• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dil.AU MENDORONG KEHANPIRIAN BANG'A tohorto

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Dil.AU MENDORONG KEHANPIRIAN BANG'A tohorto"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

PERAN PENGEMBANGAN TEHNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI

Dil.AU MENDORONG KEHANPIRIAN BANG'A

Audltorlum Osdung Utqmo Unlverrltnr Turumunogorq

25 HOUEMBER 2OO9

Dlrelenggsruhun oleh I Fqhultqr Tehnlh

tlniuerrittrr Torumsru goftl

tohorto

(2)

PANITIA PELAKSANA

Pcliudun*

Dr. Ir. Darnng Priatmodjo' M'Arch' Dekan Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara

PeirargangJt*ah Dr.Ir.Naji4MT'

Pernbantu Dokan I Fakultas Teknik Universitas Tarumanagara Komlte Ilmiah

Dr. Naniek WidaY*i

Prof, Ir. Chaidk A. Makarim, MSCE' Ph'D Agustinus Purna lrawan, ST" MT'

Dr.Ir. T. YuriM. Z', M'Eng'Sc Ir. Hadian S. U', MSEE' Ir. Parino Rahardjo, MM'

Kctu* Pclaksrna Wilson Kosasih, ST" MT'

Sekretrrirt

Euis Susanty, SH' Regrna SuryadjaYa, ST'

Beldahara Sutardi, B.Sc' Seksi Makelah Ir. Bambang Prabudiantoro, MT'

Ir. Henny Wiyanto, MT' Didi WidYaUtama ST'

Ahmad, ST',MT' Suraidi" ST., MT' Ir. B. kwan WiPranata' MT'

SugiYanto

$eksi Acara

Lithrone laricha Salomon, ST', MT' Sc}si Xonsumsi

Euis Susanty, SH' EllY Kusumaningsih, SE' Seksl Publikrsi & SPonsor

I WaYan Sukania' ST" MT' MeYriana Kesuma ST', MT'

Ir. B. Irwan WiPranata, MT' ScksiDokumcaasi

Madswan Seksi Pcrlenglr*Pan Amir SYarifi'rddin, Wagiarto,

Sumarrno, Yadi

(3)

Kajian Model Kuantifikasi dalam Manajemen Risiko Pekerjaan bored pile untuk Estirnasi Biaya dan Durasi

Gregorius S. Sandjaja, Basuki

Anondho

l

Studi Pembangunata Rumah Permanen yang Mengacu pada Konsep Rumah Tahan Gempa di Kabupaten Bengkulu Utara

Khairul Amri

Korelasi Penentuan Daya Dukung Tiang cara Empirik (cPT) dengan Pile Driven Analysis (PDA) di Kota Pekanbaru

Soewigqio Agus Nugroho

TEKNIK MESIN

Pengaruh Penggunaan Campuran Minyak Tanah dengan Solar (Irek) terhadap Unjuk Kerja MotorDiesel 4-Langkah

Ahmad Syuhri,

Hari

Arbiantara, Muhamad Rizal

Perbandingan Hasil Analisis TermodinamikaPLTN Tipe PWR 1000 Mwe dengan dan Tanpa Memperhitungkan Pompa Primer

Suroso

Pengaruh Aliran Dua Fasa Gas-Cair terhadap Getaran pada Pengecilan Penampang Pipa Horizontal

Muhamrnsd Irsyad

Sintesis dan Karakterisasi Serbuk Nanokomposit Hidroksiapatit-Zirkonia melalui Teknik Kopresipitasi untuk Aplikasi Filler Tambal Gigi

Bambang Sunendar

P.,

Nur

Indria

Lisdiani

Pemanfaatan Red Mud Sebagai Ceramic Coating pada Baja untuk Modifikasi Permukaan

Bambang SunendarP., Silmy Mawaliya Muslim, Agus Wahyudi

Disain dan Fabrikasi Sensor pH Menggunakan elektroda Referensi Ag/AgCl dan Elektroda Indikator Antimoni (Sb) dibuat dengan Metode Screen tension dan deflection Teknologi Thick Fikn

Aminuddin DebataraJa

Pengembangan Kursi Orang Cacat Kaki dengan Metoda Quality Function Deployment

Zuliantoni

Studi Fengaruh Perlakuan Annealing Terhadap Laju Korosi pada Baja SCM 440 di Lingkungan HCI Dengan Penambahan Inhibitor Mercaptobenzothiazole Hendri Hestiawan

il-155

rI-167

fi-177

ilI-l

m-l1

III-

18

tIT-27

III.39

III.5 1

fir-62

III-69

xxl

(4)

