Geografi Lingkungan yaitu ilmu yang mempelajari fenomena bumi (geosfer) dan mempelajari hasil interaksi manusia dan alam dengan sudut pandang kewilayahan dalam konteks keruangan.
Ada 5 tema geografi yaitu lokasi, tempat, wilayah, pergerakan dan Interaksi lingkungan manusia
• Wilayah > bagian dari permukaan bumi yang teritorialnyaditentukan atas pengertian, Batasan dan perwatakangeografis tertentu
• Daerah > bagian dari suatu wilayahsebagai territorial yang ditentukan
• Kawasan > bagian dari suatu wilayah yang memiliki Batasan fungsional Ada 3 tipe wilayah berdasarkan geografi :
- Formal Region (Kabupaten, Kecamatan dan negara) - Functional (DAS, Zona iklim, pertanian)
- Perceptual (dunia maya, wilayah abstrak y gada di pikiran manusia) 4 Konsep wilayah yaitu : menyeragamkan karakteristik, batas, berhubungan dan mapping units
Geografi Fisik, yang mendasarkan pada objek bentang alami (natural landscape) itu dengan penekanan dibentuklahan (landform)
- Untuk mengetahui berbagai energi atau tenaga betuklahan dan ancaman - Pola2 dan distribusi temperature curah hujan, tipe vegetasi
- Identifikasi lokasi2 terancam aktivitas manusia - Dampak perubahan iklim dan cara mengatasi 1) Proses geologi dan bentuklahan
2) Pola iklim dan vegetasi 3) Keanekaragaman hayati 4) Kondisi laut global
5) Perubahan lingkungan global
Geografi manusia, yang kemudian mendasarkan kepada objek bentang budaya (yakni cultural landscape).
o mengetahui pespektif Sejarah dari lingkungan sosial yang merubah lingkungan o Perspektif geografi penyebab negara miskin dan kaya
o Prinsip Pembangunan berkelanjuta
1) Revolusi yang merubah dunia; revolusi pertanian dan revolusi industri 2) Geografi Pembangunan; manusia, ekonomi, kemiskinan, kesejahteraan, HDI 3) Geografi kependudukan; ledakan penduduk, kepadatan penduduk, migrasi Geomorfologi, suatu ilmu yang mempelajari mengeani bentuk permukaan bumi serta juga perubahan yang terjadi pada bumi itu sendiri.
Terdapat 10 Konsep dasar geomorfologi yang berada di dalam buku “Principles of Geomorphology” diantaranya sebagai berikut :
a. Proses2 fisik serta hukumnya yg terjadi saat ini berlangsung selama waktu geologi, b. Struktur geologi, faktor pengontrol yang dominan di dalam evolusi bentuk lahan, c. Tingkat perkembangan relief permukaan bumi tergantung diproses-proses
geomorfologi yang berlangsung,
d. Proses-proses geomorfik tersebut terekam pada land forms yang menunjukan karakteristik proses yang berlangsung,
e. Keragaman erosional agents tersebut tercermin pada produk serta urutan land forms yang terbentuk,
f. Evolusi geomorfologi tersebut memiliki kompleks,
g. Obyek alam di permukaan bumi umumnya itu berumur lebih muda dari Pleistosen, h. Interpretasi yang sempurna tentang landscapes melibatkan beragam faktor geologi
serta juga perubahan iklim selama Pleistosen,
i. Apresiasi iklim global tersebut kemudian diperlukan di dalam memahami proses- proses geomorfik yang beragam, serta
j. Geomorfologi, umumnya itu mempelajari land forms / landscapes yang terjadi saat ini serta juga sejarah pembentukannya.
• Morfologi – Morfometri, Ukuran dari komponen bentuklahan, yang meliputi relief, lereng, dan saliran (drainase). Sudut, panjang, bentuk, elevasi
Morfologi – Morfografi, Uraian atau deskripsi dari bentuklahan yang
menggambarkan kesan topografis. Terdiri dari relief, material, proses geomorfiknya
• Morfostruktur, Asal-usul terbentuknya suatu bentuklahan. Morfostruktur
mendeksripsikan material dan proses yang terjadi pada saat ini maupun masa lampau - Morfostruktur aktif, mendeskripsikan proses geomorfik akibat tenaga tektonik
(diastrofisme) dan vulkanik (berupa patahan, lipatan, dan vulkanisme) - Morfostruktur pasif, kondisi batuan/litologi yang dalam kondisi pasif atau diam
telah terkena proses geomorfik yaitu proses pelapukan. Contohnya adalah cuesta.
- Morfodinamik, terakit dengan proses geomorfik oleh tenaga yang bersifat dinamik (air, angin, dsb.). (berupa gerakan massa, erosi, dan deposisi)
• Morfokronologi, Mendeskripsikan urutan pembentukan bentuklahan, dan urutan kejadian suatu proses geomorfik.
- Umur relative : Kehorisontalan awal, Kemenerusan lateral, Tingkat pelapukan, Korelasi fosil, Korelasi tipe batuan, dan Horizon tanah
- Umur absolut : Analisis lingkaran tahun, Varves, Analisis tepungsari, Kandungan garam laut, Tingkat pengendapan, Tingkat erosi dan radioaktif.
