• Tidak ada hasil yang ditemukan

Dokumen Pengadaan | PERENCANAAN FISIP

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Dokumen Pengadaan | PERENCANAAN FISIP"

Copied!
62
0
0

Teks penuh

UMUM

UNDANGAN PENGADAAN LANGSUNG

INSTRUKSI KEPADA PENYEDIA (IKP)

  • UMUM
    • LINGKUP PEKERJAAN
    • SUMBER DANA
    • LARANGAN KORUPSI, KOLUSI, DAN NEPOTISME (KKN) SERTA
    • LARANGAN PERTENTANGAN KEPENTINGAN
  • DOKUMEN PENGADAAN LANGSUNG
    • ISI DOKUMEN PENGADAAN
  • PENYIAPAN DOKUMEN PENAWARAN
    • DOKUMEN PENAWARAN
  • PENYAMPAIAN DOKUMEN PENAWARAN
    • PENYAMPAIAN DOKUMEN KUALIFIKASI
  • PEMBUKAAN PENAWARAN, EVALUASI, KLARIFIKASI DAN
    • PEMBUKAAN PENAWARAN
    • EVALUASI PENAWARAN
    • KLARIFIKASI DAN NEGOSIASI TEKNIS DAN BIAYA
    • PEMBUATAN BERITA ACARA HASIL PENGADAAN LANGSUNG (BAHPL)

Lingkup pekerjaan yang tidak sesuai atau jabatan yang tidak sesuai tidak dinilai. 3) Jenjang pendidikan ahli yang kurang dari jenjang pendidikan yang dipersyaratkan dalam TOR dinyatakan tidak berlaku. Hasil evaluasi teknis harus melewati batas nilai teknis (passing grade) yang ditentukan dalam LDP.

FORMULIR ISIAN KUALIFIKASI

Data pengalaman perusahaan dalam 4 tahun terakhir (bagi supplier yang berdiri 3 tahun atau lebih). Apabila di kemudian hari ternyata data/dokumen yang saya sampaikan tidak benar dan terdapat pemalsuan, maka saya dan badan usaha yang saya wakili bersedia dikenakan sanksi berupa sanksi administratif, sanksi pencantuman dalam Daftar Hitam. , tuntutan perdata dan/atau pelaporan pidana kepada pihak yang berwenang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. nama lengkap kuasa hukum badan usaha) [jabatan dalam badan usaha].

LEMBAR DATA PENGADAAN (LDP)

  • LINGKUP PEKERJAAN
  • SUMBER DANA
  • CARA PEMBAYARAN
  • MASA BERLAKUNYA PENAWARAN DAN JANGKA WAKTU
  • EVALUASI TEKNIS
  • UNIT BIAYA PERSONIL BERDASARKAN SATUAN WAKTU

Pengalaman subelemen dalam melaksanakan proyek/kegiatan sejenis, dengan bobot subelemen 40%, dan persyaratan penilaian subelemen: 1) memiliki ≥ 10 paket pekerjaan serupa. Subelemen pengalaman pelaksanaan di lokasi proyek/kegiatan, dengan bobot subelemen sebesar 20%, dan ketentuan penilaian subelemen. Subelemen pengalaman manajemen dan fasilitas utama, dengan bobot subelemen 20%, dan ketentuan pemeringkatan subelemen.

Sub unsur kapasitas perusahaan dengan . mengetahui jumlah ahli tetap dengan bobot subelemen 20% dan ketentuan penilaian subelemen. Pemahaman subelemen pelayanan yang tercantum dalam TOR, dengan bobot subelemen 30%, dan ketentuan penilaian subelemen. Subelemen sarana penunjang dalam melaksanakan pekerjaan yang diminta dalam TOR, dengan bobot subelemen sebesar 10%, dan subelemen ketentuan pemeringkatan.