FAKULTAS

'EKM(

r**mt?mrxfiffiffi.fiH'ffiTf#l

PENGEMBANGAN KURSI ORAFIG CACAT KAKI

DENGAN METOI'A SUALTTY FUNCYION DEPLOYMENT

Zulientoni

Teknik Mesin - Fakultas Teknik'Universitas Bengkulu Kampus I.INIB, Jl. Raya Kandang Limun' Bengkulu

Email: [email protected]"id

Ahstract

Kebutuhan customelmen:pakan faktor yang tidak bisa ditinggalkan dalarn meagernbangkan suatu produk karefta bagainoanapunjuga, produk yang sudah dibuat selanjutnya akan dijual ke pasar.

eFD

rnerapafa" metoai atau alst bantu dalam melal$kan perancangan- dan pengemUs;gan

pnoatif ymg

terstruktur,

dimara tim

pengernbang

produk

dalat m"rigiaentiEka"ikrn teinginan

dan

kebutrhan

custoiler &ngan j"Et,

kemudian morlevaluasi masing<naJing kemampran produk ateu komampuan pelayanan yang ditawatkan

,""ata iittotatis

guna memenuhi kebutuhan cwtamer' Produk

ITg

dikemuangkan adalah kursi orangiscat kaki sehinggn dapat Temlantu si pemakai agar bisa menulis atau makan di atasnya.legangan maksimurn terjadi pada sisi meja yang diengsel sebesar 0.267

x

10? N/m2,

ir*

aiUu*ah tegangan

*uksi*om (r

u)

=

1.3

x

10e Nimz

schingga dryat dikatakan, rancangan tsrsebut aman, tegangan-minimum dan lendutan

.*imim

t"tiroi di ujung bebas meja sebesar 165.303 N/m'/ dan 0.112E mm

T. PONDAHULUAN

Ll Latar

Belakang

Desain

proJuk

hal yang sangat penting dalam bidang manufaktur. Desain produk yang bai1r akan dapat meningkatkan produktivitas, Hasil suatu desain produk yang Laik harus merupakan proCut< yaflg dapet memenuhi aspek kualitas produk. Permasalahan yang selama

ini

munoul diantaranya adalah

; l\Design

cos, yang tinggi,. hampir. 70^o/: d^ri

biayl

proAuksi, Z).Teamwork antara Designer da* Manufocturer kurang harmonis. Diantara meiet<a masih terdapat gap ataupemisah, 3).Metode desain yang masih konvensional, tetapi pada bagian Mam4facture sudah memiliki peralatan yang canggih dan bsrteknologi tinggi dan Lelum

iremiliki

sumber daya manusia yang qualtfied.

Untuk itu,

setiap industri dalam memncang dan mengembangkarr produk yang baik, akan melaktrkan langkah yang berbeda- beda tergantung dari jenis industri tersebut. Sebelum pro&rct destgn dimulai, kebutuhan urtuk produk telsebut trrus ditetapkan lebih dulu. Sumber yang dapat digunakan mtuk hal tersebut adalah pa.ur,

y*g

merupakan kebutuhan cwtom$ dan pe,trgembangan teknologi baru. Kebufuhan custofier ineropit un faktor yang tidak bisa ditinggalkan dalam mengembangkan suatu produk.

- Karena bagaimanapun juga,pro&ft yang sudah dibuat, selaqiutrrya akan dijual ke pasar. Guna mendapatkan informasi ientang kebutuhan customer dapat dilalnrkan; l).Tanya jawab langsung kepada custotner, Z).Menyebarkan kuisioner kapada cwtomer,3).Mempelajari dan rnengembangkan produk yurg sudah adia.

I.2 Tujurn

Tujuan dari penyusunail makalah ini adatah; l).Munbuat rancangan kulitas dari suatu produk berdasarkan atas permintaan kualitas dan custorner atau pasar, 2).Menerapkan QFD kedalarn proses perancargan dan pengemhangan pmduk, 3).Mengetahui perm QFD dalam proses perancangan dan pengembangan produk, 4).Mempelajari proses perancangan

P-duk

yang melibafkan customer,

i.t

ingga trast aari proses perancangan tersebut benar-benar menjawab kebutuhan cust()mer.