• Morfoaransemen, Melihat asosiasi atau keterkaitan bentuklahan dengan satuan morfologi lain yang lokasinya relatif berdekatan (gunung api pada zona Tengah P.Jawa)
Asal Usul bentuk lahan (Geomorfologi)
1. Volkanik, bentuk lahan yang disebabkan oleh proses gunung api (kawah, lava field, kerucut gunung, dataran alluvial, sadle intermontain, bocca, dike, barranco) Contoh gunung bromo
2. Struktural, diakibatkan oleh tenaga endogen terutama itu dengan struktur geologi (bentuk lahannya : blok pegununganpatahan, blok perbukitan patahan, pegunungan anticlinal, dataran tinggi (plateu), Lembah sinklinal, perbukitan monoklinal, perbukitan kubah) Contoh : perbukitan sentolo, Ngalnggeran
3. Karst, diakibatkan oleh adanya proses pelarutan (Negatif : doline, uvala, polje, blind valley dan positif : kygelkarst, turmkarst). Contoh : Pegunungan seribu, batur agung, ledok wonosari
4. Denudasional, disebabkan oleh karna tenaga eksogen ( erosi, sedimentasi, pelapukan, mass movement). Satuan bentuklahannya diantaranya : Pegunungan denudasional terkikis, Perbukitan denudasional terkikis, Perbukitan terisolasi, Peneplain, Kerucut talus, Pledmont, dan Pediment. Contoh Bukit jatibungkus di karangsembung
5. Fluvial, disebabkan oleh air yang mengalir dan terjadinya sedimentasi.
(bentuklahannya berupa dataran alluvial, tanggul alam, rawa belakang, ledok fluvial, point bar, channelbar, oxbow lake, crevasse-splays, kipas alluvial, dataran banjir, cekungan fluvial, teras fluvial, delta). Contoh delta Sungai musi
6. Marin, bentuklahan yang berasal dari air laut. Bentuklahannya diantaranya : Laguna, tombolo, gumuk Pantai, rataan pasang-surut, dataran Pantai, pulau karang, gosong laut. Contoh : Tombolo di Teluk ujungpulau Baai
7. Glasial, disebabkan oleh adanya proses pencairan es. Bentuklahannya diantaranya : Moraine, Horn, Cirque, Firm. Contoh Gletser Carstensz Puncak Jaya Wijaya 8. Aeolian, disebabkan oleh adanya angin yang mengangkut adanya material. Contoh
gumuk pasir
9. Organik, diakibatkan oleh aktivitas atau aktivitas makhluk hidup. Bentuklahannya yaitu: Gambut, Rataan terumbu, Hutan bakau, Makhluk hidup yang membuat sarang.
Ekstraterestrial
Ilmu Tanah dalam Geografi
Mengapa dalaam geografi mempelajari tanah?
Geografi tanah adalah bagian dari ilmutanah (pedologic) yang kajiannya ditekankan pada proses pembentukan tanah, distribusi satuan-satuan tanah di permukaan bumi, karakteristik tanah, pemanfaatan sumberdaya tanah untuk kehidupan.
Ada 5 faktor pembentuk tanah : Organisme, waktu, topografi, iklim & materi induk Ada perubahan cara pandang :
• Pembentukan tanah (soil formation) diawali dari batuan induk yang melapuk menjadi Bahan Induk Tanah➔ perkembangan tanah (soil development) diawali dari Bahan Induk Tanah
• Relief sebagai modifier pengaruh Iklim ➔ Relief sebagai modifier Iklim dan Organism ➔ Iklim, Organisme, dan Relief sebagai modifier Bahan Induk Tanah
• Batuan Induk ➔ melapuk menjadi Bahan Induk Tanah ➔ mengalami proses redistribusi membentuk Bahan Induk Tanah yang berbeda dengan sebelumnya Tanah merupakan hasil pelapukan batuan :
- Pendekatan fisika : Semakin lama periode pelapukan berarti semakin tinggi kandungan material “halus”.
- Pendekatan kimia : Semakin lama periode pelapukan maka semakin tinggi kandungan mineral Si-Al
Distribusi satuan tanah di permukaan bumi
Menyajikan distribusi satuan tanah dalam bentuk peta >> Perlu satuan delineasi (satuan pemetaan) yang sifatnya relatif permanen (tidak mudah berubah)
