PENDAHULUAN
Latar Belakang
Pendidikan anak usia dini sendiri pada hakikatnya adalah pendidikan yang diselenggarakan dengan tujuan untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara menyeluruh atau menekankan pada perkembangan seluruh aspek. Menurut definisi tersebut, anak usia dini merupakan sekelompok manusia yang sedang dalam proses pertumbuhan dan perkembangan. Anak pada usia dini merupakan individu yang unik dan mempunyai ciri khas tersendiri tergantung pada tahapan usianya.
Menurut undang-undang ini, anak usia dini adalah rentang usia sejak lahir sampai usia taman kanak-kanak (Suryana, 2013:29).
Masalah Penelitian
Berdasarkan permasalahan yang terjadi di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kabupaten Gowa maka peneliti tertarik mengangkat permasalahan tersebut untuk penelitian dengan mengambil judul “Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak Melalui Media Kartu Bergambar Pada Anak Kelompok B Anak Aisyiyah Bustanul Athfal TK III Paranga Kabupaten Gowa.” . Berdasarkan latar belakang di atas maka dapat dirumuskan masalah penelitian yaitu “Bagaimana meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak melalui media kartu bergambar pada anak kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kabupaten Gowa.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
Keuntungan penelitian ini bagi anak adalah anak memperoleh pengalaman langsung terhadap peningkatan aspek keterampilan berbicara anak. Selain itu, penelitian ini juga dapat bermanfaat dalam memberikan keterampilan anak dalam berbicara, bercerita dan juga berkomunikasi dengan teman sebaya dan orang lain. Manfaat penelitian ini bagi guru adalah sebagai acuan dalam meningkatkan pengetahuan untuk mengelola pembelajaran yang lebih aktif, inovatif, kreatif, efektif dan menyenangkan dengan berbagai media pembelajaran yang dapat digunakan untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Manfaat penelitian ini bagi peneliti adalah sebagai sarana untuk mengembangkan kemampuan penelitian dan memperbaharui teori-teori yang diperoleh di perguruan tinggi dengan kenyataan yang ada di dunia pendidikan.
KAJIAN PUSTAKA
Kajian Teori
Sementara itu, peneliti akan fokus menggunakan media kartu bergambar untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak. Pada penelitian ini tindakan yang dilakukan adalah meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak melalui media kartu bergambar. Lembar observasi ini digunakan untuk mengetahui kemampuan berbahasa ekspresif siswa melalui penggunaan media kartu bergambar.
Kegiatan penerapan media kartu bergambar diharapkan dapat meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak kelompok B di TK ABA III Paranga Kabupaten Gowa. Hasil observasi keterampilan berbahasa ekspresif anak pada siklus II disajikan pada tabel berikut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa ekspresif anak kelompok B di TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kabupaten Gowa dapat ditingkatkan melalui penerapan media kartu bergambar.
Penelitian Yang Relevan
Kerangka Pikir
Peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif anak terlihat ketika anak mampu berinteraksi atau berkomunikasi dengan teman sebaya dan guru, anak mampu memahami aturan-aturan sederhana, anak mampu menceritakan kembali apa yang diketahuinya, anak mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan sederhana. dan anak itu tampaknya aman. Perencanaan pembelajaran baik berupa materi pembelajaran, sumber belajar, dan kegiatan pembelajaran yang dilakukan oleh guru akan membawa manfaat bagi siswa, apabila guru mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan karakteristik anak dan indikator perkembangan yang ingin dicapai. Langkah-langkah yang dilakukan guru untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak antara lain: guru menyampaikan tujuan dan topik dengan jelas, guru mengatur tempat duduk, guru melakukan kegiatan pembukaan, memimpin dan penutup, guru menciptakan suasana yang menyenangkan, kekeluargaan dan bahagia, guru melakukan mampu mengembangkan keterampilan belajar menjadi lebih baik dan kreatif.
Hipotesis Tindakan
METODE PENELITIAN
Jenis Penelitian
Lokasi dan Subjek Penelitian
Faktor Yang Diselidiki
Prosedur Penelitian
Berdasarkan hasil observasi peneliti, kemampuan berbahasa ekspresif anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan kartu bergambar bergambar berbagai jenis binatang. Anak diminta melakukan kegiatan penerapan media kartu bergambar, serta alat dan bahan lain yang diberikan peneliti dan guru, dengan 4 indikator dalam pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak pada kegiatan penerapan media kartu bergambar. Dari tabel hasil observasi di atas, kemampuan berbahasa ekspresif anak Siklus 1 dapat diperjelas pada tabel di bawah ini.