U. PENDEKATAN PEMECAHAN

MASALAH

ILI

Nama Produk danCastolar,r

?EBAN PENOE}VtsANGAN TEXNOLOGI DI PERGURUAN TINOGI DALAM MENDORONG KEMAI.IDIRIAN BANGSA

III.62

(5)

FAKULTA'

TEKNIK,**m-?m^Xffiffi1. ??*BHffi'S'H;

Nama produk yang dipilih untuk dikembangkan adalah ,,Kutsi orang cacat kaki berfasilitas meja..,Fungsinya adalair; t). Sebagai alat bantu bagi orang s$ityanq tidak bisa berjalan, 2). Sebagai utai Uuntulagi orang cacat kaki, 3). Fasilitas meja untuk allifitas lainnyq seperti makan, miium, menulis, membaca dan lainnya.

Adapurr Cusromeryang dipilih dan dilibatkan dalam proses perancangan dan pengembangan produk, harus disesuaifran derrgan jenis prsduk yang ditembangkan. Adapun customer yang dilibatkaa dalam

prngiri*

toirioner "{ursi orang cacat kaki" ini adalah; Panti Jompo, dan Panti Asuhan di Bengkulu sebanyak 20 orang

II3.

Quality Funtion DePloYment

Metodi

eFb Qwtiry

function Deployment). QFD merupakan metode yang digunakan untuk mendapa&an p'&mini"un atau keinginan pasar/customer yang sebenarnya dan mendefinisikan keinginan custimer (customer's desiris) dalarn suara customer,memprioritaskan keinginan-keinginan tersJbut, dan selanjutnya menterjemahkan ke dalam persyaratan teknik (engineering requirements) berupa spesifikasi yang kuantitatif, dan menetapkan tujuan-tujgan_ quna mendapa&an persyaratan'

pe

i,*rt"n

tersebui. (Froduct Design, Atto

&

lYood, 2001).Iadi QFD merupakan metode atau alat

Lantg, guna melakukan perancangan

dan

pengerrbangan produk yffirg terstruktur, yang

*"11*g[irk* tim

pengembang produk dapat mengidertifikasikan keinginan dan kebutuhan

"*to*i,

dengan jelas, kemudian mengevaluasi masing-masing kemampuan produk atau kemampuan pelayanan yang ditawarkan secara sistematis guna memenuhi kebutuhan customer.

III.

METODE PENGAMBILAFI DATA

Guna melibatkan cu.stomer dalam proses perancangAn dan pengembangan produk, dipeilukan suatu proses pencarian data tentang hal yang menjadi kebutuhan pasar. Kebutuhan pasar tersebut dapat digali aari teinginan dan kebutuhafl custoilEr. Untuk dapat memperoleh informasi tentang keinginan dan kebutuhan customer. diperlukan suatu metoda umum dilakukan, yaitu;l)'Wawancara langiung dengan customer,2).Kuisioner. Mengingat waktu yang tersedia sangat singkat, pencarian informaii tentang keinginan dan kebUuhan customer dilakukan dengan metode kuision€r.

III.1.

Requirement Of Pmduct

Keinginan konsumen adalah faktor ymg tidak bias ditinggalkan

dalom

mengembangkan suatu produk. Namun dalam mengembangkan produk, biasanya seorang desainer akan mernbuat daftar kebutuhan/permintaan akan produk (kualitas, waktu delivery dan biaya produk), Pada

list of

requirement

ini,

selain kebutuhan

dari

konsumen juga dijelaskan bagaimana hubungan kerjasama antara pihak desainer dan pihak martufaktur agar didapatkan sistern

kerja yang timbal balik..

Pada pengembangan

produk ini

yang

dikembangkan adalah me.ianya

III.2

Pengembangen KonseP

Pada tahap

ini

akan dibuat beberapa konsep atau sketsa

dari

produk/komponen berdasarkan

list

of requirement yang telah ditetapkan sebelumnya. Semakin banyak konsep yang dapat dibuat, semakin bagus, karena desainer semakin banyak pilihan konsepnya'

ko*ep.tonsep

produk ini tidak diberikan ukuran secara detail, melainkan hanya bentuk dan

PE,RAN PENGEMBANGAN TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI DAI-AM MENDORONG KEMANDIRIAN BANGSA

Gambar 1. Kursi Roda

III.63

(6)

IEMU ILMIAHNASIONAL DOSEN TEKNTK VIII FAKULTAS TEKNIK LNMRSITAS TARUMANAGARA" 25 NOVEI/{BER 2009

dimensi dasar produk. Tujuan dari pengembangan konsep suatu produk adalah untuk melihat lebih jauh apataU produk yang akan dibuat sudah mempnuhi kebutuhan konsumen. Dalam pengernbangan konsep

ini

akan ditawarkan

3

konsep

meja

dalam bentuk sketsa dan prn3eta"u, sederhana. Konsep

*

konsep meja yang ditawarkan seperti gambar berikut:

l

Ukuran meja 30 x 20 (mm)

2.