1. Awalnya peta tanah dibuat dengan pendekatan factorial (climosequence, biosequence, toposequence ….)
2. Periode (2) pendekatan parametrik berdasarkan pengamatan menurut grid 3. Periode (3) pendekatan bentanglahan berbasis pemahaman relief
4. Pada periode yang akan dating denan pendekatan penggunaan lahan dengan penekanan pada perubahan relief dan intensitas proses akibat usaha memperbaiki karakteristik lahan secara parsial/pendekatan sistem tertutup
Karakteristik tanah
Kajian tanah sebagai tubuh alam dilakukan melalui deskripsi pada profil, yang mencakup:
o Karakteristik morfologi, mendeskripsikan tentang susunan horison pada profil tanah hingga kedalaman 2 meter dari permukaan tanah, jika:
- Telah sampai pada bidang kontak dengan batuan dasar yang keras dan padu - Telah sampai pada pembatas perakaran yang mungkin berupa: permukaan air
tanah, lapisan tanah yang bersifat meracun, bahan induk tanah yang berbeda o Karakteristik fisik, Mendeskripsikan tentang “physical performance” tanah dalam
kaitannya: Komposisi partikel penyusun tanah menurut ukuran butir; Berat jenis dan berat volume; Keras-lunaknya tanah pada berbagai kondisi kelambaban; Liat- lekatnya tanah ketika dilakukan pengolahan; Potensi kembang-kerut
o Karakteristik kimia,
- Mendeskripsikan komposisi unsur tertentu pada tanah yang mempunyai nilai penting terhadap pemanfaatan sumberdaya tanah : pH dan Kandungn unsur hara makro, hara mikro
- Mendeskripsikan reaksi-reaksi kimia tertentu yang berkaitan dengan pemanfaatan sumberdaya tanah : Respon terhadap pemberian gamping; Respon terhadap pemberian bahan organic; Substitusi kation dan anion dalam kompleks jerapan tanah
o Karakteristik biologi, Mendeskripsikan tentang aktivitas kehidupan yang ada di dalam tanah: Keberadaan, diversity, dan density hewan di dalam tanah, akar pepohonan dan tanaman, maupun mikrobia di dalam tanah
Ancaman bencana :
- Erosi percik, hilangnya/berkurangnya penutup lahan sehingga tetes hujan langsung mengenai permukaan tanah
- Erosi lembar, terjadi karena adanya run-off yang mengalir secara lateral - Erosi Alur, terjadi karena adanya run-off yang terkosentrasi mengalir menuruni
lereng
- Erosi Parit, akibat dariperkembangan lebih lanjut dari erosi alur
- Gerakan massa tanah-longsor, diakibatkan oleh erosi parit yang tidak terkontrol - Kekeringan, akan meningkat jika tanah permukaan telah terkelupas hingga
menyisakan bahan induk
Meteorologi dan Klimatologi (Cuaca, Iklim dan Atmosfer)
Climate Change atau perubahan iklim merupakan perubahan pola iklim global yang terjadi selama periode 30 tahun. Ada beberapa dampak perubahan iklim yaiatu :
- Multiplier effect terhadap berbagai aspek
- Bemcana Hidrometeorologi dan berdampak pada sosioekonomi - Peningkatan muka air laut
Hydrometerogical Hazard, Proses/fenomena yg bersifat atmosfer, hidrologi, atau sifat oseanografi
1. Banjir (banjir bandang, banjir rob, banjir Sungai) 2. Badai tropis ( topan dan badai hujan)
3. Kekeringan (kekeringan agronomi dan kekeringan hidrologi) 4. Gelombang panas (gelombang panas musim panas dan ekstrem) 5. Badai Petir (Badai petir kering dan badai petir basah)
Cuaca dan Iklim Perbedaan :
➢ Cuaca : Kondisi atmosfer selama periode yang singkat
➢ Iklim : rata-rata cuaca dengan periode waktu yang relative lama
Keduanya memilki kesamaan yaitu mengamati kondisi fisis atmosfer bumi. Cuaca dan iklim tidak dibatasi oleh skala ruang (horizontal) tetapi oleh skala waktu (temporal) skala mikro, meso dan global.
Contoh feonema - Cuaca : Hujan lebat dan badai salju
- Iklim : Angin Monsun dan El Niño-Southern Oscillation Musim ditimbulkan karena bumi berpitar (revolusi) mengelilingi matahari. Bulan Desember di belahan bumi utara mengalami musim dingin karena matahari berada di belahan Bumi Selatan (garis Tropic of Capricornus), sedangkan di belahan bumi Selatan mengalami musim panas. Pada daerah ekuator akan menerima radiasi sepanjang tahun walaupun tidak dalam besaran yang sama (sudut jatuh matahari yang berbeda)
Atmosfer merupakan sesuatu yang dinamis dan mengalami perubahan. Atmosfer tersusun dsri lapisan yang berbeda kualitasnya.
• 78% Nitrogen - berperan sebagai biosfer
• 21% Oksigen – untuk pernapasan
• 0,93% Argon – inert gas (gas yang tidak reaktif)
• 0,03% Karbondioksida, sebagai atm, biosfer
• 0,04% gas-gas lain (ozon, sangat vital untuk kehidupan di stratosfer dan tidak berbahaya) (metana, mempengaruhui absorsi radiasi termal), (aerosol, pembentukan awan dan kabut di perkotaan/smog, serta badai pasir/debu)
Proses pembentukan atmosfer :
1. Bumi terbentuk 45000jt tahun lalu, atmosfer hanya berisi hydrogen akibat hantaman sinar matahari di kulit luar bumi
2. Lalu uap air, methan, ammonia dan hydrogen akibat lelehnya interior bumi 3. 3000 jt tahun lalu, pendinginan batuan > uap air, nitrogen, karbondioksida 4. Oksigen bebas terbentukdari Urrey effect dan photosynthesis
5. Oksigen bebas baru cukup untuk kehidupan sekitar 400 jt tahun lalu 6. Oksigen = oksigen saat ini saat 300 juta tahun lalu
➢ Atmosfer bersifat compressible. Masa total atmosfer ≈ 56 x 1014 ton.½ terletak di bawah 6000 m. dan 99% terletak di bawah 35 km. So ada perlapisan di atmosfer.
Struktur Vertikal Atmosfer, berdasarkan profil temperatur
1. Troposfer, terdiri dari 75% gas, air dan debu. Radiasi matahari memanaskan permukaan dan perputaran massa udara mengakibatkan terjadinya dinamika cuaca.
