• Tidak ada hasil yang ditemukan

Download (1MB)

N/A
N/A
Protected

Academic year: 2024

Membagikan "Download (1MB)"

Copied!
79
0
0

Teks penuh

PENDAHULUAN

Latar Belakang Masalah

Pada kesempatan kali ini peneliti akan melakukan penelitian mengenai tingkat konsentrasi siswa kelas V SDN Baleasri 2 Magetan. Upaya yang dilakukan guru untuk meningkatkan konsentrasi siswa ketika mengikuti pembelajaran PAI adalah melalui metode ceramah interaktif.

Fokus Penelitian

Melalui interaksi tersebut, guru dapat memahami dengan baik karakteristik setiap siswa dan dapat mengetahui apa yang dibutuhkan siswa. Berdasarkan permasalahan tersebut, peneliti tertarik untuk melakukan penelitian dengan judul “Analisis Konsentrasi Siswa Menggunakan Metode Ceramah Interaktif Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Kelas V SDN Baleasri 2 Magetan”.

Rumusan Masalah

Tujuan Penelitian

Manfaat Penelitian

Pembelajaran PAI mengacu pada materi “Rasul Ulul ‘Azmi dan Marilah kita hidup sederhana dan ikhlas”. Dapat menambah referensi bacaan terkait penerapan metode pengajaran interaktif untuk menganalisis tingkat konsentrasi siswa.

Sistematika Pembahasan

Bab ini berisi kesimpulan dan saran dalam penelitian konsentrasi siswa melalui metode ceramah interaktif pada mata pelajaran pendidikan agama Islam kelas V SDN Baleasri 2 Magetan.

KAJIAN PUSTAKA

Kajian Teori

  • Konsentrasi
  • Metode Ceramah Interaktif
  • Pembelajaran PAI

Konsentrasi belajar dapat ditunjukkan dari sikap dan perilaku siswa ketika melakukan kegiatan belajar di kelas. Sikap dan perilaku tersebut sering muncul pada diri siswa di sela-sela kegiatan pembelajaran di kelas. Siswa cenderung hanya menerima materi pelajaran yang diberikan atau dijelaskan oleh guru dan tidak berani bertanya.

Cara ini dapat menarik perhatian siswa dan membuat siswa lebih tanggap terhadap apa yang ditanyakan guru. Metode pembelajaran interaktif mengajarkan siswa untuk terlibat aktif dalam kemampuan berpikir, melihat, mendengarkan dan psikomotorik siswa. Dapat memberikan penjelasan yang sama kepada sejumlah siswa tentang suatu mata pelajaran yang sulit dan penting dalam waktu yang lebih singkat.

Misalnya metode ceramah berlaku untuk semua orang, tidak ada pengamatan atau pengelompokan siswa secara khusus. Menurut Jamaral, metode ceramah interaktif merupakan penjelasan atau penyampaian lisan yang dilakukan guru di depan kelas atau di hadapan siswa. Inti dari metode ceramah interaktif adalah adanya interaksi antara guru dan siswa, serta interaksi antar siswa dalam bentuk ceramah, tanya jawab, atau diskusi.

24. Sikap positif yang terbentuk antara guru dan siswa selama penerapan metode ceramah interaktif sangat membantu dalam mencapai tujuan pembelajaran. Kegiatan ini dapat mengakibatkan siswa mempelajari sesuatu dengan lebih efektif dan efisien.

Kajian Penelitian Terdahulu

Penelitian yang dilakukan oleh Mutia Rahma Setyani dengan judul “Analisis Tingkat Konsentrasi Belajar Siswa Pada Proses Pembelajaran Matematika Dilihat dari Hasil Belajar” pada tahun 2018. Perbedaan keduanya terletak pada metode penelitian yang digunakan, pada penelitian sebelumnya peneliti bersifat kualitatif metode deskriptif, sedangkan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Persamaan dalam penelitian ini adalah topik pembahasannya sama-sama membahas tentang analisis tingkat konsentrasi siswa.

Perbedaan keduanya terletak pada metode penelitian yang digunakan; pada penelitian sebelumnya peneliti menggunakan metode penilaian deskriptif kualitatif, sedangkan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Perbedaan keduanya terletak pada metode penelitian yang digunakan; pada penelitian sebelumnya peneliti menggunakan metode penilaian tindakan kelas (PTK), sedangkan metode penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif. Penelitian yang dilakukan oleh I Nyoman Sudihartana berjudul “Upaya Maksimal Penerapan Metode Perkuliahan Interaktif Sebagai Upaya Peningkatan Hasil Belajar Menulis Bahasa Indonesia Siswa Kelas VIII H Semester 1 Tahun Pelajaran 2019/2020 di SMP Negeri 1 Bangli” Tahun 2019.

