan dengan cara deskripsi dalam bentuk kata-kata dan bahasa, pada suatu konteks khusus yang alamiah dan dengan memanfaatkan berbagai metode ilmiah (Moleong, 2010).

Lokasi Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di nagari Inderapura kecamatan Air Pura kabupaten Pesisir Selatan.

Informan Penelitian

Informan adalah orang yang dimanfaatkan untuk memberikan informasi tentang situasi dan kondisi latar penelitian. Jadi, harus mempunyai banyak pengalaman tentang latar belakang penelitian.

Berkewajiban secara sukarela menjadi anggota tim penelitian walaupun hanya bersifat informal.

Sebagai anggota tim dengan kebaikannya dan dengan sukarela dapat memberikan pandangan dari segi orang dalam tentang nilai-nilai, sikap, bangunan, proses, dan kebudayaan yang menjadi latar belakang tersebut (Moleong, 2010).

Informan penelitian diambil secara Snowball Sampling.

Snowball Sampling adalah teknik penentuan sampel yang mula-mula

jumlahnya kecil, kemudian membesar. Ibarat bola salju yang menggelinding yang lama-lama menjadi besar. Dalam penentuan sampel, pertama-tama dipilih satu atau dua orang, tetapi karena dengan dua orang ini belum merasa lengkap terhadap data yang diberikan, maka peneliti mencari orang lain yang dipandang lebih tahu dan dapat melengkapi data yang diberikan oleh orang sebelumnya (Sugiyono,2014).

Untuk itu yang menjadi informan kunci yaitu Wali Nagari kecamatan

Air Pura dan Kepala Kampung Pasir Ganting.

Sumber Data:

1. Data primer.

2. Data sekunder.

Instrumen dan Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data. Teknik pengumpulan data penelitian ini yaitu sebagai berikut :

Observasi

Observasi adalah dasar semua ilmu pengetahuan dapat bekerja berdasarkan data, yaitu fakta mengenai dunia kenyataan yang diperoleh melalui observasi. data itu dikumpulkan dan seiring dengan bantuan berbagai alat yang sangat canggih. jadi observasi melakukan pengamatan dan pencatatan langsung kelapangan untuk mengetahui pengelolaan tempat tinggal masyarakat pantai pasir ganting Kecamatan Air Pura Kabupaten Pesisir Selatan.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pertama, Berdasarkan hasil wawancara mengenai pengelolaan

(6)

air bersih, peneliti dengan masyarakat yang tinggal dikawasan masyarakat Pasir Ganting dilihat dari pengelolaan air bersih, bahwa pengelolaan air bersih yang ada masyarakat pantai pasir ganting banyak yang memiliki air sumur, karena air saluran PDAM tidak sampai di tempat masyarakat pantai pasir ganting dan Air sumur Bagian atas di kelilingi dengan tembok lalu di semen. Air bersih yang dibutuh kan untuk sehari tidak berpengaruh bagi kesehatan masyarakat pantai pasir ganting, karena masyarakat Pasir Ganting sudah terbiasa memakai air sumur.

Menurut Sari (2013:12) air sumur agar tidak tercemar oleh kotoran manusia disekitarnya perlu ada syarat-syarat sebagai berikut: 1) pada bagian atas kurang lebih 3 meter dari permukaan tanah harus ditembok agar air bersih dari atas tidak bisa mengotori air sumur. 2) perlu di beri lapisan kerikil bagian bagian bawah sumur untuk mengurangi kekeruhan.

Kedua, Pengelolaan tempat pembuangan sampah masyarakat sekitar kawasan pantai Pasir Ganting yang lebih dominan nya yaitu tempat pembuangan sampah di halaman rumah. Karena di masyarakat pasir ganting tidak memiliki tempat khusus pembungan sampah. Sampah yang ada di lingkungan tempat tinggal masyarakat tersebut,dapat merusak lingkungan masyarakat.

Karena kesadaran masyarakat tidak peduli dengan lingkungan tempat tinggalnya. Masyarakat Pasir Ganting lebih peduli dirinya sendiri untuk mencari kebutuhan hidup sehari-hari, seperti pergi menelayan.

Sampah yang ada di masyarakat pasir ganting tidak di ada di

pergunakan atau di daur ulang kembali.

Menurut Sukandar rumidi (2009,61)Sampah ( waste ) adalah suatu benda padat yang sudah tidak dipakai lagi oleh yang punya atau sudah tidak dimanfaatkan lagi.

kemampuan pengelola kebersihan dalam menangani sampah ini belum seimbang dengan akumulasi sampah yang dihasilkan.sampah yang tidak dikelolah dengan baik, dapat menurunkan etikan dan estetika lingkungan. Sampah dapat berupa senyawa organik maupun senyawa anorganik, berbentuk logam maupun bukan logam, berbentuk bahan yang berasal dari makhluk hayati maupun non hayati.

