Sehubungan dengan selesainya penulisan tugas ini, penulis mengucapkan terima kasih kepada : ..selaku Rektor IAIN Jember yang telah menyediakan tempat dan ruang pribadi. Pak dr. H Abdullah, M.HI. selaku Dekan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan IAIN Jember yang memberikan izin kepada peneliti untuk melakukan penelitian di Fakultas Tarbiyah. Mislikhah M.Ag. selaku pembimbing yang memberikan bimbingan dan arahan dalam penulisan tugas ini.
Berdasarkan uraian tersebut maka fokus penelitian yang diteliti dalam skripsi ini adalah sebagai berikut: 1) Bagaimana proses penerapan terapi Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Wirolegi Jember. Tujuan penelitian ini adalah: 1) Untuk mendeskripsikan proses penerapan terapi Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar santri Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Wirolegi Jember. Terapi tidak hanya sebatas mengobati orang dengan gangguan jiwa, seperti yang sudah menjadi hal biasa.
Berdasarkan hal tersebut maka peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “IMPLEMENTASI TERAPI DZIKIR PADANG BULAN DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI DARUL HIKMAH KRANJINGAN WIROLEGI JEMBER islami Internatin”.
Fokus Penelitian
Motivasi belajar ialah satu keadaan yang berlaku dalam diri seseorang individu di mana terdapat dorongan untuk melakukan sesuatu untuk mencapai sesuatu matlamat.
Tujuan Penelitian
Untuk mendeskripsikan dampak positif penerapan terapi Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Wirolegi Jember.
Manfaat Penelitian
Definisi Istilah
Dzikir Padang Bulan merupakan dzikir yang dilakukan secara rutin setiap bulan pada tanggal 15 Hijriah dan dilakukan setelah shalat magrib. Dengan demikian, Dzikir dalam konteks ini membahas tentang upaya untuk selalu mengingat Tuhan agar selalu merasa dekat dengan Tuhan. Motivasi merupakan daya penggerak untuk melakukan sesuatu, baik yang berasal dari dalam diri sendiri maupun dari luar.
Perubahan pada diri seseorang dapat muncul dalam berbagai bentuk seperti perubahan pengetahuan, pemahaman, sikap dan perilaku, keterampilan dan kemampuan, daya reaksi, daya terima dan aspek-aspek lain yang ada pada diri individu. Dengan demikian, motivasi belajar adalah suatu keadaan yang ada pada diri seseorang dimana adanya dorongan untuk melakukan sesuatu guna mencapai suatu tujuan.
Sistematika Pembahasan
Bab Satu, berisi pendahuluan, latar belakang masalah, fokus penelitian, tujuan penelitian, manfaat penelitian, rangkuman manfaat teoritis dan praktis, definisi istilah dan sistematika pembahasan. Bab Kedua berisi tinjauan pustaka yang memuat penelitian-penelitian terdahulu dan kajian-kajian teoritis yang berkaitan dengan masalah penelitian yang ingin dipecahkan sesuai fokus penelitian dan tujuan penelitian. Bab Ketiga berisi tentang metode penelitian yang meliputi pendekatan dan jenis penelitian, lokasi penelitian, topik penelitian, sumber data, teknik pengumpulan data, analisis data, keabsahan data dan tahapan penelitian.
Bab empat berisi tentang penyajian dan analisis data, meliputi uraian objek penelitian, penyajian dan analisis data, serta pembahasan temuan.
Penelitian Terdahulu
Disertasi Marshonah jurusan Bimbingan dan Konseling Islam (BPI) Fakultas Dakwah UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta berjudul Proses. Terapi Islami pada Penyandang Gangguan Jiwa di Pondok Pesantren Inabah 13 Yogyakarta (Studi Kasus di 3 Pondok Pesantren Inabah 13). Subyek penelitiannya adalah dosen pembimbing dan tiga orang santri Pondok Inabah 13, sedangkan objek penelitiannya adalah proses terapi Islami bagi penderita gangguan jiwa.
Penelitian ini dilakukan oleh muslimah mahasiswa Jurusan Bimbingan dan Konseling Islami (BKI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta tahun 2014 dengan judul “Terapi Mandi. 10 Marshonah, Proses Terapi Islami untuk Penyandang Gangguan Jiwa di Pondok Pesantren Inabah 13 Yogyakarta (studi kasus 3 santri dari Inabah 13), Skripsi Fakultas Dakwah dan Komunikasi UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta 2009. Skripsi ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif, dengan dua orang pengasuh sebagai informan sekaligus terapis Pondok Pesantren Al-Qodir Cangkringan.
