i
DAFTAR ISI ... i
BAB 1. PENDAHULUAN ... 1
1.1 Latar Belakang ... 1
1.2 Rumusan Masalah ... 2
1.3 Tujuan Kegiatan ... 2
1.4 Luaran yang Diharapkan ... 2
1.5 Manfaat Kegiatan ... 2
BAB 2. GAMBARAN UMUM DAN RENCANA USAHA ... 3
2.1 Kondisi Umum Lingkungan ... 3
2.2 Gambaran Umum Produk ... 3
2.3 Analisis Ekonomi Usaha (Kelayakan Usaha) ... 3
BAB 3. METODE PELAKSANAAN ... 6
3.1 Proses Produksi ... 6
3.2 Proses Pengemasan ... 6
3.3 Proses Pemasaran ... 6
3.4 Tahapan pekerjaan ... 7
BAB 4. BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN ... 8
4.1 Anggaran Biaya ... 8
4.2 Jadwal Kegiatan ... 8
DAFTAR PUSTAKA ... 10
Lampiran 1. Biodata Ketua dan Anggota, serta Dosen Pendamping ... 11
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan ... 19
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas... 20
Lampiran 4. Surat Pernyataan Ketua Pelaksana ... 22
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1Latar Belakang
Provinsi Bengkulu dengan luas daerah 1,9 juta hektar termasuk kedalam 10 Provinsi penghasil kelapa sawit terbesar di Indonesia tahun 2021 menurut GoodStats. Di Provinsi Bengkulu juga terdapat 30 pabrik crude palm oil (CPO) yang menghasilkan limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit (TKKS) yang cukup tinggi (KOMPAS.com). Limbah TKKS merupakan limbah yang sulit didegradasi sehingga semakin lama semakin terjadi penumpukan. Salah satunya pabrik CPO yang berada di Desa Pulau Panggung, Kabupaten Bengkulu Tengah.
Limbah TKKS di Bengkulu Tengah dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar sebagai pupuk kompos, akan tetapi pemanfaatan limbah tersebut belum dilakukan secara maksimal sehingga tetap terjadi penumpukan limbah TKKS.
Selain dapat digunakan sebagai pupuk kompos, limbah TKKS yang menumpuk pada area pembuangan limbah pabrik ternyata saat musim hujan akan ditumbuhi dengan jamur merang secara alami. Siregar dan Ritonga (2014);
Hidayati dkk (2015); serta Wirasaputra (2018) telah melakukan penelitian pemanfaatan TKKS sebagai media tanam jamur merang, penelitian-penelitian tersebut menyatakan bahwa TKKS merupakan media tanam yang cocok untuk jamur merang karena dapat meningkatkan produktivitas jamur merang.
Saat ini permintaan jamur merang di Provinsi Bengkulu meningkat di tingkat supplier dan rumah tangga. Akan tetapi permintaan tersebut belum dapat terpenuhi karena masih sedikit sekali budidaya jamur merang. Jamur merang banyak digunakan untuk aneka bahan pangan seperti campuran soup, pizza, dan lain-lain. Rasa, tekstur, dan kandungan gizi yang tinggi menyebabkan jamur merang semakin banyak diminati dan bernilai ekonomi.
Selama ini produksi jamur merang sering dilakukan dengan menggunakan media dari jerami padi. Kendala yang dihadapi pada media ini yaitu dikarenakan jerami padi hanya dihasilkan dalam setahun sebanyak dua kali dan tidak mampu menjaga kelembaban, hal ini menganggu produksi jamur. (Anwar Fuadi, 2016)
Dalam jurnal penelitian yang sudah ada, jamur merang menggunakan media tanam jerami tidak dapat berproduksi pada hari ke-empat, ke-lima, ke-sepuluh dan ke-sebelas, hal ini dikarenakan pada hari-hari tersebut jamur merang dalam masa istirahat, sehingga tidak mampu berproduksi. Jika ditotalkan hasil produksi jamur merang dengan menggunakan media tanam jerami dan media tanam TKKS terdapat selisih hasil produksi budidaya jamur merang menggunakan media TKKS lebih menguntungkan dibanding dengan menggunakan media jerami. (Syarifah Ulfami, 2018). Jamur merang dengan media tanam TKKS memiliki ukuran yang lebih besar dan memiliki warna yang lebih pekat dibandingkan dengan jamur yang tumbuh di media jerami.