Sub unsur pengalaman kerja profesional sebagaimana dipersyaratkan dalam TOR, dengan bobot sub unsur 50% dan sub unsur ketentuan evaluasi: 1) penunjang referensi: .. a) apabila referensi dilampirkan dan dibuktikan keabsahannya dengan menghubungi penerbit referensi, maka pengalaman kerja dinilai dengan nilai 100 (seratus);

KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)

Pejabat Pembuat Komitmen akan menunjuk seorang pejabat sebagai wakilnya yang akan bertindak sebagai tim teknis pengawas dan pendamping dalam pelaksanaan pekerjaan ini. Penyelesaian pekerjaan yang obyektif, demi kelancaran penyelesaian baik dari segi jenis, mutu dan kuantitas setiap bagian pekerjaan sesuai dengan standar hasil pekerjaan yang berlaku. Rencana kerja penyedia jasa sehubungan dengan pengadaan bahan konstruksi dan menjamin bahwa karakteristik dan sifat bahan tersebut benar-benar memenuhi persyaratan dan spesifikasi.

Kecukupan peralatan, perlengkapan dan fasilitas yang secara kontrak diwajibkan untuk disediakan oleh Penyedia Layanan. rencana kerja Penyedia Jasa dan rencana pelaksanaan kemajuan kerja guna mencapai pekerjaan yang efektif dan efisien. Konsultan wajib melaksanakan jasa pengawasan konstruksi dengan tekun dan dengan teknik yang sesuai dan dapat diterima sesuai dengan petunjuk/instruksi Pemakai Jasa sehubungan dengan pekerjaan ini.

Membantu pengguna jasa dalam melaksanakan tugasnya untuk memastikan bahwa semua pekerjaan dilaksanakan sesuai dengan desain teknik, spesifikasi dan dokumen kontrak lainnya. Penyedia Layanan untuk pembayaran tambahan dan hal-hal umum lainnya yang berkaitan dengan hak dan kewajiban Penyedia Layanan sesuai dengan isi kontrak. Memberikan rekomendasi rinci untuk amandemen kontrak (CCO) dan addenda jika diperlukan untuk memastikan diperoleh hasil teknis terbaik berdasarkan biaya yang tersedia.

Periksa dengan cermat semua pengukuran dan perhitungan kuantitas yang diperlukan untuk pembayaran dan pastikan bahwa semua pengukuran dan perhitungan dilakukan sesuai dengan prosedur dalam dokumen kontrak. Membantu dalam melakukan Preliminary Handover (PHO) untuk setiap kontrak, terutama menyiapkan daftar cacat yang akan diperbaiki oleh Penyedia Layanan. Segala fasilitas yang diberikan oleh penyedia jasa bukan atas nama petugas perikatan melainkan atas nama penyedia jasa (baik disewakan maupun dimiliki).

Tujuannya untuk mewujudkan pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan RKS, gambar arsitektur, rencana kerja, serta kesepakatan dalam rapat konstruksi dan manajemen tim teknis. Laporan awal meliputi: data dasar desain, pemahaman penyedia jasa terhadap kondisi kerja (TOR) dan kondisi lokasi bangunan, metode pendekatan, analisis dan model teoritis yang akan digunakan serta data-data yang diperlukan. Apabila diperlukan, pemberi konsultan wajib mengadakan pertemuan dan diskusi sehubungan dengan transfer ilmu kepada staf proyek/unit kerja pada Pejabat Pembuat Komitmen.

BENTUK DOKUMEN PENAWARAN

Pada bab ini menjelaskan pemahaman pemasok mengenai tujuan proyek/kegiatan, ruang lingkup dan layanan konsultasi yang diperlukan, metodologi kerja dan gambaran rinci tentang output. PETUNJUK KEPADA PENYEDIA JASA KONSULTASI : Pembuatan faktur hanya dapat dilakukan setelah selesainya pekerjaan yang diperintahkan dalam SPC ini dan hasil pekerjaan dapat diterima secara memuaskan oleh Pejabat Pembuat Komitmen. Selain mematuhi ketentuan dalam SPK ini, Penyedia Jasa Konsultan wajib mematuhi Syarat Standar dan Ketentuan Umum SPK yang terlampir.

