PENDAHULUAN
Rumusan Masalah
Bagaimana dinamika sosial dalam pembelajaran di masa pandemi? SDN 248 Kampung Baru, Desa Bajo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Bagaimana dinamika pembelajaran IPS siswa di SDN 248 Kampung Baru Desa Bajo Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu. Apa saja faktor pendukung dan penghambat proses pembelajaran pada masa pandemi pada siswa di SDN 248 Kampung Baru.
Tujuan Penelitian
Manfaat Penelitian
TINJAUAN PUSTAKA
Penelitian Relevan
Penelitian yang relevan berkaitan dengan judul peneliti pada penelitian sebelumnya yang dilakukan dan dianggap cukup relevan/berkaitan dengan judul dan topik. Salah satu acuan bagi peneliti untuk melakukan penelitian adalah penelitian-penelitian terdahulu sehingga peneliti mempunyai acuan teori untuk mengkaji penelitian tersebut. Namun peneliti menggunakan penelitian terdahulu sebagai acuan untuk menambah bahan kajian dalam melakukan penelitian dan penelitian yang relevan untuk menghindari kesamaan tempat penelitian, tempat dan waktu penelitian yang sama.
Pemerintah harus menyediakan berbagai sarana dan prasarana, dan guru harus kreatif dalam menciptakan pembelajaran berdasarkan prinsip pembelajaran abad 21. Suatu kondisi dimana sebagian besar siswa tidak melanjutkan pendidikannya. Selain itu ada beberapa faktor yang menyebabkan hal tersebut salah satunya adalah perekonomian, sarana transportasi dan sumber daya manusia itu sendiri serta para guru, sebagian besar jemaah cinta mempunyai latar belakang SPG (Sekolah Pendidikan Guru). Penelitian ini bertujuan untuk membahas tentang hakikat belajar mengajar, yaitu suatu kegiatan yang dilakukan oleh guru dan siswa.
Mengenai proses pembelajaran siswa VI. kelas di SDN 248 Kampung Baru, Desa Bajo, Kecamatan Bajo, Kabupaten Luwu. Hasil survei menunjukkan bahwa dinamika sosial pembelajaran daring banyak fenomena yang muncul yaitu keengganan guru dan siswa, guru masih terpacu untuk datang ke sekolah untuk pembelajaran daring, namun kenyataannya tidak diketahui siswa. selama pembelajaran daring waktu pembelajaran daring terbatas, pesertanya juga mahasiswa yang sedang berlibur. Faktor pendukung proses pembelajaran daring adalah banyaknya waktu bersama keluarga, guru dan orang tua mengurus dan membantu anaknya, siswa tidak masuk sekolah lagi, membantu ibu di dapur dan membantu ayah di sekolah. lapangan, ada juga mahasiswa yang memanfaatkan hari libur.
Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembelajaran, kendalanya yaitu masih adanya beberapa orang yang belum memiliki handphone, faktor ekonomi yang belum merata, keluhan pembelian uang saku, orang tua kewalahan dalam mengajar anaknya, kesulitan dalam matematika, bahasa indonesia dan mata pelajaran Bahasa Inggris, kurangnya minat belajar siswa dan minimnya waktu proses pembelajaran.
Kerangka Konsep
Dinamika pembelajaran IPS pada masa pandemi, fenomena yang terjadi pada pembelajaran IPS dengan menggunakan 3 aplikasi, buku cetak (kurikulum 2013), melaksanakan pembelajaran IPS, melihat dan memahami terkait KD dalam buku pedoman guru, memberikan penjelasan dan memberi. tugas.
METODE PENELITIAN
- Lokasi Penelitian
- Fokus Penelitian dan Deskripsi Fokus
- Penentuan Informan
- Instrumen Penelitian
- Teknik Pengumpulan Data
- Teknik Analisis Data
- Keabsahan Data
Jumlah siswa di SDN 248 Kampung Baru sebanyak 66 siswa yang terdiri dari 30 laki-laki dan 36 perempuan. Beberapa wawancara dilakukan kepada kepala sekolah, guru kelas I dan tiga orang siswa mengenai dinamika sosial dalam pembelajaran daring. Hasil wawancara yang dilakukan dengan siswa Annisa menunjukkan bahwa pada saat melaksanakan pembelajaran daring, ia melihat situasi di grup WhatsApp, apakah ada pesan dari gurunya atau tidak.