Setelah melihat kondisi diatas kami termotivasi untuk melakukan budidaya jamur merang dengan memanfaatkan limbah TKKS sebagai media tanamnya agar dapat membantu memenuhi permintaan pasar. Budidaya ini akan kami lakukan secara indoor karena memiliki banyak kelebihan yakni lebih hemat lahan karena dibuat dalam rak-rak bertingkat, kemudian suhu dan kelembabannya juga lebih terjaga, dan hasil produksinya akan jauh lebih konsisten yaitu dua kali lebih banyak dari pada dibudidayakan secara outdoor.
1.2Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka permasalahan yang akan dibahas dalam program ini adalah:
1. Bagaimana cara memaksimalkan pemanfaatan limbah TKKS di wilayah Provinsi Bengkulu khususnya Desa Pulau Panggung, Kabupaten Bengkulu Tengah?
2. Bagaimana cara budidaya jamur merang menggunakan media tanam limbah TKKS?
3. Bagaimana cara memenuhi permintaan pasar terhadap konsumsi jamur merang?
1.3Tujuan Kegiatan
Tujuan umum dari kegiatan PKM Kewirausahaan kami ini adalah:
1. Agar dapat membatu pihak pabrik dan masyarakat sekitar untuk mengurangi limbah TKKS yang sulit didegradasi dengan menjadikannya sebuah peluang bisnis yang kreatif dan inovatif.
2. Agar dapat memenuhi permintaan pasar terhadap konsumsi jamur merang.
3. Memberi edukasi kepada masyarakat sekitar bawah limbah TKKS bisa dimanfaatkan sebagi peluang bisnis.
1.4Luaran yang Diharapkan
Luaran yang diharapkan dari pembuatan proposal ini adalah laporan kemajuan, laporan akhir, produk berupa jamur merang yang dikemas dengan berat 250 g, 500 g dan 1 kg yang akan dipasarkan di wilayah Bengkulu Tengah dan Kota Bengkulu serta akun media sosial akan digunakan dalam proses pemasaran produk jamur merang.
1.5Manfaat Kegiatan
Dengan menghasilkan produk berupa jamur merang dari pemanfaatan limbah TKKS, hal itu memberikan beberapa manfaat yaitu seperti mengurangi limbah TKKS dari hasil produksi CPO. Selain itu, dengan menciptakan inovasi pada budidaya jamur merang dengan menggunakan media tanam limbah TKKS, dapat menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar, terutama masyarakat yang tidak memiliki pekerjaan tetap sehingga hal tersebut dapat menekan jumlah angka pengangguran di daerah tersebut. Selain itu kegiatan ini juga bermanfaat untuk mengurangi pencemaran lingkungan disekitar pabrik CPO yang disebabkan oleh limbah TKKS yang terus menurus menumpuk.
BAB 2 GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA 2.1Kondisi Umum Lingkungan
Di Bengkulu Tengah terdapat lahan kelapa sawit seluas 9,28 ribu hektar, yang merupakan salah satu mata pencaharian masyarakat sekitar. kondisi ini mepengaruhi jumlah kelapa sawit yang masuk ke pabrik dan dapat meningkatkan jumlah limbah TKKS.
Di pabrik Cahaya Sawit Lestari (CSL) desa Pulau Panggung Bengkulu Tengah pemanfaatan limbah TKKS belum dimanfaatkan secara maksimal. PT.
CSL hanya memanfaatkan TKKS sebagai pupuk organik pada lahan sawit yang mereka miliki, selain itu masyarakat ikut memanfaatkan limbah Tkks sebagai pupuk organik dalam kegiatan bercocok tanam dengan skala kecil.
2.2Gambaran Umum Produk
Jamur merang akan tumbuh secara alami pada limbah TKKS yang dibiarkan di ruangan terbuka saat musim hujan, namun pertumbuhan jamur tersebut tidak tumbuh secara terus-menerus. Usaha budidaya jamur merang akan memfokuskan pada pemanfaatan limbah TKKS daerah Bengkulu Tengah tepatnya di desa Pulau Panggung. Budidaya yang akan dilakukan dengan sistem indoor dengan berbagai kelebihan salah satunya hasil produksi dua kali lebih banyak dari budidaya outdoor.