Batang ulir tumpuan meja bisa turun naik.

"*"tP

{

I

b. Konsep 2

.#

I

III.3

Pemilihan Konsep

bisaturun naik

3.

Meja bisa dilipat ke dalam pada saat tidak digunakan.

4.

Pengoperasiannya sederhana

Selgksi konsep adalah suatu prusv; tcrabr JarrB irrt.rr urtrrrgtr.tbulau ;Euu.m (utlDE terbai dimana tahapan-tahapan aktivitas pengembangan produk akan dilakukan. $eleksi konsep

ini

dapat dibagi menjadi dua langkah

yaitu;

l)"Penyaringan konsep, 2).Penilaian konsep

l).

Penyarlngan konsep

Pada langkah perryaringan konsep

ini

ada 6 tahapan yang

prlu, yaitq

l).Porsiapan

matrik

seleksi, 2).Mengurutkan konsep, pada tahapan

ini kiteria selelsi

konsep akan dibandingkan untuk suatu konsep dengan konsep referensi, dengan penilaian (+) untuk yang Iebih baik dari pada, (o) untuk yang sama dengan, dan (-) untuk yang lebih jelek dari pada, 3).Perangkingan konsep (Rank the concept), dari penjumlahan rate concept

(umlah

dari kriteria), maka dapat ditentukan rangking

dari

selunrh konsep, 4).Combine and Imrove Concept, hal

ini

dilakukan

jika

nilai akhir dari beberapa konsep sama besar, 5).Select one concept or more concept, di sini ditetapkan satu atau lebih konsep, tapi tikak melebihi jumlah konsep awal, 6).Reflect on the result and the process.

).

t.

1

J.

1.

)

PERAN PENGEMBANGAN TEKNOLOCI DI PMGURUAN TINGGI DALAM MENDORONG KNMANDIRIAN BANGSA

Meja bisa dilipat pada saat tidak digunakan.

Ukuran meja 30 x 20 (mm)

Batang ulir tumpuan meja tetap sedangkan mejanya bisa turun naik.

Meja titak bisa dilipat tapi bisa diputar ke samping pada saat tidak digunakan.

Ukuran meja 20

x

15 (mm)

Batang ulir tumpuan meja beserta mejanya tidak c. Konsep 3

trI-64

(7)

TEMJ IL}'iAI{ NASIONAL DOSEN TEKNIK VIII FAKI.]LTAS IEKNIK UNIVERSITAS TARUMANAGARA, 25 NOVEMBER 20@

Tabel 1

Mauk

Penyaringan Korrsep

Kriteria

seleksi Konsep

I

2 3

Fturga kursi roda Rp 1.500.000

-

2.000.000 0 0 0

Meja kursih roda b'rewama cerah + + +

Benn* meja segi empat + + +

Kursi roda bisa dioperasikan sendiri

fui

dengan bantuan

orang lain

0 0 0

Posisi meja saat digunakan berada di sebelah kanan 0 0 0

Berat kursi rcda sedang (8

*

l3 ke) 0 0 +

Bahan meja ringan + + +

Mqia fleksibel +

Pengoperasian meja saat hendak digunakan sederhana + + T

Meja tidak mengganggu peryoperasian kursi roda + +

Posisi m{a saat digunakan eronomis + + +

Jumlah + Jumlah 0 Jumlah'

7 4 0

5 4

,)

7 J

1

Net score Raugking Continfu ?