Ketinggian tropopause bervariasi, sekitar equator 8 km, di sekitar lintang 50 N/50 S adalah 9 km, dan di daerah kutub 6 km
2. Stratosfer, terbentang dari Tropopause hingga ke Stratopause, 50 km dpl. Pada lapisan ini terkandung 19% gas-gas atmosfer dan sedikit uap air. Terdapat lapisan ozon yang menyerap UV. Temperatur berkisar antara -76 ºF(-60 ºC) di bagian bawah dan mencapai maksimum 5 ºF (10 ºC)
3. Mesosfer, merupakab lapisan diatas stratosfer(80km dpl). Gas yang dimilki terlalu tipus dan menyerap panas tapi udara yang tebal untuk menhambat laju meteor. Suhu di lapisan ini turun hingga -184 ºF (-120 ºC)
4. Termosfer, lapisan yang terdapat diatas mesospfer. Partikel gas lebih kecil daripada di lapisan Mesosfer akan tetapi masih dapat menyerap sinar UV dari matahari. Oleh karena itu suhunya bisa mencapai 3.600 ºF atau 2.000 ºC di bagian puncak Berdasarkan propertis elektrik: Ionosfer merupakan bagian dari termosfer. Tersusun atas partikel gas yang mengandung elektrik (terionisasi) dikarenakan sinar UV dari matahari. Lapisan ini dapat memantulkan sinyal radio yang ditransmisikan dari bumi sehingga banyak tempat di dunia dapat terjangkau siaran radio
Proses-proses dalam Siklus Hidrologi dan Neraca Air
1. Presipitasi ialah semua bentuk hasil kondensasi uap air. Kondensasi terjadi bila ada. Syarat: tersedia cukup uap air; ada pendinginan udara; ada inti2 kondensasi.
Bentuk presipitasi:
a. Drizzle - butir air kurang dr 0,02 mm, intensitas kurang dari 0,4mm/jam b. Rain - ukuran kurang dari 0,2 mm, intensitas kurang 0,4 mm/jam c. Hail - diameter lebih dari 0,2 inci, berupa bola
Proses Pendinginan Udara
a. Massa udara naik akibat proses: (konveksi, konvergensi, oragrafik) b. Hilangnya panas oleh radiasi
c. Konduksi (menyentuh obyek dingin) d. Bercampur dengan massa udara dingin es
e. Glaze-berupa es, karena hujan /drizzle membeku akibat kontak dgn obyek dingin f. Sleet - hujan mengalami pembekuan karena udara dingin
g. Snow - berbentuk kristal es
2. Intersepsi. Hujan yang jatuh di vegetasi Ada tiga komponen utama:
1. Intersepsi oleh tajuk, disebut juga interception storage, air ini segera menguap 2. Throughfall - termasuk drips dari daun dan cabang.
3. Stemflow - air yg mengalir di batang
Fungsi hutan salah satunya yaitu untuk menampung air sebagai fungsi intersepsi dan juga kandungan air dalam seresah infiltrasi besar → regulator siklus hidrologi
3. Evapotranspirasi merupakan proses gabungan dari evaporasi dan transpirasi - Evaporasi, penguapan dari permukaan air dan Dipengaruhi oleh: perbedaan
tekanan uap air,suhu dan angin
- Transpirasi, Penguapan melalui vegetasi dan Dipengaruhi: jenis vegetasi, kondisi cuaca
4. Limpasan Tanah, Merupakan bagian dari air hujan yang melimpas/mengalir dipermukaan tanah menuju channel/sungai.
5. Infiltrasi. Batasan: proses masuknya air kedalam tanah, sampai zone akar Faktor yg berpengaruh: Tekstur tanah; Vegetasi penutup; Kandungan lengas tanah;
Pengolahan tanah; leren
6. Lengas Tanah, Merupakan air yang terdapat di zone aerasi
Ada tiga macam yaitu: Lengas tanah (soil moisture); Air gravitasi (gravitational water); Air kapiler (capillary water). 3 macam air tersebut disebut vadose water 7. Airtanah, Air yg berada pada zone jenuh. Permukaan airtanah disebut water table
Airtanah berada dalam lapisan tanah atau batuan yang jenuh air.
Lapisan batuan tersebut dibedakan menjadi: Aquifer; Aquiclude; Aquitard; Aquifug 8. Runoff terdiri dari komponen aliran air yang berasal dari permukaan tanah dan
sub-permukaan tanah. Komponen Runoff (Overland flow, Interflow dan throughflow, Baseflow)
Daerah Aliran Sungai (DAS)
“Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau kelaut secara alami, yang batas di daratmerupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.” (PP No. 37 Tahun 2012 tentang Pengelolaan DAS)
Neraca Air Das
1. Neraca air (water balance) merupakan suatu nilai yagng menunjukan hubungan antara aliran ke dalam (inflow) dan aliran keluar (outflow) di suatu daerah untuk suatu periode tertentu.
2. Neraca air dapat digunakan untuk menghitung besarnya aliran air yang masuk dan keluar dari sebuah sistem.
3. Sistem tersebut dapat berupa neraca air di bumi/global, neraca airtanah, ataupun Neraca Air DAS
4. Neraca Air DAS menunjukan keseimbangan air yang ada di dalam DAS, dimana curah hujan yang jatuh sama dengan volume air yang hilang dari DAS melalui outlet, evaporasi dan transpirasi, serta perubahan simpanan air pada DAS.
Contoh perhitungan Diketahui:
o Curah hujan (P) = 2000 mm/tahun o Evapotranspirasi aktual(Eta)=2.6 mm/hari o Debit pada outlet (Ro) = 0,3 m3/detik o Luas DAS (A) = 10 km2
IKLIM DAN LINGKUNGAN FISIK Iklim/Climate
1. Suhu dan presipitasi (temperature and precipitation)
2. Faktor yang mengontrol secara tidaklangsung (contoh: jenis tanaman) 3. Kecepatan pelapukan
Semakin tinggi nilai presipitasi maka proses pelapukan dan erosi akan semakin meningkat kecepatannya.
