Senja dan Ceritanya
write by : Ganda Bintang Arista
“ngapain sih ngelihat in matahari tenggelam ? perasaan cuman gitu-gitu aja.” Pikir revano yang melihat sahabatnya arkana yang sangat suka dengan senja. Ketika pulang sekolah revano paling malas jika diajak oleh arkana untuk melihat senja di lapangan bola sebelah sekolah,
“kamu kenapasih suka banget senja ?” Tanya revano
“ya gak papa, indah aja gitu dilihat dan raasanya sangat tenang. Oh iya, senja tuh punya makna yang indah, kamu mau tau?” terang arkana sambal menatap pemandangan matahari terbenam.
“gak peduli beneran dah, mending pulang tidur.” Balas revano sambal pergi meninggalkan arkana sendiri yang masih menikmati senja.
Keesokannya revano masuk ke kelasny seperti anak SMA umumnya, tidak ada yang menarik dari kelansya semuanya seperti biasa. Sampai ada seseorang yang asing baginya memasuki kelas, revano memperhatika seseorang tersebut. ia seorang cewek dengan rambut pendek serta postur tubuh yang pas tidak tinggi dan tidak pendek, Cewek itu duduk tidak jauh dari revano. tak lama setelah itu, bu narsih memasuki kelas
“selamat pagi semua,” sapa bu narsih ketika sampai di meja guru.
“pagi bu.” Saut semua murid XII IPA 2
“ibu ada pengumuman untuk kalian semua,” lanjut bu narsih
Sontak semua murid langsung diam dan penasaran dengan pengumunman yang akan di sampaikan oleh guru yang ada di depan mereka tersebut.
“ciee nungguin yah ?” bu narsih ini emang suka begitu guysss.
“jadi kita kedatangan murid baru, yang merasa murid baru silahkan ke depan.” Kode bu narsih Tiba tiba naren berdiri di depan
“emang kamu murid baru?” Tanya bu narsih heran.
“iya bu saya baru, baru masuk kelas alias telat hheheheh.” Terang naren
“hadeuhh gak begitu konsepnya, udah sana duduk,” balas bu narsih sambil memijat keningnya terlihat cukup capek menghadapi murid muridnya.
Bu narsih memberikan kode kepada si anak baru untuk manju dan memperkenalkan diri
“ selamat pagi semua, perkenalkan aku Sandra Erina Dewi, kalian bisa panggil aku erina. Salam keenal semuanya.” Erina memperkenalkan dirinya dengan senyum yang manis. Para jantan belakang alias penduduk bangku belakang yang semuanya anak laki laki langsung
memperhatikan erina tanpa berkedip karena manisnya.
“kiw manis sama aku yokk.” Goda salah satu penghuni jantan belakang.
Erina hanya tertawa garing menyikapi mereka, setelah itu mereka memulai pelajaran seperti biasanya. FYI Erina duduk di deret ke 2 baris ke 2 sedangkan revano duduk di baris ke 4 deret ke 3.
Pukul 10.00 bell istirahat berbunyi tanda waktu istirahat, semua murid prergi ke kantin sehingga kelas muai sepi. Revano yang melihat Erina tidak ke kantin lantas mengajaknya pergi ke kantin.
“ rin kantin yuk, sekalian keliling sekolah juga biar kamu tau sekolah ini hehe.” Ajak revano bermaksud ingin lebih dekat dan mengenal Erina.
“iya boleh kok ayokkk.” Spontan Erina mengiyakan ajakan Revano.
Tempat pertama yang mereka kunjungi adalah kantin, setelah Revano membeli beberapa makanan sertaa minuman, ia mengajak Erina mengelilingi sekolah mulai dari kantor, guru, perpustakaan, taman sampai gedung olahraga.
“btw rin kamu suka ke kantin kaya tadi gak sih kalo istirahat gini,” Tanya Revano setelah ia menjelaskan tentang sekolah ini.
“gak terlalu sih, soalnya suka bawa bekal. Oh iya kita pulang sekolah jam berapa ya ?” Tanya Erina balik
“jam 15.00 rin biasanya, cuman kalo eskul ya bisa ampe jam 17.00 emang kenapa rin?” Reveano penasaran mengapa dia berkata begitu.
“ ah gapapa aku suka ngelihat senja waktu pulang sekolah, rasa capek aku kaya hilang gitu kalo lihat senja saking indahnya.” Terang Erina.
“ohh gitu, bukanya tiap hari senja gitu gitu aja yaa.” Merasa aneh dengan pernyataannya.
“kamu mah gitu, gak bakal paham.udah lonceng mending kita masuk aja.” Ajak Erina karena merasa topik tentang senja tidak begitu menarik untuk dibahas bersama revano.
Semenjak hari itu, Revano jadi sering mengajak berbicara Erina bahkan sering mengajak untuk pulang bareng, dengan alasan Erina tidak langsung pulang karena dia ingin menikmati senja di lapangan sebelah sekolah.
Revano merasa bahawa dirinya sekarang menjadi dekat dengan Erina, karena mereka sering membahas sesuatu bersama bahkan tak jarang mereka pergi berdua ke kantin. Tak terasa hal hal seperti ini membuat sesuatu timbul. Yaitu rasa cinta.
Karena setiap hari bertemu bahkan sering berbicara, membuat rasa suka itu makin kuat di dalam diri Revano. awalnya ia ragu dengan perasaan ini, karena Erina tampak sangat baik pada semua orang, tetapi jika bersama dirinya Erina tidak hanya baik bahkan Erina suka tersenyum padanya yang membuat Revano menjadi menyukai gadis dengan rambut pendek tersebut.
