PENDAHULUAN
Fokus Penelitian
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Sistematika Pembahasan
KAJIAN KEPUSTAKAAN
Kajian Teori
Orang berikutnya.” Maslow mengatakan: “akan menginginkan hubungan cinta dengan orang lain pada umumnya, terutama kebutuhan akan rasa memiliki terhadap kelompok, dan dia akan berusaha keras untuk mencapai tujuan tersebut. Maslow menemukan bahwa setiap orang mempunyai dua kategori kebutuhan akan penghargaan: yaitu, harga diri. harga diri dan penghargaan dari orang lain. Kebutuhan akan harga diri umumnya diabaikan oleh Sigmund Freud, namun sangat ditekankan oleh Alfred Adler.
Karena kebutuhan fisiologis yang paling jelas diantara kebutuhan manusia adalah kebutuhan untuk menunjang kehidupan fisik yaitu kebutuhan akan makanan, minuman, tempat tinggal, seks, tidur dan oksigen. Agama Islam yang diturunkan kepada Nabi/Rosul Muhammad SAW adalah ajarannya melengkapi atau menyempurnakan ajaran yang diajarkan oleh para nabi sebelumnya. Islam merupakan agama yang mengatur hubungan antara manusia dengan Tuhannya, manusia dengan manusia, dan manusia dengan lingkungan alam sekitarnya.
Karena agama Islam mengandung ajaran tentang tatanan kehidupan yang mencakup seluruh aspek kehidupan manusia, maka ajaran Islam mengandung pedoman dasar yang harus diikuti. Usman mengatakan: “Pendidikan agama Islam adalah segala upaya untuk membentuk atau membimbing/mengarahkan kehidupan rohani dan jasmani masyarakat menurut ajaran Islam.” 20. Al., mengatakan bahwa tujuan pendidikan agama Islam adalah membimbing anak agar menjadi muslim yang sejati, beriman yang teguh, beramal shaleh, dan berakhlak mulia serta bermanfaat bagi masyarakat, agama, dan negara.
Jika dilihat secara umum, materi pendidikan agama Islam sebenarnya adalah seluruh ajaran agama Islam, mulai dari konsep aqidah, keesaan Allah, ibadah, muamalah hingga akhlak, semuanya terkandung dalam Al. -Al-Qur'an dan hadis Nabi Muhammad SAW. Oleh karena itu, cakupan ajaran Islam sangat luas karena mencakup seluruh aspek kehidupan manusia. Secara umum ruang lingkup ajaran Islam mencakup enam rukun iman, yaitu beriman kepada Allah.
Masalah Hierarki Kebutuhan Abraham Maslow dalam Motivasi Belajar Pendidikan Agama Islam pada Anak Buruh Tani. Dan kemudian kebutuhan akan rasa aman, cinta, harga diri dan akhirnya aktualisasi diri.
METODE PENELITIAN
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Dari hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen, permasalahan kebutuhan fisiologis dalam memotivasi pengajaran pendidikan agama Islam di desa Sumuran Ajung Jember adalah kebutuhan fisiologis tidak dapat terpenuhi karena orang tua kurang memberikan perhatian kepada anaknya. Namun orang tua tidak menyadari apa yang dilakukan anaknya karena kurang kasih sayang. Dari hasil wawancara, observasi dan dokumentasi, permasalahan perlunya kasih sayang dan silaturahmi dalam memotivasi pengajaran pendidikan agama Islam pada anak buruh tani di desa Sumuran Ajung Jember adalah anak kurang kasih sayang sehingga membuat anak melakukan hal tersebut. tidak suka belajar dan tidak mau belajar disana karena anak menganggap orang tua tidak memperdulikan anak yang sibuk dengan pekerjaan.
Hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen menunjukkan bahwa penjelasan perlunya penghargaan dalam memotivasi pembelajaran pendidikan agama Islam di dusun Sumuran Ajung Jember adalah orang tua tidak mampu memberikan hadiah, karena anak meminta hadiah yang mahal pertanyaannya dan Gaji orang tua tidak mencukupi. . membelinya. Hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen menunjukkan bahwa permasalahan perlunya aktualisasi diri dalam motivasi belajar pendidikan agama Islam pada anak buruh tani di dusun Sumuran Ajung Jember adalah orang tua kurang memahami keinginan anak. , sehingga orang tua mengabaikan keinginan anak. karena kurangnya pendidikan orang tua. Berdasarkan pengamatan peneliti di Dusun Sumuran Ajung Jember dapat dikatakan bahwa orang tua tidak dapat memberikan atau mendorong anaknya untuk belajar karena orang tua terlalu sibuk bekerja.
Berdasarkan pengamatan peneliti di Dusun Sumuran Ajung Jember dapat dikatakan bahwa orang tua kurang begitu memperhatikan keselamatan anak. Belajar memang memerlukan kasih sayang orang tua, karena orang tua memegang peranan yang sangat penting dalam pembelajaran anak. Berdasarkan observasi peneliti di Dusun Sumuran Ajung Jember, orang tua kurang memperhatikan atau memberikan kasih sayang kepada anak.
Berdasarkan wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua kurang memperhatikan dalam memberikan kasih sayang kepada anaknya. Berdasarkan observasi peneliti di Dusun Sumuran Ajung Jember, orang tua kurang memahami aktualisasi diri. Berdasarkan wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua kurang memahami aktualisasi diri.
Orang tua hendaknya memperhatikan kebutuhan aktualisasi diri anak karena hal tersebut penting untuk kebutuhan anak. Berdasarkan observasi yang dilakukan peneliti, di Dusun Sumuran orang tua kurang mempunyai waktu untuk memperhatikan kehidupan anaknya. Berdasarkan wawancara dan observasi di atas dapat disimpulkan bahwa orang tua kurang memahami perkembangan anaknya.
Dari hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen, permasalahan kebutuhan fisiologis untuk memotivasi pendidikan agama Islam di Dusun Sumuran Ajung Jember adalah kebutuhan fisiologis tidak dapat terpuaskan karena ketidakhadiran orang tua. Dari hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen, permasalahan kebutuhan rasa aman untuk memotivasi pendidikan agama Islam di desa Sumuran Ajung Jember adalah tidak terpenuhinya kebutuhan rasa aman karena orang tua tidak dapat menjaga anaknya pada siang hari. Dari hasil wawancara, observasi dan dikonfirmasi dengan dokumen, permasalahan perlunya kasih sayang dan silaturahmi dalam motivasi pembelajaran pendidikan agama Islam pada anak buruh tani di dusun Sumuran Ajung Jember adalah anak kurang mempunyai rasa kasih sayang yang menjadikan anak tidak suka belajar dan tidak mau belajar karena anak merasa orang tua tidak memperdulikan anak yang sibuk dengan pekerjaan.
Tehnik Pengumpulan Data
Analisis Data
Menganalisis data dalam penelitian kualitatif berarti proses mensistematisasikan apa yang diteliti dan mengorganisasikan hasil wawancara seperti apa yang dilakukan dan dipahami, sehingga peneliti dapat menyajikan temuannya kepada orang lain.30 Di sini peneliti menggunakan analisis data yang dilakukan secara interaktif. Mereduksi data berarti merangkum, memilih hal-hal yang paling penting, memusatkan perhatian pada hal-hal yang penting, mencari tema dan pola, serta membuang hal-hal yang tidak perlu. Dengan cara ini data yang direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas dan memudahkan peneliti dalam mengumpulkan data tambahan dan mencarinya bila diperlukan.
Dalam penelitian kualitatif, data dapat disajikan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart, dan sejenisnya. Dalam hal ini Miles dan Huberman menyatakan bahwa “bentuk penyajian data yang paling umum untuk data penelitian kualitatif di masa lalu adalah teks naratif”. Cara penyajian data yang paling umum digunakan dalam penelitian kualitatif adalah teks naratif.
