Dunia Itu Luas
Hai namaku Adit aku adalah murid pindahan di SMPN 1 Nganjuk tempat dimana para
berandalan berada.Pada suatu pagi yang indah,tepatnya ketika matahari masih mengintip di Timur bumi sana 06.30 Aku berangkat ke sekolah bersama temanku yang bernama
Dabin,seorang teman baikku yang telah berbagi sejuta cerita.
Aku dengan Dabin berangkat ke sekolah dengan jalan kaki,jarak dari rumahku dengan sekolah hanya sekitar 500 an meter,tetapi akibat kemarin turun hujan yang deras,jalanan,trotoar dipenuhi oleh genangan air sehingga perjalanan agak lama karenaharus berhati hati.
Benar saja.Yang kukhawatirkan terjadi di tengah perjalanan,motor melaju dengan sangat cepat dan tiba tiba motor tersebut melindas genangan air yang letaknya diantara kami dan motor itu,posisiku yang berada di kiri motor itu akhirnya menjadi korban da membasahi seragamku.
Aku dan Dabin pun kaget,karena jam telah menunjukkan pukul 06.50,artinya bel sekolah tidak lama lagi berbunyi aku pun sedih karena tidak memungkinkan lagi untuk diriku kembali kerumah.
Tapi tiba tiba saja,Dabin membuka tasnya dan memberikan baju olahraganya kepadaku.
“Nih,kamu pakai aja bajuku,gapaapa kok,pakai aja aku masih bawa jersey sepakbola” ucap Dabin yang sedang menahan tawanya.
Akhirnya baju itu pun ku pakai,aku merasa bersalah dan merepotkannya.
“Makasih ya,Bin,tapi aku hari ini gak ada pelajaran olahraga apa gapapa kalo aku pake baju olahraga”ucapku
“Alah gak usah risau,nanti tinggal bilang ke Pak Asep kalo tadi bajunya basah karena kecipratan genangan air”ujar Dabin
Akhirnya setelah melewati masalah yang berat tadi,kami pun sampai ke sekolah tak lama kemudian aku dan Dabin sampai dikelasku,sontak Pak Asep pun bertanya kepadaku
“Loh Dit,kok kamu pakai baju olahraga?,Hari ini kan gak ada pelajaran olahraga”
Aku pun menjawab”Anu pak,tadi pas dijalan aku sama Dabin kecipratan genangan air”
“Loh kok Dabin gak basah?” tanya Pak Asep,Dabin pun menjawab”Tadi adit posisinya di kananku pak jadi hanya Adit yang kecipratan”
“Owalahh”ujar Pak Asep dengan tersenyum,setelah itu aku dan Dabin pun memasuki kelas masing masing
Tak lama kemudian bel istirahat pun berbunyi teman temanku pun langsung bergegas untuk pergi ke kantin,aku dan Dabin pun pergi bersama ke kantin,di kantin ada banyak sekali orang.
Semua orang yang berada di kantin berdesak desak kan memperebutkan makanan.
Tiba tiba ada anak laki laki yang menabrak Dabin,alhasil makanan yang dibawa oleh anak Itu pun terjatuh dia dan Dabin pun terdiam sambil melihat makanannya yang terjatuh,dabin pun menyodorkan tangannya ke tangan anak itu itu unntuk membantunya berdiri.
“Maaf ya,kau gak apa apa?”ucap Dabin “Gak apa apa kak,maaf ya lagipula aku yang salah kenapa malah kakak yang minta maaf”ujar anak yang menabrak dabin.
“Makanannya harganya berapa biar kuganti aja”ucap Dabin “Ehh gak usah kak”ucap anak yang menabrak dabin,Dabin pun tak peduli apa yang diucapkan oleh anak itu dan
menyodorkan uang 20 ribu ke sakunya.