7

1

yes

3 J no

6 7 yes

71,

Penilaian Konsep

Seperti halnya dengan penyaringan konsep, maka sekarang akan diadakan penilaian 2 konsep untuk mendapatkan konsep rnana yang akan dibuat,

Dari matrik ponilaian konsep dapat dilihat bahwa konsep yang sesuai dengan

kiteria

untuk dibuat adalah konsep 1,

yaitu

Ukuran meja 30 x 20 (mm). Sehingga kursi roda bermeja yang akan dibuat sesuai dengan perminhao konsumen adalah sebagai berikut:

PERAN FENGEMBANGAN TEKNOLOGI DI PERG{TRUAN TINGGI

DALAM MENMRONG KEMANDIRIAN BANGM III.65

(8)

:

PERAN PR\IGEMBANGAN TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINCCI DALAM TdENDORONC KEMANDIRIAN BANGSA

TEMU II-MIAH NASIONAL DOSEN TEKNIK IY,III FAKT'LTAS TEKNIK UNIVERSTTAS TARUMANAGARA" 25 NOVEMBER 2OO9

Gambar 2 Konsep kursl yang sesuai

kriteria III.4.

Analisis

Meja terbuat dari komposit jenis exp^oxy +70 vto s-glass b, dengan propertis sebagai berikut;Moriulus elastisitas (E) = 60-7

x

toe N/rnz, Tegangan maksimum

(o

u)

=

1'3

x i0-

N#;#; iuri" l,

):0.2,.Densitas expoxy

=

iZodr.dn"3, Densitas gelas

=

1500 kg/m3, Komposit terbuat dari 30 ^% expoxy dan 70 o/o gelas, sehingga-densitas komposit tersebut aaaUn GO % xt200 kg/m') +QA % x1500

k9*1 :

1410

kd-',

Ukuran meja : panjang

x

lebar

x

tebal

=

30

cmx

20 cm

x

0.5 cm, Meja tersebut direncanakan m€nampung beban maksimum3 kg, volume meja

=panjangxlebarxtebal=

30

cmx20cmx0.5

cm =0.4375

*

iO,

*,,

tUasJa

me.la = t4t0 tg/*' *0-nlS x

I03 m3= 0.616

kg

Berat

meja

= 0.616

Ie . q.ii 1r/irf

= i.oo N, Berat

beban

= 3 kB x 9.82 mldef

=

29.46 N, Berat

total

= 35.52

N

Tabei 2 Matrik laian Kriteria seleksi Weight(%)

Konsop

I 3

rrtius scorc ratins score

Harga t".ri ioda Rp i.500.000

-

2.000'000 15 J 45 J 45

Me.ia kursih roda brewama cerah 8 4 )L 4 32

Bentuk meia segi emPat 12 4 48 4 48

fursi roOa Uisa dioperaskan sendiri dar dengan bantuan nrans lain

1.' J 66 J 66

P*trl *.J";""1 digunakan berada di sebelah kanan 24 4 96 4 96

T6ff*l

roda se0ang (s -. 13 kg)

i0

5 30 J 30

Bahan meja ringan 16 4 64 4 64

Meja fleksibel

l8

5 90

)

54

PenC"pe.r$tm meja saat hendak

dieql{*

ryqgha1l 24 4 96 4 96 Vt"ja tiO.t m"ngganggu pengoperasiT krrrslgga 24 3 72 J 72

Posisi meja saat digunakan eronoulis 24 J 72 3 72

Total 711 675

Ranskins I "'

Continyu

,l yes no

IIl-66

(9)

{

FAKULTA'TEKMKUMvEffITs'iIffirItl3I#,f

iH,ffi$ff;

Gombar 3 Pembebanan Pada meia

Gambar 3 memperlihatkan meja diberi beban pada permukaau atasnya sebesar 35.52 N, sementara salah satu sisinya diengsel'

Gamber 4 Rcspon meja

Gambar diatas memperlihatkan respon mEja tersebut setelah diberi beban, dimana didapatkan; a).tegangan maksimum terjadi pada sis*i rneja yang diengsel sebesar 0.267

x

I07

N/m) Jauh Oi bawah Tegangan maksimum (

o

u)

:

I .3

x l0'

N/m' sehingga dapat dikarakan, rancangan meja tersebut arn&n, b).tegangan minimum teriadi ujung bebas

meja

sebesar

165.303 N/m2, c).Lendutan masimum terjadi di ujung bebas meja sebesar O.tr 128 mm

IV.