Kesimpulan yang diharapkan dari penelitian kualitatif adalah temuan-temuan baru yang belum ditemukan sebelumnya. Ada tiga hal pokok yang disebutkan, yaitu reduksi data, representasi data, dan inferensi/verifikasi sebagai sesuatu yang terjalin sebelum, saat, dan sesudah pengumpulan data dalam format paralel untuk membangun wawasan menyeluruh tersebut. Dalam hal ini, ketiga jenis aktivitas analitis dan aktivitas pengumpulan data itu sendiri merupakan proses yang bersiklus dan interaktif.
Keabsahan Data
Triangulasi sumber untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara memeriksa data yang diperoleh dari sumber yang berbeda.34 Sedangkan triangulasi teknis adalah penggunaan berbagai teknik pengungkapan data yang dilakukan terhadap sumber data.35. Maka setelah menganalisis data, peneliti kemudian menguji keabsahan dan kredibilitas data dengan menggunakan triangulasi sumber, yaitu dengan cara memeriksa dan membuktikan apakah data yang diperoleh dari lapangan sesuai dengan fakta yang ada atau tidak. Hal ini dilakukan dengan menggunakan berbagai sumber. , baik sumber data primer maupun sekunder. Selain itu, dalam penelitian ini peneliti juga menggunakan teknik triangulasi untuk menguji kredibilitas data yang diperoleh dari lapangan, yaitu dengan membandingkan data dengan sumber yang sama namun menggunakan teknik yang berbeda seperti teknik wawancara, observasi dan kemudian dokumentasi. .
Apabila ternyata diperoleh situasi atau data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap benar. Apabila ternyata diperoleh situasi atau data yang berbeda, peneliti akan melakukan diskusi lebih lanjut dengan sumber data lain untuk memastikan data tersebut dianggap benar.
Tahap-tahap Penelitian
Orang tua sibuk dengan pekerjaan dari pagi hingga malam, orang tua kurang memperhatikan apa yang dilakukan anaknya dalam keseharian. Ya, orang tua tidak bisa seharian penuh mengasuh anaknya karena sibuk dengan pekerjaan. Jika orang tua laki-laki mempunyai kesibukan dengan pekerjaan, maka sebagai seorang ibu dapat memberikan rasa aman bagi anaknya agar tetap fokus pada pendidikan agama Islam.
Bahkan, para orang tua beranggapan dengan tetap bekerja maka anaknya tidak akan kekurangan uang jajan, padahal anak juga membutuhkan perhatian dan kasih sayang.” 50. Betul nak, orang tuaku juga berpikir begitu, anak-anak banyak bermain dengan temannya daripada belajar mengaji di rumah. Aku bingung kenapa anak-anak seperti ini, tapi lama kelamaan aku paham kalau anakku kurang kasih sayang dan perhatian orang tuanya.
Warga tersebut sebagian besar belum bisa membaca dan menulis sehingga para orang tua kebingungan melihat buku sekolah anaknya. Terakhir, solusi terhadap perlunya aktualisasi diri adalah Anda harus terlebih dahulu memahami keinginan anak dan juga keinginan orang tua. Orang tua juga tidak boleh melarang apapun yang diinginkan anaknya dengan cara yang positif.
Dari observasi yang dilakukan, penelitian secara tidak langsung menunjukkan bahwa orang tua tidak mampu menerapkan teori perspektif Maslow. Namun sulit bagi keluarga yang kedua orang tuanya bekerja sebagai buruh tani karena orang tuanya pulang kerja dari pagi hingga sore hari. Dalam memotivasi pembelajaran, rasa aman sangat diperlukan; orang tua yang membimbingnya dalam belajar memastikan anak merasa nyaman dan ada perlindungan dari orang tua.
Anak sangat membutuhkan perlindungan orang tuanya karena hanya orang tua yang bisa membuat anak nyaman. Pujian orang tua sangat penting dalam terus memberikan motivasi agar anak tetap semangat atau terpacu untuk terus mau belajar. Pertumbuhan ini sangat diperhatikan oleh orang tua guna mengetahui perkembangan anaknya di rumah dan di sekolah.
Orang tua di lingkungan ini terlalu sibuk dengan pekerjaannya sebagai buruh tani sehingga lupa memperhatikan hal-hal kecil pada anaknya.