• Tidak ada hasil yang ditemukan

Diversity of Types of Composers Arboretum Tropical Rainforest Conservation PT. Asmin Bara Bronang Kapuas District, Central Kalimantan

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Diversity of Types of Composers Arboretum Tropical Rainforest Conservation PT. Asmin Bara Bronang Kapuas District, Central Kalimantan"

Copied!
7
0
0

Teks penuh

(1)

274

KEANEKARAGAMAN JENIS POHON PENYUSUN ARBORETUM KONSERVASI HUTAN HUJAN TROPIS

PT ASMIN BARA BRONANG

KABUPATEN KAPUAS KALIMANTAN TENGAH

Diversity of Types of Composers Arboretum Tropical Rainforest Conservation PT. Asmin Bara Bronang Kapuas District, Central Kalimantan

Siti Maimunah1; Hasan Mudzakir2; Mohammad Sopan2; Jay H. Samek3 1. Instiper Yogyakarta; 2. PT ASMIN BB; 3. Michigan State University

ABSTRACT. The arboretum area is inside the concession area in Barunang Village, Kapuas Regency, Central Kalimantan, which is in the heath forest area towards the lowland forest.

Arboretum area 28 ha with a elevation on 114 mdpl.The research methodology uses a modified version of the Biodiversity Assessment Tool originally developed by the High Conservation Values Resource Network (HCVRN) and the World Wildlife Fund (WWF). The method developed by USAID LESTARI and the University Consortium together with Michigan State University USA.The results showed that there were 29 arboretum tree compilers which were dominated by Myrtaceae family of 36 tree species, 32 species of Dipterocarpaceae and 20 species of Myristicaceae which were distributed in groups according to the topography and associated species associations. Species Richness 93; Menhinick's Richness Index 5.57;

Margalef Richness Index 16.34; Shannon Sspecies Diversity index 4.07, Simpson Diversity Index 0.98; type evenness index 0.90; Most Abundance Species is Jambu-jambu B (Syzygium spp. B) 3.30 and Importance Values Index with dominan species is Tagaron ( Crataeva adansonii) 7.51. This arboretum area is a secondary forest area that has been cleared in several parts which can be maximized in its management with various methods for saving nature, recreation, education and research and other zones including animal breeding.

Keywords : Diversity; Arboretum; Tropical rainforest

ABSTRAK. Kawasan arboretum berada di dalam kawasan konsesi yang berada di Desa Barunang kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah yang berada di kawasan hutan kerangas menuju hutan dataran rendah. Luas Arboretum 28 ha dengan ketinggian tempat 114 mdpl.Metodologi penelitian menggunakan suatu metode untuk menilai keanekaragaman hayatiyang dibuat oleh the High Conservation Values Resource Network (HCVRN)dan the World Wildlife Fund (WWF). Metode ini dibuat oleh USAID LESTARI dan Konsorsium Universitas yang dikoordinir oleh Michigan State University USA.Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 29 famili pohon penyusun arboretum yang didominasi oleh famili Myrtaceae 36 jenis pohon, Dipterocarpaceae 32 jenis pohon dan Myristicaceae ada 20 jenis pohon yang tersebar mengelompok sesuai dengan topografi dan asosiasi jenis yang berkesesuaian. Nilai kekayaan jenis 93; Indek kekayaan Menhinick 5.57; Indek kekayaan Margalef 16.34; Indek Keragaman Jenis Shannon 4.07, IndeksKeragaman Simpson 0.98; IndeksKemerataan Jenis 0.90; Kelimpahan Jenis Tertinggi Jambu jabu (Syzygium spp.B)3.30 dan Indeks Nilai Penting tertinggi jenis Tagaron ( Crataeva adansonii) 7.51. Kawasan arboretum ini merupakan kawasan hutan sekunder bekas pembukaan hutan pada beberapa bagian yang bisa dimaksimalkan pengelolaannya dengan berbagai metoda untuk penyelamatan alam, rekreasi, pendidikan dan penelitian dan zona lain termasuk penangkaran satwa.