Kombinasi suhu dan hujan sangat berpengaruh terhadap proses pelapukan yang terjadi di suatu area. Mechanical/physical weathering: wilayah iklim dingin/CH sedikit.
Chemical weathering: wilayah iklim sedang-panas dengan CH tinggi. Hubungan antara suhu rata-rata tahunan, presipitasi tahunan dan jenis pelapukan yang terjadi (baik mechanical maupun chemical). Proses terjadinya peluruhan batuan:
1. Weathering/pelapukan: kerusakan pada batuan secara fisik dan kimiawi karena terpapar udara, kelembapan dan bahan organic
2. Regolith: lapisan permukaan hasil rusaknya batuan yg berbentuk serbuk batuan maupun pecahan mineral
3. Erosion: berpindah regolith&batuan dasar yg sudah rusak oleh partikel yg terangkut Pelapukan secara fisis meluruhkan batuan menjadi partikel mineral yang berukuran lebih kecil dari sebelumnya sedangkan Pelapukan secara kimiawi melarutkan dan mengubah mineral di permukaan tanah. Tipe-tipe tanah yang utama
1. Laterite/bricks:wilayah hutan hujan tropis disekitar equator yg ada Al2O3&Fe 2. Pedocal: kaya akan kandungan (CaCO3) & gypsum (daerah gurun)
3. Pedalfer: Kandungan Al dan Fe tinggi
Wilayah dengan CH dan suhu udara yang tinggi, tanah yang terbentuk adalah Lateritic/Laterits karena:
1. Ketika musim penghujan dan CH tinggi (torrential rainfall) tanah lapisan atas tercuci serta material luruh ke lapisan tanah yang lebih dalam
2. Selama musim kemarau dimana nilai evaporasi melebihi presipitasi yang jatuh, dikarenakan efek kapilaritas makaunsur besi (Fe/Iron) dan Al oksida (aluminium oxides) terbawa ke permukaan sehingga warnanya menjadi merah
3. Wilayah dengan kombinasi basah dan kering (alternate wet and dry climate), material yang luruh ke lapisan lebih dalam justru terbawa ke lapisan atas dan kontak dengan matahari sehingga warnanya menyerupai batu bata/bricks Kesuburan Tanah di wilayah tropis
➢ Curah hujan tinggi
➢ Kelembapan tanah tinggi
➢ Pelapukan bahan induk menjadi lebih intensif
➢ Pembentukan bahan organik tanah tinggi
➢ Tanah menjadi lebih subur
➢ Tanaman berkembang dengan baik
1. Apa itu Moonson ?
monsoon merupakan bagian dari sirkulasi hidrologi yang berfungsi mentransport air dari laut ke darat melalui atmosfer sekaligus elemen penting dlm sirkulasi global krn memberikan 60% sumber air yang dibutuhkan oleh penduduk bumi.
2. Kapan Moonson terjadi?
Fenomena ini terjadi akibat pengaruh pemanasan darat dan lautan, dimana keduanya emiliki respon yang berbeda dalam menerima radiasi matahari.
• Angin muson barat yg berasal dari benua berlangsung pada saat musim dingin, umumnya teradi pada bulan oktober-april.
• Angin muson Timur yg berasal dari Samudera berlangsung pada saat musim Panas umumnya teradi pada bulan april-Oktober.
3. Mengapa Moonson bisa terjadi?
Moonsun terjadi karena dipengaruhi oleh Angin dan presipitasi.
• Pada musim panas angin di lapisan troposfer bawah bergerak dari laut membawa massa udara hangat dan lembab menunju Kontinen. Sedangkan di lapisan troposfer atas membawa udara yang kering di belahan bumi musim panas ke belahan musim dingin.
• presipitasi terjadi dibelahan bumi yang mengalami musim panas dan turun di sekitar kontinen hangat, laut dan samudra yang dilalui oleh palu Monsoon 4. Dimana terjadinya Moonson
Wilayah Monsun ditandai oleh pembalikan musiman sistem angin utama dengan wilayah sirkulasi permukaan di bulan Januari dan Juli pada kondisi sebagai berikut :
1. pergeseran arah angin dominan setidaknya sebesar 120° antara bulan Januari dan Juli
2. asistensi arah angin dominan mencapai setidaknya 40% dari keseluruhan pada masing-masing bulan Januari dan Juli
3. Kecepatan angin rata-rata melebihi 3 m/s di masing-masing bulan 4. kurang dari satu pergantian siklon dan antisiklon setiap dua tahun
diantara kedua bulan dalam area persegi lintang-bujur dengan ukuran sekitar 5°
Berdasarkan kriteria Ramage maka terdapat 3 wilayah Pembangunan Monsoon utama dalam situasi Global yaitu : Wilayah India dan Asia Selatan, Wilayah Australia bagian utara , Wilayah Afrika barat dan tengah
5. Bagaimana faktor pembentukan Monsoon?
a) Perbedaan Panas antara darat dan laut
• Monsoon Musim Panas
Kondisi ini terjadi di dataran yang luas seperti wilayah Asia, Afrika dan Australia yang memanas dengan cepat saat musim semi dan musim panas.
Ketika udara lembab yang mengandung uap air mencapai daratan yang hangat udara tersebut naik mengalami kondensasi sehingga terbentuklah awan lalu dimulai musim hujan.
• Monsoon Musim Dingin
Di musim dingin, daratan menjadi lebih dingin dibanding lautan sekitarnya, udara dingin dan kering berpindah dari darat ke laut.