Hal ini membuktikan bahwa metode pembelajaran dengan ceramah interaktif yang diterapkan guru dalam proses pembelajaran telah mampu meningkatkan hasil belajar siswa.40 Berdasarkan penjelasan tersebut terlihat adanya perbedaan dan persamaan dalam penelitian yang peneliti lakukan. akan melaksanakan. Upaya Guru Meningkatkan Konsentrasi Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Di Sekolah Dasar.” “Upaya Maksimal Penerapan Metode Ceramah Interaktif Sebagai Upaya Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Menulis Bahasa Indonesia Kelas VIII H Semester 1 Tahun 2019/2020 di SMP Negeri 1 Bangli.”

Kerangka Pikir

Persamaan dalam penelitian ini adalah topik pembahasannya mencakup kedua metode pengajaran interaktif. Penerapan Metode Ceramah dan Demonstrasi Interaktif untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Bahasa Indonesia Kelas VIII A Semester 1 Tahun Pelajaran 2018/2019 di SMP Negeri 4 Nusa Penida.” Banyak cara yang dapat dilakukan guru untuk meningkatkan konsentrasi belajar siswanya, antara lain dengan menggunakan metode metode pengajaran yang baik.

Oleh karena itu, penggunaan metode ceramah interaktif menjadi salah satu alternatif untuk menganalisis konsentrasi siswa ketika mengikuti pembelajaran PAI, karena metode ini selalu melibatkan siswa dalam proses pembelajaran. Dengan menerapkan metode ini diharapkan dapat menarik perhatian atau konsentrasi siswa sehingga memudahkan siswa dalam memahami materi pelajaran PAI.

Gambar 2.2 Kerangka Berpikir Penelitian.
Gambar 2.2 Kerangka Berpikir Penelitian.

METODE PENELITIAN

  • Pendekatan dan Jenis Penelitian
  • Lokasi dan Waktu Penelitian
  • Data dan Sumber Data
  • Teknik Pengumpulan Data
  • Teknik Analisis Data
  • Pengecekan Keabsahan Penelitian
  • Tahap Penelitian

Data yang peneliti peroleh adalah tingkat konsentrasi siswa pada saat mengikuti pembelajaran PAI melalui metode ceramah interaktif. Tingkat Konsentrasi Siswa Saat Mengikuti Pembelajaran PAI Kelas V SDN Baleasri 2 Magetan SDN Baleasri 2 Magetan. Hal ini sejalan dengan yang disampaikan oleh guru PAI SDN Baleasri 2 Magetan yaitu Ibu Fitroh Amalia tentang sikap siswa saat guru menjelaskan materi pelajaran PAI.

Hal ini sesuai dengan apa yang dikatakan guru PAI SDN Baleasri 2 Magetan yaitu Ny. Fitroh Amalia, disampaikan tentang keaktifan siswa saat mengikuti pembelajaran PAI. Hal ini dapat dibuktikan dengan siswa yang berani bertanya padahal belum memahami materi yang disampaikan guru. Siswa juga berani mengemukakan ide dan pendapatnya saat berdiskusi atau kerja kelompok.

Tingkat Konsentrasi Siswa Kelas V Saat Mengikuti Pembelajaran PAI Di SDN Baleasri 2 Magetan SDN Baleasri 2 Magetan. 65 Hasil wawancara terhadap guru PAI dan siswa kelas V serta observasi di SDN Baleasri 2 Magetan. Implikasi metode ceramah interaktif terhadap konsentrasi siswa saat mengikuti pembelajaran PAI di kelas V SDN Baleasri 2 Magetan setelah pembelajaran PAI di kelas V di SDN Baleasri 2 Magetan.

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

Gambaran Umum Latar Penelitian

  • Profil Singkat Sekolah Dasar Negeri 2 Baleasri Magetan
  • Profil Peserta Didik
  • Profil Guru

Berikut informasi singkat identitas SDN Baleasri 2 Magetan yang diakui berdasarkan surat keputusan kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Magetan dengan no. SDN Baleasri 2 Magetan terletak di Desa Baleasri Kecamatan Ngariboyo Kabupaten Magetan dengan alamat lengkap Dk. Terwujudnya peserta didik yang berprestasi, cerdas, terampil, berilmu, berlandaskan keimanan dan takwa serta cinta tanah air dan tanah air.

Mendapatkan nilai bagus pada hasil AUAS merupakan syarat untuk melanjutkan ke pendidikan tinggi. Siswa adalah setiap orang yang menerima pengaruh dari seseorang atau sekelompok orang dalam melaksanakan kegiatan pendidikan. Para siswa ini belajar untuk menimba ilmu dan menambah wawasan ilmu yang diperolehnya di sekolah untuk kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.