Anak itu pun mengucapkan terimakasih ke Dabin dan langsung pergi meninggalkan kami, tapi entah kenapa anak itu seperti sedang ketakutan karena sesuatu,aku bertanya ke Dabin apakah dia mengenali anak itu Dabin pun menjawab “Apa kau tak tau,dia itu namanya Ivan,dia dibully oleh teman sekelasnya karena dia juara 2 di kompetisi Boxing tingkat nasional”
“Loh harusnya dia malah ditakuti dong”ujarku kepada dabin “Iya aku tahu tapi apa kau nggak lihat badannya yang mungil itu ditambah lagi dia nggak mau menggunakan teknik boxingnya di luar ring,jadi orang orang membullynya deh ya itu salahnya dia juga karena dia hanya diam saja gak mau melawan”ujar Dabin
“Owalah tapi kenapa dia gak mau menggunakan tekniknya di luar ring?”tanya ku “Kalau kudengar dari orang orang sih dia dilarang pelatihnya karena terlalu brutal,dia juga menjadi juara 2 bukan karena kalah,tapi karena dia melakukan teknik yang dilarang didalam
boxing”ucap Dabin
“Teknik terlarang? teknik apa itu?” tanya ku sambil terheran heran “Mana ku tahu aku kan bukan anak boxing,tanya saja pada dia”ucap Dabin,aku yang kepo aku pun dengan diam diam mengikuti Ivan dari belakang
Tapi tiba tiba saja ada kakak kelas yang menghadang dabin dan bertanya “Dimana makanan pesananku?” dengan ekspresi yang agak menakutkan, dan Ivan pun menjawab “T-Tadi makanannya jatuh kak maaf” kakak kelas itu pun meluncurkan tinjuannya ke arah Ivan.
Tapi tiba tiba Dabin menahan tinjuan itu dengan kakinya,aku pun hampir lupa bahwa Dabin adalah anak Taekwondo.”Hei apa apaan nih,Cuma karena gak dibawain makanan kau ingin menghajar adik kelasmu sendiri. Lagian kenapa juga kau tak beli makanan itu sendiri”ujar dabin dengan memasang eksperesi muka yang marah.
“Hei apa kau gak tau apa itu yang namanya NITIP!,kenapa juga kau tiba tiba marah”ucap kakak kelas “Kau tanya kenapa aku marah?,apa kau juga akan diam saja jika temanmu dihajar,oh iya aku lupa kau kan pecundang sudah pasti diam saja”ucap Dabin.
Kakak kelas itupun tak sanggup menahan amarahnya dan dia langsung memukul Dabin, Dabin pun terkejut dengan pukulannya yang cepat itu sehingga dia tak bisa menghindar Tetapi sebelum pukulan itu mendarat ke perut dabin,tiba tiba saja…..
Ivan memukul kakak kelas itu dengan sungguh cepat sampai sampai aku pun tak bisa melihat serangannya, “Pelatihku memang bilang jangan menggunakan teknik diluar ring,kecuali saat aku terdesak atau harus melindungi sesesorang”ucap Ivan dengan keren.
Kakak kelas itu pun terjatuh dan tak sadarkan diri alias pingsan,aku,Dabin, dan Ivan pun mengangkatnya ke UKS,tak lama kemudian kakak kelas itu terbangun dari pingsannya tapi saat terbangun di tak minum the hangat melainkan langsung mengajak Ivan untuk bertarung lagi.
Tetapi Ivan tak mau,alhasil kakak kelas itu pun minta maaf sekaligus meminta Ivan untuk kembali bertarung di ring,awalnya Ivan tak mau tetapi kakak kelas itu bilang dia akan membawa adiknya tempat itu.
Dan Ivan pun menyetujui permintaan kakak kelas itu. Aku pun bertanya pada Dabin
“memangnya adiknya dia siapa kok tiba tiba dia mau?” “Oh,adiknya itu cewek cantik yang terkenal di sekolah ini maklum kau gak tau kau kan masih baru disini.Namanya Marsha
Memangnya secantik apasih sampai tiba tiba Ivan itu mau ucapku dalam hati,tiba tiba cewek cantik lewat dihadapanku “Itu dia Marsha,gimana cantik gak?” tanya Dabin kepadaku
Aku pun langsung merasakan apa itu yang dinamakan cinta pada pandangan pertama.
“Gak terlalu cantik kok,ngomong ngomong kau tahu gak dimana tempat Ivan dan Kakak kelas itu bertarung lagi?” ucapku sambil malu malu
“Kenapa kok tiba tiba nanyain tempat?,mau lihat Marsha ya?” ucap Dabin sambil sedikit menggodaku
“Nggak kok,tinggal kasih tau apa susahnya sih?”ucapku ke Dabin
1. “Yaudah kukasih tahu mungkin tempatnya di