• Orientasi geografis daratan dan lautan
Monsoon terkuat terjadi di mana terdapat distribusi darat laut di utara dan selatan yang dapat memanfaatkan sirkulasi Radiasi matahari musiman di belahan bumi utara dan Selatan.
b) Karakter regional di masing-masing wilayah
Pemanasan musiman dari dataran tinggi menyebabkan pembalikan gradien temperatur meridional yang meluas hingga keseluruh troposfer.
Pembalikan angin musiman yang meluas dari lapisan batas hingga mencapai lapisan troposfer bebas hanya terdeteksi pada monsun Asia. Hal ini terjadi karena adanya inti hangat yang kuat diatas dataran Asia. Karena itu terjadi arteksi atau pengangkatan udara lembab melalui kedalaman troposfer yang cukup sehingga dihasilkan hujan monsun yang berkelanjutan
6. Siapa yang akan terdampak oleh adanya Moonson ?
Monsun dapat memberikan manfaat, sementara dapat juga menyebabkan tantangan dan masalah. manfaat monsoon yaitu memberi sumber daya air bagi 60% penduduk bumi yang mengingat air merupakan kebutuhan dasar bagi manusia. disisi lain adanya monsoon yaitu monsoon aktif yang berlebihan dapat menyebabkan banjir yang dapat merusak lingkungan serta mengancam keselamatan manusia sebaliknya monsoon break dapat menyebabkan kekeringan yang sangat berpengaruh pada ketahanan pangan.
Potensi SDA
a. Wilayah dengan Iklim Tropis memiliki curah hujan tinggi, > 2500 mm/ tahun b. Wilayah Iklim Tropis merupakan zona surplus curah hujanCurah Hujan
Tinggi→Potensi Sumberdaya Air Tinggi
c. Sumber daya air merupakan sumber daya sangat sensitif terhadap variasi cuaca dan iklim
d. Daerah dengan jumlah air di sungai yang tergantung pada salju yang mencair, suhu hangat meningkatkan presipitasi yang jatuh sebagai hujan, menyebabkan puncak limpasan pada awal musim penghujan
e. Hal ini dapat mengakibatkan kemungkinan peningkatan banjir dan mengurangi aliran sungai akhir musim kemarau
1. Perubahan kebutuhan dan penggunaan air : Dapat saja berbeda di setiap wilayah dan sektor terkait seperti industri, pertanian dan domestic
2. Ketersediaan air : Perubahan pola hujan dan aliran permukaan serta kebutuhan dan penggunaan air menyebabkan penurunan muka air tanah dan cadangan air tanah di berbagai wilayah. Jika tren ini berlanjut maka dapat menyebabkan kurangnya pasokan air (water shortage)
“a notable reduction of the water resources service is projected where the runoff decrease, and also the projection of water stress for 2050 s indicates a increase in range of 62-76 % of the global land areas” (IPCC, 2001)
Iklim dan Hidrologi Temperatur an Hujan
1. Variabilitas Iklim memiliki peran penting terkait hidrologi dan ketersediaan sumber air di dunia
2. Perubahan temperatur dan pola hujan sebagai konsekuensi dari peningkatan konsentrasi GRK/GHG dapat mempengaruhi proses hidrologi, ketersediaan sumber air, kebutuhan air untuk pertanian, domestik, industri, ekosistem sungai dan danau serta PLTA/hidropower 3. Perubahan iklim dapat mempercepat siklus hidrologi skala global yang
meningkatkan suhu permukaan, perubahan pola hujan, dan laju penguapan 4. Sifat curah hujan global, penguapan, salju, aliran air dan faktor
meteorologis lain berubah dan mempengaruhi pasokan dan kualitas air 5. Naiknya permukaan air laut menyebabkan air asin masuk ke dalam
akuifer air bawah tanah dan sungai air tawar
6. Hal ini akan mengurangi jumlah air tawar yang tersedia untuk minum dan pertanian
7. Suhu air yang hangat juga mempengaruhi kualitas air dan mempercepat polusi air
Bencana Hidrometeorologis
1. Laporan tentang dampak global perubahan iklim yang diterbitkan oleh Global Forum Kemanusiaan (2009) menyatakan bahwa lebih dari 300.000 orang tewas dan sekitar US $ 125 miliar dalam kerugian ekonomi setiap tahun, disebabkan meningkatnya banjir dan kekeringan di negara-negara berkembang
2. El Nino dapat menyebabkan perubahan lingkungan drastis, seperti fluktuasi suhu dan banjir bandang (Daniel et al., 2013)
3. Asia dan Pasifik adalah daerah global yang paling rentan terhadap bencana alam, baik dari segi jumlah absolut bencana dan populasi yang terkena.
4. Hal ini sangat terkena dampak iklim, dan merupakan rumah bagi kelompok populasi yang sangat rentan, yang tidak proporsional miskin dan terpinggirkan.