SDN Baleasri 2 Magetan menampung sekitar 51 siswa yang terdiri dari 21 siswa laki-laki dan 30 siswa perempuan. Penelitian ini dilaksanakan di kelas 5 dengan jumlah siswa 11 orang yang terdiri dari 4 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Guru atau pendidik adalah seseorang yang berusaha mempengaruhi perkembangan orang lain atau peserta didik agar tumbuh dan berkembang potensinya menuju tujuan yang diinginkan.

Tabel 4.1 Profil Guru
Tabel 4.1 Profil Guru

Deskripsi Data

  • Penerapan metode ceramah interaktif saat pembelajaran PAI di kelas V
  • Tingkat konsentrasi peserta didik saat mengikuti pembelajaran PAI di kelas

Hal ini memberikan pemahaman bahwa memberikan kesimpulan di akhir pembelajaran dapat memudahkan siswa memahami poin-poin penting dari materi yang disampaikan guru. Mampu memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap seluruh siswa kelas 5 mengenai perasaannya saat mengikuti pembelajaran PAI. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 4 orang siswa laki-laki kelas 5 yaitu Amir, Rifai, Habib dan Haikal mengenai sikap mereka pada saat guru menjelaskan materi pelajaran PAI.

Melalui hasil wawancara peneliti bersama guru PAI dan siswa kelas 5 memberikan pemahaman bahwa siswa mampu memperhatikan materi pelajaran yang disampaikan guru. Siswa mampu bertanya dan memberikan argumentasi atau pendapat mengenai materi pelajaran yang disampaikan guru. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti terhadap 4 orang siswa laki-laki kelas 5 yaitu Amir, Rifai, Habib dan Haikal mengenai aktivitas mereka pada saat mengikuti pembelajaran Pendidikan Agama Islam.

Melalui hasil wawancara peneliti dengan guru PAI dan siswa kelas 5 memberikan wawasan bahwa siswa dapat aktif ketika mengikuti kelas PAI. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti kepada 4 orang siswa laki-laki kelas 5 yaitu Amir, Rifai, Habib dan Haikal tentang kondisi kelas pada saat pembelajaran PAI. Melalui hasil wawancara peneliti bersama guru PAI dan siswa kelas 5 memberikan wawasan bahwa kondisi kelas pada saat pembelajaran PAI cukup kondusif.

Pembahasan

  • Penerapan metode ceramah interaktif saat pembelajaran PAI di kelas V SDN
  • Tingkat konsentrasi peserta didik kelas V saat mengikuti pembelajaran PAI
  • Implikasi metode ceramah interaktif terhadap konsentrasi peserta didik saat

Penerapan atau pelaksanaannya dilakukan oleh guru yang menyampaikan atau menjelaskan materi pelajaran dengan metode ceramah dan melibatkan interaksi dengan siswa melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi atau kerja kelompok. Kegiatan tanya jawab dilakukan dengan guru mengajukan pertanyaan kepada siswa tentang topik dan siswa diberi kesempatan untuk menjawab. Ketiga, mampu aktif, hal ini dibuktikan dengan siswa yang berani bertanya padahal belum memahami materi.

Selain itu siswa juga berani menyampaikan ide dan pendapatnya saat berdiskusi atau kerja kelompok serta berani bertanya ketika ada teman yang hadir. Tingkat konsentrasi siswa pada saat mengikuti pembelajaran PAI di kelas V SDN Baleasri 2 Magetan cukup baik dan sesuai dengan indikator konsentrasi yang disarankan Super dan Crites. Kelima, meningkatkan keterampilan menyimak dan meningkatkan minat belajar siswa, yang dilakukan dengan memadukan metode ceramah dengan tanya jawab dan diskusi atau kerja kelompok.

Hal ini terbukti ketika guru menggunakan metode ceramah interaktif, dengan menjelaskan materi di depan kelas dengan menggunakan metode ceramah, siswa mampu memperhatikan dan mendengarkan guru. Metode ceramah interaktif digunakan yaitu guru menyampaikan atau menjelaskan materi pelajaran dengan menggunakan metode ceramah dan melibatkan interaksi dengan siswa melalui kegiatan tanya jawab dan diskusi atau kerja kelompok. Tingkat konsentrasi siswa pada saat mengikuti pembelajaran PAI di kelas V SDN Baleasri 2 Magetan cukup baik karena sebagian besar siswa telah mampu memenuhi 4 indikator konsentrasi yaitu mampu menyimak materi pelajaran disampaikan guru mampu menyikapi dan memahami materi pelajaran, aktif dan kondisi kelas kondusif.

PENUTUP

Referensi

Dokumen terkait