Konsumen mulai menggemari jenis jamur ini untuk kebutuhan pangan mereka sehari-hari karena rasanya yang nikmat dan memiliki nilai gizi yang baik. Adapun nilai gizi yang terkandung pada jamur merang yakni protein berkisar 33-41%, lemak 3.7-5.1%, serat kasar 7-16%, karbohidrat 27-45% abu sekitar 9% berat kering (Triyono et al 2019). Selain itu, pelaku bisnis restoran, katering, ataupun hotel-hotel di berbagai daerah Bengkulu Tengah dan kota Bengkulu mulai membutuhkan jamur untuk memanjakan konsumen mereka seperti mie ayam jamur, bakso jamur, tumis jamur, soup jamur, sate jamur, pepes jamur, capcay jamur, serta beberapa menu olahan jamur merang lainnya.
Disamping permintaan konsumen yang cukup besar, jumlah petani jamur merang saat ini belum terlalu banyak, maka dari itu kami memiliki inovasi budidaya jamur merang dengan media tanam TKKS di desa Pulau panggung dalam memenuhi permintaan pasar.
2.3Analisis Ekonomi Usaha (Kelayakan Usaha) a. Investasi kumbung
Tabel 2.3.1 biaya untuk 4 kumbung
No Barang Frekuensi Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Bambu 600 m 2.000 1.200.000
2 Kayu 30 m 3.000 90.000
3 Bibit jamur 50 lot 10.000 500.000
4 Paku 4 kg 10.000 40.000
5 Plastik 250 m 5.000 1.250.000
6 Elektrik blower 4 unit 200.000 800.000
7 Lampu portable 4 unit 80.000 320.000
8 Kabel 40 m 3.000 120.000
9 Selang air 50 m 4.000 200.000
10 Keranjang 4 unit 20.000 80.000
11 Brosur 100 lembar 1000 100.000
11 Upah pekerja 4 orang 300.000 1.200.000
Total 5.900.000
b. Biaya untuk 4 kumbung per bulan
Tabel 2.3.2 biaya untuk 4 kubung per bulan
No Barang Biaya Per Bulan (Rp) Jumlah (Rp)
1 Bambu 1.200.000/42 28.500
2 Kayu 90.000/42 2.500
3 Pengadaan bibit jamur 500.000/2 250.000
4 Paku 40.000/42 1.000
5 Plastik 1.250.000/42 30.000
6 Elektrik blower 800.000/60 13.500
7 Lampu portable 320.000/60 5.500
8 Kabel 120.000/42 3.000
9 Selang air 200.000/42 5.000
10 Keranjang 80.000/42 2.000
11 Brosur 100 lembar 100.000
12 Upah pekerja 1.000.000/1 1.000.000
Total 1.341.000
c. Biaya produksi dan pemasaran per bulan
Tabel 2.3.3 biaya variable
No Barang Frekuensi Harga (Rp) Jumlah (Rp)
1 Limbah TKKS 0 0 0
2 Onggok 20 kg 5.000 100.000
3 Plastic zip lock 3 pack 15.000 45.000 4 Label produk 300 lembar 100.000 300.000 6 Biaya transportasi:
1. Pembelian bahan 2. Distribusi produk
1 kali 1 bulan
50.000 100.000
50.000 100.000
7 Bahan lainnya 100.000
8 Air dan listrik 1 bulan 200.000 200.000
Total 895.000
d. Pendapatan Per Bulan Hasil panen satu hari = 3kg Harga per kg = Rp25.000
3 kg × Rp25.000/Kg = Rp75.000
Rp75.000 × 30 hari (1 bulan) = Rp2.250.000 e. Keuntungan Per Bulan
Tabel 2.3.5 keuntungan per bulan Laba
Pendapatan per bulan
- Biaya produksi per bulan
Jumlah Rp2.250.000 - Rp895.000 Rp1.355.000 f. Pengembalian Modal
Tabel 2.3.6 pengembalian modal
Lama balik modal Periode
Total biaya tetap : Keuntungan per
bulan 4 bulan 4 minggu
Rp5.900.000 : Rp1.355.000
Dari analisa di atas dapat disimpulkan apabila bisnis budidaya jamur merang sangat menguntungkan dimana modal Rp 5.900.000 dengan keuntungan per bulan Rp1.355.000 dan balik modal dalam 4 bulan 4 minggu.