Kata Kunci : Keanekaragaman jenis; arboretum; hutan hujan tropis Penulis untuk korespondensi, surel : [email protected]

PENDAHULUAN

PT Asmin Bara Bronang adalah suatu perusahaan pertambangan besar yang ada di Provinsi Kalimantan Tengah yang sangat peduli dengan kelestarian hutan. Ada komitmen besar dari perusahaan untuk

melakukan upaya kelestarian lingkungan antara lain dengan membangun banyak kawasan konservasi termasuk pembuatan arboretum. Salah satu yang menjadi unggulan adalah pembangunan Arboretum

“Asmin Tropical Rainforest Conservation” yang merupakan miniatur

(2)

275

hutan hujan tropis yang dilestarikan dalam kawasan konsesi sebagai suatu tindaklanjut upaya pelestarian plasma nutfah asli kawasan tersebut. Kawasan arboretum berada di Desa Barunang Kabupaten Kapuas Kalimantan Tengah yang berada di kawasan hutan kerangas menuju hutan dataran rendah dan hutan dipterocarpa.

Luas Arboretum 28 ha dengan ketinggian tempat 114 m dpl.

Arboretum merupakan tempat tumbuh berbagai pohon baik tumbuh alami maupun ditanam dan dikembangbiakkan untuk tujuan penelitian atau pendidikan. Namun lebih dari itu, arboretum bisa disiasati untuk memiliki fungsi yang lain seperti dijadikan objek wisata edukatif karena didalamnya para pengunjung dapat mempelajari beraneka ragam spesies flora bahkan fauna.

Selain itu, arsitektur yang artistik dan estetik dari sebuah arboretum dapat dijadikan sebagai tempat untuk ekowisata. Intinya, selama itu bernilai positif dan bersifat membangun, arboretum layak memiliki beribu fungsi dalam hal penggunaannya.

Fungsi lain yang tidak kalah menarik dan menjadi topik pembicaraan adalah sebagai Ruang Terbuka Hijau (RTH). Yayasan KEHATI meyakini bahwa gerakan ini

sebagai suatu kesempatan yang sangat baik untuk mengajak berbagai pihak baik perusahaan swasta maupun perusahaan BUMN untuk berperan aktif dalam penyelamatan keanekaragaman hayati.

Tujuan akhir ini yang menjadi suatu tujuan utama didirikannya Arboretum Asmin Tropical Rainforest Conservation didirikan oleh PT ASMIN BARA BRONANG.

Hutan hujan tropis adalah bioma berupa hutan yang selalu basah atau lembab, yang dapat ditemui di wilayah sekitar khatulistiwa;

yakni kurang lebih pada lintang 0°–10° ke utara dan ke selatan garis khatulistiwa.

Hutan hujan tropis bisa juga diartikan sebagai hutan yang terletak di daerah tropis yang memiliki curah hujan tinggi. Hutan- hutan ini dijumpai di Asia, Australia, Afrika, Amerika Selatan, Amerika Tengah, Meksiko dan kepulauan Pasifik. Formasi hutan seperti ini dikenal sebagai lowland equatorial evergreen rainforest, tropical lowland evergreen rainforest, atau secara ringkas disebut tropical rainforest. Hutan hujan tropis merupakan rumah untuk setengah spesies flora dan fauna di seluruh dunia. Gambar 1 berikut menunjukkan sebaran Hutan Hujan Tropis di Bumi yang dikutip dari UNEP dalam wikipedia :

Gambar 1. Sebaran Hutan Hujan Tropis di Bumi

Hutan hujan tropika terbentuk di wilayah- wilayah beriklim tropis, dengan curah hujan tahunan minimum berkisar antara 1.750 mm dan 2.000 mm. Sedangkan rata-rata temperatur bulanan berada di atas 18 °C sepanjang tahun. Hutan basah ini tumbuh di dataran rendah hingga ketinggian sekitar 1.200 m dpl., di atas tanah-tanah yang

subur atau relatif subur, kering (tidak tergenang air dalam waktu lama), dan tidak memiliki musim kemarau yang nyata (jumlah bulan kering < 2).