PPK mempunyai hak kepemilikan atas seluruh barang/bahan yang berkaitan langsung atau diberikan sehubungan dengan jasa yang diberikan oleh Penyedia Jasa Konsultan kepada PPK. Apabila diminta oleh PPK, Penyedia Jasa Konsultan wajib membantu semaksimal mungkin pengalihan hak kepemilikan kepada PPK sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Hak milik atas peralatan dan barang/bahan yang disediakan oleh PPK tetap berada pada PPK dan seluruh peralatan tersebut wajib dikembalikan kepada PPK pada saat SPK diakhiri atau apabila tidak diperlukan lagi oleh Penyedia Jasa Konsultan.

Semua peralatan harus dikembalikan dalam kondisi yang sama seperti saat diserahkan kepada Penyedia Layanan Konsultan, tidak termasuk keausan akibat penggunaan normal. Menyimpang dari pasal 1266 dan 1267 KUHPerdata, PPK dapat memutuskan SPK ini dengan pemberitahuan tertulis kepada Penyedia Jasa Konsultan. Apabila SPK dikenakan sebelum berakhirnya waktu pelaksanaan pekerjaan dan penghentiannya karena Force Majeure atau bukan karena kesalahan atau kelalaian Penyedia Jasa Konsultan, maka Penyedia Jasa Konsultan berhak membayar secara pro rata atas pekerjaan tersebut. sesuai dengan prestasi kerja yang dapat diterima oleh PPK.

Penyedia jasa konsultasi tidak diperkenankan menugaskan personel selain personel yang disetujui oleh PPK untuk melaksanakan pekerjaan berdasarkan SPK ini. PPK berwenang mengawasi dan memeriksa pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia, dan memerintahkan pihak ketiga untuk mengawasi dan memeriksa seluruh pekerjaan yang dilakukan oleh penyedia. Untuk merekam kegiatan pelaksanaan proyek, PPK mengambil foto dokumentasi pelaksanaan pekerjaan di tempat kerja.

Kecuali jika SPK diputuskan lebih awal, penyedia wajib memulai pelaksanaan pekerjaan pada Tanggal Mulai Pekerjaan, dan melaksanakan pekerjaan sesuai dengan program mutu dan menyelesaikan pekerjaan paling lambat pada Tanggal Penyelesaian yang ditentukan dalam SPMK. Penyedia jasa konsultasi wajib membayar seluruh pajak, retribusi, retribusi dan pungutan lain yang dikenakan berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku atas pelaksanaan SPK. PPK dan penyedia jasa konsultasi wajib melakukan upaya sungguh-sungguh untuk menyelesaikan secara musyawarah mufakat segala perselisihan yang timbul akibat atau berkaitan dengan SPK ini atau penafsirannya selama atau setelah selesainya pekerjaan ini.

Perpanjangan Tanggal Penyelesaian harus dilakukan dengan adendum SPK apabila perpanjangan tersebut mengubah jangka waktu SPK. B. PPK dapat menyetujui perpanjangan waktu pelaksanaan setelah meneliti usulan tertulis yang diajukan pemasok. Apabila Peristiwa Ganti Kerugian menimbulkan tambahan biaya dan/atau keterlambatan penyelesaian pekerjaan, PPK wajib membayar ganti rugi dan/atau memberikan perpanjangan waktu penyelesaian pekerjaan. C. Ganti rugi hanya dapat dibayarkan apabila berdasarkan data pendukung dan perhitungan ganti rugi yang disampaikan pemasok kepada PPK, dapat dibuktikan bahwa kerugian yang sebenarnya diakibatkan oleh Peristiwa Ganti Kerugian.

Referensi

Dokumen terkait