g. Cash Flow
Cash Inflow (Rp)
Keterangan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 bulan 4 Pendapatan 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 Total 2.250.000 2.250.000 2.250.000 2.250.000 Cash Outflow (Rp)
Keterangan Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 bulan 4 Biaya 895.000 895.000 895.000 895.000
Investasi 5.900.000
Total 6.795.000 895.000 895.000 895.000 Cash Flow (Rp)
Bulan 1 Bulan 2 Bulan 3 Bulan 4 -4.545.000 1.355.000 1.355.000 1.355.000 Dari analisi diatas cash flow setiap tahunnya yaitu:
1. 11 bulan × Rp1.355.000 = Rp14.905.000 2. 12 bulan × Rp1.355.000 = Rp16.260.000
Net Future Value (NFV) Asumsi suku bunga = 8%
Tahun Cash flow FVIF NFV 1 14.905.000 1,08 16.097.400 2 16.260.000 1,166 18.959.160
Dari analisis tersebut diketahui bahwa jumlah NFV > 0, maka usaha ini layak direalisasikan.
BAB 3 METODE PELAKSANAAN 3.1Proses Produksi
Kegiatan ini nantinya akan menghasilkan jamur merang dalam memaksimalkan pemanfaatan limbah TKKS dan ikut serta dalam memenuhi kebutuhan permintaan yang meningkat. Adapun Langkah-langkah budidaya jamur merang (Bakce, 2019), yaitu sebagai berikut:
1. Melakukan persiapan tandan kosong sawit
2. Melakukan fermentasi tandan kosong sawit dengan pencampuran dengan kapur dolomit dan bekatul
3. Setelah proses fermentasi, tandan kosong sawit dipindahkan ke rak jamur di dalam kumbumg jamur
4. Kemudian dilakukan sterilisasi dengan mengalirkan uap (steam) ke dalam kumbung jamur,
5. Kemudian menyemai bibit jamur ke tandan kosong sawit yang telah disterilisasi,
6. Kemudian dibiarkan beberapa hari menunggu tumbuhnya jamur,
7. Kemudian jamur yang sudah cukup umur (sebelum mekar) siap dilakukan pemanenan.
3.2Proses Pengemasan
Dalam melakukan budidaya serta pemasaran jamur merang, pengemasan ini akan dibuat dalam 3 ukuran yaitu dengan berat 250 g, 500 g, serta 1 kg. Jamur merang akan dikemas menggunakan plastik zip lock dan pada kemasan akan disertakan panduan untuk menyimpan jamur merang dengan baik dan benar.
Jamur memiliki tekstur lembab dan bisa dengan cepat membusuk jika cara penyimpanan tidak benar. Dibandingkan dengan plastik biasa, plastik zip lock berguna untuk memaksimalkan sirkulasi udara dan biarkan sedikit terbuka agar gas etilen yang mempercepat proses pembusukan dari jamur bisa keluar.
Wadah pengemasan jamur dirancang untuk menyeimbangkan retensi kelembapan dan pelepasan gas etilen dari jamur.
3.3Proses Pemasaran
Proses pemasaran jamur merang akan dilakukan dengan beberapa cara, yaitu yang pertama melakukan penyebaran informasi secara langsung baik itu kepada kelompok ataupun idividu. Budidaya jamur merang ini akan kami promosikan melalui pendekatan dengan masyarakat secara langsung serta pembagian brosur-brosur terkait produk ke tempat-tempat yang mengolah jamur merang menjadi makanan siap saji seperti restoran, rumah makan, dll.
Dengan itu untuk kedepannya diharapkan jamur merang ini dapat dikenal dari mulut ke mulut.
Kemudian kami juga akan melakukan penyebaran informasi secara tidak langsung melalui media sosial yang biasa disebut dengan “Internet Marketing”, seperti Instagram, Facebook, Whatsapp, dan lainnya. Kami juga akan
melakukan promosi dan pemasaran dengan membuat website serta pamflet yang memungkinkan informasi yang akan disalurkan dapat ditemukan dengan mudah melalui mesin pencarian seperti Google.