Proees

Manufaktur

IV.l

Proses

Manufaktur

l).Komposit dengan tebal 0.5 cm dipotong dengan menggunakan mesin potong atau gergaji dengan ukuran 30 cm x2A cm,2)" Pelat komposit yang sudah dipotong sesuai dengan pro?it, kemudian dihaluskan dengan ampelas terutema pada bagian bekas potongan untuk mengurangi faktor konsentrasi tegangan-

IV.2 Ranenngan Penyangga Meja

Dari

hasil amlisia meja t€rlihat bahwa pada bagian seperempat sampai sepertiga panjang meja terjadi konsetrasi tegangsn yang cukup tinggi oleh karena itu pada bagian

ini

perlu dipasang penyangga yang juge terbu*t dari komposit komposit jenis cxpoxy *7O v/o s- glnss b, dengan

prop"ii,

rlUugui 6erikuj; Modulus elastisitas

(g) =

- OO"Z

* I O' Nl#,

tug*S"n

rnlaksimum

(a

u)

= t.l x

10e

N/#,

Poisson ratio

(o ) -

0.2, Densitas expoxy =

1200 kg/rnr, Densitas gelas

=

i500 kgim3, Komposit terbuat dari 30 96 expoxy dan 70 a/a getas, sihing-ga densit#komposit tersJbut adatatri:o o/o x1200 kglm') +(70;/o xisoo

kd-)

= 1410 kg/m', Ukuranpenyanggameja:

panjangxlebarxtebal=

20cm

x l0cmx4

cm.

:I.ri:,:ir.[:(r'.'t 5:!rT rn't,:

E"'

il .'.1:.1 .1

r "-::l r -.i'1-..:

ll-i:.:::"

I :..-.::

!E :_,i*;-' r{

PERAN PENGEMBANCAN TEKNOLOGI DI PERGURUAN TINGGI DAI-AM MENDORONG KEMANDIRIAN BANGSA

IIi-67

(10)

FAKULTA S TEKN* rnuvrffi

faus?ffirmffiI#. fffi,ffi [H;ti

Gambar 5 Pernbebanan pada penyangga meja

I

Gambar diatas memperlihatkan penyangga meja diberi beban pada permukaan atasnya sebesar 35,52 N, sementara salah satu sisinya diklsm.

Gambar 6 Respon penyangga meja

gambar diatas memperlihatkan respon penyangga meja tersebut setelah diberi beban, dimana didapatkan; a).Tegangan maksimum terjadi pada sisi meja yang diengsel sebesar 45.203

x

103 N/m'Jauh di bawah Tegangan maksimum

(o

u)

=

1.3

x

lOe Nlm2 sehingga dapat dikatakan, rancangan meja telsebut^aman, b).Tegangan minimum terjadi ujung bebas perryangga meja sebesar 0.?28

x

103 N/m2 c).Lendutan maskimum ter.iadi puau pirryaoggu

r".lu

ulUerau O.tOS

x

10-3 mm.

V. KESIMPULAN

1)

Konsep meja yang sesuai dengan kiteria untuk dibuat adalah konsep

l, yaitu

Ukuran meja 30 mm x 20 mm, dengan batang ulir tumpuan meja bisa naik turun

2)

Tegangan maksimum terjadi pada sisi meja yang diengsel sebesar A.267

x

107 N/mz Jauh

di

bawah Tegangan maksimum

(d u) =

1.3

x

109 N/m2 sehingga rancangan meja tersebut aman.

3)

Tegangan minimum terjadi ujung bebas penyangga meja sebesar 0.228

x

103 Nim2

4)

Lendutan maskimum terjadi pada penyangga meja sebesar 0.105

x

r0-3 mm.

DAFTAR PUSTAKA

l.

Faizin, akhmad, (2005)" Perancangan dan pengembangan produk

kunci pintu

dengan aplikasi Quality Functlon Deployment (QFD\,Teknik Mesin-ITs. surabaya-

2.

Gargione liuz Antonio, (1999). Using quatity funetion develoymcnt (QFD) in the design phwe

of an qafimenl

construction pmject, prceeding LGLC-7,26-28

Juli

1999, wrivirsity

of

California, Berkeley CA, USA.

3.

Pawitra, theresia A, dankey C. Tan, (2001), Integmting setqual and kano's model into

eFDfor

s evlce excellence develop me nl, http//www. emerald-library.com/ft

4. Mini, M.

susanto,

YA.

dan Pradityana,

A,

(2002), perancangan dan pengembangan produk kursi roda berfasilitas meja dengan aplikasi Quality Function Deploymint

(eFb),

Teknik Mesin-ITS. Surabava.

irg -'-: :-

I:.r- I:f:rl I":

-

ti'

PERAN PENGE}\{BANGAN TEKNOLOGI DI PERG.LtsUAN TINC,GI

DAIAM MENMRONG KEMANDIRTAN BANGSA III.68

Referensi

Dokumen terkait