Berikut wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru dan tiga orang siswa mengenai faktor-faktor yang mendukung proses pembelajaran di masa pandemi. Kesimpulan yang peneliti peroleh dari beberapa wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru dan tiga orang siswa. Berbagai hasil wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah SDN 248 Kampung Baru, guru dan tiga orang siswa mengenai faktor penghambat pembelajaran daring yang dilaksanakan pada masa pandemi.
Wawancara dilakukan kepada kepala sekolah dan guru apakah masih ada siswa yang belum memiliki ponsel Android untuk pembelajaran online. Kesimpulan dari beberapa wawancara yang dilakukan kepada kepala sekolah, guru dan tiga siswa tentang faktor penghambat proses pembelajaran daring, dimana teridentifikasi beberapa hambatan. Berdasarkan uraian yang berjudul “Dinamika Sosial Dalam Pembelajaran Pada Masa Pandemi Pada Siswa di SDN 248 Kampung Baru Desa Bajo Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu”.
Penulis menyusun skripsi dengan judul “Dinamika Sosial dalam Pembelajaran IPS Pada Masa Pandemi pada Siswa SDN 248 Kampung Baru Desa Bajo Kabupaten Luwu.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti, guru membuat grup whatsapp untuk siswa, pada saat melakukan pembelajaran guru tidak menggunakan Video Zoom sehingga guru tidak mengetahui kebenaran siswa dalam pembelajaran online dikarenakan hingga waktu yang terbatas. dalam pembelajaran daring. Dari hasil beberapa wawancara yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa banyak fenomena yang terjadi, mulai dari keengganan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran daring, guru masih disarankan untuk berangkat ke sekolah. Menurut hasil wawancara yang dilakukan peneliti, SDN 248 Kampung Baru menggunakan kurikulum 2013, sehingga untuk penyampaian mata pelajaran IPS melihat topik apakah ada kompetensi dasar (KD) IPS, jika ada guru menjelaskan, mempelajari dan memberikan tugas kepada peserta, mendidik.
“Saya menyuruh siswa-siswa saya dalam kelompok untuk melakukan pembelajaran. Saya mengerjakannya secara berkelompok dan untuk menyerahkan tugas mereka diharapkan mengirimi saya private chat dengan catatan siswa tersebut sedang memegang pekerjaan sambil difoto agar dapat melihat wajah siswa meskipun dengan pembelajaran daring” (Wawancara 30 Juli 2021). Hasil wawancara dengan faktor pendukung dalam proses pembelajaran daring menunjukkan bahwa mereka menggunakan pembelajaran daring, memiliki banyak waktu luang dengan aktivitasnya. keluarga, guru dan orang tua siswa dapat memantau, membimbing dan membantu anaknya dalam pembelajaran daring, dan siswa tidak lagi mengantar ke sekolah atau dimanapun mereka belum siap dan pembelajaran daring harus digunakan secara online, faktor ekonomi orang tua berbeda-beda. , masih ada beberapa siswa yang belum memiliki ponsel Android. , mengeluhkan pembelian data internet dan banyak siswa yang kurang memahami pembelajaran online serta banyak orang tua siswa yang kewalahan mengajar anaknya di rumah.
Hasil wawancara siswa Asa menyatakan bahwa pada awal demonstrasi pembelajaran daring yang dilakukan di rumah, ia tidak mempunyai handphone Android, ia masih belajar bersama teman-temannya, ia belum paham. pembelajaran online, guru hanya mengirim pesan pekerjaan rumah sudah selesai, kewalahan dengan mata pelajaran matematika, belum lagi pembeli data internet. Hasil wawancara yang dilakukan peneliti menunjukkan bahwa orang tua siswa banyak yang mengeluh kepada kepala sekolah atau guru kelas, berdasarkan data internet, mereka kewalahan mengajar anaknya di rumah, banyak siswa yang mengeluh karena pembelajaran online tidak sesuai. menyenangkan dan bahkan sulit. Dari hasil wawancara mendalam yang dilakukan peneliti terlihat bahwa masih banyak siswa yang belum memiliki telepon seluler khususnya di kelas bawah, namun pembelajaran daring sudah diterapkan sejak lama sehingga para siswa ' orang tua berinisiatif melakukan hal ini.
