Syifaur Rohmah Implementasi
Dinamika
Organisasi 5.0
Dinamika dalam
Organisasi
Pendahuluan
Sebuah organisasi tentu akan terjadi suatu dinamika. Dinamika organisasi harus dikelola secara cerdas dan konstruktif. Alasan adanya dinamika organisasi :
1. Adanya pekerjaan yang memerlukan pengorganisasian 2. Hasil-hasil yang tak terpisahkan dari personal
3. Pertimbangan ekonomis, pertumbuhan dan ketegangan 4. Perubahan teknologi
Organizational Change
What are the fundamental dimensions of change?
Sebuah organisasi akan terus berkembang. Organisasi harus dapat menyesuaikan
perkembangan yang ada pada saat ini. Oleh karena itu, Manajer perlu menyadari berbagai faktor yang mendorong perlunya perubahan.
Masing-masing berbagai bentuk struktur organisasi memiliki kelebihan dan kekurangan.
Manajer perlu menyesuaikan organisasi sehingga berada pada posisi ideal untuk mencapai tujuan organisasi. Oleh karena itu, manajer perlu mengetahui bagaimana merencanakan dan menerapkan perubahan untuk mencapai keberhasilan organisasi
Jenis Perubahan
Perubahan Struktural
Berkaitan dengan perubahan keseluruhan hubungan formal dalam suatu organisasi. Contoh perubahan struktural mencakup reorganisasi departemen atau unit bisnis, penambahan posisi karyawan, atau merevisi peran dan penugasan pekerjaan.
Contoh perubahan pada organisasi
Perubahan Teknologi
Penerapan teknologi baru sering kali dipaksakan pada suatu organisasi seiring dengan perubahan lingkungan. Mengharuskan karyawan untuk mempelajari prosedur baru atau merestrukturisasi cara mereka berinteraksi satu sama lain. Munculnya
teknologi cloud berbasis web adalah contoh dari dekade terakhir dan contoh bagaimana bentuk kolaborasi baru semakin tersedia. Perubahan teknologi sering kali menyebabkan perubahan struktural karena memerlukan cara-cara berbeda untuk menghubungkan seluruh sistem organisasi.
Perubahan Budaya
Budaya organisasi mengacu pada pola berpikir dan berperilaku umum dalam suatu organisasi. Budaya berakar pada keyakinan dan asumsi mendasar yang dianut orang terhadap dirinya sendiri dan organisasi. Keyakinan dan asumsi ini menciptakan pola pikir yang membentuk budaya. Perubahan budaya adalah salah satu jenis perubahan yang paling sulit diciptakan dalam sistem organisasi. Hal ini sering kali melibatkan pembentukan kembali dan penataan ulang identitas inti organisasi. Proses perubahan budaya pada umumnya, jika berhasil, memerlukan waktu bertahun-tahun untuk mencapainya.5.
Dimensi Perubahan
Ruang lingkup perubahan (scope of change) mengacu pada sejauh mana perubahan yang diperlukan akan mengganggu pola dan rutinitas saat ini
Perubahan bertahap (Incremental change) mengacu pada penyempurnaan kecil dalam praktik atau rutinitas organisasi. Praktik perubahan bertahap yang umum adalah LEAN dan Six Sigma, yang digunakan untuk
menemukan perubahan relatif kecil yang dapat menghasilkan efisiensi lebih besar dalam suatu proses.
transformational change mengacu pada perubahan signifikan dalam sistem organisasi yang dapat menyebabkan gangguan signifikan terhadap beberapa aspek mendasar organisasi, proses, atau strukturnya. Contoh perubahan transformasional mencakup perubahan sistem besar-besaran dan restrukturisasi organisasi. Perubahan budaya sering kali memerlukan perubahan transformasional agar berhasil
Perubahan strategis (strategic change) perubahan, baik bertahap maupun transformasional, yang membantu menyelaraskan operasi organisasi dengan misi dan tujuan strategisnya. Perubahan semacam ini diperlukan bagi suatu organisasi untuk mencapai fokus yang diperlukan untuk melakukan misi transfer dan upaya yang diperlukan agar tetap kompetitif di organisasi saat ini atau yang lebih besar, lingkungan pasar yang lebih besar, atau
lingkungan masyarakat
Tingkat perubahan (level of change) mengacu pada luasnya sistem yang perlu diubah dalam suatu organisasi
Dimensi Perubahan
Perubahan tingkat individu (Individual-level change) berfokus pada bagaimana membantu karyawan
meningkatkan beberapa aspek aktif dari kinerja mereka atau pengetahuan yang mereka perlukan untuk terus berkontribusi pada organisasi secara efektif. Program perubahan tingkat individu mencakup pengembangan kepemimpinan, pelatihan, dan manajemen kinerja.