Ketiga, Pengelolaan limbah rumah tangga di kawasan masyarakat pasir ganting, yang mana limbah rumah tangga di masyarakat pasir ganting di alir kan di belakang, karena masyarakat Pasir Ganting tidak memiliki tempat khusus saluran air limbah.

Dan untuk itu masyarakat pasir ganting limbah rumah tangga yang di kelola nya di buat bandar, supaya saluran air limbah berjalan dengan baik.

Menurut Rosmalina (2012:16) Air limbah atau air buangan adalah sisa air yang dibuang yang berasal dari rumah tangga, industri maupun tempat – tempat umum lainnya dan pada umumnya mengandung bahan – bahan / zat – zat yang dapat membahayakan kesehatan manusia serta menggangu lingkungan hidup.

KESIMPULAN DAN SARAN

1. Pengelolaan air bersih, menurut masyarakat kurang bersih. Karena pengelolaan air bersih di sekitar

(7)

kawasan pantai pasir ganting masih memakai air sumur, di karenakan saluran air PDAM tidak sampai di kawasan pantai Pasir ganting.

2. Pengelolaan tempat pembuang sampah di kawasan masyarakat pantai pasir ganting tidak terarah, Karena khusus tempat pembuangan sampah di masyarakat pasir ganting tidak ada.

3. Pengelolaan limbah rumah tangga masyarakat pasir ganting di alir kan kebelakang rumah.

Sedangkan saran yang dapat penulis kemukakan :

1. Disarankan kepada pemerintah untuk lebih memperhatikan Lingkungan tempat tinggal masyarakat pantai pasir ganting Kecamatan Air Pura dengan menyediakan tempat sampah dan memberikan sangsi/hukuman kepada pelaku yang membuang sampah sembarangan dalam bentuk tindakan nyata.

2. Disarankan kepada masyarakat pantai Pasir Ganting khususya daerah penelitian, agar selalu menerapkan hidup sehat dengan cara menjaga kebersihan lingkunga agar bebas dari penyakit.

DAFTAR PUSTAKA

Ahmet, Zamiel, 2010. Hal-hal Jorok Dan menjijikan Di Sekitarmu.

Yogyakarta: Buku Biru.

Efrida, Ade. (2008). Skipsi: Pengelolaan Kebersihan Lingkungan Pasar di Kenagarian Aua Kuniang Kecamatan Pasaman Kabupaten Pasaman Barat.

Padang: STKIP

Handayani,Wiwk Ely. (2002). (Skripsi) faktor-faktor yang berhubngan dengan kualitas

lingkungan pemukiman di Kec. Barangin Kota Sawahlunto. Padang : UNP Iswandi, 2012. Ekologi dan Ilmu

Lingkungan. UNP Press Padang.

Jaswita, Desi. 2006. Perilaku Pedagang Dan Dinas Pengelolaan Pasar Dalam Menjaga Kebersihan Lingkungan Di Pasar Raya Solok. Padang. Fis UNP. Skripsi.

Medis jufri masyah, (2014). Skiripsi:

Studi Kebersihan Pasar Impres Balai Selasa Dinagari Koto Nan IV Kecamatan Ranah Pesisir Kabupaten Pesisir Selatan. Padang:

STKIP

Moleong. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.

Mufriyeni, (2000). Skripsi: Prilaku Keluarga Dalam Menjaga Kebersihan

Lingkungan Pantai Di Kecamatan Padang Utara.

Kodya Padang.

Slamet, Sumirat, 2000. Kesehatan Lingkungan. Yogjakarta:

Gajah Mada University Press.

Siahaan. 2010. Hukum lingkungan dan Ekologi Pembangunn. Jakarta : PT Erlangga.

Sari, Fitria. (2013). Skripsi:

Pengelolaan Lingkungan Tempat Tinggal Pada Masyarakat Pantai Kelurahan Pasisie Nan Tigo

44

46

(8)

Kecamatan Koto Tangah kota Padang. Padang: STKIP Sugiyono. 2014. Metode Penelitian

Kuantitatif Kualitatif dan R&

D. Bandung : Alfabeta

Rosmalina, Erma.(2012). Pengetahuan Petugas Kebersihan dan Penerapan pada Pengelolaan sampah dan Air Limbah Rymah Tangga di Kota Tambilan Provinsi Riau.( Skripsi ). Padang : FIS UNP

Referensi

Dokumen terkait

การพัฒนากิจกรรมเสริมความรู้อาสาสมัครสาธารณสุขประจำหมู่บ้าน เพื่อการใช้ประโยชน์ภูมิปัญญาสมุนไพรพื้นบ้านในการดูแลสุขภาพ THE DEVELOPMENT ACTIVITY FOR KNOWLEDGE OF THE UTILITIES OF