Kemudian menurut hasil wawancara dengan guru, tidak jauh berbeda dengan apa yang dikatakan kepala sekolah, terdapat 3 siswa di kelas tersebut yang tidak mempunyai handphone, namun lama kelamaan orang tua siswa menyadari bahwa virus tersebut tidak kunjung hilang, sehingga para orang tua memudahkan anak-anaknya untuk membelikan handphone.
Pembahasan
Faktor ekonomi orang tua yang tidak merata, orang tua banyak mengeluh tentang data internet, dan siswa kurang memahami pembelajaran online, kewalahan dalam mengajar anaknya, dan siswa kesulitan dalam mata pelajaran khususnya matematika, bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, sehingga siswa kurang mampu. dan kurang berminat untuk belajar, ada yang selalu mengharapkan kakak-kakaknya melakukan hal tersebut dan waktu untuk proses belajar pun semakin berkurang. Namun bagi calon guru, belum diketahui kebenarannya apakah siswa mengikuti pembelajaran daring atau diwakili oleh orang tua (saudara kandungnya), dan terbatasnya waktu untuk pembelajaran daring. Ada siswa yang melakukan pembelajaran daring sambil membantu ibunya di rumah, tanpa seragam sekolah, terkadang mengerjakan tugas dengan cepat dan terkadang terlambat karena ada batas waktu pengiriman tugas dan ada juga yang selalu melakukan hal tersebut. Setelah penjelasan lebih lanjut, siswa diberikan tugas dengan pesan bahwa setiap siswa selesai mengerjakan, mereka harus menyerahkan dokumentasi penyelesaian tugas dan hasil pekerjaannya.
Untuk memperoleh hasil belajar yang optimal, siswa dituntut tidak hanya mengandalkan apa yang terjadi di dalam kelas. Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembelajaran daring, banyak kendala yang ditemukan, beberapa kendala yang ditemukan pada masa pandemi, mulai dari awal pandemi belum adanya kemauan untuk melaksanakan pembelajaran daring, dimana pada saat ini awal mula munculnya peraturan pemerintah untuk melakukan pembelajaran daring, masih terdapat siswa yang belum memilikinya. Dinamika sosial dalam pembelajaran daring siswa di SDN 248 Kampung Baru, dalam hasil observasi ditemukan, fenomena yang terjadi dalam penelitian adalah: tidak ada kemauan guru dan siswa untuk melakukan pembelajaran daring, setiap guru tetap bersekolah untuk itu. . melakukan pembelajaran daring di sekolah, proses pembelajaran dimulai pukul 15.00 dan batas waktu penyerahan tugas adalah pukul 15.00.
Namun bagi siswa belum diketahui kebenarannya pada saat pembelajaran online apakah siswa benar-benar mengikuti pembelajaran dan apakah siswa mengerjakan tugas dll. Waktu untuk pembelajaran online terbatas. Ada siswa yang melakukan pembelajaran daring sambil membantu ibunya di dapur dan ada pula yang membantu ayahnya. Di sawah, saya tidak memakai seragam sekolah saat proses pembelajaran, saya bangun kesiangan dan menunggu. Sedangkan faktor penghambat dalam proses pembelajaran daring, dimana banyak kendala yang ada yaitu: kurangnya kesiapan guru dan siswa dalam melaksanakan pembelajaran daring, sebagian belum memiliki handphone android, faktor keuangan siswa yang belum merata, keluhan siswa dan orang tua untuk membeli data internet,. Guru hendaknya menjalin komunikasi yang baik dengan orang tua siswa untuk mengetahui kemajuan siswa.
Siswa diberikan motivasi lebih dalam pembelajaran daring agar dalam pelaksanaan pembelajaran daring siswa tetap dapat memiliki semangat yang tinggi dan mengikuti proses pembelajaran dengan baik sesuai dengan tujuan pembelajaran yang akan dicapai di kelas.
KESIMPULAN DAN SARAN
Saran
Guru perlu lebih mengembangkan pengajarannya, yang dapat menjadikan kondisi pembelajaran tetap efektif dan kreatif meskipun dalam pembelajaran daring. Penulis mulai masuk pendidikan dasar pada tahun 2001 dan lulus pada tahun 2007 dari SDN 29 Bajo Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu dan lulus SMP Negeri 1 Bajo pada tahun 2010, serta lulus dari SMA Negeri 1 Bajo Kecamatan Bajo Kabupaten Luwu pada tahun 2013. melanjutkan pendidikan pada jenjang Magister (S2) Universitas Muhammadiyah Makassar dengan program studi Magister Pendidikan Dasar.