Kegiatan pertambangan berpotensi menimbulkan dampak terhadap lingkungan di sekitarnya, baik berupa dampak negatif seperti adanya perubahan bentang alam, perubahan fungsi atau kualitas pada komponen fisik, kimia dan biologi serta potensi perubahan komponen sosial, ekonomi dan budaya serta kesehatan masyarakat, maupun dampak positif seperti kontribusi terhadap perekonomian masyarakat baik sifatnya nasional, regional, maupun lokal, meningkatkan pendapatan daerah dari kegiatan pertambangan, serta meningkatkan kesempatan kerja dan peluang berusaha.
Untuk mengurangi dampak lingkungan, kegiatan reklamasi perlu dilakukan. Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 78 tahun 2010 tentang Reklamasi dan Pascatambang disebutkan bahwa setiap pemegang IUP dan IUPK Operasi Produksi wajib melaksanakan reklamasi dan pascatambang. Menurut definisinya yang diambil dalam Peraturan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Nomor 26 Tahun 2018 tentang Pelaksanaan Kaidah Pertambangan yang Baik dan Pengawasan Pertambangan Mineral dan Batubara, Reklamasi adalah kegiatan yang dilakukan sepanjang tahapan usaha pertambangan untuk menata, memulihkan, dan memperbaiki kualitas lingkungan dan ekosistem agar dapat berfungsi kembali sesuai dengan peruntukannya. Pelaksanaan reklamasi wajib memenuhi 3 prinsip utama, yaitu:
dapat ditempuh dari Jakarta ataupun Surabaya dengan pesawat dengan tujuan Makassar, Sulawesi Selatan selama ± 2 Jam. Kemudian dilanjutkan menuju bandara milik PT Vale di Soroako menggunakan pesawat kecil selama 1,5 Jam. Selain itu dapat ditempuh menggunakan perjalanan darat melalui jalan provinsi menuju Soroako, Luwu Timur dengan waktu tempuh lebih kurang 12 jam. Setelah tiba di Soroako selanjutnya menuju Desa Harapan dan Pongkeru. Desa Harapan dan Pongkeru merupakan desa terdekat kelokasi penyelidikan. Dan untuk menuju lokasi terdekat dari wilayah IUP dapat menggunakan kendaraan 4WD dan diteruskan dengan berjalan kaki menuju lokasi.
penambangan dan kegiatan industri penunjangnya. Distribusi bahan bakar ke alat-alat tambang menggunakan truk tangki dengan kapasitas 10.000, 8.000 dan 5.000 liter. Sementara tangki timbun kapasitas lebih kecil dapat berada di sekitar lokasi yang strategis seperti untuk suplai bahan bakar genset dan area industri.
Tangki portable didesain sesuai dengan standar yang berlaku. Jika tangki portable tidak dilengkapi dengan dinding ganda, maka tangki portable dipersyaratkan mempunyai tanggul pengaman, lantai dilapisi terpal yang tahan bocor. dilengkapi dengan dinding ganda,
maka tangki portable dipersyaratkan mempunyai tanggul pengaman, lantai dilapisi terpal yang tahan bocor.
Dalam rangka penimbunan bahan bakar minyak memperhatikan hal-hal sebagai berikut:
1. Jarak aman minimum untuk bahan bakar cair;
2. Konstruksi tangki untuk bahan bakar cair;
3. Tangki pendam bahan bakar cair; dan
4. Persediaan, penyimpanan bahan bakar dan minyak pelumas.
5. 2.5.2 Kantor Administrasi
6. Kantor utama dibangun di dekat gerbang masuk kawasan pertambangan.
Kantor ini ditempati level manajerial perusahaan yang berkaitan dengan perencanaan, operasi tambang, eksplorasi, keuangan, kepegawaian, humas dan pemasaran.
7. Kantor operasional penambangan ditempati oleh tim perencanaan dan operasional tambang. Kantor ini terletak di sekitar kawasan tambang. Jika diperlukan dapat dibuat kantor-kantor lapangan disesuaikan dengan skala kegiatan penambangan. Di kawasan kantor juga terdapat pos keamanan, gudang, ruang IT, fasilitas kebersihan.