Berdasarkan hasil observasi peneliti, kemampuan berbahasa ekspresif anak dalam mengikuti kegiatan pembelajaran menggunakan kartu bergambar bergambar berbagai jenis binatang. Anak diarahkan untuk melakukan kegiatan penerapan media kartu pos, serta alat dan bahan lain yang diberikan peneliti dan guru, dengan 4 indikator dalam pengembangan kemampuan berbahasa ekspresif anak pada kegiatan penerapan media kartu bergambar. Dari tabel hasil observasi di atas, kemampuan berbahasa ekspresif anak siklus II dapat diperjelas pada tabel di bawah ini.
Dari tabel rekapitulasi data kemampuan berbahasa ekspresif anak pada siklus II di atas diperoleh informasi bahwa tidak ada anak yang mempunyai kriteria belum berkembang dengan persentase 0. Hasil peningkatan keterampilan berbahasa ekspresif anak berdasarkan hasil observasi Siklus I dan Siklus II dapat dilihat pada tabel gambaran dibawah ini. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa kemampuan berbahasa ekspresif anak kelompok B TK Aisyiyah Bustanul Athfal III Paranga Kabupaten Gowa dapat ditingkatkan melalui kegiatan bercerita dengan menggunakan media kartu bergambar.
Hasil observasi berupa data pertumbuhan kemampuan berbahasa ekspresif anak digunakan peneliti untuk mengetahui pertumbuhan kemampuan berbahasa ekspresif anak. Diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berbahasa ekspresif anak melalui kegiatan menggunakan alat kartu bergambar yang dapat merangsang kemampuan berbahasa ekspresif anak.
Instrumen Penelitian
Teknik Pengumpulan Data
Hasil Penelitian
- Deskripsi Lokasi Penelitian
- Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Ekspresif Anak
- Deskripsi Tindakan Siklus 1
- Deskripsi Tindakan Siklus 2
Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kartu bergambar dapat meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Dari penelitian ini dapat disimpulkan bahwa kartu bergambar dapat meningkatkan keterampilan kognitif anak. Metode observasi diwujudkan dengan mengamati dan mencatat seluruh aktivitas siswa dalam proses penerapan media kartu foto dalam kegiatan pembelajaran.
Observasi dilakukan terhadap siswa kelompok B untuk memperoleh data anak mengenai kemampuan berbahasa ekspresif anak. Dengan menganalisis data tersebut dapat diketahui seberapa besar peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif anak setelah diberikan tindakan penggunaan media kartu bergambar. Berdasarkan data pada tabel diatas, keadaan tersebut menjadi dasar bagi peneliti untuk melakukan tindakan penelitian tindakan kelas untuk meningkatkan kemampuan berbahasa ekspresif anak melalui media kartu bergambar, dengan menggunakan media kartu bergambar yang disediakan peneliti dengan menggunakan berbagai macam gambar. sesuai dengan tema pembelajaran, lanjutkan dan gunakan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan.
Setelah seluruh kegiatan penerapan media kartu bergambar selesai, anak-anak diminta untuk membersihkan alat dan bahan yang digunakan. Dari tabel ringkasan data kemampuan berbahasa ekspresif anak pada Siklus I diatas terlihat bahwa tidak ada anak yang memenuhi kriteria belum berkembang dengan persentase sebesar 0. Pada kemampuan berbahasa ekspresif anak belum mencapai 75% dari keseluruhan penyajian pengumpulan data siswa, sehingga harus dilakukan perbaikan pada siklus II.
Oleh karena itu perbaikan dilakukan dengan memodifikasi media kartu bergambar dan lebih meningkatkan proses pembelajaran. Setelah seluruh kegiatan penerapan media kartu bergambar selesai, anak disuruh membersihkan alat dan bahan yang digunakan. Setelah dilakukan perbaikan pada siklus II dan penyesuaian media kartu bergambar, maka tindakan penerapan media kartu bergambar pada kegiatan pembelajaran melalui beberapa gambar yang sesuai dengan tema pembelajaran pada siklus II terlihat anak telah mencapai kriteria Perkembangan. Sesuai harapan (BSH) dan Berkembang Sangat Baik (BSB).