5. Sebuah laporan Bank Pembangunan Asia baru-baru ini menyoroti "hot spot lingkungan" yang risiko tertentu banjir, siklon, topan, dan tekanan air 6. Berbagai alasan historis terkait dengan perdagangan, banyak kota-kota
besar dan makmur di dunia berada di pantai dan pesisir
7. Di negara berkembang, penduduk yang paling miskin seringkali hidup dataran banjir, karena ini adalah ruang yang umumnya tersedia atau lahan pertanian yang subur
Kenaikan muka laut, berkurangnya luasan es 1. Estimasi tahun 1950 – 2000 adalah 2mm/tahun
2. Data satelit dan observasi tahun 1993-2005 adalah 3,1 mm/tahun 3. Masih belum jelas penyebabnya apakah karena pemanasan global oleh
aktivitas manusia atau variabilitas iklim alami, atau kombinasi keduanya 4. Beberapa wilayah kenaikan muka lautnya lebih tinggi (Pasifik sebelah
barat), tapi ada yang lebih rendah (Pasifik sebelah timur) daripada skala globalnya
5. Di pulau-pulau kecil dan delta-delta yang besar, penggenangan sebagai hasil dari kenaikan muka air laut diprediksi dapat mengancam infrastruktur vital dan pemukiman
6. Dalam sebuah makalah di jurnal, Nicholls dan Tol (2006), mempertimbangkan efek dari kenaikan permukaan air laut
7. Pulau-pulau kecil dan delta merupakan daerah yang paling rentan terhadap kenaikan permukaan air laut
Hilangnya habitat dan keanekaragaman hayati
1. Variabilitas iklim dapat berdampak besar terhadap hilangnya habitat (termasuk danau, sungai, dan laut)
2. Misalnya, kondisi kering dapat menyebabkan rusaknya hutan hujan, seperti yang terjadi di masa lalu (John, 2013)
3. Suhu berkelanjutan melebihi 35°C, adalah ambang di mana ketahanan sistem manusia tidak lagi mampu memadai mendinginkan kulit
4. Perubahan ini telah menyebabkan munculnya bahaya lingkungan skala besar untuk kesehatan manusia, seperti cuaca ekstrim, penipisan ozon dan kehilangan keanekaragaman hayati.
Kejadian Cuaca Ekstrim
1. Penyakit menular sering menyertai peristiwa cuaca ekstrim, seperti banjir, gempa bumi dan kekeringan
2. Sebagai contoh, wabah malaria telah sangat terkait dengan El Nino di sejumlah negara (India dan Venezuela, misalnya)
3. Selain itu, dengan pemanasan global, telah ditandai dengan adanya cuaca yang lebih bervariasi dan anomali. Hal ini telah menyebabkan peningkatan jumlah dan tingkat keparahan peristiwa cuaca ekstrim.
Penurunan Kualitas Air
1. Dipicu naiknya suhu udara dan air
2. Intensitas hujan, aliran permukaan, dan kejadian keringan yang meningkat dapat menyebabkan penuruan kualitas air sungai dan danau
3. Termasuk peningkatan sedimen, kadar nitrogen dan polutan yang lain Sebagian besar elemen kerentanan perubahan iklim terkait dengan fenomena iklim yang melebihi batas adaptasi, seperti peristiwa cuaca ekstrim atau perubahan iklim mendadak, serta terbatasnya akses ke sumber daya (keuangan, teknis, manusia, kelembagaan) untuk mengatasi dampak perubahan iklim
Highlight
o Perubahan pola hujan, salju, dan aliran permukaan o Kejadian Kekeringan lebih intensif
o Risiko kejadian banjir meningkat
o Pengaruh ke kebutuhan air, mengurangi ketersediaan air tanah o Ancaman terhadap akuifer dan lahan basah dipesisir o Penurunan kualitas air sungai dan danau
o Perubahan kebutuhan dan penggunaan air o Tantangan bagi pengelolaan air berkelanjutan SEKTOR ENERGI
Minyak, batubara, dan gas alam
• Infrastruktur minyak dan gas bumi rentan terhadap dampak perubahan iklim dan peningkatan risiko bencana, terutama badai, siklon, banjir dan dampak jangka panjang dari kenaikan permukaan laut.
• Upaya meminimalkan risiko ini dapat dilakukan dengan membangun di daerah kurang rentan bencana, namun biayanya lebih mahal dan sulit bagi negara-negara dengan banyak pantai atau negara kepulauan.
• Semua pembangkit listrik termal bergantung pada air untuk mendinginkan mereka.
• Air harus berupa air tawar, karena air laut mengandung garam yang bersifat korosifTidak hanya peningkatan permintaan untuk air tawar, tetapi perubahan iklim dapat meningkatkan kemungkinan kekeringan dan kekurangan air tawar.
• Dampak lain pembangkit listrik termal, adalah bahwa peningkatan suhu di mana mereka beroperasi mengurangi efisiensi dan output.
• Sumber minyak sering berasal dari daerah rawan risiko bencana alam, seperti badai tropis, badai, topan, dan banjir.
• Contohnya adalah bahwa Badai Katrina berdampak pada ekstraksi minyak di Teluk Meksiko, karena menghancurkan 126 platform minyak dan gas dan merusak 183 lainnya (Association of British Insurers, 2005).
Pembangkit listrik tenaga air
• Perubahan jumlah aliran sungai akan berkorelasi dengan jumlah energi yang dihasilkan oleh bendungan
• Debit aliran sungai yang lebih rendah karenakekeringan akan mengurangi jumlah penyimpanan di waduk, sehingga mengurangi jumlah air yang dapat digunakan untuk pembangkit listrik tenaga air
• Aliran sungai berkurang menyebabkan kekurangan pasokan listrik di daerah yang sangat bergantung pada pembangkit listrik tenaga aiR
• Studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa perubahan iklim berupa perubahan 2 oC dapat mengakibatkan penurunan 10% curah hujan, dan selanjutnya dapat mengurangi limpasan sungai hingga 40%
• Brazil, secara khusus, rentan karena memiliki ketergantungan pada pembangkit listrik tenaga air
• Peningkatan suhu, aliran air yang lebih rendah, dan perubahan rezim curah hujan, dapat mengurangi produksi total energi sebesar 7% per tahun pada akhir abad ini
DAMPAK PERUBAHAN IKLIM
DAMPAK PADA CUACA & MUKA AIR LAUT
• Meningkatnya temperatur permukaan global memiliki serangkaian pengaruh yang rumit pada pola cuaca.