Hari ini hari senin, pada hari senin siswa pulang sedikit lebih cepat yaitu jam 14.45 setelah lonceng berbunyi semua siswa keluar dari kelasnya. Ada yang menuju parkiran dan ada yang menuju halte. Yerina sendiri dia menuju ke halte karena menunggu jemputan dari sang ayah.
Ketika sedang menunggu di halte, Revano menghampiri Erina dengan motor vario 150 nya.
“Rin bareng aku aja yokk.” Ajak Revano bermaksud agar bisa modus pada Erina.
“gak usah Rev, entar lagi aku juga dijemput kok,” tolak Erina
Setelah itu muncul seorang laki laki dengan motor ninja serta jaket hitam, betrhenti di belakang Revsno. Sepertinya umurnya tidak jauh dari dia.
“ yok?” panggil cowok itu serta memberi kode kepada Erina untuk segera naik.
Erina langsung tersenyum lalu naik dan memeluk cowok tersebut
Revano hanya melihat mereka berlalu, dalam hati ia bertanya Tanya siapa dia?
Keesokan harinya, Revano memasuki kelasnya sedikit terlambat karena habis sarapan di kantin, ia menyapa Erina dan hanya di balas anggukan saja oleh Erina. Revano pikir mungkin dia sedang tidak mood
Mulai dari hari itu, mereka jadi sedikit regang. Mereka jadi jarang berbicara dan kadang hanya saling tegur tapi tidak berbicara banyak. Setiap pulang sekolah juga Revano sering sekali melihat nya pulang dengan laki laki yang ia temui waktu itu.
Revano ingin ia dan Erina seperti dulu, rasa suka padanya yang membuat Revano ingin mengakrabkan diri lagi pada Erina.
Keesokannya Revano berniat mengajak Erina istirahat bersama lagi di kantin. Namun, ketika keesokannya ia mengajak, Erina menolaknya karena dia sudah memakan bekalnya dan merasa kenyang.
Merasa kesal karena ajakannya di tolak
“ aku tau, pasti cowok yang sering menjemput mu itu adalah pacarmu kan? Dan dia melarang mu bertemu dengan ku.” Ucap Revano karena kesal dan meninggalkan Erina
Sejak saat itu, mereka menjadi asing bahkan seperti orang tak kenal. Tidak lagi bertegur sapa bahkan berbicara saja tidak pernah. Semuanya kembali seperti saat awal Erina masuk ke sekolah ini.
“rev aku mau jelasin semua, kamu jangan salah paham dulu .” Erina berbicara di depan meja Revano.
“ apalagi rin? Aku udah gak mau lagi ngusik kamu dan dia dan senja apa itulah.” Balas Revano ketus lalu meninggalkan Erina begitu saja.
Ia pergi ke kantin, dan bertemu dengan arkana. Ia menceritakan masalahnya tapi dia tidak menyebut nama Erina di dalam ceritanya.
“ kamu cowok rev, jangan jadi cowok brengsek dan egois. Kasih dia kesempatan buat jelasin.
Semuanya bisa jadi salah paham.” Saran dari arkana membuat Revano berpikir lagi Diperjalanan menuju ke kelas, ia merencanakan sesuatu
“ pulang sekolah temui aku di lapangan sekolah.” Sesampainya dikelas ia mengatakam itu di depan meja Erina lalu kembali ke tempat duduknya.
Karena hari ini hari kamis mereka semua siswa dan siswi mendapat eskul wajib yaitu pramuka.
Sehingga mereka baru bisa pulang pukul 17.00
Sesuai yang dikatakan tadi, Revano bergegas ke lapangan sebelah sekolah dan menunggu Erina disana. Ia tidak heran jika arkana sudah berada di sana duluan karena dia sang penikmat senja.
Tak lama Erina dating diantar oleh sang cowok kmrn, dia berjalan dan mendekat ke Revano
“ aku disini,” ucap Erina saat sudah berada di belakang Revano dan arkana.
“kamu kenapa cemas gitu rin? Biasanya ceria kok sekarang gini?” Tanya arakana seperti memberi perhatian ke Erina.
“ aku mau lurusin semuanya dulu kan ntar yah, okeh jadi aku mau minta maaf buat Revano soal aku yang nolak ajakan kamu ke kantin waktu itu, dikarenakan aku sedang menunggu pak Arif yang akan datang ke kelas serta membayar uang buku. Dan untuk cowok yang selama ini kamu kira pacar aku itu, itu bagas kaka kandung aku udah jelas kan rev?” Erina menjelaskan semua hal yang menjadi salah paham diantara mereka.
“ oke aku yang salah, aku salah paham sama kamu aku minta maaf, tapir in ada yang harus kamu tau ,” revano menjeda ucapannya
Erina menunggu kalimat selanjutnya
“ aku suka sama kamu,” terus terang Revano menyatakan perasaannya yang sudah tumbuh sejak lama. Erina yang mendengar itu tampak terkejut dan menangis.
“ maaf rev, aku sudah mempunyai pacar,” balas Erina dengan pipi basah karena air mata.
Tiba tiba arkana yang dari tadi diam mendekat ke Erina dan memeluknya
“ aku pacarnya.” Ucap Arkana sambal menenangkan Erina yang masih menangis di pelukan Arkana. Revano tak menyangka dan menunduk.
“ aku dan Arkana sudah jadian sebelum aku masuk ke sekolah. Kami sama sama pengagum senja. Aku dekat denganmu karena aku pikir tidak akan rasa yang timbul diantara kita. Dan aku menganggap mu sahabat ku. Tapi aku salah.”
Revano hanya bisa menunduk menerima fakta bahwa sahabatny lah yang menjadi pacar dari orang yang dia suka
Senja,
Kau sangat indah di mata manusia Kau banyak menyimpan makna
Bahkan untuk mendapatkan pengagummu saja Aku tak bisa
Selesesai deh thank u yang udah baca xixixi ………