Pembahasan
BB artinya belum berkembang : Apabila anak belum mampu mengungkapkan keinginan, perasaan dan pikirannya dengan kalimat sederhana ketika berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa, dan masih dengan bantuan dan bimbingan guru. MB adalah singkatan dari Perkembangan Awal: Ketika seorang anak mulai dapat mengungkapkan keinginan, perasaan dan pikirannya dalam kalimat sederhana ketika berkomunikasi dengan anak-anak atau orang dewasa, dan masih dengan bantuan dan bimbingan seorang guru. BSH adalah singkatan dari Perkembangan Sesuai Harapan: Jika anak mampu mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pendapatnya dalam kalimat sederhana ketika berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa, dan anak melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa perlu diingatkan atau diteladani dari guru;
BSB artinya berkembang sangat baik: apabila anak mampu mengungkapkan keinginan, perasaan, dan pendapatnya dalam kalimat sederhana ketika berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa, serta dapat mandiri dan dapat membantu teman yang belum mencapai kemampuan sesuai indikator yang diharapkan. . MB adalah singkatan dari Mulai Berkembang : Saat seorang anak mulai menunjukkan perilaku menikmati membaca buku pada buku yang sudah dikenalnya dan masih dengan bantuan dan bimbingan guru. BSH berarti berkembang sesuai harapan: jika anak mampu menunjukkan perilaku senang membaca buku di buku yang sudah dikenalnya, dan anak melakukannya secara mandiri dan konsisten, tanpa disuruh atau diteladani oleh guru;
BSB adalah singkatan dari Very Well Developed (Berkembang Sangat Baik): Apabila anak mampu menunjukkan perilaku senang membaca buku pada buku yang sudah dikenalnya, dan anak dapat melakukannya secara mandiri serta dapat membantu teman-temannya yang belum mencapai keterampilan sesuai indikator yang diharapkan. BB artinya kurang berkembang: Jika anak belum mampu mengungkapkan perasaan dan gagasannya dengan menggunakan pilihan kata yang tepat dalam berkomunikasi, dan masih dengan bantuan dan bimbingan guru. MB adalah singkatan dari Perkembangan Awal: Ketika seorang anak mulai mengungkapkan perasaan dan gagasannya dengan menggunakan pilihan kata yang tepat saat berkomunikasi, dan masih dengan bantuan dan bimbingan seorang guru.
BSB adalah singkatan dari Very Well Developed (Berkembang Sangat Baik): Jika anak mampu mengungkapkan perasaan dan gagasan dengan menggunakan pilihan kata yang tepat ketika berkomunikasi, dan anak dapat melakukannya secara mandiri serta dapat membantu teman yang belum mencapai keterampilan sesuai indikator yang diharapkan. MB adalah singkatan dari Perkembangan Awal: Saat anak mulai menceritakan kembali isi cerita secara sederhana dan tetap dengan bantuan dan bimbingan guru.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Anak mampu melakukan kegiatan peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif melalui kartu bergambar sesuai indikator yang dipelajari. Pada hasil observasi pra tindakan, hasil yang diperoleh mempunyai kriteria Mulai Berkembang dengan rata-rata perkembangan anak sebesar 33,3. Setelah dilakukan dua siklus tindakan peningkatan kemampuan berbahasa ekspresif anak diperoleh kriteria Berkembang Sangat Baik dengan rata-rata perkembangan anak sebesar 83,3.
Anak mampu mengembangkan ide melalui kartu bergambar dan mampu membantu teman lainnya.
Saran
Peningkatan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini Melalui Media Kartu Bergambar Kelompok A di TK Aisyiah Bustanul Athfal Wates Gadingrejo Pringsewu. Ungkapkan keinginan, perasaan dan pendapat dengan kalimat sederhana ketika berkomunikasi dengan anak atau orang dewasa. Anak dapat mengungkapkan perasaan dan gagasannya dengan menggunakan pilihan kata yang tepat saat berkomunikasi. Menceritakan kembali isi cerita.
BB artinya Belum Berkembang : Jika anak belum mampu menceritakan kembali isi cerita saja, dan masih dengan bantuan dan bimbingan guru. BSH artinya Berkembang sesuai harapan: Jika anak hanya menceritakan kembali isi cerita, dan anak melakukannya secara mandiri dan konsisten tanpa diingatkan atau diteladani oleh guru;