• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dinamika Imunitas adaptif

N/A
N/A
Nguyễn Gia Hào

Academic year: 2023

Membagikan "Dinamika Imunitas adaptif"

Copied!
10
0
0

Teks penuh

(1)

1

Dinamika Imunitas adaptif

- Berhasilnya patogen masuk ke dalam tubuh

- Ketidak berhasilan respon imun innate untuk menghadapi patogen dan keberhasilan patogen untuk memperbanyak diri atau membentuk sejumlah toxin

- Respon imun adaptif untuk mengatasi patogen

(2)

2

• Sitokin yang dihasilkan selama infeksi  menentukan diferensiasi sel CD4

Induksi sel fibroblast, sel epitel, sel keratinosit untuk

ekspresikan IL6, chemokin CXCL8 CXCL2, G-SF, GM-CSF

Amplifier respon inflamasi

• Diferensiasi sel T

CD4 dipengaruhi

sitokin yang

terbentuk akibat

patogen berbeda

(3)

3

Pengaturan silang diferensiasi sel T

T reg berperan dalam toleransi dan

membatasi imunopatologi

TH17

mengamplifikasi inflamasi akut di daerah terinfeksi

TH1 imunitas selular

TH2 respon alergi dan perlindungan terhadap parasit

• Sel T efektor bergerak ke

tempat infeksi akibat adanya

kemokin dan molekul adhesi

yang baru diekspresikan

(4)

4

• Diferensiasi sel T efektor tidak statik ( tidak hanya di jaringan limfosit sekunder )

• Diferensiasi sel T efektor diteruskan di daerah jaringan yang terinfeksi

Sel TH 17  di tempat terinfeksi  memerlukan IL23

Sel TH1 di tempat terinfeksi memerlukan IL12

Respon primer sel T CD8 dapat terjadi tanpa bantuan sel T CD4

Beberapa patogen : bakteri Gram + Listeria

monocytogenes dan Gram Negatif Burkholderia pseudomallei  induksi langsung sel CD8 naïve tanpa bantuan sel T CD4

 “bystander” effect

Sel T CD8  produksi IFN-γ

TFH di organ limfoid sekunder bantu

mengarahkan switching Ig

 memory

(5)

5

Mekanisme efektor untuk hadapi patogen

defense mechanisms used to clear a primary infection Protective immunity

• Patogen membawa berbagai epitop yang menentukan respon imun spesifik yang diinduksi

• respon imun adaptif terhadap suatu patogen memugkinkan dibentuknya imunitas protektif

• Imunitas protektif terdiri atas reaktan imunitas (AB atau sel T efektor) yang terbentuk akibat infeksi pertama/vaksinasi dan imunologis memoris berumur panjang

(6)

6

Memori imunologi

• Kemampuan sistem imun untuk memberi respon secara cepat dan efektif terhadap patogen spesifik yang sudah dikenali

sebelumnya .

• Karakteristik sel B memori berbeda dari sel B

naïve

(7)

7

• Imunisasi yang diulang menyebabkan terjadinya peningkatan afinitas dan konsentrasi antibodi terhadap patogen tertentu

• Peningkatan afinitas antibody akibat imunisasi berulang  terjadi

hipermutasi somatik dan seleksi antigen di pusat germinal

• Sel T memori terhadap suatu antigen meningkat dengan adanya imunisasi dan kemudian menurun, akan tetapi konsentrasinya masih 100-1000 kali lebih tinggi dari konsentrasi awal

• Memori sel T disertai

dengan adanya perubahan

karakter sel permukaan

(8)

8

• Perubahan karakteristik sel T memori

• Sel T naïve memerlukan kontak dengan self peptida-self MHC, dan sitokin untuk survive

• Sel T memori memerlukan

interaksi kompleks self peptida-

self MHC untuk berproliferasi

(9)

9

• Heterogenous sel T memori

• Dua macam sel memori:

– Sel memori pusat/sentral  ekspresi CCR7 & di jaringan limfoid sekunder

– Sel memori efektor 

mengalami proses pematangan yang cepat jika terjadi stimulasi ulang

Ekspresi IFN-γ, IL-4 dan IL-5

Tidak ekspresi CCR7

• Aktivasi Sel T CD4 T-cell diperlukan untuk sel T CD8 memori

• Diperlukan keterlibatan CD40 dan IL-2

(10)

10 Memori limfosit direaktivasi dengan adanya epitop dari

infektan yang pertama kali didedahkan

Referensi

Dokumen terkait