Perubahan tingkat kelompok (Group-level change) Pengembangan tim, atau pembentukan tim
Perubahan tingkat organisasi (Organization-level change) perubahan yang mempengaruhi keseluruhan sistem organisasi atau beberapa unitnya.
Intentionality sejauh mana perubahan tersebut dirancang atau dilaksanakan dengan sengaja.
Perubahan yang direncanakan (Planned change) aktivitas yang disengaja atau serangkaian aktivitas yang disengaja yang dirancang untuk menciptakan gerakan menuju tujuan atau akhir tertentu. Proses perubahan
terencana sering kali melibatkan sekelompok besar orang dan aktivitas langkah demi langkah atau fase demi fase yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu. Biasanya, pemimpin yang efektif mengidentifikasi tujuan perubahan yang jelas, aktivitas spesifik yang akan mencapai tujuan tersebut, dan indikator keberhasilan
Perubahan yang tidak direncanakan (unplanned change) biasanya merupakan hasil pengorganisasian informal.
Perubahan yang tidak direncanakan mungkin terjadi secara spontan, terjadi hanya karena karyawan di beberapa bagian organisasi ingin memulai perubahan.
Perubahan Organisasi
Manajemen perubahan adalah proses merancang dan
mengimplementasikan perubahan. Kebanyakan pemimpin bertanggung jawab atas manajemen perubahan pada tingkat tertentu.
Perubahan Organisasi adalah suatu proses dimana organisasi tersebut berpindah dari keadaannya yang sekarang menuju ke masa depan yang diinginkan untuk meningkatkan efektifitas organisasinya.
Tujuannya adalah untuk mencari cara baru atau memperbaiki dalam menggunakan resources dan capabilities dengan tujuan untuk
meningkatkan kemampuan organisasi dalam menciptakan nilai dan
meningkatkan hasil yang diinginkan kepada stakeholders.
Perubahan Organisasi
Menurut Smith (2010), perubahan organisasi dapat secara terus menerus dan bertahap atau cepat dan terputus-putus dengan
pergeseran mendadak dari pola masa lalu. Perubahan dapat direncanakan atau mungkin muncul secara mendadak.
Chonko dalam Shah (2010) menyebutkan perubahan organisasi
berkaitan dengan pemecahan masalah dan tantangan organisasi, yang
dalam literatur telah didefinisikan sebagai perombakan struktur yang
ada dan menggantinya dengan yang baru.
Dinamika Organisasi
Definisi Dinamika Organisasi
Dinamika Organisasi menurut KBBI adalah gerakan atau kekuatan yang dimiliki
sekumpulan individu dalam organisasi yang dapat menimbulkan perubahan di dalam tata hidup organisasi yang bersangkutan
dinamika memiliki arti tenaga/kekuatan yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri secara memadai terhadap setiap keadaan keadaan. Sedangkan organisasi merupakan kumpulan orang-orang yang merupakan kesatuan sosial yang mengadakan interaksi yang intensif dan mempunyai tujuan bersama.
Dengan demikian dinamika organisasi merupakan sebuah konsep yang menggambarkan proses yang terjadi dalam tubuh organisasi yang selalu bergerak, berkembang dan dapat menyesuaikan diri dengan keadaan yang selalu berubah-ubah
Fungsi Dinamika Organisasi
Membentuk kerjasama saling menguntungkan dalam
mengatasi persoalan hidup
Memudahkan segala pekerjaan Mengatasi pekerjaan yang
membutuhkan pemecahan masalah dan mengurangi beban pekerjaan yang terlalu besar sehingga selesai lebih cepat, efektif dan efesian.
Menciptakan iklim demokratis dalam kehidupan masyarakat (setiap individu bisa memberikan masukan dan berinteraksi dan memiliki peran yang sama dalam masyarakat)
01
02 03
04
Dinamika Konflik
Secara sosiologis, konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) dimana salah satu pihak berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya.