Hutan hujan tropis merupakan vegetasi yang paling kaya. Hutan hujan tropis ada tingkatannya dari hutan dataran rendah kedataran tinggi. Hutan dataran rendah ini

(3)

276 didominasi oleh pepohonan besar yang

membentuk tajuk berlapis-lapis sekurang- kurangnya tinggi tajuk teratas rata-rata adalah 45 m dan hijau sepanjang tahun.

Ada tiga lapisan tajuk atas di hutan :

1. Lapisan pohon-pohon yang lebih tinggi, pohon-pohon tertinggi ini bisa memiliki batang bebas cabang lebih dari 30 m, dan dengan lingkar batang hingga 4,5 m.

2. Lapisan kanopi hutan rata-rata, yang tingginya antara 24–36 m.

3. Lapisan tajuk bawah, yang tidak selalu menyambung. Lapisan ini tersusun oleh pohon-pohon muda, pohon-pohon yang tertekan pertumbuhannya, atau jenis- jenis pohon yang tahan naungan.

Kanopi hutan banyak mendukung kehidupan lainnya, semisal berbagai jenis epifit (termasuk anggrek), pandan- pandanan (bromeliad), lumut, serta lumut kerak, yang hidup melekat di cabang. Ada dua lapisan tajuk lagi di aras lantai hutan, yakni lapisan semak dan lapisan vegetasi penutup tanah. Lantai hutan sangat kurang cahaya, sehingga hanya jenis-jenis tumbuhan yang toleran terhadap naungan yang bertahan hidup di sini; di samping jenis-jenis pemanjat (liana) yang melilit batang atau mengait cabang untuk mencapai atap tajuk. Akan tetapi kehidupan yang tidak begitu memerlukan cahaya, seperti halnya aneka jamur dan organisme pengurai (dekomposer) lainnya tumbuh berlimpah. Pada saat tertentu ketika tajuk terbuka lantai hutan segera diinvasi oleh berbagai jenis terna, semak dan anakan pohon; membentuk sejenis rimba yang rapat. Hutan hujan tropis merupakn hutan dengan tingkat keanekaragaman jenis yang paling tinggi untuk flora dan faunanya termasukdekomposer yang ada di dalamnya, semua tumbuh dan hidup saling berhubungan baik positif maupun negatif.

Jika hubungan ini stabil maka kehidupan akan berjalan seimbang.

METODE PENELITIAN

Penelitian menggunakan metode menggunakan suatu metode untuk menilai keanekaragaman hayatiyang dibuat oleh the High Conservation Values Resource Network (HCVRN)dan the World Wildlife

Fund (WWF)

(https://hcvnetwork.org/library/forest-

integrity-assessment-tool/). Metode ini dibuat oleh USAID LESTARI dan Konsorsium Universitas yang dikoor dinir oleh Michigan State University USA.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Pihak manajemen PT ASMIN BARA BRONANG bersungguh-sungguhmebangun kawasan tersebut sebagai suatu kawasan arboretum yang di dalamnya dirancang selain untuk tujuan pendidikan dan penelitian, kawasan tersebut juga digunakan sebagai kawasan olah raga untuk jalan kaki, refreshing,meeting area dan juga direncanakan menjadi tempat penangkaran satwa yang difable yang dilakukan secara bekerjasama dengan Lembaga Konservasi dan BKSDA Kalimantan Tengah. Pelatihan untuk tatacara lembaga konservasi yang disyaratkan oleh KLHK telah dilaksanakan tinggal aplikasi di lapangan yang masih berangsur dikerjakan.