Subyek penelitian ini adalah dua orang klien yang sedang menjalani proses rehabilitasi pecandu narkoba di Pondok Al-Qodir.
Kajian Teori 1. Terapi
Perkembangan dunia pesantren tidak lepas dari tuntutan masyarakat akan pendidikan di pesantren yang baik dan berkualitas agar tercipta insan yang berilmu, beriman, dan akhlak yang tinggi. Kata pesantren berasal dari kata santri yang diberi awalan pe di depan dan akhiran an yang berarti tempat tinggal para santri.36 Oleh karena itu, pesantren adalah asrama tempat para santri tinggal. Menurut Wahid37, “Pesantren ibarat akademi militer atau vihara (vihara, vihara) dalam artian yang berada disana mengalami keadaan kesempurnaan.”
Perbedaan jenis-jenis pesantren di Pulau Jawa dapat dilihat dari segi ilmu yang diajarkan, jumlah santri, pola pengelolaan atau perkembangan teknologi. 38 Farid Hasyim, “Visi Pesantren dalam Pengembangan Sumber Daya Manusia: Studi Kasus pada Santri Pesantren Al-Hikam”, (Skripsi, Program Pascasarjana UMM, Malang, 1998), 39. Pesantren Tampil Jadi Model Pola III dan IV dapat mempersiapkan peserta didiknya untuk bersaing di era globalisasi.
Hal ini terkait dengan kenyataan, sejauh mana sebuah pondok pesantren masih mempertahankan sistem pembelajaran lama yang cenderung menggunakan pendekatan individual atau perseorangan. Berbagai tingkat konsistensi dengan sistem lama dan pengaruh sistem modern, secara umum hunian Islam dapat dikategorikan menjadi tiga bentuk, yaitu (a) Hunian Islam Salafiyah (b) Hunian Islam Khalafiyah, dan (c) Hunian Islam campuran/kombinasi . 44. 44 Kementerian Agama Republik Indonesia Direktur Jenderal Pembinaan dan Pengembangan Lembaga Keagamaan Islam, Pondok Pesantren dan Madrasah Diniyah (Jakarta.
Pendekatan dan Jenis Penelitian
Lokasi Penelitian
Subyek Penelitian
Peneliti menggunakan dua jenis sumber data yang meliputi data primer dan data sekunder guna mendapatkan data yang akurat sebagai respon terhadap fokus penelitian. Data primer yang dijadikan acuan peneliti adalah data yang berasal dari beberapa informan yang dianggap lebih mengetahui masalah yang diteliti. Data sekunder merupakan data pendukung yang dipilih peneliti seperti buku-buku yang berkaitan dengan konsep dzikir dan buku-buku yang berkaitan dengan terapi.
Teknik Pengumpulan Data
Dokumentasi
Analisis Data
Keabsahan Data
Peneliti pada tahap ini mencari dan mengumpulkan data-data yang diperlukan dalam penelitian dengan menggunakan teknik pengumpulan data yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan menggunakan reduksi data, yaitu pemilihan data yang diperoleh sesuai dengan kebutuhan penelitian. Kemudian show data yaitu menyajikan dengan jelas data yang dipilih dan sesuai dengan kebutuhan penelitian, sehingga mudah dipahami.
Langkah terakhir adalah menarik kesimpulan dengan memberikan kesimpulan berdasarkan hasil analisis data yang ada.
Gambaran Obyek Penelitian
Sejarah Pondok Pesantren Darul Hikmah
Visi dan Misi Pondok Pesantren Darul Hikmah a. Visi
Struktur Organisasi Pondok Pesantren Darul Hikmah STRUKTUR ORGANISASI
HAFIZA KHUMAIRO’
FATIMAH AZZARA
Penyajian Data dan Analisis
Namun seiring seringnya mereka mengikuti dzikir Padang Bulan, lambat laun mereka berubah dan mulai membaik baik dari segi ibadah maupun akhlaknya. Berikut ini tentang proses penerapan terapi Santri melalui Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Jember. Setelah mengikuti dzikir Padang bulan ini, saya mulai merasakan bahwa itu bukan hanya wajib, tapi juga sunnah.
Namun kebiasaan saya ini mulai hilang ketika saya berdiam di Darul Hikmah dan mengikuti dzikir bulan gurun. Dengan ini saya putuskan untuk mendaftarkan Muzayyanah di Pondok Pesantren Darul Hikmah, dengan harapan agar kegiatan Muzayyanah lebih terkontrol, karena pondok pesantren ini mempunyai ciri melaksanakan pembelajaran sehari-hari dan kegiatan dzikir bulan gurun. Wawancara di atas memperjelas bahwa dzikir Padang Bulan di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Jember rutin dilakukan setiap tanggal 15 bulan Hijriyah dan setelah shalat Isya.