• Perkiraan cuaca menjadi kurang akurat.
• Kemungkinan dampak yang terjadi mencakup : kekeringan yang lebih lama, musim hujan yang lebih panjang, dan meningkatnya intensitas siklon tropis.
• Muka air laut akan bertambah antara 9 hingga 88 cm pada 2100 dan akan terus bertambah.
Dampak pada Manusia Kesehatan, Pemukiman, Pengairan, Energi &
Industri, Pertanian, Kehutanan, Perikanan DAMPAK PADA KESEHATAN
• Cuaca yang lebih hangat akan mengubah habitat dan siklus hidup berbagai hama penyebab penyakit.
• Air laut yang lebih hangat memperbesar peluang timbulnya penyakit tifus di sekitar pantai.
• Cuaca yang hangat & lembab memperluas penyebaran nyamuk pembawa malaria.
• Cuaca yang hangat meningkatkan penyebaran penyakit demam.
DAMPAK PADA PEMUKIMAN
• Wilayah yang paling rentan terhadap dampak kenaikan muka air laut adalah pulau-pulau dan delta di muara sungai besar.
• Meningkatnya bencana tanah longsor.
• Badai di daerah pantai mengancam 200 juta orang pada 2080.
• Perkiraan kerugian akibat kerusakan infrastruktur di pantai mencapai 10 milyar dollar tiap negara.
DAMPAK PADA PENGAIRAN
• Dampak pada sektor pengairan akan bergantung pada perubahan curah hujan masing-masing wilayah.
• Saat ini 1.7 milyar orang tinggal di daerah yang rawan bencana karena air dan akan terus bertambah.
• Perubahan iklim akan menurunkan suplai air di beberapa wilayah dan meningkat pada wilayah yang lain.
DAMPAK DI BIDANG ENERGI & INDUSTRI
• Cuaca yang hangat dan musim panas yang panjang dapat mengurangi suplai air untuk mesin-mesin yang menggunakan tenaga air. (Contoh : Berkurangnya pasokan listrik di Indonesia)
• Kegiatan industri/ekonomi terhambat akibat kurangnya pasokan listrik.
DAMPAK DI BIDANG PERTANIAN
• Dampak yang terjadi kompleks dan bervariasi terhadap wilayah dan tingkat perubahan iklim.
• Faktor yang mempengaruhi adalah perubahan temperatur regional, curah hujan, dan adaptasi oleh petani.
• Umumnya, peningkatan suhu akan mempengaruhi kondisi pertanian di wilayah lintang tengah.
• Pemanasan beberapa derajat celcius akan memberikan dampak yang signifikan bagi sektor pertanian (penurunan produktivitas pertanian).
• Peningkatan temperatur akan menyebabkan pergeseran musim dan mengubah pola musim tanam di beberapa daerah.
• Petani di daerah tadah hujan akan mengubah pola panen atau membiarkan lahan mereka jika curah hujan regional dan limpasan berkurang atau bertambah.
• Pada beberapa wilayah, berkurangnya produktivitas lahan akan memaksa petani untuk membuka lahan pertanian baru di tempat lain.
DAMPAK PADA BIDANG KEHUTANAN
• Perubahan pola cuaca dan ketersediaan air di kawasan hutan dapat mengancam kelangsungan hidup pohon dan flora & fauna yang di hidup di dalamnya.
• Peningkatan temperatur akan menyebabkan timbulnya kebakaran hutan.
DAMPAK PADA PERIKANAN
• Perubahan iklim, penangkapan berlebihandan polusi akan mengancam produktivitas nelayan tradisional.
• Perubahan suhu air laut dapat menyebabkan ikan-ikan mati atau bermigrasi diluar jangkauan nelayan tradisional.
• Berubahnya arus laut akan menggiring ikan-ikan pada habitat yang baru.
• Dampak utama pada tingkat nasional dan lokal adalah pencampuran spesies dan perubahan habitat.
Dampak pada Ekosistem
• Perubahan dan penyimpangan berbagai jenis spesies tanaman dan hewan.
• Punahnya spesies-spesies yang rentan terkena dampak perubahan iklim dan berubahnya keragaman hayati.
DAMPAK REGIONAL
▪ Model iklim yang berbeda memperkirakan dampak global yang sama, tapi dapat bervariasi dalam perkiraan untuk regional.
▪ Permasalahan perubahan iklim dalam era globalisasi ekonomi, harus ditangani bersama sebab Peningkatan hubungan dan globalisasi ekonomi membuat tidak akan ada “pemenang” terkait perubahan iklim.
▪ Skenario perubahan iklim yang dahsyat tetap menjadi perhatian bagi yang akan menjadi “pemenang”.
SKENARIO PERUBAHAN IKLIM
Para ahli tidak dapat membuat skenario terkait laju dan besar perubahan iklim jika :
> Lautan terganggu
> Lapisan es di Antartika dan Greenland mencair
> GRK dalam jumlah besar lepas dari melting permafrost or methane pada sedimen pantai
DAMPAK PENINGKATAN TEMPERATUR DI INDONESIA
• Perubahan Pola Curah Hujan.
• Meningkatnya kejadian kekeringan, kebanjiran dan tanah longsor.
• Meningkatnya populasi nyamuk
• Meningkatnya kejadian badai