Kondisi topografi lapangan pada beberapa kawasan merupakan kawasan hutan dengan kelerengan sekitar 45%

hingga menuju tebing untuk hutan Dipterocarpa, sebagian rawa dan pada beberapa titik merupakan kawasan bebatuan baru bara muda. Jenis tanah podsolid merah kuning (PMK). Vegetasi asli pada jenis tanah dengan topografi terjal adalah dipterocarpaceae dan jenis pohon ulin. Kenyataan yang didapati pohon ulin sudah tidak ada yang besar tersisa tunggul yang nampak bertunas lagi dan masih banyak pohon Dipterocarpaceae pada lapisan dominan yang menyusun kawasan.

Jenis dominan di kawasan lebih banyak merupakan pakan satwa seperti Tagaron, rambai hutan, banturung, mentawa, rambutan hutan, manggis hutan dan kebanyakan jenis jambu-jambu. Kondisi hutan yang digunakan untuk membuat arboretum adalah hutan sekunder karena yang ditemukan di lapangan ada beberapa tunggul bekas tebangan masa lalu, namun masih tersisa beberapa pohon dominan yang besar dengan diameter pohon lebih dari 2 m. Pada beberapa bagian ada bekas pembukaan lahan yang telah ditumbuhi pioneer khusus yaitu jenis-jenis mahang (Macaranga spp.) dan kalanduyung (Trema orientalis). Semakin terbuka suatu kawasan, semakin dominan mahang memenuhi

(4)

277

kawasan tersebut. Kondisisemai yang ada di bawah tegakan tidak begitu banyak hanya di sengkuap tajuk yang menunjukkan kerapatan tinggi.

Dilihat dari dominansi famili penyusun arboretum diketahui ada lima famili besar yang mendominasi kawasan

yaitu Myrtaceaea, Dipterocarpaceae, Myristicaceae, Ruttaceae dan Guttiferae yang tumbuh mengelompok sesuai keberadaan pohon indukan dan kondisi lingkungan yang sesuai. Gambar 2 berikut menjelaskan famili-famili penyusun Arboretum PT ASMIN BARA BRONANG :

Gambar 2 Famili Pohon Penyusun Arboretum PT ASMIN BARA BRONANG

Hutan hujan tropis kaya akan keanekaragaman hayati, rumah bagi spesies unik dan penting yang seringkali terancam karena perubahan penggunaan lahan. Keanekaragaman hayati dianggap sebagai jenis pendukung Layanan Ekosistem. Keanekaragaman hayati seringkali diabaikan atau tidak diperhitungkan dalam pemantauan hutan

karena ada banyak spesies yang tidak memiliki nilai ekonomi di masyarakat.

Namun, disadari bahwa keanekaragaman hayati merupakan indikator penting bagi kesehatan hutan. Untuk memahami nilai dari layanan ekosistem ini, akan dilakukan pengukuran dan pemantauan keanekaragaman hayati pada hutan dengan data pada Tabel 1 sebagai berikut :

0 5 10 15 20 25 30 35 40

Anacardiaceae Anonaceae Apocynaceae Bombacaceae Burseraceae Dileniaceae Dipterocarpace Ebenaceae Elaeocarpaceae Ericaceae Erythroxolaceae Euphorbiaceae Fagaceae Guttiferae Icacinaceae Lauraceae Leguminosae Melastomaceae Moraceae Myristicaceae Myrtaceae Phyllanthaceae Podocarpaceae Rutaceae Sapindaceae Sapotaceae Theaceae Sapatau -

Jumlah

Famili Pohon di Arboretum PT ABB

(5)