Konflik biasanya disebabkan adanya perbedaan pendapat individu dalam melihat atau memandang tujuan tertentu yang hendak dicapai.
Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi.
perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan, dan lain sebagainya.
Dengan di bawa sertanya ciri-ciri individual dalam interaksi sosial, konflik merupakan situasi yang wajar dalam setiap masyarakat dan tidak satu masyarakat pun yang tidak pernah
mengalami konflik antar anggotanya atau dengan kelompok masyarakat lainnya, konflik hanya akan hilang bersamaan dengan hilangnya masyarakat itu sendiri.
Kata “konflik” berasal dari bahasa Latin “configere” yang berarti “saling memukul”.
Dinamika Konflik
Faktor-faktor Penyebab Konflik
Persepsi seseorang terkait penyebab konflik dapat memengaruhi gaya manajemen konfliknya.
Persepsi seseorang terhadap penyebab konflik juga akan turut menentukan kehidupan, atau harga dirinya akan berupaya berkompetisi dan memenangkan konflik. Sebaliknya, jika orang menganggap penyebab konflik tidak penting bagi kehidupan dan harga dirinya, ia akan menggunakan perilaku menghindar saat menghadapi konflik.
Perbedaan individu dalam hal ini meliputi perbedaan pendirian dan perasaan.
Perbedaan latar belakang budaya yang kemudian membentuk kepribadian individu saling berbeda satu sama lain.
Perbedaan kepentingan antara individu atau kelompok
Perubahan-perubahan nilai yang cepat dan mendadak dalam di tengah kehidupan masyarakat.
Latian Soal
Jelaskan tiga tipe perubahan dalam organisasi!
Jelaskan yang dimaksud diamika organisasi!
Revolusi Industri 5.0
Revolusi
2.0 Revolusi Agrikultural. Masyarakat sudah mulai menetap. Sudah mengenal konsep bercocok tanam.
Mengembangkan sistem pertanian dan peternakan (domestikan hewan) untuk dijadikan bahan konsumsi.
3.0 abad ke 18-19. setiap negara terlibat masif dalam proses industri. Mengalami pendapatan berlpat-lipat.
Jumlah dan jenis barang semakin banyak. Perilaku konsumtif. Semakin majunya pendidikan dan ilmu
pengetahuan. Batas negara semakin mudah oleh industri dan perdagangan
Revolusi
4.0 Pada akhir abad ke 20. globalisasi bercirikan semakin intensnya hubungan antar negara. Kehadiran nternet.
Menyebaran informasi semakin mudah. Internet menjadi penunjang dalam efektifitas kinerja.
5.0
Meskipun teknologi menjadi penunjang utama kehidupan, tetapi tetap ada sisikemausiaan yang menjadi pusat kehidupan masyarakat. Menyeimbangkan sisi teknologi dan kemanusiaan. Kualitas hidup semakin meningkat. Kemajuan teknologi dapat
dinikmati khalayak ramai
Industry 4.0 vs Industry 5.0
Features Industry 4.0 Industry 5.0
Focus Automation and technology
for efficiency improvement in manufacturing and production
Creation of sustainable, environmentally friendly manufacturing processes Emphasis Use of data and analyticts to
optimize processes
Importance of human
interaction and collaboration Competencies IoT, AI, ML for task and
decision automation
Combination f advanced
technologies with human skills and creativity
Use Robots and autonomous
machines for repetitiv,
hazardous or precision tasks
Development of new skills and competencies among human workers
Factories Smart factories for self- optimization of production processes
Pendahuluan
Saat ini masih banyak industri yang baru mulai beradaptasi dengan industri 4.0 dimana hal tersebut adalah hal yang menjadi fokus mereka sekarang. Revolusi industri 4.0 ditandai dengan adanya perkembangan yang pesat di dunia IT. Kuncinya ada di beberapa kata seperti otomasi, analisis big data, teknologi robot, artificial intelligence (AI), hingga internet of things (IoT). Sementara banyak yang masih beradaptasi dengan revolusi industri 4.0, wacana mengenai revolusi selanjutnya yakni Revolusi Industri 5.0 sudah mulai berjalan.