3.4Tahapan Pekerjaan 3.4.1 Alat dan Bahan
Tabel 3.4.1. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No Alat Bahan
1 Bambu Limbah TKKS
2 Kayu Onggok
3 Pengadaan bibit jamur Plastic zip lock
4 Paku Label produk
5 Plastik Brosur
6 Elektrik blower 7 Lampu portable 8 Kabel
9 Selang air 10 Keranjang 3.4.2 Aktivitas Pekerjaan
a. Pembuatan kumbung (tempat budidaya) b. Persiapan media tanaman jamur
c. Proses pembalikan media tanam
d. Masukkan media tanam ke dalam kumbung e. Penanaman bibit jamur merang
f. Proses perawatan jamur merang g. Proses pemanenan jamur merang
BAB 4 BIAYA DAN JADWAL KEGIATAN 4.1 Anggaran Biaya
Rekapitulasi rencana anggaran biaya disusun sesuai dengan kebutuhan dan mengikuti format Tabel 4.1.
Tabel 4.1. Rekapitulasi Rencana Anggaran Biaya
No. Jenis Pengeluaran Sumber Dana Besaran Dana (Rp)
1
Bahan habis pakai, maksimal 60% dari jumlah dana yang diusulkan
Belmawa 4.685.000
Perguruan Tinggi Instansi Lain (Jika Ada)
2
Jasa Pembuatan Kumbung, maksimal 15% dari jumlah dana yang diusulkan
Belmawa 1.200.000
Perguruan Tinggi Instansi Lain (Jika Ada)
3
Biaya Transportasi Lokal, maksimal 30% dari jumlah dana yang diusulkan
Belmawa 200.000
Perguruan Tinggi 1.000.000 Instansi Lain (Jika
Ada)
4
Biaya lain-lain, maksimal 15%
dari jumlah dana yang diusulkan
Belmawa 1.100.000
Perguruan Tinggi Instansi Lain (Jika Ada)
Jumlah
Rekap Sumber Dana
Belmawa 7.185.000
Perguruan Tinggi 1.000.000 Instansi Lain (Jika
Ada)
Jumlah 8.185.000 4.2 Jadwal Kegiatan
No Jenis Kegiatan Bulan
Penanggung Jawab
1 2 3 4
1
Pengadaan Alat dan bahan
Sholeha Kurnia Difitri
& Izza Aulia Rachmadina 2 Pembuatan
Kumbung Meydica Indah Kurnia
3 Persiapan Media Tanaman Jamur
Kartika Rabbani &
Yosima Veronika 4 Proses Pembalikkan
Media Tanam Kartika Rabbani
5
Masukkan Media Tanam Kedalam Kumbung
Sholeha Kurnia Difitri
6 Penanaman Bibit
Jamur Merang Yosima Veronika
7 Proses Perawatan Jamur Merang
Meydica Indah Kurnia
& Yosima Veronika 8
Proses Pemanenan Jamur Merang
Izza Aulia Rachmadina & Kartika
Rabbani
DAFTAR PUSTAKA
Bengkulu, B. P. (2019). Luas Areal Tanaman Perkebunan Menurut Kabupaten/Kota dan Jenis Tanaman di Provinsi Bengkulu (Ribu ha), 2019 dan 2020.
Retrieved from bengkulu.bps.go.id:
https://bengkulu.bps.go.id/statictable/2021/06/29/584/luas-areal-tanaman- perkebunan-menurut-kabupaten-kota-dan-jenis-tanaman-di-provinsi- bengkulu-ribu-ha-2019-dan-2020.html
bisnisUKM, R. (2011, Juli 11). PELUANG BISNIS BUDIDAYA JAMUR MERANG.
Retrieved from bisnisukm.com: https://bisnisukm.com/peluang-bisnis- budidaya-jamur-merang.html
Cara Simpan Jamur agar Awet, Tidak Mudah Busuk. (2020, Agustus 29). Retrieved from https://www.kompas.com/:
https://www.kompas.com/food/read/2020/08/29/081200075/4-cara-simpan- jamur-agar-awet-tidak-mudah-busuk
Djaimi Bakce, A. S. (2019, Agustus 21). Pemanfaatan limbah kelapa sawit untuk budidaya jamur merang dalam upaya perbaikan ekonomi desa: Pengabdian kepada masyarakat di Desa Kampung Baru, Kabupaten Pelalawan. Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat, Pekanbaru, p. 236.