278 Tabel 1. Nilai Keanekaragaman Hayati dan Ringkasan Informasi

Pohon dengan DBH >

5 cm Bibit Pohon Flora Lainnya

Species Richness 93 14 Jenis Jumlah

Indeks Richness

Menhinick's 5.57 2.13

Plot Pohon

Liana/Tanaman Merambat 23 Indeks Richness

Margalef 16.34 3.46 Semak 54

Indeks Keanekaragaman Spesies Shannon

4.07 2.49

Indeks Keanekaragaman

Simpson

0.98 0.93

Plot Bibit

Pakis 16

Evenness 0.90 0.94 Pandan 28

Spesies dengan IV

Tertinggi Crataeva adansonii Crataeva adansonii Semak Kecil 28

Lima Spesies yang Paling Melimpah (dari segi total jumlah

individu)

Tagaron Tagaron Tanaman

Herbal Lain 20 Meranti semut/meranti

bunga/lentang lamus Kumpang Kumpang Meranti semut/meranti

bunga/lentang lamus Manggis

hutan/gantalang Pupuh pelanduk Pengumpulan Data Pupuh pelanduk Pantung Transek-transek Pohon

atau Bibit 10

Lima Spesies dengan IV Tertinggi

Tagaron Tagaron Kuadran/Plot Pohon

(30 m x 4 m) 20 Meranti semut/meranti

bunga/lentang lamus Kumpang Kuadran/Plot Bibit

(3 m x 1 m) 3

Kumpang Meranti semut/meranti bunga/lentang lamus Manggis

hutan/gantalang Pupuh pelanduk

Kempas Pantung

Total sejumlah 20 Plot Inventaris Bibit, 20 Plot Inventaris Pohon menggunakan 10 transek dibuat sebagai area untuk mengidentifikasi dan mencatat beragam spesies pohon dan tanaman. Analisis menggunakan Alat Kalkulator Keanekaragaman Hayati Konsorsium Universitas USAID LESTARI dengan data yang dikumpulkan pada 28-Sep-2017 diketahui ada sejumlah indikasi keanekaragaman hayati utama dan informasi komposisi spesies dicatat ada 93 spesies pohon pada plot-plot Inventaris pohon berukuran 20 x 20 m dan 14 spesies pada plot-plot bibit berukuran 2 x 2 m.

Nilai-nilai ini adalah salah satu indikator Kekayaan Jenis untuk mengetahuiset sampel besar yang dikenal sebagai Indeks Menhinisck. Semakin besar jumlah kekayaan jenis berarti semakin banyak spesies yang terdapat di ekosistem. Pada hutan tersebut, diketahui Indeks Menhinisck untuk pohon adalah 5.57 dan untuk bibit adalah 2.13. Indeks kekayaan jenis ketiga yang dihitung adalah Indeks Kekayaan Margalef untuk pohon adalah 16.34 dan

untuk bibit adalah 3.46. Indeks Shannon untuk pepohonan adalah 4.07 dan untuk bibit adalah 2.49. Indeks Simpson untuk pepohonan adalah 0.98 dan untuk bibit adalah 0.93. Indeks Kemerataan jenis untuk pepohonan adalah 0.90 dan untuk bibit adalah 0.94.

Indeks Shannon mengukur keanekaragaman spesies dalam ekosistem.

Indeks ini memperhitungkan baik jumlah spesies yang ada maupun dominasi atau pemerataan spesies dan hubungannya satu sama lain. Nilai Indeks Shannon bervariasi dari 0 dimana hanya terdapat satu spesies yang ada sampai nilai yang lebih tinggi yang mengindikasikan ada banyak spesies yang terdapat dalam satu tempat dengan jumlah individu yang lebih sedikit.

Indeks Simpson mengukur pemerataan dari berbagai spesies yang terdapat dalam ekosistem. Indeks ini bervariasi dari 0 sampai 1. Nilai yang rendah berarti kurangnya pemerataan spesies-spesies yang ada, mengindikasikan hanya ada satu atau ada beberapa spesies yang dominan

(6)

279

dari segi jumlah dibandingkan dengan beberapa spesies lainnya yang jumlah individunya sedikit. Nilai yang lebih tinggi mendekati 1 berarti bahwa terdapat jumlah individual yang seimbang untuk setiap spesies yang ada di ekosistem.