Revolusi Industri 5.0
Revolusi Industri 5.0 adalah konsep yang masih dalam tahap pengembangan dan perdebatan, tetapi secara umum mengacu pada perkembangan teknologi yang terus meningkatkan
otomatisasi dan digitalisasi dalam industri dan sektor produksi. Konsep ini berfokus pada
penggabungan antara teknologi dan manusia, serta kebutuhan untuk mengembangkan sistem yang lebih adaptif dan responsif terhadap perubahan dalam lingkungan produksi.
Revolusi Industri 5.0 lebih menitikberatkan pada integrasi antara teknologi canggih seperti AI, IoT, dan teknologi robot teknologi dengan keahlian manusia dan inovasi yang dapat mendorong perkembangan sistem produksi yang lebih efisien, fleksibel, berkelanjutan, dan meningkatkan kesejahteraan.
https://www.djkn.kemenkeu.go.id/
Revolusi Industri 5.0
Menurut Klaus Schwab, pendiri Forum Ekonomi Dunia, revolusi industri 5.0 adalah era di mana teknologi dan manusia bekerja sama untuk menciptakan masyarakat yang lebih baik. Era ini ditandai dengan
penggunaan teknologi yang canggih untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hidup.
Ada beberapa faktor yang mendorong munculnya revolusi industri 5.0, antara lain:
Kemajuan teknologi
Perkembangan teknologi yang pesat telah memungkinkan kita untuk menciptakan teknologi yang lebih canggih dan inovatif. Teknologi-teknologi ini dapat digunakan untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan kualitas hidup.
Perubahan demografi
Perubahan demografi, seperti meningkatnya populasi dunia dan meningkatnya usia harapan hidup, telah mendorong kebutuhan akan teknologi yang dapat membantu kita untuk memenuhi kebutuhan tersebut.
Tantangan global
Tantangan global, seperti perubahan iklim dan ketidaksetaraan ekonomi, mendorong kita untuk mencari solusi baru yang dapat membantu kita untuk mengatasi tantangan tersebut.
Revolusi Industri 5.0
Revolusi industri 5.0 memiliki potensi untuk membawa perubahan besar dalam berbagai bidang kehidupan, termasuk ekonomi, pendidikan, dan
kesehatan. Namun, revolusi ini juga menimbulkan tantangan, seperti potensi
hilangnya pekerjaan dan peningkatan ketimpangan sosial, Oleh karena itu,
penting bagi kita untuk mempersiapkan diri menghadapi revolusi industri
5.0. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan mengembangkan
keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi era ini
Dampak
Dampak Positif Dampak Negatif
Peningkatan produktivitas dan efisiensi
Teknologi canggih yang digunakan dalam revolusi industri 5.0 dapat membantu meningkatkan produktivitas dan efisiensi dalam berbagai bidang, seperti produksi, transportasi, dan logistik.
Potensi hilangnya pekerjaan
Teknologi canggih yang digunakan dalam revolusi industri 5.0 dapat menggantikan pekerjaan yang saat ini dilakukan oleh manusia.
Peningkatan kualitas hidup
Teknologi canggih yang digunakan dalam revolusi industri 5.0 dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat, seperti kesehatan, pendidikan, dan hiburan.
Peningkatan ketimpangan sosial
Potensi hilangnya pekerjaan dan persaingan yang semakin ketat dapat meningkatkan ketimpangan sosial.
Penciptaan lapangan kerja baru
Revolusi industri 5.0 menciptakan lapangan kerja baru di bidang-bidang yang berkaitan dengan teknologi, seperti
kecerdasan buatan (AI), internet of things (IoT), dan big data.
Tantangan etika dan moral
Pengembangan dan penggunaan teknologi canggih dalam revolusi industri 5.0 dapat menimbulkan tantangan etika dan moral, seperti privasi, keamanan, dan diskriminasi.
Untuk menghadapi dampak negatif revolusi industri 5.0, penting bagi kita untuk mempersiapkan diri dengan baik. Salah satu cara yang dapat kita lakukan adalah dengan mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang diperlukan untuk menghadapi era ini
Tantangan Revolusi Industri 5.0 pada
Farmasi
Latihan Soal
1. Apa tantangan revolusi industri 5.0 pada dunia farmasi?
2. Bagaimana peran farmasis dalam menghadapi tantangan revolusi industri 5.0?
Thank You