Pengaruh positif penerapan terapi Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Jember. Setiap tanggal 15 bulan Hijriyah Pondok rutin melaksanakan Dzikir Padang Bulan setelah menunaikan shalat Isya. Berikut pengaruh positif terapi Santri melalui Padang Bulan Dzikra dalam meningkatkan motivasi belajar di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Jember.
Karena kejadian ini saya menitipkan anak saya di Darul Hikmah, pondok ini mempunyai kebiasaan mengaji gurun bulan, kadang saya ikut kegiatan ini. Sejak mengikuti dzikir Padang Bulan, saya mulai berubah dan menyadari bahwa selain beribadah, saya juga membutuhkan orang lain. Setelah beberapa waktu mengikuti dzikir Padang Bulan, saya mulai menyadari bahwa apa yang saya lakukan sebelumnya adalah salah.
Wawancara di atas memperjelas bahwa dampak positif dzikir Padang Bulan memberikan dampak yang besar terhadap motivasi belajar siswa. Sebab siswa yang umumnya mempunyai kebiasaan buruk mulai berubah setelah mengikuti kegiatan dzikir Padang Bulan.
Pembahasan Temuan
Karena pada dasarnya latar belakang keluarga dan pendidikan mereka berbeda-beda sehingga terkadang mereka sulit beradaptasi dengan kegiatan yang dilakukan pondok pesantren. Pada umumnya, ketika siswa berada di rumah, siswa terbiasa dengan aktivitas yang sedikit, sehingga ketika diminta untuk mengikuti semua aktivitas yang dilakukan asrama, hal tersebut sulit dilakukan. Karena kendala seperti ini, orang tua pada akhirnya tidak bisa maksimal dalam mengontrol aktivitas keagamaan anaknya.
Sebaliknya jika pengawasan orang tua bisa optimal maka kegiatan ibadah anak bisa dipastikan terlaksana secara rutin. Karena Dzikir merupakan ibadah dalam Islam dan landasan naqliyahnya. Orang tua sangat terbatas dalam mengontrol anaknya mengenai dzikir, karena dzikir ini berkaitan dengan shalat.
Kesimpulan
Saran-saran
SKRIPSI
INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER FAKULTAS TARBIYAH DAN ILMU KEGURUAN
NOVEMBER 2017
Matrik Penelitian 2. Pedoman Penelitian
Jurnal Kegiatan Penelitian 6. Surat Keterangan Penelitian
IBADAH
Larangan
Santri dilarang bergaul secara bebas, melakukan kontak dengan lawan jenis melalui surat menyurat, telepon, Facebook atau bentuk komunikasi lainnya, serta mengirimkan barang atau perbuatan serupa yang tidak diperbolehkan oleh pihak pondok pesantren. Santri dilarang membuat album kenangan dan sejenisnya, serta pakaian seragam putra dan putri tanpa izin pengurus pondok pesantren. Iqob: disita dan tidak dapat ditebus. Mahasiswa dilarang mengadakan rapat baik laki-laki maupun perempuan, seperti rapat pengurus, rapat komite dan sejenisnya, tanpa pengawasan/izin.
Santri dilarang membawa/menggunakan telepon seluler, radio/walkman, tape recorder, televisi, laptop, flashdisk/MP3/MP4/MP5/iPod, jam tangan game, PS dan barang-barang elektronik atau permainan non-Islam lainnya di lingkungan pesantren. Pada saat pulang liburan, mahasiswa dijemput oleh orang tua/wali/diikuti konsulat liburan yang telah ditunjuk pihak asrama. Setiap siswa yang mengumpulkan 50 poin akan dipanggil wali siswa dan siswa tersebut akan diberikan SP 1.
Bagi siswa yang berhasil mengumpulkan poin 100, akan dipanggil wali siswa dan diberikan PS II serta skorsing selama satu minggu. Bagi siswa yang berhasil mengumpulkan poin 150, akan dipanggil wali siswa dan diberikan PS III serta skorsing selama dua minggu. Setiap siswa yang berhasil mengumpulkan poin 200 akan dipanggil wali siswanya dan siswa tersebut akan diberikan SP IV dan dikembalikan kepada walinya.
Bagaimana proses penerapan terapi Dzikir Padang Bulan dalam meningkatkan motivasi belajar santri di Pondok Pesantren Darul Hikmah Kranjingan Wirolegi Jember.