Indeks Kemerataan jenis menggunakan Indeks Shannon dan jumlah spesies-spesies yang ada untuk menghitung nilai diantara 0 dan 1. Nilai yang mendekati 1 mengindikasikan bahwa komposisi spesies merata dan tidak didominasi oleh spesies tunggal atau hanya beberapa spesies.

Keanekaragaman hayati arboretum juga dianlisis dengan menggunakan penghitungan berulang terhadap spesies- spesies setiap tahunnya dan melaporkan perubahan-perubahan yang diamati dalam indikator-indikator keanekaragaman hayati.

Melalui praktik-praktik manajemen hutan yang baik diharapkan dapat membantu untuk mempertahankan atau bahkan memperbaiki keanekaragaman hayati pada hutan. Tabel 2 berikut adalah besaran nilai analisis keanekaragamanhayati vegetasi dalam bentuk pohon penyusun kawasan Arboretum :

Tabel 2 Hasil Analisis Keanekaragaman Hayati di Arboretum PT ASMIN BARA BRONANG

BIODIVERSITY VALUES DOMINANT SPECIES Max Value

Species Richness 93 Shannon Index of

Species Diversity 4.07 Most Abundant

Species Syzygium spp. B 3.30 Menhinick's

Richness Index 5.57 Simpson Index of

Diversity 0.98 Species With Highest IV

Crataeva

adansonii 7.51 Margalef's Richness

Index 16.34 Evenness 0.90

SIMPULAN

Dari analisis yang dilakukan keanekaragaman jenis pohon penyusun ArboretumAsmin Tropical Rainforest Concervation yang dikelola oleh PT ASMIN BARA BRONANG diketahui :

Penyusun arboretum PT ASMIN BARA BRONANG terdapat 29 famili pohon yang didominasi oleh famili Myrtaceae 36 jenis pohon, Dipterocarpaceae 32 jenis pohon dan Myristicaceae ada 20 jenis pohon yang tersebar mengelompok sesuai dengan topografi dan asosiasi jenis yang berkesesuaian.

Perhitungan keanekaragaman hayati kawasan diketahui :

a. Nilai Kekayaan jenis 93;

b. Indeks kekayaan Menhinick 5.57;

c. Indeks kekayaan Margalef 16.34;

d. Indeks Keragaman Jenis Shannon 4.07, e. Indeks Keragaman Simpson 0.98;

f. Indeks Kemerataan Jenis 0.90;

g. Kelimpahan Jenis Tertinggi Jambu jabu (Syzygium spp.B) 3.30

h. Indeks Nilai Penting tertinggi jenis Tagaron (Crataeva adansonii) 7.51.

Kawasan arboretum adalah kawasan hutan sekunder bekas pembukaan hutan

pada beberapa bagian yang bisa dimaksimalkan pengelolaannya dengan berbagai metoda untuk penyelamatan alam, rekreasi, endidikan dan penelitian dan zona lain termasuk penangkaran satwa.

DAFTAR PUSTAKA

https://en.wikipedia.org/wiki/Tropical_rainfor estWikipedia tentang Tropical rainforest diunduh 18 Mei 2020

https://www.britannica.com/science/tropical- rainforest. Tropical rain forest oleh Jeremy Smith. Diunduh 18 Mei 2020 https://wwf.panda.org/our_work/forests/impo

rtance_forests/tropical_rainforest/

Tropical rainforest oleh WWF

PT Asmin Bara Bronang, 2017. Laporan Hasil Survey Keanekaragaman Hayati Kawasan Konservasi.

PT Asmin Bara Bronang, 2018. Kajian Ilmiah PersiapanArboretum Tropical rainforest Conservation.

University Consortium and USAID LESTARI, 2018. Biodiversity Tools Analysis.

Adopsi dari

https://hcvnetwork.org/library/forest- integrity-assessment-tool/

(7)

280

Referensi

Dokumen terkait