Karsid*, R. A. (2015). Aplikasi Kontrol Otomatis Suhu dan Kelembaban untuk Peningkatan. Jurnal Aplikasi Teknologi Pangan, 86-88.
Anwar Fuadi, F. Y. (2016). PEMANFATAN TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT SEBAGAI . JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT, 17.
Syarifah Ulfami, E. M. (2018). STUDI KOMPARATIF KEUNTUNGAN BUDIDAYA JAMUR MERANG PADA MEDIA JERAMI DAN MEDIA TANDAN KOSONG KELAPA SAWIT (STUDI KASUS PADA USAHATANI BEUNA RASEUKI). Jurnal Ilmiah Mahasiswa Pertanian Unsyiah, 70-71.
Lampiran 2. Justifikasi Anggaran Kegiatan
No Jenis Pengeluaran Volume Harga Satuan (RP)
Total (Rp) 1 Belanja Bahan (maks.60%)
Bambu 600 m 2.000 1.200.000
Kayu 30 m 3.000 90.000
Paku 4 kg 10.000 40.000
Bibit Jamur Merang 50 lot 10.000 500.000
Onggok 20 kg 2.000 40.000
Plastik 250 m 5.000 1.250.000
Elektrik blower 4 unit 200.000 800.000
Lampu portable 4 unit 80.000 320.000
Kabel 40 m 3.000 120.000
Selang air 50 m 4.000 200.000
Keranjang 4 unit 20.000 80.000
Plastik zip lock 3 pack 15.000 45.000
SUB TOTAL 4.685.000
2 Biaya Jasa Pembuatan Kumbung (maks 15%)
4 Orang 300.000 1.200.000
SUB TOTAL 1.200.000
3 Biaya Transportasi (maks.30%)
Pembelian bahan 1 kali 50.000 50.000
Distribusi produk 1 bulan 100.000 100.000
Transportasi lokal 4 bulan 1.050.000 1.050.000
SUB TOTAL 1.200.000
4 Biaya lain-lain (maks.15%)
Label produk 300 lembar 1.000 300.000
Biaya Utilitas
Air & Listrik 4 bulan 200.000 800.000
SUB TOTAL 1.100.000
GRAND TOTAL 8.185.000
GRAND TOTAL
(DELAPAN JUTA SERATUS DELAPAN PULUH LIMA RIBU RUPIAH)
Lampiran 3. Susunan Organisasi Tim Pelaksana dan Pembagian Tugas
No Nama/NPM Program Studi
Bidang Ilmu
Alokasi Waktu (jam/minggu)
Uraian Tugas
1
Sholeha Kurnia Difitri C1C021055
S1
Akuntansi Akuntansi 28
√ Sebagai ketua pelaksana kegiatan.
√ Mengkoordinir jalannya kegiatan usaha PKM.
√Merencanakan dan merancang strategi
pelaksanaan usaha.
√Memanajemen kegiatan
pemasaran produk.
√Mencari desaindesain produk yang akan dipasarkan.
2.
Meydica Indah Kurnia CC021105
&
Kartika Rabbani C1C021138
S1
Akuntansi Akuntansi 28
√Sebagai sekretaris pelaksanaan kegiatan usaha.
√ Mencatat semua peralatan dan bahan yang diperlukan untuk usaha.
√Menginventaris asikan
perlengkapan yang tersedia.
√ Mencatat perkembangan usaha selama pelaksanaan kegiatan PKM
3
Izza Aulia Rachmadina C1C021062
&
Yosima Veronika E1J020018
S1 Akuntansi
Agroeko teknologi
Akuntansi
Agroeko teknologi
28
√ Sebagai penanggung jawab hubungan informasi dan komunikasi
√ Mencari link untuk
ketersediaan bahan baku yang diperlukan
√ Mencari link informasi pemasaran produk yang dihasilkan
√ Bertanggung jawab terhadap publikasi media usaha yang dilaksanakan
√ Berpotensi sebagai pengambil dokumentasi